NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Kenzo yang seenaknya.

Hubungan dingin mereka berlanjut sampai sore bahkan saat Kenzo meeting dengan karyawan divisi marketing, bos dan sekretarisnya itu masih saling diam melancarkan aksi tak akur, dan hingga esoknya Kenzo kembali dibuat meradang karena ulah gadis cantik ini.

Drrrtdrrtt....

Vinda mendesah malas memukul ponselnya lalu langsung memasukkan ke laci nakas, dia mengacak rambut panjangnya yang berantakan, dan memaki sang penelpon berkali‑kali. "Uh bos tolol sudah kubilang aku izin sakit masih juga menelpon, dasar bos rese!" Dia melihat banyak pesan masuk ke ponselnya terkirim dari nomor bosnya itu.

'Yak Vinda, jam berapa ini hah? Kenapa belum datang juga di sini?!'

'Angkat teleponku bodoh! Apa kamu mau dipecat?!'

'Berani sekali izin seenaknya! Kamu itu masih dalam masa training'

'Jika masih tak diangkat juga, surat pemecatan besok sudah ada di mejamu!'

'Kembalikan lima juta ku besok, aish dasar sok tak butuh'

Vinda menggeleng‑geleng menggigit bibirnya kesal, baru saja selesai membaca banyak sekali pesan dari bosnya itu, ponselnya bergetar lagi.

"Halo!!"

"Ya ampun, apa sekasar itu menjawab telepon pada atasanmu?" Keluh Kenzo

"Saya sudah bilang kan pada bagian kepegawaian? Hari ini saya izin tak masuk karena sakit, kenapa sih masih menelpon saya!?" 

"Aku memintamu masuk kantor hari ini, aku ini bosnya bukan manajer kepegawaian, jadi berangkat ke kantor sekarang, pekerjaanmu masih banyak! Kau paham!?"

"Yak, kamu bos kejam pak!"

"Apa katamu? Kenapa jika aku kejam? Kamu itu pemalas sampai siang begini masih saja tidur di dalam kamar, dan belum mandi juga!"

"Cih mau belum mandi dan masih di dalam kamar itu urusan saya, eh kok~" Vinda terkejut —dari mana Kenzo tahu jika dia masih di kamar dan belum mandi juga, padahal pria itu hanya menelponnya.

"Dari mana pak Kenzo tahu saya~?"

"Cepat bangun ini sudah hampir jam sepuluh, ya ampun gadis perawan baru bangun siang begini" Kenzo tertawa geli sambil meledek, dan Vinda langsung meloncat bangun dari ranjangnya begitu mendengar juga suara ayahnya di seberang.

"Yak kamu di mana?!"

"Aku? Hehe sedang minum kopi dan sarapan dengan ayahmu, ternyata nasi goreng spesial buatannya lumayan enak"

"Hah apa ?!?!"

"Om dia sudah bangun kok, bagaimana jika kita tunggu saja?" Suaranya Kenzo di seberang. "Iya suruh Vinda keluar, nasi goreng sarapannya nanti dingin" 

Itu suara Pak Agus dan Vinda langsung berlari panik ke pintu kamarnya.

"Yak pak, siapa yang menyuruhmu ke rumahku?!" Vinda mencak‑mencak panik, dia kaget karena bosnya malah ada di luar kamar ini dan gawatnya sedang bersama ayahnya sarapan pagi.

"Uh bos gila sinting!" Dia mengikat rambut panjangnya yang acak‑acak kan asal‑asalan, kemudian membuka pintu kamar dengan kasar, dan benar saja dia mendapati pria itu duduk dengan anteng di kursi meja makan kecil di ruang makan rumahnya.

"Wah putri ayah akhirnya bangun juga"

Kenzo tersenyum lebar, memamerkan gusi indahnya, namun bagi Vinda senyum itu malah menjijikkan.

"Ayah kenapa dia ada di sini sih?" tanya Vinda kesal.

"Lho pak Kenzo ini kan katanya atasanmu di kantor, nak? Dia bilang menjemputmu karena ada pekerjaan penting di kantor" Mata Vinda berkilat tajam tapi Kenzo santai saja menikmati kopinya.

"Bersiaplah cepat, aku bisa menunggu kok"

 Perintah Kenzo lembut.

"Cih memangnya siapa yang mau ke kantor?"

Kenzo tersenyum lagi dengan matanya yang berkedip genit.

"Bukankah hari ini kita pertemuan di LG indah group, kamu lupa ya?" Gadis itu menghentakkan kakinya dan ayahnya yang menjadi penonton hanya tersenyum, sambil menikmati sarapannya.

 

"Tunggu saya mandi dulu sebentar pak!"

Akhirnya Vinda menyerah, tak ada gunanya menolak atasan satu ini yang memang menyebalkan luar biasa.

Setelah bersiap hampir tiga puluh menit lamanya dia menghampiri pria itu sambil berdecak sebal, karena bosnya masih mengobrol akrab dengan ayahnya bahkan sesekali mereka terkekeh bersama.

"Saya sudah siap, ayo berangkat cepat pak!" 

Vinda memotong pembicaraan dan meminum susu cokelatnya, lalu berpamitan pada sang ayah yang tampak senang dikunjungi oleh bos putrinya.

"Ayah aku berangkat, jangan lupa minum obatnya dan istirahat ya"

"Iya nak, ah pak Kenzo saya titip Vinda ya hehe maklumi saja jika dia kadang masih kekanakan"

"Ayah iiihh !! Tak usah menitipkan aku ke dia segala, haish aku bisa jaga diri sendiri kok"

"Saya pergi dulu, terima kasih sarapannya om"

"Iya sama-sama pak, hati‑hati. Vinda jaga sikapmu itu, jangan bersikap kasar begitu pada pak Kenzo!" Nasehat Pak Agus

Heol.......Ayahnya tak tahu saja sifat bosnya seperti apa? Jika saja dia tahu betapa menyebalkannya pria satu ini.

"Maafkan sekali lagi putri saya, pak bos"

"Nggak apa-apa kok om, kami berangkat dulu"

Kedua pria itu saling tersenyum bahkan Kenzo mencium takzim tangan pak Agus, Kenzo berubah menjadi begitu manis dan sopan di depan ayahnya Vinda, jauh berbeda jika bersama Vinda yang bersikap seenaknya.

Kenzo berjalan duluan ke mobilnya, membuka pintu dan memberi isyarat pada Vinda dengan tangannya agar cepat masuk.

"Masuklah kita harus cepat berangkat!"

"Saya mau naik bus saja ke kantor, anda berangkat duluan saja"

"Kenapa sih kamu suka sekali membantah perintahku?" Kenzo berpegangan pada lengan pintu bersandar di mobil Porsche putihnya, edisi terbaru dan terbatas, jenis mobil sport mewah.

"Tapi saya bisa berangkat ke kantor sendiri"

"Tugasmu kali ini menemaniku ke TLJ World Hotel di daerah kalibata, ada pertemuan makan siang di sana, ayo masuk jangan hobi membantah lagi"

"Aish baiklah, percuma saja saya menolak"

Kenzo tersenyum menutup pintu, duduk di kursi pengemudi dan menjalankan mobil itu.

"Kamu harus patuh padaku kali ini, mengerti"

"Hm" Gadis itu mengangguk saja dan memainkan ponselnya malas menjawab apa pun.

 Setelah perjalanan lebih dari setengah jam, mobil sport putih itu berhenti di sebuah butik besar yang terlihat mewah. Vinda yang malas bertanya ikut saja saat Kenzo menyuruhnya masuk. 

"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu pak Kenzo"

"Saya ingin mengambil jas pesanan kemarin, apa sudah siap?" Jawab Kenzo pada SPG di sini.

"Tentu saja, silakan duduk dulu pak"

Pegawai butik itu — bernama Clara— yang berseragam hitam melangkah masuk lalu kembali membawa satu setel jas hitam baru yang tampak sangat mewah.

"Mbak, bisa tolong pilihkan setelan gaun yang bagus untuk gadis ini, yang sekiranya pantas untuk acara resepsi santai siang hari"

"Oke, baiklah pak, silakan Nona ikut saya ke dalam untuk memilih" Vinda terkejut bercampur bingung, namun Kenzo memberi isyarat agar dia patuh, dan dengan dongkol dia mengangguk.

"Masuklah tak ada waktu lagi, ini sudah siang"

Vinda menggigit bibirnya, dia masih bingung saat pegawai itu memilihkan gaun berwarna cokelat kemerahan yang tampak mewah dan serasi dengan kulit putihnya.

Dia mengenakan gaun itu lalu bercermin di ruang ganti. "Wah Nona cantik sekali mengenakan gaun ini, ukurannya juga pas sekali" Vinda diam saja saat memperhatikan bayangannya di cermin, takjub, karena tak percaya apakah benar ini dirinya.

"Kita tinggal mencari lapisan dalaman yang senada warnanya, sebentar Nona saya ambilkan dulu" Vinda mengangguk masih takjub menatap bayangannya. Ini berlebihan, untuk apa dia harus pakai gaun segala kalau mau bekerja? Dasar Kenzo aneh.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!