NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Niatnya Pembuktian Eh Malah Jadian

Arjuna sudah berlutut di aspal, dadanya naik turun hebat karena lelah, matanya terlihat sayu gabungan rasa sakit dan kurang tidur.

Teriakan Laila terdengar jelas dari belakang—ia tahu persis siapa pemilik suara itu. Hehe, nggak apa-apa deh kalau rencana awal salah, yang penting misi buktiin perasaan dia tetap jalan. Sekarang saatnya gue tunjukin bakat terpendam gue, batin Arjuna. Tanpa ragu ia langsung menjatuhkan badannya ke jalan, berbaring seolah nyawanya sudah tinggal sehelai rambut.

“JUUNAAAA!!!”

Laila turun dari motor dengan kaki gemetar, lalu berlari sekuat tenaga menghampiri sosok yang tergeletak diam itu. Ia langsung tersimpuh di samping Arjuna, tangannya gemetar menepuk pelan pipi laki-laki itu.

“Jun… bangun Jun! Jangan tinggalin gue dulu… kalau lu mati nanti nggak ada lagi yang gangguin gue,” isaknya, air mata mulai menetes membasahi pipi Arjuna.

Perlahan mata Arjuna terbuka sedikit. Tangannya yang berlumuran debu berusaha meraih tangan Laila, digenggamnya lemah sekuat tenaga. “La…” suaranya keluar sangat lirih, lalu ia berdeham pelan seolah menahan sakit yang luar biasa. “G-gue sayang sama lu… gue suka sama lu. Mungkin ini ucapan terakhir gue… uhuk… uhuk…” Setelah bicara begitu, matanya kembali terpejam rapat, persis seperti orang yang baru saja mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.

Bowo yang ikut berlari dari belakang langsung panik mendekat. Ia tak menyangka rencananya malah jadi begini, tak terbayang kalau prediksinya salah dan membawa hal buruk bagi bosnya. “Bos! Bos bangun Bos!” panggilnya cemas.

Laila menggeleng cepat, air matanya makin deras mengalir. “Enggak… Jun! Jangan pergi… Huhuhu… G-gue juga suka sama lu! Tolong jangan tinggalin gue!” Ia menangis tersedu-sedu sambil memeluk erat tubuh Arjuna yang terbaring di aspal.

Suasana hening sejenak. Saat Laila masih terisak di dada Arjuna, tiba-tiba terdengar suara jernih yang memecah kesunyian.

“Berarti hari ini kita resmi jadian kan?”

Anjir, kirain beneran kenapa-napa… ternyata akting doang, batin Bowo lega sekaligus kesal karena tadi sempat ketakutan setengah mati.

Laila langsung mengangkat kepalanya. Di hadapannya, Arjuna sudah menyunggingkan senyum paling lebar, menatapnya dengan mata berbinar. Seketika sadar kalau ia baru saja dikerjai habis-habisan, Laila langsung meninju dada bidang Arjuna berkali-kali.

“DASAR JUNAEDI! GUE BENCI BANGET SAMA LU! GE BENCI!!!” teriaknya di sela pukulan.

Arjuna dengan mudah menangkap kedua tangan gadis itu, lalu bangkit duduk sambil terkekeh pelan. “Benci? Benar-benar cinta maksud lu?” godanya sambil menaik turunkan alis.

" nggak lucu Jun... lu tau ngga, jantung gue mau copot gara-gara lu di keroyok sama geng Elang. G-gue... gue ngerasa bersalah karena ninggalin lu yang mau di keroyok, harusnya G-gue..." Isaknya kembali pecah.

Arjuna langsung menarik tubuh Laila masuk ke dalam pelukannya, mengusap punggungnya lembut untuk menenangkan. “Sstt… udah ya. Keputusan lu tadi udah paling benar. Kalau lu nekat ikut atau bantuin, justru gue yang bakal nyesel seumur hidup udah libatin lu ke masalah gue.”

“Tetep aja gue benci lu,” gumam Laila pelan di sela isaknya.

“Iya… iya benci. benar-benar cinta kan?” Arjuna kembali menggoda, dan tiba-tiba dadanya digigit keras oleh Laila.

“ARGGHH… sakit La! Sini gue gigit balik dada lu!” ringisnya sambil mengelus bekas gigitan.

“DASAR MESUM!! GUE TABOK KALO LU MACEM-MACEM!” balas Laila sambil melotot galak—meski matanya masih basah.

“Ah elah si Bos, modus aja. Dah Yuk bubar-bubar, adegan dramanya udah kelar!” seru Bowo sambil melangkah ke motornya. Anggota Geng Petir lainnya pun ikut menyalakan mesin dan beranjak pergi kembali ke bengkel.

Arjuna dibantu Laila untuk berdiri tegak. “lu bisa bawa motor sendiri nggak? Bentar lagi bel masuk lho. Atau mending lu izin dulu aja hari ini?” tanya Laila khawatir.

“Tenang aja, gue masih kuat kok. Yuk naik,” jawab Arjuna sambil menaiki motor sportnya. Laila pun naik ke jok belakang, dan saat Arjuna memacu motornya dengan kecepatan tinggi, Laila tanpa sadar langsung memeluk erat pinggang laki-laki itu agar tak terjungkal.

Mereka sampai di gerbang sekolah tepat saat bel masuk baru berbunyi. Laila baru sadar sesuatu dan menepuk pundak Arjuna kesal. “Jun! Tas sekolah gue kan masih di bengkel! Kenapa lu langsung bawa ke sini sih?”

Arjuna menoleh sambil tersenyum jahil. “Santai aja sayang… Bowo udah bawain tas lu kok. tuh dia di belakang kita.”

Bowo turun dari motornya lalu menghampiri Arjuna dan Laila, "silahkan ndoro putri ini tas nya sudah saya bawakan dengan selamat." ucapnya sambil membungkuk dalam-dalam, mengangkat tas Laila dengan gaya seolah sedang memberikan harta karun.

" eh thanks ya wo, jadi ngga enak di bawain begini." ucap Laila sambil mengambil tas nya.

" tidak apa-apa ndoro, ini sudah tugas hamba." jawab Bowo dengan nada formal berlebihan.

setelah nya Laila langsung bergegas ke kelas sebelum guru masuk , Sebenarnya Arjuna ingin mengantarnya sampai depan pintu kelas, tapi Laila menolak dengan tegas—ia masih belum sepenuhnya luluh melihat kelakuan Arjuna yang tadi sempat mengerjai habis-habisan.

Di lorong sekolah, Bowo berjalan di samping Arjuna sambil bertanya pelan." Bos lu ngga apa-apa?

" ngga apa-apa mata lu picek, nih liat pipi gue kena bogem." sambil menunjuk bekas pukulan anak buah geng Elang. " untung rencananya berjalan lancar, coba kalo gagal...gue pites pala lu wo."

Bowo terkekeh pelan." hehehe... sorry bos, ternyata prediksi gue meleset sedikit. Tapi sekarang udah seneng kan? ternyata Laila suka sama lu juga."

Arjuna langsung berdeham keras agar tidak terlihat salah tingkah, " ekhm, apasih... biasa aja tuh. Dah sana gue mau ke UKS...mau tidur, ngantuk gue." ucapnya sambil berjalan mendahului Bowo dengan langkah sedikit cepat.

" emang ya si bos... gengsinya segede impian orang tua." gumam Bowo sambil menggeleng kepala pelan.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!