NovelToon NovelToon
Dilema Cinta Kedua

Dilema Cinta Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:454
Nilai: 5
Nama Author: Larasa

Nayra Lovarisa, 32 tahun, seorang influencer sukses dengan kehidupan yang sudah sempurna, karier mapan, bisnis berkembang, dan memiliki putra yang menjadi dunianya.
Selama empat tahun, hanya mereka berdua. Tanpa kekurangan, sampai sosok Om Rara muncul menjadi penolong baik hingga tanpa sadar membuat anaknya menyukainya.
Awalnya Nayra tidak terganggu malah terbantu dengan sang tetangga sampai kemudian anaknya punya harapan lebih, ingin menjadikan pria itu sebagai ayah sambungnya.

Bagaimana kisah ini selanjutnya? Nayra yang punya banyak pertimbangan, Rayyan yang tidak menyerah menjodohkan sang Mama dan Om Rara yang menyadari perasaannya apa mampu meluluhkan hati janda satu anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Perjanjian

"Bu, Rayyan bikin ulah lagi." Kata seseorang bersamaan dengan pintu ruangan kerja terbuka oleh anak kecil yang berjalan masuk di susul oleh orang di dewasa di belakangnya, membuat Nayra menatap pelaku yaitu putranya sendiri dengan tak senang. "Dia ganggu–"

"Enggak, dia bohong, Ma." Rayyan membantah setelah duduk di sofa yang ada di ruang kerja Nayra yang ada di salah satu kafe yang sedang viral.

"Apa lagi ini Rayyan?" Tanya Nayra menatap Rayyan dan karyawan kafenya. "Dia ngapain lagi, La?"

"Berisik sampai ganggu pengunjung, Bu."

Nayra menatap Rayyan penuh peringatan. "Mama kan udah–"

"Enggak, Ma. Pengunjungnya aja yang lebay."

"Bukan lebay, tapi mau gimanapun pembeli sini itu perlu kita hargai. Mama ngga suka kamu kayak gini, kalau kamu ngga suka ada di sini mendingan kamu pulang aja! Makin lama kamu di sini yang ada semua pelanggannya pergi!”

"Kalau mereka pergi berarti ngga mau beli di sini. Orang kayak gitu biarin aja, Ma. Toh pasti akan ada lagi–"

"Rayyan!" Nayra kemudian memijit keningnya, pusing karna memiliki anak seperti Rayyan lalu menoleh pada pelayan yang masih berdiri di tempat yang sama. "Rayyan biar jadi urusan saya, La. Kamu mendingan lanjut kerja aja."

"Iya, Bu, permisi."

Kinan kembali menatap Rayyan setelah pintu tutup. "Kamu ngga dengar omongan Mama?"

"Aku punya telinga, Ma. Tapi ngapain coba di apartemen sendirian? Bosan ngga ada siapapun. Tapi kalau Mama izinin aku berenang–"

"Enggak," sela Nayra cepat. "Kamu cuma boleh empat kali dalam seminggu masuk les renangnya. Lagian, sekarang pelatih renangnya masih libur."

"Enggak kok, lesnya buka tiap hari tapi Gurunya yang beda-beda."

Nayra menghela nafas kasar. "Sekali ngga boleh ya tetap ngga boleh atau mau ganti hari aja? Dari hari Selasa, jumat, Sabtu, Minggu. Kamu pilih aja hari apa yang harus kita ganti."

"Kalau gitu sama aja bohong, Ma. Mendingan les lain aja yang di hilangkan," balas Rayyan karna kesal lalu tersenyum dengan takut begitu melihat tatapan Nayra padanya. "Ya udah, karna sekarang ngga ada les mendingan aku pulang aja. Terus main ke unit Om Rara aja."

"Enggak-enggak, Mama ngga izinin ya! Kemarin Tante Haviza hubungi Mama kalau tetangga kita terganggu sama keberadaan kamu jadi mulai hari ini, Mama minta tolong jangan pergi ke sana lagi."

"Tapi Om Rara baik banget sama aku, semalam Mama juga lihat kan gimana–"

"Nurut Rayyan, Mama ngga akan larang kamu kalau dia ngga ngomong langsung ke kakaknya Tante Haviza." Nayra tak ingin di bantah sambil meneliti ekspresi putranya yang keberatan dengan keputusannya. Nayra tahu bagaimana rasanya tidak di terima di suatu tempat, walaupun kehadirannya seperti di sambut baik tapi sebenarnya semua itu hanya pura-pura dan ia tak ingin anaknya merasakan hal yang sama. "Mendingan kamu main ke rumah Septian atau Alvin aja, biarpun mereka nakal tapi kalian seumuran. Paling penting orang rumah mereka ngga terganggu dan menerima kamu dengan baik."

"Lihat nanti aja, Ma." Rayyan tak ingin berjanji karna kedua sahabatnya lebih suka menghabiskan hari dengan nongkrong tidak jelas diluar bersama anak-anak yang tidak jelas bahkan ada juga yang sudah putus sekolah untuk melakukan hal yang tidak baik.

Mereka bertiga, Rayyan, Alvin dan Septian sebenarnya sama saja, tapi ia merasa tak ada manfaatnya terlalu akrab dengan orang-orang yang memberikan pengaruh tidak baik.

Anak berusia empat belas tahun itu lebih memilih untuk mengikuti banyak les sebagai alasan menolak terlalu akrab dengan tongkrongan baru kedua sahabatnya, tapi tanpa merusak pertemanan mereka yang sudah terjalin dari usia lima tahun sampai delapan tahun. Sampai akhirnya orang tuanya memutuskan untuk pindah dari perumahan, membuat kehidupan mereka jadi serba susah dan tak lupa juga memindahkan sekolahnya karna alasan biaya.

Mereka sempat kehilangan kontak selama beberapa tahun, sebenarnya Rayyan tahu teman-temannya masih tinggal di lingkungan yang sama, tapi ia yang terlalu malu dan tak punya cukup uang untuk mengunjungi mereka. Seperti yang mereka janjikan dulu.

Beruntungnya akhir-akhir ini kerjaan yang di jalani Mama semakin baik hingga ia bisa melanjutkan sekolah di SMP swasta yang cukup terkenal di ibu kota dan bertemu dengan sahabat-sahabatnya lagi.

"Jangan bilang kalian ada masalah?" Tanya Nayra tak senang.

"Bukan gitu tapi... ada deh. Mama ngga perlu tahu." Rayyan tak mungkin menceritakan yang sebenarnya karna sang Mama bisa saja tak mengizinkannya berteman lagi dengan dua sahabatnya lagi. "Yaudah, aku pulang aja. Kira-kira boleh ngga minta di antar Om Ferdi aja?"

"Tumben, biasanya di paksa baru kamu mau." Kata Nayra sambil mengeluarkan ponsel, mengirim pesan pada salah satu dari lima orang timnya yang berkerja di suatu ruangan di kafe ini untuk memajukan semua kontennya. "Katanya dia udah ngga sibuk jadi bisa anterin kamu. Ini uang buat beli bensin Omnya."

Nayra mengulurkan dua lembar uang lima puluh ribu pada anak itu untuk yang akan di berikan pada Ferdi "Beneran di kasih semuanya ya, nanti Omnya ngga mau lagi antar kamu pulang." Nayra mengingatkan karna putranya suka iseng dengan orang-orang yang bekerja dengannya.

"Iyaa iyaaaa, Mama." Rayyan keluar dari ruangan itu meninggalkan Nayra yang menghela nafas panjang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!