Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
"Ah segarnya" ucap Gita yang baru keluar dari kamar mandi hotel
Gita berendam dengan air hangat membuat badannya terasa damai.
"Eh iya gimana di ruang dimensi ya sekarang? Belum masuk lagi gue" gumam Gita
Gita pun masuk ke dalam ruang dimensi dan alangkah terkejutnya dia.
"Wah ini mah udah kaya supermarket!" kaget Gita
Gita melihat jajaran rak yang berjajar dengan rapih seperti di supermarket, yang awalnya Padang rumput sekarang tiba - tiba muncul 1 bangunan seperti rumah kaca dengan jajaran rak yang panjang dan penuh di tengah Padang rumput yang asri.
Gita melihat semua barang yang langsung tersusun dengan rapih di rak, tanpa perlu Gita berusaha payah untuk membereskannya.
"Wah ini namanya di surga. Besok gue harus cari lagi makanan kesukaan gue lainya nih" ucap Gita
Setelah Gita melihat dan mengecek ulang semua barang - barang yang sudah tersusun dengan rapi di rak, sembari mencatat apa saja yang belum dia beli.
"Laper juga nih, gue pesen makanan hotel aja lah. Anter ke kamar biar bisa gue masukin juga ke ruang dimensi tanpa takut ada yang liat" gumam gita
Gita pun langsung melihat menu yang sudah ada di dalam kamar hotelnya, kamar hotel yang Gita tempati tidak terlalu besar namun tetap mewah.
Gita memesan semua makanan yang ada di menu kecuali dessert karena Gita tidak suka dengan makanan manis.
Mungkin Gita membeli 20 makanan dan di kirim ke kamarnya.
20 Menit Kemudian
Makanan yang Gita pesan datang, para pegawai hotel langsung memasukan makanan ke dalam kamar hotel Gita.
Untung saja ada ruang tamu di kamar hotel Gita, jadi bau makanan tidak menyebar ke kamarnya.
"Terima kasih ya mas mbak" ucap Gita dengan ramah, dia juga tidak lupa memberikan tip kepada mereka bertiga.
"Terima kasih mbak. selamat menikmati" balas ketiga pegawai hotel.
Gita hanya mengangguk dan langsung menutup pintu setelah ketiga pegawai hotel pergi.
Gita menutup pintu dan berjalan menuju deretan makanan yang tadi dia pesan.
Dengan jentikan jari semua makanan dan minuman masuk ke dalam ruang dimensi.
"Penasaran, kejutan apa lagi yang di buat sistem ya" gumam Gita
Gita dengan semangat masuk ke dalam ruang dimensi, dan saat dirinya masuk terlihat lah deretan makanan yang tadi dia beli dari restoran hotel.
Di dalam etalase kaca deretan makanan tadi di jejer kan, sedangkan minuman ada di dalam lemari es yang berjajar seperti kulkas besar mirip seperti di supermarket.
Minuman botol yang Gita beli kemarin pun ada di dalam kulkas itu sekarang.
Dengan bahagianya Gita mengambil makan yang tadi, agar nanti para pegawai hotel tidak curiga karena piring mereka hilang.
Setelah Gita membawa semua makanan ke kamarnya, dia mulai makan dengan lahap.
Ada streak, ada iga bakar, ayam goreng crispy utuh, ada gulai kakap merah, dan banyak lagi.
Dan rasa nya juga tidak berubah sama sekali.
1 Jam Kemudian
Gita menghabiskan semua makanan dan minuman yang ada di hadapannya, sembari menonton tv.
"Sekarang tidur, besok kita cari uang dan berbelanja lagi" ucap Gita dengan perasaan bahagia.
Keesokan Harinya Di jam 11 siang
Di Rumah Salah Satu Rentenir
"Ini bu" ucap Livy
"Kau Mau menggadaikan rumah ini?" tanya Bu lusia
"Iya. rumah ini ada dua lantai kamar ada 5" jawab Livy
"Berapa yang kau mau?" tanya lusia
"10 miliar" jawab enteng Livy
"10 miliar? Untuk apa kau meminjam begitu banyak uang?" tanya lusia
"buat bisnis. gue gak ada waktu buat jelasin tapi kalo lo nolak ngasih gue pinjeman, gue bisa cari rentenir lain" jawab Livy tak saber.
"Anak muda ini gak sabaran sekali. Oke deh tapi ingat bunganya juga gak sedikit, Lo rencananya mau lunasin kapan?" tanya lusia
"Minggu depan" jawab singkat Livy
"Oke. Kalo Minggu depan Lo gak bayar, berarti
Rumah Lo jadi milik gue ya" bahagia lusia
"Oke" ucap Livy tanpa ragu
"Nomor rekening" ujar lusia
Livy memberikan buku rekening kepada Lusia dan Lusia pun langsung mengirimkan uang 10 miliar kepada Livy
"Thanks" singkat Livy langsung pergi
"Anak si*lan" umpatnya
Livy keluar dari dalam rumah rentenir itu dan dia akan memulai aksinya.
"Gue harus cari apartemen yang tinggi kokoh dulu" gumam Livy
"Oh iya. Di sebrang apartemen si Gita kan ada apartemen yang kokoh banget, pas badai aja gedung itu gak gerak sama sekali. Gue bisa beli di sana nih" ujar Livy
Livy langsung pergi menuju apartemen yang ada di sebrang apartemen Gita.
30 Menit Kemudian
"Oke saya beli apartemen ini di harga 1,3 miliar" ucap Livy
"Iya mbak" balas manajer apartment
Livy membeli apartemen di lantai 20, apartemen nya sejajar dengan apartemen Gita.
Saat Livy melihat ke sekitar dan tanpa dia sengaja dia melihat ke apartemen Gita yang sedang di renovasi.
"Tiba - tiba dia renovasi apartemen, apa jangan - jangan...." mata Livy langsung terbelalak kaget.
20 Menit Kemudian
Livy sudah membereskan biaya pembelian apartemen, dan dia dengan cepat langsung pergi ke gedung apartemen Gita.
Gita langsung masuk dan menekan lift sembari menekan kartu akses namun lift tetap tidak terbuka.
"Kenapa gak bisa kebuka si*lan!!" umpat Livy
Livy berjalan menuju karyawan apartemen yang sedang berjaga dia adalah windu.
"Heh kenapa lift gak kebuka?" tanya Livy dengan mata yang melotot ingin keluar.
"Ah mbak Livy, kartu akses it-"
"Jangan banyak omong, cepet buka lift nya. Gue mau ke apartemen Gita" dengan kasar Livy memotong ucapan windu.
"Maaf mbak. Kartu akses nya memang sudah di ganti jadi gak bisa di pake lagi, kartu akses yang mbak pegang itu udah gak bisa di pake" ujar Windu
"Yaudah kalo gitu. Kasih gue kartu akses yang baru cepet, gue gak ada waktu" emosi Livy
"Maaf mbak tidak bisa" tegas windu
"Kenapa? lo mau macem macem sama gue hah. Gita itu temen gue, jadi gue ada hak juga keluar masuk ke apartemen dia" tak tau malu Livy
"Kepedean banget ni orang, siapa dia" gerutu windu dalam hati
"Heh malah bengong!" emosi Livy
"Maaf ya mbak. Mbak Gita sudah pindah dari sini, karena banyak atap yang Bocor katanya banyak keluhan juga dari mbak Gita jadi mbak Gita memutuskan untuk pindah. dan kenapa saya tidak memberikan akses karena apartemen itu sudah terjual mbak Gita sendiri yang menjual apartemen nya sendiri." penjelasan windu dengan menahan emosi.
Ting!
Tiba - tiba pintu lift terbuka dan keluar lah seorang laki - laki dan berjalan ke arah luar apartemen.
"I-itu penghuni baru yang membeli apartemen mbak Gita. Jika tidak percaya mbak Livy bisa kejar dsn tanyakan langsung kepada dia" bohong windu dia hanya menunjuk asa saja.
Livy Terdiam
"Tapi kenapa dia gak Telpon gue, apa dia juga hidup lagi ya. jadi dia cari tempat yang lebih aman!!"