Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Bertemu Keluarga Giovanni
“Hey semua, aku pulang-awh !!”
Giovanni tidak menyangka, di balik pintu rumah, Arnold sudah berdiri mempersiapkan diri, dan kemudian menjitak kepalanya secara tiba-tiba membuat si pemilik kepala itu kesakitan, dan bahkan mengelus kepalanya sendiri.
“Apa-apaan itu, Dad ?!”
Arnold tersenyum puas, “Itu pantas kau dapatkan anak nakal !! Beraninya kabur dari rumah, membawa kapal mewahku, pergi begitu saja selama beberapa hari !!” ujar Arnold dengan nada puas dan kesalnya, Giovanni memberikan tatapan cemberut kesal sambil mengelus kepalanya.
Beverly yang melihat itu, hanya bisa menahan diri untuk tidak tertawa, apalagi ekspresi Giovanni yang terlihat seperti anak-anak cemberut saat mendapat hukuman dari ayahnya sendiri.
“Ayo pukul lagi, Dad !! Aku belum melihat adegan yang paling seru.” Ujar Gregor membawa satu kantong popcorn di tangannya, sambil memasukkan beberapa popcorn ke dalam mulutnya.
“Dasar adik kurang ajar !!” Ujar Giovanni dengan kesal.
“Sudah.. Sudah.. Sekarang kau bisa perkenalkan kepada Mom.. Siapa gadis cantik di sebelahmu ??” Ujar Catalina mulai membuka suaranya, sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami dan kedua putranya.
Beverly tertegun melihat perempuan yang sudah berusia lanjut, tapi tetap terlihat cantik dan anggun dengan gaun yang sedikit pendek di sebelahnya, sementara Arnold sendiri, juga terlihat sangat berbeda dari ayahnya. Meskipun Arnold sempat bercanda dan memukul Giovanni, tapi aura wibawa dari lelaki itu juga tidak luntur darinya.
Beverly merasa sangat jauh lebih kecil daripada keluarga itu. Terasa sekali status sosial keluarga mereka, membuat Beverly merasa gugup. Apa yang bisa dia banggakan, apalagi dia memiliki dua bayi di sebelahnya, membuat Beverly merasa down.
“Ah, bisa kita bicara di ruang tamu, ada yang ingin aku bahas mengenai wanita di sebelahku ini, dengan kalian semua.” Ujar Giovanni dengan serius, sambil memegang tangan Beverly yang terlihat sangat gugup di sana. Arnold menganggukkan kepalanya, lalu dengan sopan dia meminta Beverly untuk masuk ke dalam.
...
Situasi begitu hening, semua menunggu Beverly untuk bercerita. Awalnya wanita itu begitu gugup dan takut, tapi Giovanni menganggukkan kepalanya dan memegang tangan wanita itu sambil membelai telapak tangannya, menenangkan.
Beverly akhirnya bercerita secara perlahan satu persatu semua kejadian yang terjadi padanya dulu, semua mendengarkan dengan sungguh-sungguh . Benar kata Giovanni, tidak ada tatapan menghakimi dari keluarga Giovanni, mereka bahkan merasa iba dengan apa yang terjadi pada Beverly.
Hingga tatapan mereka terlihat berubah saat Beverly menjelaskan pertemuan pertamanya dengan Giovanni, karena dia bersembunyi dari kejaran preman bayaran ayahnya.
“Ke.. Kenapa dia berusaha memb*nuh kedua bayimu ??” Tanya Arnold dengan penuh tanda tanya. Jika memang itu kesalahan dari Beverly, tidak seharusnya ayah Beverly melakukan hal sebrutal itu. Bahkan putrinya saja menolak aborsi karena tidak ingin menyakiti anak itu.
“Fa.. Father.. Dia berubah semenjak Mother meninggal karena sebuah penyakit saat usiaku masih 10 tahun. Dia menjadi sangat overprotektif, dan bahkan memukuli teman lelakiku.” Ujar Beverly menundukkan kepalanya.
Semua diam, hening.. Tapi itu yang membuat Beverly merasa takut, hingga..
“Oh darling.. Ini pasti berat untukmu, menjadi seorang ibu di usia yang sangat muda.” Ujar Catalina mendekati Beverly dengan tatapan dan nada penuh iba.
Sejenak Catalina duduk di sebelah Beverly dan memeluk wanita muda itu, Beverly awalnya terkejut dengan pelukan dari Catalina, tapi lama-kelamaan dia membalas pelukan hangat itu. Pelukan seorang ibu yang sangat dia rindukan, semenjak ibunya sendiri telah meninggalkannya beberapa tahun lalu.
Setelah pelukan itu, Catalina sempat memberikan tatapan kagum ke arah Beverly, yang terlihat masih kuat terlihat banyak ketakutan dan rasa gugup dari matanya. Catalina langsung memegang pipi gadis itu dengan kedua tangannya.
“Kau tidak perlu menanggung semuanya sendirian lagi, disini ada aku yang akan membantumu, kau boleh menganggap aku sebagai Mom untukmu.” Ujar Catalina dengan lembut, membuat mata Beverly berkaca-kaca.
“Terima.. Kasih.. Mom..” ujar Beverly sambil tersenyum penuh haru.
“Wahh.. Bayinya lucu~”
Semua yang ada di sana, menoleh melihat Gregor menatap dari atas ke bagian dalam kereta bayi. Gregor merasa gemas memandangi kedua bayi yang ternyata sudah bangun, tapi mereka tidak menangis, mereka malah menatap Gregor dengan tatapan penasaran.
“Nama mereka siapa, Kak Beverly ??” Tanya Gregor ke arah Beverly.
“Namanya Oshea dan Oscar, yang matanya mirip Beverly itu namanya Oshea.” Ujar Giovanni menjawab pertanyaan dati Gregor.
Wajah Gregor sedikit berubah, “Aku bertanya pada Kak Beverly, bukan padamu.”
“Apa bedanya ?? Lagipula jawabanku benar.” Ujar Giovanni dengan nada sinis saat mendengar dan melihat ekspresi dari adiknya.
“Aku ingin mendengarkan suara lembut Kak Beverly, bukan suara cemprengmu.” Ujar Gregor dengan ketus.
Bugh !!
“Dasar adik kurang ajar !! Aku bakar nanti koleksi mobil mewahmu !!” Ujar Giovanni dengan kesal, sambil memukul kepala Gregor dengan bantal sofa.
Gregor mengusap kepalanya yang di pukul oleh Giovanni, “Enak saja, itu mobil yang aku beli dengan uangku sendiri.” Ujar Gregor tidak terima kepada Giovanni.
Anehnya kedua bayi itu sama sekali tidak menangis saat melihat pertengkaran mulut Giovanni dan Gregor, sebaliknya mereka berdua malah memandang kedua lelaki di depan mereka secara bergantian. Seakan menikmati pertengkaran Gregor dan Giovanni.
“Kata siapa itu uangmu, itu uang Dad yang kau ambil.” Kali ini Arnold ikut dalam perdebatan, mendengar putra keduanya mengklaim uang yang dia gunakan untuk membeli koleksi mobil mewahnya.
“Sama saja Dad.. Aku juga ikut membantu bekerja di perusahaan Arlina, itu artinya uang Dad juga uangku.” Ujar Gregor dengan penuh percaya diri.
“Astaga.. Lihatlah kedua putraku yang kurang ajar ini, bisa-bisanya mereka berani melawan ucapanku.” Ujar Arnold dengan sedikit berdrama di sana.
“Hey, aku tidak berkata apapun !!” Ujar Giovanni langsung mengelak perkataan Dad-nya.
“Benarkah ?? Siapa yang membawa kabur kapalku dan pergi begitu saja dari rumah ?? Apakah itu hantu ??” Ujar Arnold menaikkan alisnya pada putra pertamanya, membuat Giovanni menghela nafas berat.
Melihat Arnold berhasil membuat perdebatan kakak beradik itu berakhir, Beverly dan Catalina malah tertawa kecil, merasa senang melihat drama kecil antar lelaki di rumah itu. Arnold lalu melihat ke arah Beverly.
“Kau tidak perlu takut Beverly, kami tidak akan menghakimimu. Lagipula kedua putraku jauh lebih nakal daripada apa yang kau lakukan dulu.” Ujar Arnold dengan santainya, membuat Gregor dan Giovanni membulatkan mata mereka tidak terima dengan perkataan Arnold.
“DAD !!! Kami tidak nakal !!!” Ujar Gregor dan Giovanni dengan kesal.
“Astaga mulai lagi, sudahlah sayang. Lihat kau membuat dua putramu cemberut seperti anak kecil yang tidak mendapatkan balon.” Ujar Catalina.
“Mom !! Kau sama saja !!” Ujar Gregor dengan kesal, membuat Arnold, Beverly, dan Catalina malah tertawa geli. Giovanni masih terlihat kesal dan ngambek di sana.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣