NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Handayani Mu'arifah

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 zombie berzirah dan keempat zombie

Raungan kelima zombie hebat mengguncang seluruh hutan. Burung-burung beterbangan dari dahan, binatang liar lari ketakutan menembus semak. Angin berputar liar membawa bau busuk dan darah.

“Serang!” teriak Dio.

Ia berlari paling depan, Kapak energi membara dan dipenuhi dengan api. Tebasan pertamanya menghantam zombie berzirah karat, namun hanya memercikkan api.

"apa? tidak mempan." ucapnya pelan.

Makhluk itu tertawa parau lalu membalas dengan pedang raksasa. Dio terpental menghantam batang pohon hingga kayunya retak dan memuntahkan darah.

Reina langsung melompat tinggi, tombak energi menusuk mata zombie raksasa berkulit kayu terbakar. Namun monster itu meraung dan menangkap pedang reina dengan tangan kosong, lalu melemparkannya jauh ke semak-semak.

"Reinaa.." Andri maju sambil berteriak, belati energi menghantam lutut raksasa itu. Retakan besar muncul di kaki monster, membuatnya berlutut. “Sekarang!” teriaknya.

Sarah melepaskan tiga anak panah energi sekaligus ke kepala lawan. Dua patah, satu menancap di leher. Dandi muncul dari belakang dan menusukkan tombak energi ke celah retakan kaki monster. Dengan geraman keras, zombie raksasa roboh menimpa pepohonan.

“Satu jatuh!” seru dandi.

Namun belum sempat bernapas lega, zombie perayap sudah menyerbu dari atas pohon.

Tubuhnya bergerak seperti laba-laba, cakarnya menebas cepat. Prisma mengeluarkan tank perisai menahan serangan bertubi-tubi, tapi perisai energinya mulai hancur dan hampir kehabisan energi.

Reina menancapkan tongkat energi ke tanah, cahaya biru meledak ke atas, mengenai monster itu dan melemparkannya dari batang pohon. Begitu jatuh, santo memperbesar ukuran pedangnya dan menusuk kepala makhluk itu hingga menembus tanah.

Zombie kurus bermata ungu lalu mengangkat kedua tangan. Kabut hitam menyelimuti area sekitar.

Tiba-tiba mereka melihat bayangan terburuk mereka sendiri. ketakutan, kegagalan, kematian.

“Aku... tak bisa melihat!” teriak Prisma.

Seluruh orang merasa seperti melihat sesuatu yang sangat tidak ingin lihat. Contohnya reina, dirinya kembali melihat masa lalunya yang terbunuh atas penghianatan yang telah dilakukan oleh sarah dan dio.

Sedangkan santo melihat masa depannya yang sedang berlari hendak menyelamatkan reina namun terlambat, reina telah mati.

Dio melihat masa kecilnya yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya karena kecelakaan dan dibuang oleh keluarga besarnya. Dia hidup sendiri dijalanan yang membentuk sifat tempramen.

[ini ilusi kuno, yang bisa membuat seseorang melihat keadaan terburuknya dimasa lalu, masa kini atau masa depan.] ucap lila

“Itu ilusi! Fokus!” teriak sarah berusaha menyadarkan teman-temannya.

"bagaimana cara menghancurkannya lila?"

[lihat disana adalah inti dari ilusi ini, karna kamu yang masih memiliki kesadaran jadi kamu harus menghancurkannya.] lila menujuk keatas tepat dimana ada cahaya keemasan berbentuk lingkaran seperti bola bisbol.

Sarah memejamkan mata kemudian mengangkat busurnya tinggi-tinggi dan melepaskan anak panah tepat mengenai inti ilusi dan menghancurkannya. Cahaya biru memancar seperti matahari kecil, mengusir kabut hitam sedikit demi sedikit.

Bagaimanapun juga pertarungan sarah dibantu dengan sistem canggih dari dunianya.

Saat kabut pecah, Reina tersadar dan langsung bertindak.

Dirinya sudah berada di belakang zombie bermata ungu. Dengan gerakan kilat, ia memotong leher zombie dengan pedangnya. Kepala monster itu jatuh berguling di tanah.

“Tiga!” katanya sambil tersenyum tipis.

Tersisa dua.

Zombie berzirah karat meraung dan menebas liar. santo dan andri menyerang bersama dari dua sisi. Pedang dan belati energi menghantam celah helmnya secara bersamaan. Tengkoraknya pecah, tubuh besi itu roboh berlutut lalu diam.

Kini tinggal satu makhluk terakhir.

Zombie berjubah hitam berdiri tenang di tengah mayat bawahannya. Wajah tengkoraknya menatap reina dan teman-temannya yang terluka dan kelelahan.

“Kalian cukup kuat...” katanya perlahan. “Karena itu, kalian layak mati oleh tanganku sendiri.”

Ia mengangkat kedua tangan.

Tanah hutan terbelah. Dari bawah akar-akar pohon, ratusan tangan busuk keluar mencengkeram kaki mereka.

Mata sarah membesar. “Ini buruk... sangat buruk...”

Reina kembali membentuk pedangnya dan berteriak, “Semua bersiap! Ini serangan terakhirnya!”.

Belum sempat menyerang tiba-tiba langit mendadak gelap total.

Dan dari balik awan, terdengar suara raungan yang jauh lebih mengerikan daripada semua zombie tadi.

Seluruh hutan membeku dalam kegelapan. Raungan dari langit itu membuat tanah bergetar dan daun-daun berjatuhan seperti hujan. Bahkan zombie berjubah hitam menoleh ke atas dengan tatapan terkejut.

“Apa itu...?” bisik Reina.

"Naga zombie" ucap Andri tertegun melihat diatas awan.

"apa? Musuh lebih hebat lagi?" tanya prisma.

Karena kekuatan utama Andri adalah mengetahui segalanya termasuk kedatangan musuh baru.

Entah mengapa Andri selalu merasa aneh seperti ada sesuatu dibawah tanah, namun dirinya masih belum mengetahui apapun.

Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa. Dari tengahnya turun seekor makhluk mengerikan bersayap robek, bertubuh sebesar rumah, dengan tulang-tulang menonjol dari punggung dan mata merah menyala seperti bara.

Rintik-rintik hujan darah mulai membasahi hutan, "baunya sangat menyengat." ucap reina hampir muntah.

Semua menutup hidungnya karena bau busuk yang dikeluarkan naga zombie sangat menyengat.

"Naga Zombie beneran!!"

Saat kakinya menghantam tanah, gelombang kejut melempar semua orang ke belakang. Pohon-pohon besar tumbang seketika.

Zombie berjubah hitam berlutut.

“Tuanku...”

Makhluk itu menunduk, lalu dalam satu gerakan cepat mencengkeram zombie berjubah hitam dengan rahangnya. Tubuh sang pemimpin zombie hancur seketika.

Mereka terdiam karena sangat terkejut melihat apa yang terjadi.

“Dia... memakan bawahannya sendiri?” kata Andri dengan suara pelan.

Prisma memegangi lengannya dengan perasaan ngeri. “Itu bukan sekadar monster zombie. Itu Raja Mayat.” suaranya bergetar menahan ketakutan.

Naga Zombie meraung keras. Dari mulutnya keluar kabut hijau beracun yang menyapu hutan. Tanaman layu, tanah menghitam, bangkai zombie yang sudah mati bangkit kembali sambil menyeret tubuh rusak mereka.

“Tidak ada habisnya!” teriak Dandi sambil menahan satu zombie dengan perisai.

Reina bangkit dan membentuk senjata energi berbentuk pedang, siap untuk melawan. “Kalau kepala ular dipotong, tubuhnya ikut mati! Kita serang naga itu!”

Mereka pun bergerak.

Sarah memanjat batu besar dan menembakkan panah energi ke mata naga.

Anak panah menancap, membuat monster itu mengamuk. Dandi dan Andri berlari ke sisi kiri, menghindari cakar raksasa. Santo melompat ke batang pohon tumbang lalu menghantam sayap naga dengan pedang raksasa.

Retakan muncul pada tulang sayap.

Dio menarik perhatian naga dengan memukul perisainya keras-keras dengan kapaknya. Saat monster itu menoleh, Prisma berlari lurus ke depan, melompati tangan-tangan mayat yang keluar dari tanah.

“Reina! Sekarang!”

Reina menusukkan pedang energi ke dalam bumi. Cahaya biru menjalar seperti akar, menahan kaki naga beberapa detik.

“Itu tidak akan lama!” teriaknya.

Dio melompat setinggi mungkin, memperbesar kapak ditangannya, lalu menebas tepat di leher naga.

DUAARR!

Leher monster itu robek setengah, namun belum putus. Naga Zombie meraung kesakitan dan melempar Dio dengan kibasan kepala. Tubuh Dio menghantam batu dan tak bergerak.

“Dio!” teriak semuanya.

Mata mereka membelalak. ketua mereka tumbang.

Naga Zombie membuka mulutnya lebar-lebar. Bola api hijau mulai terkumpul di tenggorokannya, siap memusnahkan seluruh hutan.

[sepertinya naga zombie ini kekuatannya diluar batas, meskipun kalian telah bekerja sama kalian tetap bukan tandingannya] ucap lila kepada sarah.

"apa? Lalu bagaimana? Apa tidak ada cara?"

[meskipun ada cara dan kalian bisa membunuh naga zombie, tapi sepertinya disekitar sini ada reruntuhan dewa kuno, tepat dibawah tanah masih ada monster penunggu gerbang iblis kematian.]

"berarti masih ada satu musuh lagi yang lebih hebat?"

[ya kamu benar.]

Sarah terdiam sejenak kemudian menatap teman-temannya, lalu melangkah maju.

“Aku punya satu cara...” katanya pelan.

[apa maksudmu?!] teriak lila.

Reina memegang lengannya. “Apa maksudmu?”

Sarah tersenyum sedih. "Sebenarnya saya sedikit bersyukur telah bertemu dengan kalian semua." batin sarah.

“Tapi setelah ini... mungkin aku tidak akan kembali.” ucapnya

"apa maksudmu? Bukannya kamu ingin membunuhku?." teriak reina seakan mengerti maksud sarah.

[sarah! Jangan bertindak gegabah! Jangan bilang kamu ingin bunuh diri!]

"tidak ada cara lain, bagaimanapun juga mereka sebenarnya orang baik"

[Sarah kamu harus ingat jika kamu mati maka didunia asal kamu juga akan mati!]

"tidak masalah"

"reina game yang saya mainkan telah menang dikehidupanmu sebelumnya, jadi dikehidupan ini saya ingin menjadi orang baik untuk dikenang."

"saya tidak akan membiarkanmu mati, saya akan membantumu kembali keduniamu. Jadi.." reina belum sempat menyelesaikan ucapannya

"terimakasih. Saya tidak pernah menyesal mengenal kalian." Tangan sarah mulai bersinar semakin terang, lebih terang dari cahaya bulan, lebih terang dari matahari.

Dan naga itu menembakkan api kehancuran tepat ke arah mereka.

1
DRR_LOVE
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
DRR_LOVE: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
DRR_LOVE: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
yang
semngat💪
DRR_LOVE: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
yang
hus sana pergi
yang
hmm
DRR_LOVE: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
DRR_LOVE: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
DRR_LOVE: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!