Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.
Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.
Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.
Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.
"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"
"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
Hari pertama kerja sebenarnya sangat baik, dengan atasan yang baik dan ramah. Namun hal yang tidak di sangka terjadi adalah bertemu dengan Bayu. Dan sekarang malah harus berurusan dengan pria itu, meski memang tentang pekerjaan, tapi Viona merasa Bayu seperti sengaja ingin mengerjainya.
Sebuah pesan yang masuk sebelum dia pulang bekerja tadi, membuat Viona merasa sakit kepala memikirkannya. Jika menolak, dia juga ditugaskan oleh atasan, tapi jika menuruti, maka dia akan semakin berurusan dengan Bayu.
Kata Bos saya, Nona Viona harus menemui dia dulu untuk membahas janji temu itu. Tidak papa jika sepulang kerja sekalipun.
Pesan yang di kirim Ranti, asisten pribadi Bayu itu, benar-benar membuat Viona bingung membalasnya sekarang. Sudah bicara dengan Pak Hermawan juga, tapi dia bilang untuk menuruti saja.
"Bagaimana ini? Apa aku harus bertemu dengannya secara pribadi? Ini aneh, seharusnya pekerjaan tidak perlu seperti ini. Untuk apa dia ada asisten pribadi kalau sampai harus bertemu secara langsung hanya untuk mengatur waktu"
Viona masuk ke dalam Apartemennya, duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Menatap langit-langit dengan hembusan napas lelah. Hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan, bahkan tidak sampai keluar untuk pertemuan juga.
Viona berjalan ke kamarnya, segera mandi dan berganti pakaian. Viona langsung tidur tanpa makan malam, tubuhnya terasa begitu lelah. Seperti bukan Viona yang biasanya, kepala pun tiba-tiba terasa pusing.
"Mungkin karena pertama kali bekerja di Kantor lagi, jadi tubuhku belum beradaptasi dengan benar"
Viona mulai memejamkan matanya, tubuh yang terasa sangat lelah membuatnya lebih mudah untuk tidur. Sampai malam hari dia terbangun karena merasa lampu kamar yang tiba-tiba gelap, Viona tidak biasa mematikan lampu saat tidur. Dan ketika mati lampu seperti ini, maka dia akan lebih cepat menyadarinya.
"Hah, aku harus mulai terbiasa. Karena pengurusnya juga sudah bilang kalau disini sering mati lampu'
Viona meraba-raba nakas di samping tempat tidurnya, ingat jika dia menyimpan ponselnya disana. Menyalakan senter di ponselnya, lalu diam bersandar di tempat tidur. Viona menatap beberapa kali pesan yang di kirimkan Ranti padanya, apa harus dia membalasnya sekarang? Tapi jika dia tidak melakukannya, maka cara kerjanya akan di nilai kurang baik oleh Pak Hermawan. Sementara Viona baru bekerja hari ini.
Huh... Hembusan napas panjang sebelum dia mengetik di ponselnya untuk membalas pesan itu. Membaca kembali beberapa kali sebelum pesan balasan itu di kirim.
Maaf, tapi kenapa harus bertemu secara pribadi dengan saya? Sebenarnya yang ingin bertemu dengan Pak Bayu adalah atasan saya, Pak Hermawan.
Menunggu beberapa saat, belum ada balasan lagi. Bahkan pesannya belum terbaca, wajar saja karena ini sudah cukup malam, dan pasti Ranti sedang istirahat.
"Semoga saja ada toleransi untuk aku tidak perlu bertemu dengannya"
Viona menyimpan kembali ponselnya di atas nakas dengan senter ponsel tetap menyala, lalu dia kembali tidur. Ruangan yang gelap membuatnya sedikit sulit tidur, meski sudah di bantu dengan senter ponsel untuk menerangi.
*
Ranti beranjak dari sofa, menatap Bayu yang masih berdiri di balkon dengan sekaleng bir di tangannya. "Aku pulang dulu ya, besok kau jangan lupa ada persidangan pagi"
"Iya"
Ranti membuka ponselnya sebelum dia melangkah pergi, melihat pesan yang masuk dari Viona, membuatnya bersemangat.
"Rangga, lihat ada balasan dari dia"
Bayu langsung masuk, dia mengambil ponsel Ranti tanpa permisi. Lalu tersenyum penuh arti saat membaca pesan dari Viona itu.
"Sepertinya dia takut untuk bertemu denganku"
Ranti memutar bola mata malas dengan kepala menggeleng pelan. "Memangnya siapa yang tidak takut bertemu dengan harimau ganas sepertimu"
Bayu mengabaikan ucapan Ranti, dia membalas pesan Viona di ponsel Ranti itu. Tersenyum sendiri merasa puas karena berhasil membuat gadis itu bingung.
"Kau balas apa padanya? Jangan aneh-aneh ya Rangga. Lagian kenapa kau mau sekali menggoda gadis itu?"
Bayu beralih menatap Ranti, mengembalikan ponselnya. "Kalau dia membalas, kau jangan dulu balas. Harus sesuai dengan perintahku"
Ranti menggeleng pelan dengan sikap Bayu ini. Ranti pun merasa bingung kenapa Bayu jadi seperti ini. "Aku merinding melihat kau seperti ini. Tidak seperti biasanya, jangan sampai gadis malang ini akan masuk dalam jerat buayamu itu"
Bayu tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan mengangkat bahunya acuh tak acuh. Ranti pun hanya menghela napas pelan dan berlalu pergi dari Apartemen Bayu.
Duduk di sofa sendirian setelah Ranti pergi, Bayu tersenyum mengingat balasan pesan yang dia kirim pada nomor Viona itu.
Jika kamu tidak mau menemuinya, maka tidak akan ada waktu untuk bertemu dengan Pak Hermawan juga. Ini sudah menjadi perintah.
"Haha.. Aku membayangkan dia akan kesal dan juga takut. Tadi saja saat bertemu, dia terlihat sangat gugup dan ketakutan"
Bayu mengambil foto kecil gantungan kunci itu di bawah meja. Menatapnya sambil tersenyum. "Sepertinya dia memang sedang ingin memancingku, dan kalau dia mau sekali lagi tidur denganku, aku tidak akan menolaknya"
Ini benar-benar bukan Bayu pada biasanya, malah seperti dia yang mencari cara untuk bisa bertemu kembali dengan Viona. Karena biasanya setiap wanita yang pernah tidur dengannya yang mencarinya lagi dan lagi untuk bisa tidur dengannya lagi. Tapi kali ini berbeda.
*
Pagi ini Viona bangun lebih pagi, bersiap untuk pergi bekerja. Meski semalam tidak terlalu lelap tertidur karena mati lampu, tapi pagi ini dia masih bisa bangun lebih awal.
Saat membuka ponselnya, pesan balasan dari Ranti yang langsung dia buka. Tentu membuatnya membaca pesan itu dengan tidak percaya.
"Kenapa dia bisa mengancam seperti ini? Benar-benar tidak profesional"
Viona semakin bingung harus bagaimana, sepertinya sudah tidak ada alasan lain. Viona harus menemuinya mau tidak mau. "Baiklah Vio, ini hanya pertemuan sekali dan hanya membahas pekerjaan. Jika dia membahas tentang malam itu, maka abaikan saja"
Viona pergi bekerja pagi ini dengan pikiran yang masih tertuju pada permintaan Bayu untuk bertemu dengannya itu. Saat keluar dari lift, Viona merasa pusing, sampai dia berpegangan pada dinding. Pandangannya berkunang-kunang, membuatnya terdiam dulu sebentar untuk menghilangkan pusingnya.
"Kenapa juga aku tiba-tiba pusing begini? Apa mungkin aku anemia ya?"
Viona mencoba mengendalikan dirinya dulu, sampai rasa pusing mulai hilang barulah dia lanjut berjalan.
Bersambung
di tunggu up nya thor 🙏
nnt panggil pengasuh bu Aminah, panggil viona, ibu.