Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 19 flashback
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu Sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan Arkan beberapa menit yang lalu sudah pergi meninggalkan rumah istrinya, seperti apa yang di perintah sang ibu mertua yang menyuruh pulang sebelum jam 3. Arkan menurut untuk saat ini, tapi bukan untuk hari selanjutnyanya. Ia akan memikirkan suatu cara untuk menginap dirumah sang istri. "gak apa-apa deh hari ini ngalah, besok akan aku pikir cara buat bisa nginap bersama istriku." kata Arkan dengan seringai licik sebelum ia pulang.
Dan sekarang Arkan sedang berada di sebuah tokoh perhiasan ingin membeli cincin untuk istrinya itu, karena dia pikir Leana harus memakai cincin sebagai tanda Karena sudah menjadi miliknya sekaligus sebagai hadiah pernikahan.
"mbak kira-kira cincin yang cocok untuk pasangan suami-istri yang mana ya?" tanya Arkan kepada pelayan tokoh.
pelayan itu heran melihat anak muda yang begitu tu tampan membeli cincin, untuk siapa pikir nya. "maaf mas kalau boleh tahu ukuran jarinya berapa ya?" tanya pelayan itu.
Arkan berpikir sebentar sebelum menjawab. "saya tidak tahu pastinya mbak, tapi boleh saya lihat dulu dari masing-masing ukuran?!".
"oh, baik mas tunggu sebentar ya!". ucap pelayan tokoh dan iapun mengambil berbagai model cincin pernikahan untuk di perlihatkan kepada Arkan.
"hmm!. dehem Arkan tanda mengiyakan.
"ini mas, ini adalah model cincin pernikahan terbaik yang ada di tokoh kami, ini semua model baru, silahkan di pilih mas!" pelayan itu menunjukkan berbagai model cincin dan ukuran Kepada Arkan.
Arkan menimang dan memilih sekiranya mana yang cocok dan pas di jari sang istri dan setelah beberapa saat dia menjatuhkan pilihannya pada cincin Solitaire Ring Desain klasik abadi dengan satu mata berlian di tengah. Sangat menonjolkan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan.
"saya pilih ya ini mbak, dan saya mau kalung itu mbak!" Tunjuk Arkan pada sebuah kalung yg simple dan terlihat manis.
"baik mas akan saya ambilkan!" jawab pelayan antusias.
Dan Akhirnya semua urusan tentang perhiasan sudah selesai di urus, Arkan tidak sabar untuk memberikan Kepada sang istri. "Aku tidak sabar memakaikan cincin ini di jari manis istriku, pasti Lea suka." pikir Arkan dia tersenyum kecil sambil membayangkan memakaikan cincin itu ke jari manis istrinya.
Dan singkat cerita Arkan sekarang sudah berada di rumahnya. Dia sampai ke rumah sudah menunjukkan waktu pukul 5 sore lebih.
dia masuk kerumah yang langsung di sapa oleh kepala pelayan di rumah itu.l
"Sore tuan muda! Maaf tuan muda, anda dari mana saja 2 malam anda tidak pulang. Apa anda tidak apa-apa tuan muda, Saya mencoba menghubungi anda tapi nomor anda tidak aktif!". Pertanyaan beruntun yang keluar dari mulut dari pak Yanto kepala pelayan nya membuat Arkan tersenyum geli. Arkan maju merangkul pak Yanto dan berkata.
"hehe ...paman jangan khawatir ya aku baik-baik saja, aku sehat, kalau soal aku kemana paman gak usah tahu dulu ya, aku takut kau nanti jantungan paman, dah paman sekarang gak usah khawatir ya aku naik ke atas dulu ya paman..!! Kata Arkan menjawab pertanyaan pak Yanto tanpa memberitahu dia dimana 2 malam ini. Arkan meninggalkan pak yanto yang masih bingung di tempat karena kalimat jantungan yang di katakan anak dari bosnya itu.
"Aduh masalah apalagi ini yang di lakukan tuan muda, mudah-mudahan gak ngelakuin hal yang aneh-aneh seperti dulu sebelum tuan muda pindah sekolah." pak yanto merasa was-was Kalau anak bosnya membuat onar.
pak Yanto teringat akan sesuatu "tua muda!" teriak pak Yanto menghentikan langkah Arkan yang akan masuk ke lift menuju kamarnya.
"ya pak ada apa?". Akan berhenti dan berbalik ke arah pak Yanto.
"tuan muda tadi nyonya telpon tanya tuan muda kemana kenapa no tuan tidak aktif, nyonya khawatir, dan katanya nanti kalau tuan sudah sampai di rumah nyonya menyuruh tuan buat telpon beliau!" kata pak Yanto panjang lebar memberi tahu Arkan.
"oh, baiklah paman nanti sampai kamar saya langsung hubungi mommy, terimakasih ya paman!" Arkanpun masuk ke lift menuju kamar nya.
Sampai di kamar Arkan meletakkan barangnya di sofa membaringkan tubuhnya terlentang, tangannya diletakkan di bawah kepala sebagai bantal sedangkan kakinya menjuntai ke lantai.
Arkan menatap ke arah langit-langit kamarnya mengingat kejadian yang dia alami 2 hari ini, dari pertama dia menyusup ke kamar Lea, digrebek warga, di nikah paksa sampai tadi sebelum pulang dia menggempur istrinya lagi. Arkan tersenyum membayangkan itu semua. Ia bahagia, sangat-sangat bahagia bisa menikahi pujaan hatinya itu. Tapi senyumnya surut ketika mengingat satu hal.
"ah iya mommy, aku harus telpon mommyi kapan mereka pulang. gue harus cepat nyuruh papi dan mommy pulang, kalau gak gue gak bisa tidur sama istri gue.!!" ucap Arkan pada dirinya sendiri sambil merogo Hpnya di dalam kantong dan setelah itu pergi untuk mencharge hpnya karena daya hpnya memang sudah habis.
Setelah hpnya di nyalakan puluhan panggilan tak terjawab dari maminya dan chat dari sang istri yang isi pesannya "sayang kalau udah sampai telpon aku ya?" isi pesan sang istri yang di mana membuat Arkan tersenyum senang. "aa,, istriku sudah kangen ternyata." tapi Arkan mengabaikan dulu untuk sementara, dia akan menelpon istrinya nanti saja setelah selasai menelpon maminya itu lebih penting menyuruh orang tuanya pulang pikir Arkan.
Mendial nama sang mommy di log panggilan, dan setelah dua kali berdering telpon di angkat oleh maminya, dan sebelum sempat Arkan mengucapkan kata hallo suara nyaring dari seberang telpon terdengar "Arkan anak nakal...darimana saja kamu haaa, dari tadi malam mommy telpon gak diangkat, dan tadi pagi kenapa hp gak aktif haaa?!" tanya sang mami marah bercampur khawatir di seberang sana yang membuat Arkan tertawa geli.
"mom, please aku udah gede gak usah lebay deh,.!" jawab Arkan sengaja memancing emosi mommynya.
"apa kamu bilang, mommy lebay.. Gak tahu apa kalau mommy khawatir Arkan!!"
"hehe, maaf mom, jangan marah dong nanti papi cari istri lain lagi!" kata Arkan yang memancing amarah papinya yang dari tadi duduk mendengar percakapan istri dan anaknya.
"Arkan, kamu bilang apa tadi kenapa kamu selalu membuat istriku marah-marah, !! , dan lagi papi tidak akan pernah mencari istri lain kamu tahu sendiri papi sangat menyayangi mommy!" kesel papi Arkan di seberang sana.
Arkan memutar bola mata malas mendengar kalimat papinya itu, Arkan tahu kalau papinya gak akan selingkuh karena papinya itu sangat menyayangi momynya. "Arkan cuma bercanda Pi, serius amat si, nanti mami yang cari suami baru karena suka marah-marah!" kata Arkan lagi senang sekali dia memancing amarah mommynya dan papinya, yang dimana membuat dua orang di seberang sana berteriak bersama "Arkan Pradipta!!!".
"Hahahaha" Arkan tertawa lepas di sini tak lama dia menghentikan tawa karena mengingat ada hal yang serius untuk di bicarakan.
"pi kalian kapan pulang?" tanya Arkan.
"kenapa kangen sama papi?"
Arkan memutar mata malas dan menjawab "jangan kepedean pak tua!" yang dimana membuat papinya tertawa kecil.
"jadi kenapa kamu tanya seperti itu,? Kamu gak ngehajar teman kamu sampai koma lagi kan yang membuat kami harus turun tangan untuk menyelesaikannya!". Tanya papi Arkan was-was.
"astaga papi gak usah seuzon deh, jawab aja deh Pi apa salahnya!". Kesel Arkan.
Mendengar suara kesel Arkan sang momy merebut HP dari suaminya dan berbicara kepada Anaknyabitu. "papi dan momy masih agak lama di sini sayang.. sekitar 1 bulan, soalnya proyek papi belum selesai, dan kamu juga tahu kan sepupu kamu Julian 3 Minggu lagi akan melangsungkan pernikahan!" jawab sang mommy yang membuat Arkan mendesah kecewa Artinya dia akan lebih lama bisa tidur bareng istri.
" ooo, ya udah dehh!" kata Arkan pelan sarat akan rasa kecewa.
"sayang memang kenapa hmm, tumben kamu tanya kapan kami pulang, perasaan semenjak kamu berteman dengan Leana kamu gak pernah cari kami lagi deh!" mommy Arkan tahu kalau anaknya ini dekat dengan Leana dan dia tidak melarang, malahan mereka bahagia anaknya berteman dengan Lea, karena bagi papi dan mommynya Arkan, Leana membawa dampak positif bagi anak mereka.
"gak ada apa-apa mom, oh ya udah dulu ya mom Arkan mau istirahat dulu!".
"baiklah sayang, kamu istirahat, jaga kesehatan ya, jangan keluar malam boy!!".
"iya mom. love you mommy, by mom!!"
"love you more boy, by!!". Panggilan pun berakhir. dan Arkan setelahnya langsung mendial no sang istri untuk melakukan panggilan.