NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:67.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. tangkal bunga melati

Gempar, sudah pasti desa pandan Arum menjadi gempar bukan main ketika mereka menemukan mayat Joko di dalam rumah dalam keadaan seperti itu. terlebih lagi Joko meninggal dunia dalam keadaan masih bujangan sehingga mereka semua percaya bahwa seseorang yang meninggal dalam keadaan lajang maka akan mencari pasangan juga nanti di tempat lain atau bahkan desa mereka ini.

Entah siapa yang menyebarkan mitos itu di awal mula tapi yang jelas semua warga memang beranggapan seperti itu, jadi sekarang kepanikan mereka semua menjadi bertumpuk di dalam hati karena sudah cemas memikirkan keadaan Joko yang meninggal secara mendadak karena memang Joko meninggal dalam keadaan aneh.

Tambah lagi nanti mereka juga harus cemas bila ada yang memiliki anak gadis, mereka kepikiran bila nanti ternyata Joko akan mencari pasangan hidup agar dia menemukan gadis yang tepat dan lalu meninggal dunia juga, untuk hal itu menjadi keresahan tersendiri walau tidak secara langsung namun hati mereka cukup berdebar.

Pak RT dan juga Pak Lurah sudah berusaha meminta bantuan dari polisi untuk mengusut kematian Joko itu, sebab bisa dibilang bahwa Joko sudah tidak memiliki keluarga dan hanya memiliki para warga desa yang menyayangi dia, jadi para warga desa sini berupaya keras agar mereka bisa menemukan siapa pembunuh Joko kali ini.

Banyak yang bergerak untuk mencari tahu tentang kematian Joko, pria itu memiliki nama yang bagus di desa ini dan bahkan juga pernah mengalami beberapa hal mistis di desa sehingga nama dia sudah cukup terkenal dan kemungkinan para warga tidak akan bisa tinggal diam ketika mengetahui siapa yang sudah menjadi pembunuh itu.

Arka juga berusaha keras untuk mencari tahu tentang siapa yang sudah membunuh Joko kali ini, dia sudah sangat yakin bahwa ada seseorang yang malam itu datang untuk menghantui Joko dan entah kenapa sampai membunuh juga, ingin membicarakan kepada ketua desa yang memiliki hal mistis namun saat ini Purnama sedang tidak ada di rumah karena urusan yang mendesak.

Jadi kalau tidak mau Arka harus membungkam saja terlebih dahulu dan hanya sebisa dia mencari tahu tentang kematian Joko itu, sebab Purnama sudah meninggalkan pesan bahwa dia tidak bisa di ganggu karena urusan di kota juga tak kalah genting sehingga mau tidak mau Arka mau mendam masalah ini terlebih dahulu.

Sementara itu para warga sudah mulai merasa resah ketika mereka telah berhasil menguburkan mayat Joko, para anak gadis yang tinggal di desa ini mulai dicarikan tangkal agar mereka tidak menyusul Joko atau bahkan nanti mendapat kemalangan tersendiri karena mereka kemungkinan akan meninggal juga sesuai dengan mitos yang selama ini sudah berjalan.

"Tapi kasihan juga sama Mas Joko ya karena dia masih bujangan begitu tapi sudah meninggal dunia." Bunga berkata kepada Arumi.

"Kita tidak tahu takdir yang akan datang." Arumi berkata pelan karena beberapa hari terakhir ini Dia terlihat begitu pendiam.

"Kau Kenapa kok belakangan ini terlihat sangat murung?" Bunga heran juga melihat sahabat dia.

"Ah tidak kok hanya sedang banyak pikiran saja tentang pekerjaan." Arumi menggeleng sambil tersenyum.

"Cerita saja bila ada yang membebani pikiran kau itu, jangan dipendam terus karena sejak dulu kau memang sulit sekali bercerita kepada teman." Bunga memang sudah mengenal bagaimana tabiat Arumi.

"Enggak, bukan masalah berat sehingga aku tidak perlu cerita." Arumi kembali tersenyum sehingga wajah itu terlihat semakin cantik.

"Apa kau bertengkar dengan Anisa ya!" Bunga langsung menebak begitu saja karena selama ini dia tahu bahwa Arumi kerap bertengkar dengan Anisa yang memiliki pendapat berbeda.

Arumi yang mendengar pertanyaan dari sang sahabat sontak langsung menggeleng dengan cepat karena dia memang menyembunyikan tentang hal itu, Bunga saja sampai heran ketika melihat reaksi Arumi saat dia menyebut nama Anisa, dalam hati dia semakin yakin bahwa Arumi pasti sedang bertengkar dengan Anisa sehingga dia berusaha keras untuk menyembunyikan hal itu.

"Kau kalau memang bertengkar dengan Anisa maka tidak perlu menyalahkan diri, Anisa itu kadang aku merasa juga sangat egois." Bunga berkata dengan kesal.

"Hei aku tidak ada masalah kok dengan dia." Arumi menggeleng sambil membenarkan hijab hitam yang dia pakai.

"Meski berusaha kau menutupi tapi aku sudah hafal karena kau memang sudah sering bertengkar dengan dia." Bunga sangat yakin dengan firasat dia kali ini.

"Aku dan dia tidak mungkin bertengkar lagi, Karena sekarang Anisa sudah meninggal dunia." batin Arumi menjerit ketika mengatakan hal itu.

"Maafkan aku Anisa, kau meninggal dunia seperti itu karena merasa iri dengan aku." Arumi malah merasa bersalah dan meneteskan air mata.

"Ha kan mendadak saja sekarang kau malah menangis seperti ini." Bunga semakin yakin bahwa Arumi memang sedang ada masalah.

"Enggak, aku cuma ingat saja dengan Joko tadi dan merasa kasihan karena seorang diri di desa ini." Arumi mengelak karena dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

Bunga hanya menarik nafas panjang biasa Karena dia tahu bahwa Arumi sedang menyembunyikan sesuatu dan dia juga tidak bisa memaksa untuk Arumi bercerita, walau sebenarnya Bunga juga sudah sangat yakin bahwa permasalahan Arumi tentu tidak jauh dari mulut Anisa yang begitu cerdas ketika dia sudah mengungkapkan apa yang dia mau.

"Nak, ini pakai nanti ya biar tidak terjadi kemalangan lagi." Bu Fatimah memberikan gelang bunga melati kepada Bunga.

"Bu, apa ini memang perlu dan bisa menjadi penangkal?" Bunga agak ragu namun dia tidak menolak.

"Kau pakai saja karena ini sudah menjadi mitos sejak dulu hingga sampai saat ini." Bu Fatimah tidak ingin berdebat dengan sang anak.

"Ini Arumi pakai juga ya." Bu Fatimah memberikan kepada Arumi yang masih terdiam.

Arumi segera mengambil namun dia kepikiran bahwa kemungkinan mitos yang dikatakan oleh orang desa ini memang benar, seseorang yang meninggal masih dalam keadaan lajang maka akan mencari pasangan dan itu sudah terjadi saat ini, Anisa meninggal terlebih dahulu dan saat ini dia justru mengajak Joko untuk menjadi teman dia.

"Berarti tidak ada pasangan lagi yang perlu dia ajak untuk meninggal." gumam Arumi namun masih bisa didengar oleh Bu Fatimah.

"Maksud kamu gimana, Rum?" tanya Bu Fatimah karena dia tidak paham.

"Ah enggak, aku cuma merasa aneh saja dengan mitos ini." Arumi menggeleng sambil tersenyum.

Bu Fatimah mengangguk karena dia juga menyadari bahwa anak-anak muda pasti tidak akan mempercayai tentang hal itu, tapi karena mitos itu sudah berjalan sejak dulu hingga sampai saat ini maka mereka tidak bisa membantah dan untuk tangkal maka lebih baik mereka memakai saja.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
yanti ikhsan
mungkin Digo bukan jodohnya Kiara,,klo Digo gak ahli beladiri setidaknya pandai ilmu agama seperti Zidan..
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
Nurr Tika
jangan putus semangat go blm tentu apa yg dikatakan koswara benar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bhahaahaaa Digo di roasting member baru nya purnama 🤣🤣...tau sendiri member purnama pedes2 bacot nya 🤣
Nikmatul Ngainiah
Menghilang dulu Digo,biar Kiara merasa kehilangan,biar tidak digantung perasaan anak orang.
Marsiyah Minardi
Dihh masa gitu aja dah patah hati Digo
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
K & T K & T
pagi jg Bess..
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Siti Sarifah
selamat pagi author....Digo tambah sedih, kasihan sekali
Eli Rahma
pagiiiii...
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...
Aditya hp/ bunda Lia
kalo sampe Kiara tahu atau purnama tau digo dihina sama Koswara dan Zora gimana yaaah ... terus apa Digo bakalan mundur yah dan bilang putus sama Kiara 🤔
Raffaza Direzky87
koswara kenapa gak ngmong aja, klo dapat tugas dari purnama untuk jaga kmpung juga
vania larasati
lanjut kak
Nurr Tika
ternyata member purnma yg bru ini punya kekuatan
ρυтяσ kang'typo✨
hadeh...jadi ingat sama Arya n Sam dulu🤣🤣🤣🤣dia pas barru ketemu pun gelud, siapa sangka mereka sekarang rukun toh walaupun sering debat
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwkwk... ketemu pocong gosong Digo, itu member Purnama yang baru 🥰
Tri Lestari
bisa di sucikan ngak sih Pur si Koswara,, lepas Pur dia benar calon menantu lho
Shinta Teja
kok Udin sih,Thor?! bukannya Digo ya🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
malah pada berantem wkwk. . gak tau aja kalian di bawah naungan yang sama 🤣
K & T K & T
mlm jg Bess..
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
Apriyanti
sadis jg ni pocong hitam🤣🤣
Ass Yfa
kayaknya..Koswara deh kalo nggk salah😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!