NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Awal Mula Kisah

Langkah kaki seorang wanita terhenti tepat di depan pintu ruang kerja yang sedikit terbuka wanita itu bernama Kiara. Di tangannya, ia membawa secangkir teh hangat, minuman kesukaan suaminya, Ferdi. Ia berniat menghampiri suaminya yang sejak sore mengurung diri di dalam kamar itu bersama sahabat karibnya, Leo. Namun, kalimat pertama yang terdengar dari celah pintu itu membuat seluruh darah di tubuh Kiara seolah berhenti mengalir.

"Kamu benar-benar nekat, Emily itu sahabat masa kecil Kiara, wanita yang sering tidur di rumah ini, yang selalu kamu sambut dengan senyum ramah. Dan kamu malah tidur dengannya?" suara Leo terdengar berbisik, namun cukup jelas terdengar oleh Kiara yang kini berdiri kaku di luar.

Ada hening sejenak, sebelum suara Ferdi terdengar, suara yang begitu ia kenal, suara yang dulu selalu berbisik janji manis di telinganya.

"Aku tahu aku brengsek, Leo. Aku sadar betul apa yang aku lakukan itu salah besar. Tapi apa boleh buat? Semuanya terjadi begitu saja," jawab Ferdi dengan nada berat yang bercampur rasa bersalah namun juga kepasrahan. "Dan sekarang... masalahnya sudah tidak bisa diubah lagi. Emily hamil, Sudah masuk dua bulan." lanjutnya.

Dunia Kiara seolah runtuh seketika. Cangkir teh di tangannya terasa berat tak tertahankan. Kakinya lemas, namun ia terpaku di tempatnya, matanya membelalak tak percaya. Emily? Sahabatnya Emily? Wanita yang ia anggap saudara sendiri, wanita yang selalu ia percayai untuk berbagi cerita, rahasia, bahkan masalah rumah tangganya? Dan dia hamil? Anak Ferdi?

Kiara merasakan sakit yang luar biasa menusuk ulu hatinya. Ingatannya melayang pada lima tahun pernikahan mereka. Lima tahun yang penuh dengan penantian, air mata, dan rasa rendah diri. Sebagai putri tunggal dari Edward dan Silvia, pasangan terkaya dan paling dihormati di kota itu, Kiara memiliki segalanya. Kekayaan melimpah, jabatan tinggi, kemewahan yang tak terhingga. Namun, ada satu hal yang tak ia miliki: seorang anak.

Selama lima tahun, Kiara hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah. Ia sering menangis di dalam kamar mandi, bertanya-tanya pada Tuhan, mengapa ia belum dikaruniai keturunan? Ia sudah memeriksakan diri ke dokter terbaik di dalam maupun luar negeri, hasilnya selalu sama: rahimnya sehat, subur, dan tidak ada masalah apa pun. Ferdi pun selalu ikut memeriksakan diri, dan dokter mengatakan keduanya baik-baik saja. Namun keajaiban itu tak kunjung datang. Ferdi selalu menenangkannya, mengatakan bahwa anak adalah titipan, bahwa mereka bahagia saja sudah cukup, bahwa ia mencintai Kiara apa adanya. Kiara percaya. Ia percaya sepenuhnya pada suaminya, pria yang ia nikahi karena cinta tumbuh sejak masa sekolah dulu. Pria yang ia angkat derajatnya dari keluarga sederhana menjadi pria mapan, dihormati, dan berkuasa berkat nama besar keluarga Edward.

Namun kini, di balik pintu itu, kebenaran pahit terungkap satu per satu.

"Terus rencanamu apa? Kamu mau meninggalkan Kiara? Menikahi Emily?" tanya Leo lagi, nadanya penuh kekhawatiran.

"Kamu sadar kan, kalau kamu sampai cerai sama Kiara, kamu bukan siapa-siapa lagi. Semua yang kamu punya sekarang, jabatanmu, kekayaanmu, nama baikmu... semuanya berasal dari keluarga istrimu. Ayahnya Kiara, Pak Edward, bisa menghancurkanmu dalam sekejap jari kalau dia tahu kamu menyakiti putri kesayangannya."

"Siapa bilang aku mau meninggalkan Kiara?" jawab Ferdi cepat, terdengar sedikit panik. "Tidak, Leo. Aku tidak akan pernah meninggalkannya. Aku mencintai Kiara, sungguh. Dia wanita yang paling baik di dunia ini. Dia yang mengubah hidupku, dia yang memberiku segalanya. Aku tidak mungkin melepaskannya. Emily... dia hanya pelarian, Leo. Hanya kesalahan besar yang terjadi karena kelemahanku."

"Lalu anak itu?"

"Aku sudah atur semuanya," suara Ferdi terdengar rendah namun penuh perhitungan, suara dingin yang tak pernah Kiara dengar sebelumnya.

"Setelah Emily melahirkan nanti, aku akan mengirim dia ke luar negeri. Aku sudah siapkan apartemen, tabungan yang cukup untuk seumur hidupnya, dan syarat mutlak: dia tidak boleh pernah kembali ke sini, tidak boleh mengaku-ngaku, dan anak itu tidak akan pernah tahu siapa ayah kandungnya. Aku akan menyingkirkan dia dari hidupku selamanya."

"Dan Kiara? Dia tidak akan tahu?"

"Tidak akan. Aku akan pastikan dia tidak pernah tahu dosa-dosa ini. Setelah Emily pergi, aku akan fokus sepenuhnya pada Kiara. Aku akan mencintainya lebih dari sebelumnya, aku akan menjadi suami terbaik baginya. Itu cara aku menebus semua dosaku. Aku akan hidup bahagia selamanya bersamanya sebagai penebusan dosa atas kebodohanku ini."

Kiara menutup mulutnya rapat-rapat menahan isak tangis yang hendak meledak. Matanya memanas, air mata deras mengalir membasahi pipinya. Penebusan dosa? batinnya berteriak marah. Kau menganggap aku apa, Ferdi? Tempat kembali saat kau bosan bersenang-senang dengan wanita lain? Kau menganggap aku bodoh yang bisa kau buang dan kau ambil kembali sesuka hatimu?

Namun, rasa sakit itu berubah menjadi kebingungan saat Leo mengajukan pertanyaan yang menghancurkan sisa-sisa harapan di hati Kiara.

"Tapi Ferdi... kalau begitu, kenapa selama lima tahun ini Kiara tidak hamil? Padahal dokter bilang dia sangat subur. Bukankah itu aneh? Kalau kamu dan dia benar-benar berhubungan baik, seharusnya rumah ini sudah penuh dengan suara tangis bayi."

Hening kembali menyelimuti ruangan. Kali ini hening yang berat dan penuh rahasia. Kiara menajamkan pendengarannya, napasnya tertahan.

"Itu..." Ferdi terdengar ragu, suaranya mengecil. "Itu rencanaku sejak awal aku sadar aku terikat dengan Emily. Aku tidak boleh membiarkan Kiara hamil saat itu. Kalau dia hamil, aku akan sulit bergerak, aku akan terikat sepenuhnya padanya, dan aku tidak bisa menjaga Emily serta anak yang sedang dikandungnya saat itu. Emily sendiri yang memberiku ide. Dia punya akses ke obat-obatan... sedikit saja dicampur ke minuman Kiara setiap hari, obat yang aman, tidak terdeteksi dokter, tapi cukup untuk mencegah pembuahan. Selama lima tahun, Leo... aku yang membuat Kiara mandul sementara. Aku yang membuatnya menangis setiap bulan, aku yang membuatnya merasa rendah diri dan merasa ada yang salah pada dirinya. Padahal aku pelakunya."

Kiara hampir jatuh tersungkur. Kakinya yang tadi lemas kini gemetar hebat seolah ada gempa bumi yang mengguncang jiwanya. Sakitnya bukan lagi sekadar rasa dikhianati cinta, tapi rasa sakit karena disakiti, dibohongi, dan dimanfaatkan secara sadar dan kejam selama bertahun-tahun.

Kiara hampir jatuh tersungkur. Kakinya yang tadi lemas kini gemetar hebat seolah ada gempa bumi yang mengguncang jiwanya. Sakitnya bukan lagi sekadar rasa dikhianati cinta, tapi rasa sakit karena disakiti, dibohongi, dan dimanfaatkan secara sadar dan kejam selama bertahun-tahun.

Jadi, semua penantian itu sia-sia. Jadi, semua air mata yang ia tumpahkan, semua periksa ke dokter, semua doa dan harapannya... semuanya hanyalah tontonan bagi dua manusia jahat itu. Ferdi, suami yang ia cintai dan ia junjung tinggi, bersama sahabatnya sendiri Emily, telah meracuninya perlahan-lahan, merusak masa depan keibuannya, hanya demi kepentingan kotor mereka berdua. Dan yang paling menyakitkan, Ferdi mengaku mencintainya, berencana menyingkirkan wanita itu diam-diam, lalu kembali padanya seolah tak ada dosa yang pernah diperbuat, untuk hidup bahagia sebagai penebusan dosa.

"Penebusan dosa?" Kiara tertawa dalam tangisnya yang pilu. "Penebusan dosa tidak seharusnya seperti ini, Ferdi. Kau merencanakan kebahagiaanmu di atas penderitaanku. Kau pikir aku boneka yang tidak punya hati?"

1
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!