NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

012~ Keluar Tanpa Izin

Melihat anaknya yang masih murung, Wei Zhu Chen lekas mengusap rambut Wei Ji Xiang dengan lembut.

"Ayah akan membujuk Ibu nanti."

Wei Ji Xiang menoleh.

"Semoga Ibu mau memaafkan Wei Ji Xiang,"

"Pasti, Ibu sedang banyak pikiran akhir-akhir ini."

Wei Ji Xiang mengangguk.

"Ya, Ibu sangat menyayangi Wei Ji Xiang." Kata Wei Ji Xiang sambil tersenyum kecil. Beberapa potongan ingatan saat dirinya masih sangat kecil masih melekat di kepalanya. Ia tahu Lin Xia Mei sangat menyayangi dirinya.

****************

Sementara di rumah, Lin Xia Mei sedang bersiap-siap. Hari ini ia akan keluar rumah untuk membeli sesuatu.

"Wei Zhu Chen tidak di rumah, ini kesempatanku keluar tanpa drama." ujarnya.

"Inang. Jika kau menunjukkan kasih sayang pada Wei Ji Xiang, maka citramu sebagai antagonis akan luntur. Ini akan menghalangi misimu, inang."

"Tenang saja, Bao. Aku akan melakukannya dengan rapi tanpa merusak peranku. Kau tahu? Aku begitu sedih melihat anak menangis gara-gara aku. Aku ingin menebusnya agar kelak setelah aku kembali ke duniaku, aku tidak terlalu merasa bersalah."

Bao menatap Lin Xia Mei dengan serius.

"Malam itu Inang tidak mengikuti saranku, yang terjadi adalah kau mabuk sungguhan. Bao harap kali ini tidak terulang."

Lin Xia Mei terkekeh.

"Bao, terkadang aku merasa kau adalah sistem yang memiliki hati nurani, kau tidak bosan mengingatkanku. Aku sangat berterima kasih. Kelak, setelah aku kembali ke duniaku, yang pertama akan ku sebut dari mulutku adalah dirimu, Bao."

"Inang, semakin hari kemampuan bicara manismu semakin berkembang."

"Terima kasih pujiannya."

"Kau harus menyembunyikannya dari tokoh utama pria. Jika tidak, misimu akan gagal."

"Iya-iya.. Cerewet sekali."

Setelah selesai, Lin Xia Mei meraih ponsel dan tas miliknya. Setelah keluar dari kamar, Lin Xia Mei tidak melihat ada orang di sekitarnya.

"Mungkin Bibi Yu Si sedang mencuci. Biarlah, tidak usah bilang."

Di garasi..

Lin Xia Mei berkacak pinggang dengan alis yang menyatu, ia berdiri di depan mobil yang ban-nya dibelenggu rantai.

"Cih, keterlaluan sekali."

Demi memastikan Lin Xia Mei tidak keluar dari rumah dengan jarak jauh, Wei Zhu Chen bahkan melakukan hal demikian.

"Kau ingin aku terkurung disini sampai mobil pun tidak boleh kupakai?!"

Merasa kesal, Lin Xia Mei menendang ban dengan keras.

"Jual saja mobil ke tukang rongsokan!"

"Menyebalkan sekali."

Emosinya masih belum keluar sepenuhnya, Lin Xia Mei memukul pintu mobil dengan tas nya.

"Rusak biarlah rusak! Mampus!!!!" umpatnya.

Lin Xia Mei celingak-celinguk melihat sekitar, jangankan sepeda motor, sepeda gayung pun tidak ada.

"Kau pikir bisa mengurungku dengan cara ini, Wei Zhu Chen? Huh, mimpi saja!"

Lin Xia Mei langsung mendownload aplikasi ojek mobil, kemudian ia menggunakan jasa tersebut. 10 menit berlalu, sebuah mobil BYD hitam berhenti di depan gerbang, Feng Shou pun menghampiri pemilik mobil yang masih di dalam mobil. Setelah mengetuk kaca mobil, supir menurunkan kaca jendela mobilnya, terlihat pengemudi ini masih muda, usianya sekitar 28-30 tahun.

"Permisi, Tuan. Cari siapa?" tanya Feng Shou.

"Oh, mau jemput penumpang saya. Atas nama Lin Xia Mei."

Baru saja Feng shou hendak masuk ke pos untuk menelpon ke dalam rumah, Lin Xia Mei sudah lebih dulu keluar dan berdiri di gerbang.

"Eh, Nyonya. Baru saja mau saya telpon."

Lin Xia Mei memasang wajah datar sebagai respon.

"Atas nama Lin Xia Mei?" tanya supir.

"Ya."

"Baik, kak. Silahkan naik."

"Tunggu Nyonya!" cegah Feng Shou.

"Apa?" tanya Lin Xia Mei ketus.

"Nyonya tidak keluar bersama Tuan. Bagaimana jika Tuan marah nanti?"

"Ini bukan urusanmu,"

"Tapi Nyonya.."

"Diam atau ku pecat?! Ingat, aku yang membawa dan mempekerjakanmu disini!"

Feng Shou terdiam.

Lin Xia Mei naik ke mobil dan menutup pintu, mobil pun melaju meninggalkan rumah Wei Zhu Chen.

"Nyonya kenapa berubah ya?"

"Sudahlah, mungkin sedang datang bulan, jadinya mood swing."

Lima belas menit berlalu, Wei Zhu Chen tiba di rumah. Ia sudah siap untuk mendidik istrinya.

"Lin Xia Mei," panggilnya sembari membuka pintu kamar.

"..."

Tidak ada jawaban. Wei Zhu Chen menghirup aroma parfum di dalam kamarnya. Ia berjalan ke kamar mandi, mengira istrinya sedang mandi.

"Xia Mei?" panggilnya lagi. Di kamar mandi tidak ada siapapun.

Wei Zhu Chen melihat handuk yang tergantung, handuk masih sedikit basah.

"Dia sudah mandi dari tadi." ujarnya.

"Lin Xia Mei?!" panggilnya lagi, ia membuka pintu balkon kamar.

Panik, Wei Zhu Chen segera keluar dari kamar dan pergi ke beberapa kamar kosong, siapa tahu Lin Xia Mei ada disana.

"Lin Xia Mei!" panggilnya.

Wei Zhu Chen mulai berkeringat dingin, ia menuruni anak tangga dengan buru-buru.

"Lin Xia Mei!" panggilnya dengan keras dan terdengar panik.

"Bibi Yu Si!"

"Bi?!"

Bibi Yu Si yang sedang membersihkan toilet di dekat dapur gegas keluar setelah mendengar tuannya memanggil.

"Saya, Tuan." Bibi Yu Si buru-buru keluar.

"Bi, Nyonya mana?" tanya Wei Zhu Chen, wajahnya sudah mulai pucat karena panik.

"Maaf Tuan, saya tidak tahu." jawab Bibi Yu Si jujur.

Wei Zhu Chen menatap tajam Bibi Yu Si.

"Kau sudah tahu aku tidak mengizinkan Nyonya keluar sendirian, dan kau malah tidak tahu?!!!"

Bibi Yu Si membungkuk dan merasa takut.

"Maaf Tuan, saya lalai."

"Cih!" Wei Zhu Chen berdecih kemudian pergi meninggalkan Bibi Yu Si.

"Feng Shou!" panggil Wei Zhu Chen dari kejauhan.

Feng Shou yang mendengar panggilan tersebut buru-buru menghampiri majikannya.

"Saya, Tuan."

"Apa kau melihat Nyonya?" tanya Wei Zhu Chen panik.

"Oh, Nyonya. Tadi Nyonya keluar, Tuan."

Wei Zhu Chen menatap tajam Feng Shou.

"Bukankah kau sudah tahu Nyonya dilarang keluar kecuali bersamaku?!" bentak Wei Zhu Chen.

"Saya sudah mencoba menahannya, Tuan. Tapi Nyonya mengancam memecat saya." balas Feng Shou sembari menunduk. Meskipun dirinya lebih tua dari majikannya, namun wibawa Wei Zhu Chen jauh diatasnya.

"Bodoh!"

"Maaf, Tuan." ucap Feng Shou ketakutan.

"Pergi dengan siapa tadi?"

"Naik grab Car, Tuan."

"Hm! Berani-beraninya kabur dariku."

Wei Zhu Chen memukul pintu dengan sangat keras hingga engselnya sedikit lepas. Feng Shou ketakutan.

"Plat mobilnya berapa?"

"Maaf Tuan, saya tidak ingat. Saya hanya ingat jenis mobilnya, mobil Byd hitam."

Tidak menunggu waktu lagi, Wei Zhu Chen langsung naik ke mobil untuk menyusul Lin Xia Mei. Pikirannya sudah kalang kabut saat ini, khawatir dan takut Lin Xia Mei kabur dari rumah.

Di sisi lain, Lin Xia Mei sampai di toko kain terlengkap di pusat kota. Setelah membayar uang tunai, ia segera turun dari mobil.

"Apa anda mau mencari orderan lain setelah ini?" tanya Lin Xia Mei.

"Sepertinya iya, Kak."

"Ya sudah,"

"Memangnya kenapa, Kak?" tanya supir penasaran.

"Aku malas buka aplikasinya lagi. Kalau kamu bersedia menunggu, pulang nanti aku naik mobilmu lagi."

Supir tersebut diam sejenak, ia melihat uang tips dari Lin Xia Mei.

"Saya tunggu disini, kak." kata supir memutuskan.

"Baiklah."

Lin Xia Mei pun bergegas masuk ke toko, ia memilih alat-alat untuk menyulam.

"Anggap saja ini kenang-kenangan dariku, hasil sulam tangan asli dari tanganku sendiri, hihi."

"Malas sekali rasanya di rumah, setelah ini aku kemana ya? Mungkin pergi ke pantai sebentar." Lin Xia Mei bermonolog. Ia tersenyum membayangkan angin dari laut menyapu wajahnya.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!