NovelToon NovelToon
Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Dalam satu waktu, Giana kehilangan dua hal paling berharga dalam hidupnya. Bayi yang ia nantikan sejak lama, dan suami yang memilih pergi saat ia sangat rapuh. Di tengah duka yang belum sembuh, satu-satunya penghiburnya hanyalah suara tangis bayi yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan Cameron Rutherford, presdir kaya dan dingin yang tengah mencari ibu susu untuk keponakannya yang baru lahir. Sebuah kontrak pun disepakati. Giana mendadak jadi Ibu susu bagi keponakan sang presdir.

Awalnya, semua berjalan seperti biasa. Giana melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi kemudian, semuanya berubah saat Cameron merasa terpesona oleh ibu susu keponakannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pesawat akhirnya mendarat dengan mulus di London. Langit kota itu tampak kelabu, seolah menyambut kedatangan mereka dengan suasana yang dingin dan kaku. Begitu keluar dari bandara, Cameron dan Regina langsung disambut oleh rombongan keluarga besar yang telah menunggu mereka. Senyum, sapaan hangat, dan berbagai formalitas segera memenuhi suasana.

Namun dibalik semua itu, Cameron hanya menjalani semuanya tanpa benar-benar hadir. Ia mengikuti langkah, menjabat tangan, dan membalas sapaan seperlunya, tanpa melibatkan perasaan.

Dari bandara, mereka langsung dibawa menuju rumah utama keluarga Rutherford. Tidak ada jeda, tidak ada waktu untuk sekadar menarik napas. Setibanya di sana, mereka segera diarahkan ke ruang makan untuk menghadiri jamuan makan siang bersama kedua keluarga besar.

“Ayo kita makan siang bersama hari ini,” ucap Bianca seraya berjalan ke ruang makan.

Meja makan panjang itu telah tertata rapi dengan berbagai hidangan mewah. Percakapan mengalir ringan di antara para anggota keluarga, membahas berbagai hal yang terdengar penting. Namun bagi Cameron, semua itu terasa biasa saja, hanya sekadar basa-basi yang tidak penting.

Ia duduk di sana, diam, hanya sesekali menjawab ketika ditanya. Raganya memang di sana tetapi pikirannya tidak berada di tempat itu. Bayangan Giana dan Cayden terus memenuhi kepalanya tanpa henti.

Selepas makan siang, mereka semua berpindah ke ruang keluarga. Suasana menjadi lebih serius dan formal. Topik pembicaraan mulai mengarah pada hal yang sejak awal menjadi tujuan pertemuan itu, yaitu pertunangan antara Cameron dan Regina.

Dua keluarga besar itu duduk saling berhadapan, membicarakan tanggal, konsep acara, hingga daftar tamu undangan. Segala hal yang berkaitan dengan masa depan yang seharusnya menjadi milik Cameron dibahas dengan penuh antusias.

“Bagaimana jika konsep pertunangan Regina dan Cameron dibuat seperti ala kerajaan?”

“Tidak, tidak, aku ingin pesta pertunangan itu dilangsungkan dengan megah dan meriah.”

“Tentu saja, pesta pertunangan dua keluarga besar ini harus berlangsung dengan megah!”

Percakapan-percakapan mengalir tenang di ruangan itu. Namun Cameron justru duduk dengan tubuh kaku dan tatapan kosong. Suara-suara di sekelilingnya terdengar samar, seolah teredam oleh pikirannya sendiri yang melayang jauh.

Hingga sebuah getaran dari ponselnya menarik perhatiannya. Cameron menunduk dan melihat nama Abraham muncul di layar. Jantungnya langsung berdegup lebih cepat. Tanpa berpikir panjang, ia membuka pesan itu dan dalam sekejap, dunianya seolah berubah.

Abraham mengabarkan bahwa mereka telah menemukan Giana dan Cayden di sebuah panti asuhan, lengkap dengan lokasi yang sudah dipastikan.

Napas Cameron tertahan, tatapannya langsung menajam, membaca ulang pesan yang dikirimkan Abraham. Hingga tanpa sadar, ia berdiri tiba-tiba dari tempat duduknya.

“Maaf, aku harus segera pergi,” ucapnya tiba-tiba.

Semua orang langsung menoleh ke arahnya, seolah bertanya-tanya hendak kemana Cameron pergi di saat keluarganya tengah membahas pertunangannya.

“Mau ke mana kau, Cameron? Ada hal mendesak apa yang membuatmu tidak bisa tinggal?” tanya Michael datar.

Cameron menoleh, “Ada pekerjaan penting,” lanjutnya singkat, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Namun sebelum ia sempat melangkah keluar, suara Michael menghentikannya.

“Kembali dan duduk di sini, Cameron. Kau dilarang pergi ke manapun!”

Suara itu tegas dan tidak memberi ruang untuk dibantah.

Cameron berhenti dan menoleh perlahan. Tatapan ayahnya dingin, penuh wibawa.

“Ayah, ini sangat penting,” kata Cameron, berusaha menahan emosinya.

“Tidak ada yang lebih penting dari ini,” balas Michael tanpa ragu. “Kita sedang membicarakan pertunanganmu.”

Cameron mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras, menahan sesuatu yang hampir meluap. Namun sebelum ia sempat berkata lebih jauh, Bianca ikut menyela.

“Kau tidak akan pergi ke mana pun, Cameo. Tetaplah di sini,” ucapnya dengan nada tajam seraya menatap putranya tajam, seolah ia sudah tahu apa yang sedang terjadi tanpa perlu dijelaskan.

“Jangan mempermalukan kedua keluarga hanya karena hal yang tidak penting,” lanjutnya dingin.

Ucapan itu membuat Cameron menatapnya tajam. “Tapi, Bu. Ini sangat penting,” ulangnya pelan, suaranya mulai berubah.

Namun Bianca tidak mundur. “Sudah cukup, Cameron. Tidak ada hal yang lebih penting kecuali pertunangan ini.”

Di sisi lain, Regina juga ikut bicara. “Duduklah, Sayang,” katanya dengan nada yang dibuat manja. “Jangan membuat masalah di depan semua keluarga kita.”

Cameron berdiri di tengah ruangan, di antara semua tatapan yang tertuju padanya. Untuk sesaat, ia benar-benar merasa terjebak. Di satu sisi, ada sesuatu yang ingin ia kejar, sesuatu yang selama ini ia cari tanpa henti. Namun di sisi lain, ada rantai yang menahannya. Keluarga, nama, dan kewajiban yang tidak bisa ia abaikan begitu saja.

Perlahan, Cameron menutup matanya sejenak, menarik napas dalam, lalu membukanya kembali. Tatapannya kembali dingin, tetapi kali ini bukan karena tidak peduli, melainkan karena ia tidak memiliki pilihan.

Dan pada akhirnya Cameron kembali duduk. Ponselnya masih berada di genggamannya. Pesan dari Abraham masih terpampang jelas di layar. Namun kini, ia hanya bisa menatapnya tanpa bisa bergerak.

“Mari kita lanjutkan,” ucap Michael singkat, seolah tidak terjadi apa-apa.

Pembicaraan mengenai pertunangan itu pun kembali berjalan. Sementara Cameron hanya duduk di sana dalam diam, menyerahkan segalanya pada orang lain.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berarti kamu aman Giana 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
modus 🤭
awesome moment
menghilang bersama. keknya lbh keren. bikin smua blingsatan. tp...ttp mengendalikan sumber uang. regina pasti menggila. bianca antara cemas, lega dan kangen. ayah cameron tiba2 dpt boom dri bianca. bhw cameron melindungi anak cassie. ato...munculkan asal usul giana. yg...sdh pasti tdk bisa diabaikan. kn keren tu.
HK: Kak, thank u km sudah memberiku ide 🥺👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga kamu ketahuan selingkuh Regina 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mungkin dikira Cameron itu ayahnya 🤭
awesome moment
😄😄😄buka kaki lebar2 y, Regina. service hra paripurna utk hasil yg memuaskan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah hatimu sudah berpaling 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bersabarlah Giana 🤭
awesome moment
kapan cameron akan memilih cay dan giana. regina makin arogan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar ulat bulu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu merindukan mereka 🤭
awesome moment
yg ptg Giana dan Cay, aman dlu. buat bianca tersiksa rasa bersalah. tp...jgn smp bocor ke regina
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ibu harus minta maaf pada Giana 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sekarang cari lg Cayden 🤭
awesome moment
akhirnya...cay dan giana aman.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ayo pulang Cameron 🤭
elief
cameron harus nya lebih tegas, batalin aja pertunangannya thor. jadi gemes ih
awesome moment
nha kn bener. kasihan cay. ditolak ibunya. pamannya jg g bisa melindungi. biarkan giana dan cay menghilang lg j. g ush ketemu cameron. buat p? g guna. klo toch ketemu jg g bakalan bisa melindungi. cameron akan ttp tunduk ke keingan kelg. menghilamg lagi lah. giana dan cay. hidup berdua dgn nyaman meski g berlimpah. jgn smp jd korban plin plannya cameron. pergi yg jauh. klo perlu...g ush kembali.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah sembarangan nih 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!