NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Pagi di mansion Baskara selalu tenang, Namun pagi itu, sesuatu terasa berbeda. Ara berdiri di balkon lantai dua, memegang cangkir kopi di tangannya. Dari sana ia bisa melihat taman belakang dengan jelas, Tatapannya tertuju pada dua orang yang sedang berada di bawah. Lyra sedang duduk di kursi taman, tertawa kecil sambil membaca sesuatu di ponselnya, Di seberangnya… Darius Baskara.

Pria yang selama ini selalu terlihat dingin dan sulit didekati itu sekarang duduk dengan santai di hadapan wanita tersebut, Ara menyipitkan matanya.

Ia mengenal sepupunya dengan sangat baik. Darius bukan tipe pria yang duduk santai di taman hanya untuk menemani seseorang, Namun sekarang…

ia melakukannya "Jadi benar."

Suara di belakangnya membuat Ara menoleh, Leon berdiri di ambang pintu balkon.

"Apa?" tanya Ara datar.

Leon berjalan mendekat dan ikut melihat ke arah taman."Bos terlihat berbeda."

Ara menyesap kopinya pelan, "Aku tahu."

Tatapannya kembali pada Lyra, Wanita itu terlihat sangat biasa. Tidak seperti wanita-wanita elegan yang biasanya berada di lingkaran sosial mereka.

Namun justru itulah yang membuat Ara semakin tidak mengerti "Apa yang istimewa darinya?" gumam Ara.

Leon tersenyum kecil."Mungkin karena dia tidak takut pada Darius."

Ara tidak menjawab, Ia hanya memperhatikan ketika Lyra berdiri dari kursinya. Beberapa detik kemudian wanita itu mendekati Darius..Ia mengatakan sesuatu yang membuat pria itu sedikit tersenyum.

Senyum kecil, Namun bagi Ara, itu sudah cukup mengejutkan, Ia hampir tidak pernah melihat Darius tersenyum seperti itu,.Tangan Ara tanpa sadar mengepal di sekitar cangkirnya. Leon memperhatikannya sebentar "Kau cemburu?"

Ara langsung menoleh tajam "Jangan bodoh."

Leon mengangkat tangan menyerah "Aku hanya bertanya."

Ara kembali menatap ke taman."Kau tahu aku selalu berada di sisi Darius."

"Iya."

"Aku tahu siapa saja wanita yang pernah mendekatinya." Ia berhenti sejenak "Tapi tidak pernah ada yang sampai dibawa ke rumah ini."

Leon mengangguk "Itu benar."

Ara menatap Lyra lagi, Wanita itu sekarang berjalan ke arah pintu taman, sementara Darius mengikutinya dari belakang. Tatapan pria itu… berbeda, Lebih lembut, Lebih melindungi. Dan itu membuat sesuatu di dada Ara terasa tidak nyaman "Bukan karena aku menyukainya," kata Ara pelan, Leon mengangkat alis.

"Lalu?" Ara menatap jauh ke depan.

"Aku hanya tidak suka seseorang yang bisa mengubahnya."

Leon tersenyum tipis.

"Atau mungkin kau hanya tidak suka bukan kau yang bisa melakukan itu."

Ara tidak menjawab, Namun tatapannya tetap mengikuti Lyra. Di bawah sana, Lyra tertawa lagi ketika Darius mengatakan sesuatu, Dan untuk pertama kalinya Ara merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan, Cemburu. Perasaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.

****"

Sore itu langit mulai berubah jingga. Lyra berdiri di taman belakang mansion, menyiram bunga-bunga kecil di dekat gazebo. Kegiatan sederhana itu membuatnya merasa lebih tenang. Ia tidak terbiasa hidup di tempat sebesar ini, Namun taman itu terasa cukup damai untuknya. "Sepertinya kau benar-benar betah di sini."

Suara itu membuat Lyra menoleh, Ara berjalan mendekat dengan langkah tenang, Lyra tersenyum kecil "Aku hanya mencoba tidak merasa seperti tamu."

Ara berhenti beberapa langkah darinya, Tatapannya menilai Lyra dengan tenang"Lucu."

Lyra mengangkat alis sedikit "Kenapa?"

Ara menyilangkan tangan "Kau datang hanya beberapa hari… tapi sudah terlihat seperti seseorang yang memiliki tempat di sini."

Lyra tidak langsung menjawab, Ia bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari nada suara Ara hari ini, Lebih tajam. "Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya Lyra akhirnya.

Ara menatapnya beberapa detik, Kemudian ia berkata pelan,

"Aku mencintai Darius."

Lyra terdiam, Ara melanjutkan tanpa ragu.

"Aku mencintainya bahkan sebelum kau hadir, Lyra."

Suasana taman itu tiba-tiba terasa lebih dingin. Lyra menatap Ara dengan tenang "Benarkah?"

Ara mengangguk "Iya."Ia berjalan sedikit lebih dekat.

"Aku tumbuh bersamanya, "Tatapannya menjadi lebih dalam. "Aku tahu dunia seperti apa yang ia jalani."

Lyra meletakkan penyiram bunga di tanah.

"Aku juga mulai melihatnya."

Ara menggeleng pelan, "Tidak."

"Kau belum melihat apa pun."

Ada keheningan beberapa detik, Kemudian Ara berkata lagi, "Dunia Darius penuh dengan kekerasan."

Matanya menatap Lyra dengan serius.

"Musuh."

"Pengkhianatan."

"Kematian."

Ia berhenti sejenak.

"Dan kau?"

Ara menatap Lyra dari ujung kepala sampai kaki.

"Kau guru TK."

Nada suaranya tidak mengejek, Namun jelas menunjukkan perbedaan mereka, Lyra tidak terlihat tersinggung, Ia justru tersenyum kecil "Mungkin benar."

Ara mengangkat alis "Mungkin?"

Lyra menatap ke arah mansion di belakang mereka.

"Dunia kami memang berbeda."Ia kembali menatap Ara, "Tapi itu tidak berarti aku akan pergi."

Kalimat itu membuat mata Ara sedikit menyipit.

"Kau cukup percaya diri."

Lyra mengangkat bahu."Bukan percaya diri." Ia berhenti sejenak "Hanya jujur."

Ara menatapnya lama, Seolah mencoba membaca isi pikirannya.

"Apa kau mencintainya juga?"

Pertanyaan itu datang tiba-tiba, Lyra tidak langsung menjawab, Namun pipinya sedikit memerah. Dan keheningan itu sudah menjadi jawaban. Ara menarik napas pelan, Ia sudah menduga, Namun mendengarnya tetap terasa berbeda "Tahukah kau sesuatu?"

Lyra mengangkat alis "Apa?"

Ara menoleh ke arah rumah besar itu. "Darius tidak pernah membiarkan siapa pun terlalu dekat."

Ia kembali menatap Lyra.

"Jika suatu hari ia harus memilih antara cintanya…"

tatapannya sedikit berubah"...atau dunia yang ia bangun."Ara berhenti sejenak."Kau pikir siapa yang akan ia pilih?"

Pertanyaan itu menggantung di udara, Lyra tidak menjawab. Namun jauh di dalam dirinya ia juga mulai menyadari bahwa mencintai pria seperti Darius Baskara tidak akan pernah mudah. Dan mungkin suatu hari nanti ia benar-benar harus menghadapi pilihan itu.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!