Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 - Zayn sakit
“Riana!” Panggil Zayn diiringi gedoran di pintu. Riana yang tengah berbaring sambil mengenakan masker wajah pun terpaksa bangkit walau malas, lantas membuka pintu.
“Ada perlu apa Bapak malem-malem gini gedor-gedor pintu kamar saya?” ucap Riana dengan gerak mulut tertahan oleh masker wajah yang dipakainya.
Hmph... Bukannya menjawab Zayn malah menutup mulut menggunakan telapak tangannya.
Riana mengernyitkan dahi, “Bapak kenapa? Jangan bilang saya bau ya, saya udah mandi tadi,” protesnya.
Zayn melambai-lambaikan sebelah tangannya yang kosong, namun di detik berikutnya dia pergi terburu-buru menuju dapur, huek... Suara itu membuat Riana terkejut, “eh si bos kenapa itu?”
“Bapak baik-baik aja?” tanya Riana setelah melepas masker dan mencuci mukanya terlebih dahulu.
“Muka Bapak pucet banget,” komentar Riana, sedang Zayn hanya membalas dengan tatapan dingin. Tangannya bertumpu pada pinggiran meja bak cuci piring.
“Bapak muntaber?”
“Gak usah disebutin,” protesnya, sambil kembali menutup mulut karena cairan lambungnya merangsek naik ingin keluar.
“Bapak harus ke rumah sakit, ayo saya anter mumpung belum terlalu malem,” ucap Riana, jam masih menunjukkan pukul 22:00.
“Gak usah, kamu beliin aja obat di apotek depan sana,” ujarnya lemas, karena cairan tubuhnya keluar dari atas maupun bawah.
“Gak bisa. Muka Bapak udah pucet gitu, Bapak harus diperiksa dulu jangan minum obat sembarangan.”
“Ini juga gara-gara kamu, eskrim yang saya makan pasti gak sedikit kan?” Riana tersenyum kikuk.
‘Jangan bilang apa-apa Riana, nanti malah kena semprot.’
Sekitar pukul sebelas malam, Zayn dan Riana sampai di rumah sakit, dia langsung ditangani oleh dokter jaga di IGD, dia di infus selama satu jam, dokter menyarankan agar Zayn di rawat disana selama satu hari, namun dia menolak dia tetap kekeh ingin pulang dan memilih istirahat di rumah.
“Pak, bapak tidur?” Panggil Riana, kini dia tengah menyetir mobil menuju arah pulang.
Dia melirik jam kecil yang ada di atas dasbor, waktu menunjukkan pukul 01:30 dinihari.
‘Wah gila sih, ini nih yang gue gak mau kalau tinggal dekat bos. Waktu istirahat hilang, mana besok harus kerja. Ini juga jalanan kenapa sepi banget,’ Keluhnya dalam hati, Riana merasakan bulu kuduknya meremang, matanya melirik sana sini membayangkan sesuatu yang menyeramkan muncul disana.
“P-pak,” panggilnya lagi.
“Berisik,” keluhnya masih dengan mata terpejam.
Riana merasa sedikit tenang setelah mendengar sahutan Zayn, ketakutan di hatinya sedikit berkurang. Taklama setelahnya mereka pun sampai.
“Bapak bisa jalan, atau mau saya bantu?” tawar Riana.
“Saya cuma sakit biasa Riana, bukannya lumpuh. Pergi tidur sana, saya bisa urus diri saya sendiri,” usirnya.
“Eh beneran nih Pak? Makasih banget kalau gitu,” Riana menyambutnya dengan suka cita.
Sedang Zayn hanya mendelik sebagai tanggapan. Riana masuk kedalam kamar, namun bukannya tidur dia justru mengawasi bosnya itu dari cctv, dia khawatir kalau-kalau bosnya itu berubah lagi jadi orang lain. Namun sepertinya kekhawatirannya tidak terjadi, setelah minum obat Zayn pun menghilang dari layar, karena kamera cctv hanya ada di lantai satu, sedang lantai dua adalah area pribadinya Zayn.
Riana menghempaskan tubuhnya ke ranjang, banyak yang terjadi hari ini energinya pun seakan terkuras habis, hingga tak berselang lama dia pun terlelap.
***
Riana terbangun oleh cahaya matahari yang masuk lewat celah gorden kamarnya, matanya mengerjap pelan, kantuknya belum sepenuhnya hilang namun dia harus segera bangun karena tuntutan pekerjaannya, dia meraih ponselnya.
“Astaga aku kesiangan!” pekiknya, dia terbangun seketika, kantuk di matanya menghilang kala itu juga, dia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi karena jika mandi dulu tidak akan sempat.
“Sial, mana rapatnya jam sembilan lagi, ini udah jam 08:45,” racau Riana dia berdandan ala kadarnya kemudian bergegas keluar, dia melihat sekeliling seperti biasa rumah ini selalu bersih dan terawat.
Dia berjalan menuju dapur, tampak Zayn tengah duduk di meja makan ditemani secangkir teh di hadapannya, sementara Ibu Rum tengah memasak.
“Maaf saya bangunnya kesiangan Pak,” ucap Riana.
“Kamu udah bangun Nak, duduk dulu kita sarapan,” Ibu Rum yang menyahut.
“I-iya Bu,” sahut Riana gugup, dia menarik salah satu kursi yang kosong dan mendudukinya.
Riana duduk dengan gelisah apa lagi saat melihat jarum jam yang terus berputar, sementara Zayn hanya diam saja, sambil menatap layar tabletnya.
“Pak, ini udah jam sembilan, rapatnya–,”
“Udah saya batalkan, hari ini saya ingin istirahat di rumah. Kalau kamu ingin kerja terserah kamu saja,” potongnya acuh, matanya masih melihat kearah yang sama.
“Eh, kalau Bapak libur mah, saya juga libur lah Pak. Saya juga masih ngantuk ini, hoam,” Riana pura-pura menguap, matanya yang suntuk berubah cerah.
Sementara Ibu Rum ikut tersenyum melihat senyum Riana.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄