Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eltman Eldwin
Setelah Ren kehabisan kekuatan mentalnya, kesadarannya dan kesadaran Evan keluar dari alam bawah sadar gabungan tiga pedang, Oblivion, Arakas, dan Fulgor.
Saat mereka berdua sadar, Ren dan Evan melihat Mamol sudah mati, bukan hanya dia, para petualang, Lloyd, dan Enya juga meninggal, hanya Terina yang berhasil bertahan.
Alasannya jelas, selain Terina yang memiliki perlindungan khusus, yang lain tidak bisa menahan sisa kekuatan Kaisar Pedang dan berakhir tewas, mental dan jiwa mereka hancur.
Evan menatap Terina yang sedang tertidur, ingatan lama muncul di dalam kepalanya.
" Kau kenal dia? "
"...Tidak "
Ren tahu Evan berbohong, tapi karena ini bukan urusannya, dia dengan cepat mengabaikannya.
" Begitu, ayo pergi seperti yang sudah kita sepakati sebelumnya! "
"...Ya! "
Mamol sudah mati, dan kemungkinan besar pemilik mansion, Erin von Trysa sudah kabur dan tidak akan kembali, Ren akan menyerahkan tempat ini pada Terina sepenuhnya, dan juga ibu Efil.
Dan untuk para petualang yang dia tipu untuk mengikuti kejadian ini, Ren tidak bisa berbuat apa-apa, para petualang hidup bersama kematian, jadi mereka pasti sudah mengantisipasi jika mereka akan mati, membuat Ren tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri.
Ren dan Evan berlari keluar, di luar mereka melepas masker lalu melompat ke sungai untuk menghilangkan jejak.
Selain menyelesaikan misi, mereka juga mendapat panen yang melimpah, mereka mendapatkan banyak teknik hebat dan informasi yang akan membantu pertumbuhan mereka di masa depan.
Baik itu Ren maupun Evan sama-sama kesulitan untuk tumbuh tanpa arah yang jelas, dengan warisan Kaisar Pedang sebagai cahaya pemandu, mereka tahu kemana harus pergi dan apa yang harus di lakukan.
Mencari warisan Kaisar Pedang yang lain.
Ren dan Evan tidak tahu apakah ada warisan lainnya, mereka akan mencari informasi tentang Kaisar Pedang untuk memastikannya, meskipun hal itu akan sangat sulit karena mereka tidak pernah mendengar sesuatu tentang Kaisar Pedang.
••• ••• ••• •••
Setelah Terina terbangun, dia langsung memeriksa kondisi Lloyd dan Enya, dia sedih melihat keduanya sudah meninggal, begitu juga dengan para petualang.
Terina tidak berlama-lama dalam kesedihannya, dia lanjut dengan membebaskan para wanita dan memanggil para kesatria sihir untuk mencari tahu indentitas mereka agar bisa di pulangkan ke rumah masing-masing.
Dengan ini akhirnya Efil dapat bertemu kembali dengan ibunya, begitu juga dengan anak-anak lain yang kehilangan ibu atau saudara perempuan mereka, dan para orang tua yang kehilangan putri mereka.
Dia juga memerintahkan pencarian pemilik mansion, Erin von Trysa yang di duga sebagai penyembah iblis, dia juga mencari Ren dan Evan yang memakai masker waktu itu.
Namun, hasilnya nihil, Terina tidak mendapatkan informasi apapun, baik itu tentang Ren, Evan, dan Erin.
Karena tidak ingin menyerah, Terina memasang poster buronan untuk Erin, Ren, dan Evan, di poster tersebut tertulis siapapun yang mendapatkan informasi tentang ketiganya, akan menerima uang dalam jumlah besar.
150 Fae untuk Erin, 20 Fae untuk Ren dan Evan.
Tapi karena Ren dan Evan tidak meninggalkan jejak sedikitpun, pencarian mereka berdua lebih sulit dari Erin.
••• ••• ••• •••
Di dalam kamarnya, Ren memegangi koran yang memiliki poster buronan nya, berkat teknik sihir khusus, gambarnya saat menggunakan masker di buat sangat bagus disana.
Ren tersenyum tipis" Belum ada orang yang datang mengetuk pintu kamarku, Efil menyembunyikannya dirinya dengan sangat baik "
Sebenarnya, mudah bagi Terina untuk menemukan Ren dan Evan, dia cukup melakukan penyelidikan terhadap orang yang membuat laporan dan misi palsu, jika dia menemukan Efil, Ren tidak memiliki tempat lagi untuk bersembunyi, dia pasti akan di temukan.
' Yang lebih membingungkan adalah kenapa para kesatria sihir tidak menemukan Evan, sebagai orang yang membuat laporan palsu, posisinya seharusnya lebih berbahaya dari diriku '
' Apa mungkin para kesatria sihir tidak menganggap kita berdua serius karena kita telah secara tidak langsung membantu mereka menemukan kejahatan yang Erin von Trysa lakukan '
Ren menghela nafas" Sudahlah, yang sudah berlalu biarlah berlalu, lagipula masalah ini tidak mengancam kehidupan sehari-hariku "
Setelah mengatakan itu, Ren keluar dari kamar, turun ke bawah untuk sarapan.
Setibanya di ruang makan, Ren melihat Johan,pemulung bertubuh kurus, setelah menerima makanannya dari Lottie, yang berupa nasi putih, sup ikan, dan roti hitam, Ren pergi ke meja Johan.
" Akhir-akhir ini sering terjadi keributan, apa pekerjaanmu baik-baik saja? "
Johan mengambil gelas airnya lalu meminumnya.
" Jelas sangat berdampak, semua kejadian yang terjadi akhir-akhir ini membuat kota menjadi tidak tenang "
" Kemarin salah satu bangsawan yang tinggal di kota ini di jadikan tersangka kasus korupsi tanpa alasan yang jelas, sekarang orang-orang sedang melakukan demo untuk menurunkan penguasa kota dari kursi pemerintahan "
" Hahh.... benar-benar sial untuk pemulung sepertiku "
Ren memakan rotinya, kabar kemunculan Mamol tidak di sebarkan, dan Erin von Trysa hanya di tuduh sebagai koruptor, semua ini di lakukan untuk mencegah terjadinya kepanikan di kalangan warga.
' Demo yang terjadi hari ini pasti ulah orang yang berada di sisi yang berlawanan dengan penguasa kota, dia pasti menggunakan Erin von Trysa yang memiliki hubungan dengan penguasa kota untuk mendapatkan dukungan warga '
" Yah.. setidaknya kota ini lebih aman dari kota-kota pelabuhan yang ada di timur "
" Hm... maksudmu Avalonia bagian timur, memangnya ada apa disana? "
" Bukan hanya Avalonia, kenalanku pernah berkata jika disana sering di datangi oleh bajak laut, jalur lautnya juga berbahaya karena dekat dengan laut Kegelapan dan benua timur yang terisolasi "
Menurut buku yang Ren baca, laut Kegelapan dan benua timur adalah wilayah yang sangat berbahaya, laut Kegelapan berbahaya karena badai es terus terjadi disana, dan benua timur di penuhi monster dan untuk beberapa alasan, jumlah mereka tidak berkurang bahkan setelah perburuan selama beberapa tahun.
"..."
" Kau banyak tahunya ya? "
" Hahaha...itu karena sebelum aku menjadi pemulung aku pernah menjadi awak kapal dan berlayar ke berbagai tempat "
" Aku mengerti, pantas saja "
Setelah itu Ren fokus untuk menikmati makanannya, dia memiliki janji dengan Evan sekarang.
••• ••• ••• •••
Pulau Elgrand, akademi Stella, kantor profesor.
Hari ini sekolah di liburkan karena semua profesor akan melakukan rapat penting.
Di aula, di depan meja panjang, Alfred melihat kearah pria berambut biru muda yang duduk di meja utama, dia memiliki mata berwarna kuning dan wajah tampan yang terlihat kekanak-kanakan, dia adalah kepala sekolah, Eltman Eldwin.
" Sudah lama aku tidak duduk di kursi ini, rasanya sangat aneh "
Mendengar Eltman mengatakan hal itu, Aki Zagav, wakil kepala sekolah, mendecakkan lidahnya.
" Kepala sekolah mohon serius, kita disini untuk membahas tentang kematian pewaris Moonlight Tower, Merlin Hermes! "
Eltman Eldwin tersenyum, tapi entah kenapa senyumannya itu terasa menakutkan bagi Aki.
" Ya aku tahu "
" Kalian tidak perlu khawatir dengan apa yang akan Moonlight Tower lakukan, hubungan kita akan tetap sama seperti sebelumnya "
" Apa anda sudah berbicara dengan Master Menara kepala sekolah? "
Tanya Alfred dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.
Eltman menggelengkan kepalanya" Tidak "
" Sebelum Merlin masuk ke akademi ini, dia sudah berjanji jika tidak akan melakukan apapun saat Merlin terkena musibah, dia sudah lama menyadari jika manusia biasa seperti Merlin akan sangat kesulitan berada di sekitar anak-anak bintang "
Semua Profesor yang hadir memiliki tanda tanya di atas kepala mereka, mereka paham jika Eltman dan master Menara sudah membuat perjanjian dengan, yang mereka tidak bisa mengerti adalah anak-anak bintang.
" Anak bintang? "
" Rahasia "
Alfred terdiam, Eltman memang seperti itu, selalu bermain teka-teki dan membuat orang-orang menjadi sangat penasaran hingga ingin memukul wajahnya.
" Merlin itu seperti ikan hias yang mencoba berenang di lautan yang kacau dan juga mencoba bersaing dengan ikan-ikan asli, hasilnya dia mati karena tidak dapat menahan ombak dan ikan-ikan pemangsa "
Sementara semua orang kebingungan, Alfred menyadari satu hal, alasan Merlin meninggal karena dia berada di tempat yang salah, akademi Stella tidak cocok dengannya.
"... Jadi Moonlight Tower tidak akan menyalahkan kita? "
" Benar...tapi yah, jika Moonlight Tower ingin berselisih, aku bisa melenyapkan mereka sekarang juga "
"..."
Semua orang terdiam, Eltman sungguh sombong, tapi dengan kekuatannya, dia memang pantas untuk itu.
" Karena sudah selesai, aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian semua "
" Apa itu? "
" Sebenarnya aku memiliki keponakan di akademi ini, tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan kehadirannya di pulau ini saat aku tiba "
Keponakan... kepala sekolah sebenarnya memiliki keponakan, semua orang terkejut, terutama Aki.
" Kenapa anda tidak bilang jika keponakan anda masuk ke akademi ini? "
" Karena itu akan mengganggunya "
"...Masuk akal "
Tidak perlu di katakan lagi, keponakan dari pemimpin dari akademi paling bergengsi di dunia akan sangat mencolok, hidupnya pasti tidak akan tenang.
" Siapa namanya? "
" Ren Abraham, murid kelas F "
Demor yang berada di ujung, hampir tidak mempercayai telinganya, setelah memastikan jika orang yang baru saja Eltman sebutkan itu memang mantan murid kelasnya, keringat dingin membasahi wajahnya.
Semua orang melihat kearah Demor, mereka sama sekali tidak menyangka jika murid pringkat paling bawah itu adalah keponakan dari pemilik akademi, karena tidak ingin terlibat, orang-orang yang berada di dekat Demor sedikit menjauh darinya.
Alfred menghela nafas melihat reaksi semua orang" Ren Abraham telah di keluarkan dari akademi, orang yang mengajukannya adalah Demor Er Greze, wali kelas F "
Senyuman hilang dari wajah Eltman, di gantikan oleh wajah tanpa ekspresi sambil menatap dingin Demor.
" Apa alasanmu mengeluarkannya, katakan dengan jujur "
Tanpa persetujuan Demor, mulutnya bergerak sendiri untuk menjawab pertanyaan Eltman.
" Untuk naik pangkat, seorang siswa yang berasal dari keluarga bangsawan tingkat atas menawariku promosi jika aku berhasil membuat Ren Abraham keluar dari akademi "
Semua orang melihat kearah Demor dengan ekspresi terkejut, jadi apa yang kau katakan waktu itu adalah kebohongan, bagaimana bisa orang seperti ini menjadi profesor.
" Begitu ya "
Kata Eltman dengan nada dingin, setelah itu dia menjentikkan jarinya, ruang di sekitar Demor berubah tipis, seperti kertas, membuat Demor terlihat seperti gambar tiga dimensi.
Kertas itu terlipat dan berubah menjadi debu,Demor di pastikan seratus persen mati, dia mati tanpa perlawanan sedikitpun.
Kecuali Alfred, semua orang berkeringat dingin, apa yang baru saja terjadi sungguh sangat menakutkan!