jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Baik-baik Saja
Semua orang menunggu dalam keheningan di ruang rawat vvip dimana jungkook dirawat, taehyung dengan setia menunggu jungkook sadar.
“Kenapa bisa sakit lagi sih, bukankah kemarin sudah lebih baik", monolog taehyung sambil menggenggam tangan mungil jungkook.
Raut cemas terlihat jelas di wajah taehyung.
"Jungkook akan baik-baik saja, mama yakin itu” ucap nyonya kim sambil mengelus punggung putranya.
"Jika tahu dia akan seperti ini lebih baik semalam tae tidak menuruti keinginannya untuk menyuruh tae pulang ma” lirih taehyung.
Tak beberapa lama jungkook pun tersadar.
"Eeuugghh” lenguh jungkook dan perlahan netranya pun terbuka.
Jungkook menatap sekeliling dan menyadari jika ini bukan kamarnya.
"Dimana aku?” Kata jungkook lirih kepada dirinya sendiri.
"Kamu dirumah sakit, katakan apa yang kamu rasakan?” Tanya taehyung lalu berdiri di samping jungkook sambil menggenggam tangan itu erat.
"Kamu..” perkataan jungkook terpotong saat tiba-tiba memorinya teringat vidio tadi malam.
Perasaan sesak dan kecewa lagi-lagi menghantamnya namun jungkook mencoba terlihat biasa saja meski saat ini hatinya kecewa luar biasa.
“Menginginkan sesuatu?" Tanya taehyjng lembut.
Jungkook menggeleng lemah jujur saat ini tubuhnya masih terasa lemas dan dia juga masih merasa mengantuk.
“Aku ngantuk" kata jungkook lirih.
“Istirahatlah aku disini" kata taehyung lembut dan tak beberapa lama jungkook pun kembali terlelap karena pengaruh obat yang masih bekerja.
Tak beberapa lama tuan dan nyonya jeon memasuki kamar rawat jungkook setelah sebelumnya bertemu dokter untuk melakukan konsultasi.
“Makanlah dulu tae, mama bawakan makanan untuk kamu" kata nyonya jeon.
“Nanti saja ma, tae masih kenyang" kata taehyung dengan pandangan yang tak lepas dari jungkook.
“Jangan terlalu khawatir kata dokter dalam beberapa hari jungkook boleh pulang” jelas tuan jeon.
"Bagaimana tae tidak khawatir kalau jungkook yang biasanya aktif sekarang seperti ini pa”, kata taehyung lirih.
"Dia gadis yang kuat” kata mama jeon.
"Taehyung aa” panggil tuan jeon dan taehyung pun menoleh.
"Iya pah ada apa?” Tanya taehyung sambil menatap ayah sahabatnya itu lekat.
“Boleh papa meminta tolong padamu?" Tanya tuan jeon dan taehyung pun mengangguk.
“Jaga putri kami dengan baik meski dia terlihat kuat tapi sebenarnya dia gadis yang rapuh dan kamu tentu tahu itu bukan, papa minta jangan tinggalkan dia sendirian atau jangan biarkan rasa kesepian menghampirinya. Bisakah kamu menyanggupinya tae?" Tanya tuan jeon sambil menatap taehyung lekat.
“Papa tenang saja tae tidak akan pernah membiarkannya sendirian, tae akan selalu ada disamping jungkook" kata taehyung tanpa keraguan.
“Kami percaya padamu tae, kami percaya kamu akan selalu bisa menjaga putri kami" kata nyonya jeon.
*****
Sore hari ruang rawat jungkook ramai karena para sahabat yang datang berkunjung.
“Kookie kenapa bisa seperti ini sih?" Kata lisa cemas.
“Bukankah kemarin kamu masih baik-baik saja waktu pulang sekolah ya?" Kata rose menambahkan.
“Pasti terjadi sesuatu kan?" Bisik jennie tepat di telinga jungkook.
Jungkook hanya tersenyum menanggapi rentetan pertanyaan dari para sahabatnya.
“Kenapa hanya senyum sih?" Tanya jennie kesal.
“Tidak terjadi apapun mungkin tubuhku memang belum terlalu pulih jadi sakit lagi" jelas jungkook.
Disaat mereka mengobrol sebuah panggilan masuk berbunyi dan itu ponsel taehyung yang tergeletak di meja sebelah ranjang jungkook.
Sedangkan si pemilik ponsel sedang keluar membelikan cemilan untuk teman-teman jungkook, para orang tua sudah kembali sejak tadi dan itu permintaan taehyung.
Jungkook bisa melihat dengan jelas siapa yang menelepon taehyung karena taehyung tidak pernah mengunci ponselnya.
"Ga kamu jawab itu panggilan?” Tanya lisa kepada jungkook dan jungkook pun menggelengkan kepalanya.
"Biarin aza nanti juga berhenti sendiri” kata jungkook cuek.
Hening melanda di ruangan itu hingga suars jungkook mengubah atmosfer di ruangan tersebut.
"Mereka sudah melakukannya, aku menyerah”, kata jungkook lirih.
"Mereka? Mereka siapa? Dan apa yang mereka lakukan?” Tanya jennie sedangkan yang lain menatap jungkook meminta penjelasan.
Jungkook menunduk dan meremas ujung selimutnya, dadanya terasa sesak jika mengingat vidio itu.
"Cerita pada kami ada apa sebenarnya hmm”, kata jisoo sambil mengangkat dagu jungkook.
Jungkook menarik nafas dengan berat dan menghembuskannya pelan, jungkook menatap satu persatu sahabatnya.
"Taehyung dan irene sudah tidur bersama” kata jungkook lirih dan sebulir air mata lolos dari mata indahnya.
Semua sahabat tentu saja terkejut dengan cepat mereka memeluk tubuh mungil itu yang mulai terisak.
"Kenapa aku tidak bisa membencinya hiks, meski rasanya sakit sangat sakit saat melihat adegan di vidio itu” isak jungkook.
Jisoo menghapus air mata yang jatuh di pipi sang sahabat.
"Semuanya akan baik-baik saja, ada kami yang akan selalu bersamamu” kata jisoo lembut.
"Rasanya sangat sakit bahkan hampir mau mati rasanya” isak jungkook lagi.
"Jika kamu sudah tidak bisa kamu bisa melupakannya, jangan kamu genggam terus-menerus karena itu akan membuatmu semakin sakit kookie" saran jisoo lagi.
"Tapi aku sangat mencintainya, aku…” perkataan jungkook terputus saat melihat taehyung yang memasuki ruang rawat jungkook.
"Maaf ya aku lama karena tadi pesanan jungkook tidak ada di kantin rumah sakit, jadi aku harus keluar area rumah sakit tadi” jelas taehyung.
"Tidak apa-apa tae maaf ya aku merepotkanmu” kata jungkook lirih.
“Aku tidak merasa direpotkan" kata taehyung sambil menyiapkan pesanan jungkook ke piring yang sudah disiapkan sebelumnya.
Disaat taehyung ingin menyuapi jungkook lagi-lagi ponselnya berdering, taehyung melirik sekilas lalu mengabaikannya.
"Kenapa tidak kamu angkat?” Tanya jungkook.
"Biarkan saja, sekarang kamu makan dulu aku suapin ya”, kata taehyung.
Jungkook mengambil piring dan sendok di tangan taehyung.
"Aku bisa makan sendiri, kamu lebih baik telepon balik siapa tahu penting” saran jungkook.
"Tidak usah nanti saja aku hubungi balik, sekarang yang terpenting itu kamu”, kata taehyung lalu kembali mengambil piring di tangan jungkook.
Sedangkan lisa dan yang lain saling pandang dengan apa yang terjadi di depan mereka saat ini.
*****
Semua sahabat jungkook sudah pulang sejak tadi, di kamar rawat itu hanya ada jungkook dan taehyung dan keduanya hanya diam tanpa ada salah satu dari mereka yang membuka percakapan.
"Kamu pulanglah tae” kata jungkook tiba-tiba.
Taehyung menatap ke arah sahabatnya itu
"Tidak aku akan tetap disini, lagipula tidak ada yang menjagamu saat ini selain aku" kata taehyung.
“Sejak beberapa hari yang lalu kamu terus menjagaku, kamu juga butuh istirahat" jelas jungkook.
“Aku tidak butuh istirahat dan aku baik-baik saja sekarang" tolak taehyung tegas lalu berjalan ke arah jungkook dan membenarkan selimutnya.
“Sekarang tidurlah, kamu perlu istirahat yang cukup" kata taehyung.
“Aku belum mengantuk tae, dan aku bosan" kata jungkook.
Taehyung tersenyum dan mengelus surai sahabatnya.
“Lalu kamu ingin melakukan apa sekarang hmm?" Tanya taehyung.
“Entahlah aku juga tidak tau, mmmm bagaimana jika kita mengobrol? Sudah lama kita tidak mengobrol bukan" kata jungkook.
Taehyung menarik kursi dan duduk di sebelah ranjang jungkook.
“Baiklah mau mengobrol apa hmm?" Tanya taehyung.
“Mengobrol tentang rencana masa depan, kamu setelah lulus mau kuliah dulu atau nikah sambil kuliah?" Tanya jungkook.
“Aku belum memikirkannya tapi jika dia siap aku ajak nikah ga aku akan langsung nikah lagian kuliah sambil nikah kan bisa” jelas taehyung.
Sebuah jawaban yang membuat dada jungkook merasa sesak tapi dia hanya diam dan mencoba tersenyum di depan taehyung.
“Kalau kamu?" Tanya taehyung balik.
“Aku akan mengikuti takdir dan apa yang sudah digariskan Tuhan padaku, bukankah sekuat apapun kita mempertahankan apa yang menjadi prinsip kita itu akan kalah dengan yang namanya takdir" jelas jungkook.
“Tapi terkadang manusia akan mempertahankan apa yang menjadi prinsipnya dan bisa mengubah takdir itu bukan, tergantung dari manusianya itu sendiri" kata taehyung.
“Mungkin ada sebagian orang punya pemikiran seperti itu tapi aku lebih mengikuti takdir dan melepaskan yang bukan menjadi takdirku" kata jungkook.
Taehyung menatap sahabatnya itu dengan pandangan yang sulit diartikan.