NovelToon NovelToon
Mengejar Kekasih Masa Lalu

Mengejar Kekasih Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Cintamanis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Qiyaamah

- Cerita Tidak diselesaikan -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiyaamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdua

Di luar toko, Clara langsung bersandar di samping mobilnya. Ia kemudian menyentuh bagian dadanya yang terasa berdegup dengan kencang.

Dag~Dug~Dag~Dug~

"Ya Tuhan... Rasanya seperti ingin ujian masuk sekolah.." ucap Clara yang nampak tegang.

*******

satu jam kemudian. Verrel terlihat berjalan dengan cepat keluar dari toko. Ia mendekati Clara yang sedang berdiri di samping mobilnya yang terparkir di depan toko kaset tersebut.

"Clara, maaf ya lama menunggu."

"Ah. Nggak kok Pak. Nggak masalah," sahutnya, "ayo Pak masuk ke mobilku, kita cari makan," ajak Clara sambil membuka pintu mobilnya.

"Tidak perlu. Warung makanan kesukaan Bapak ada di sekitar sini saja. Harganya juga murah. Hanya 12 ribu seporsi," terang sang Guru.

"12 ribu? tapi Pak.. aku ingin mentraktir Bapak ke restoran kesukaanku," ucap gadis cantik tersebut.

"Nggak perlu mahal-mahal begitu. Niat baikmu mentraktir Gurumu saja Bapak sudah sangat bangga Clara," ucap Verrel dengan senyum manisnya. Seketika jantung Clara berdegup kencang kembali.

"I..i..iya makasih Pak," sahutnya yang mulai nervous.

"Ya sudah, ayo kita jalan. Warungnya ada di persimpangan jalan itu," ucap Verrel menunjuk ke arah ujung jalan. Clara pun mengangguk. Mereka kemudian berjalan bersama.

Perjalanan kali ini begitu mendebarkan bagi Clara. Ia dan Verrel hanya diam membisu menatap lurus setiap tempat yang mereka lalui. Sedari tadi yang terdengar hanya deruan motor lalu lalang dan gesekan sepatu mereka yang terkena aspal jalanan.

Clara pun lalu mencoba memberanikan diri untuk mulai membuka obrolan.

"Pak. Tempatnya masih jauh ya?" tanyanya.

"Nggak Kok. Itu, udah kelihatan warungnya," sahut Verrel sambil menunjuk sebuah warung kecil yang hanya di tutupi tenda berwarna biru.

"Oh.. syukurlah.." sahut Clara. Suara langkah kaki mereka pun kembali terdengar.

"Clara.." panggil Verrel sambil terus berjalan.

"Iya Pak?" sahut Clara yang mengalihkan pandangannya kepada sang Guru yang memiliki tubuh tinggi tersebut.

"Kamu gugup nggak kita jalan berdua begini?" tanya Verrel yang terus menatap lurus jalanan tanpa memandangnya.

Clara pun terkejut mendengar pertanyaan itu.

"Ma..ma..maksudnya Pak?" tanyanya sambil terus memandang sang Guru.

"Ng..Nggak papa kok," lanjut Verrel seketika. Ia pun berjalan sedikit lebih cepat.

"Auranya kenapa sedikit pink?? "gumam Clara dalam hati. Ia pun tanpa sadar tersenyam-senyum sendiri memandang Verrel yang terus berjalan.

Satu menit berlalu. Sampailah mereka di warung yang mereka tuju tersebut.

"Malam Bu..." sapa Verrel kepada Ibu pemilik warung tersebut.

"Malam Mas Verrel. Pesan seperti biasa ya?" tanya Ibu tersebut yang nampak sudah akrab kepadanya.

"Bentar dulu ya Bu.." lanjut Verrel. Ia lalu keluar tenda untuk mencari Clara.

Ya, setelah melihat aura Verrel. Jalan Clara menjadi melambat. Ia menjadi terus memikirkan pertanyaan mengagetkan yang dilontarkan oleh sang Guru barusan.

"Clara, ayo masuk," ajak Verrel.

Mereka lalu masuk bersama-sama ke dalam warung tersebut. "Ini menunya, kamu mau yang mana Clara?" tanya Verrel sambil mengambil sebuah kertas menu yang ada di atas meja.

"Wah...akhirnya Mas Verrel bawa cewek juga. Cantik sekali pacarnya Mas. Mbak cantik... namanya siapa?" celetuk Ibu pemilik warung tersebut yang berdiri dari dalam bilik dapur kecilnya. Ia terlihat sumringah memandang Clara.

Mendengar ucapan perempuan setengah baya tersebut. Guru dan murid itu pun menjadi canggung. wajah Clara yang putih bersih itu pun seketika memerah.

"Eh.. bu..bukan Bu. Ini murid saya," sahut Verrel yang terlihat salah tingkah.

"Walah. Beneran mas?"

"Iya Bu. Ini murid saya." Clara pun hanya bisa mengangguk. Ia nampak tegang.

"Wahh. Maaf kalau begitu ya Mbak, tak kira sampean Pacare Mas ganteng. Soale Masnya dari dulu ndak pernah bawa cewek kesini Mbak. Jadinya sampean tak kira ceweknya si Mas ganteng," tutur Ibu tersebut dengan logat jawanya yang sangat khas.

"Hehe bukan Bu.." sahut Clara yang masih tersipu malu.

"Yo wes. silakan duduk dulu," sambung Ibu tersebut. Clara dan Verrel pun kemudian mengambil tempat duduk di samping tenda. Mereka lalu duduk saling berhadapan.

"Kamu mau pesan yang mana Clara? biar Bapak pesankan."

"Terserah Bapak. Aku ngikut aja," jawab Clara.

"Ya sudah kita pesan ayam kremes aja ya?"

"Iya Pak," sahut Clara sambil mengangguk.

Verrel lalu bangun dari tempat duduknya dan memesankan makanan. Tidak beberapa lama kemudian ia pun kembali dengan membawa dua cangkir es sirup.

"Minum dulu ya Clara, ayamnya masih dimasak," ucap pemuda itu sambil menyodorkan minuman tersebut.

"Iya Pak."

Mereka lalu mulai menyeruput es sirup tersebut sedikit demi sedikit. Sesekali Clara memandang laki-laki yang ada di hadapannya tersebut dengan rasa bahagia. Ia merasa tidak menyangka bisa menghabiskan waktu berdua bersama laki-laki yang sangat ia sukai tersebut.

"Clara.." ucap Verrel secara tiba-tiba.

"Kamu makan berdua dengan Bapak, apa nggak malu?" tanya Verrel yang memandangnya dengan serius.

"Kenapa harus malu Pak? Bapak kan Guruku.." sahutnya dengan polos.

"Oh Iya..benar juga, aku kan Gurumu.." gumam Verrel yang kemudian menundukkan pandangannya kembali ke arah minuman yang sudah habis setengah itu.

"Memangnya kenapa Pak?" lanjut Clara dengan tatapan heran.

"Nggak Papa. Oh ya. Kalau Clara ketemu Bapak di luar jam sekolah bisa nggak kira-kira manggil Verrel aja?"

"Loh kenapa Pak?" heran Clara.

"Nggak papa.. aku merasa sangat tua sekali kalau selalu di panggil Bapak.. haha," sahut Verrel diiringi tawa ringannya.

"Oh....baiklah kalau begitu Pak. Eh Verrel maksudnya," lanjut Clara yang sudah mulai merasa nyaman mengobrol dengan pemuda di hadapannya tersebut.

"Permisi.... ini makanannya" potong Ibu pemilik warung sambil meletakkan beberapa makanan di atas meja mereka.

"Terimakasih Bu.." ucap Verrel dengan sopan. Ibu tersebut kemudian tersenyum dan meninggalkan mereka berdua kembali.

"Ayo dimakan Pak. Eh salah maksudnya Verrel. Kenapa diam aja Verrel?" tanya Clara yang heran melihat laki-laki tersebut masih belum menyentuh nasi dan lauknya.

"Clara aja duluan makan," jawab Verrel.

"Ya sudah bareng aja," sambung Clara. Verrel pun mengangguk. Mereka lalu mulai menyuap nasi dan lauk yang sudah dihidangkan di hadapan mereka. Sesaat kemudian Clara pun membuka obrolan kembali.

"Verrel. Emang bener ya, kamu nggak pernah bawa cewek ke warung ini?" Mendengar pertanyaan itu, Verrel pun terhenti dari mengunyah makanannya.

"Iya benar..." sahut Verrel.

"Kenapa Pak? eh Verrel maksudnya."

"Nggak papa kok," jawab Verrel dengan singkat.

"Verrel. Aku boleh nanya?" lanjut Clara dengan tatapan serius.

"Iya tanya apa?"

"Kamu punya kekasih?" tanyanya dengan tatapan yang semakin serius.

Mendengar hal itu. Verrel lalu menatap Clara dengan lekat. Ia pun berucap dengan tenang kepada gadis yang ada di hadapannya tersebut. "Nggak ada dan nggak pernah Clara."

DEG---

Detak jantung Clara terasa berhenti. Ntah perasaan apa yang kini ia rasakan, yang jelas hatinya merasa sangat berbunga-bunga. Ia merasa ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya meluapkan kebahagiannya tersebut.

"Bagaimana denganmu Clara?" lanjut Verrel yang terlihat serius pula.

"Nggak ada dan nggak pernah juga," sahut Clara. Seketika semuanya menjadi hening. Verrel pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Clara barusan. pemuda itu langsung meneruskan makannya.

"Hufff syukurlah."

1
kim widi
yaahhh gak demen dah lg enak2 baca pindah tempat 🤦🏻🤦🏻
🌹Dina Yomaliana🌹
Hai kakak👋 aku datang di cerita mu ya🥰😉 semangat terus up ceritanya💖💖💖💖

Salam kenal dari cerita ku😊😊😊😊
~ Adikku Sayang Adikku Malang
~ Sungguh Tak Terkira

Semangat berkarya untuk kita semua🤜🤛
Anggita Azwina
5 like.... mampir di karya ku juga ya thor gadis bermata bening itu istriku menunggu
zsarul_
hai thorr aku mampir nihh 🤗
semangatt
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa ❤️
mari saling support 😍
thanks
montir kampung arema ban
ko mlh jd dokter para hantu sih 😁😁😁
Author SUPERSTAR: Hi kak, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk💙💙
total 2 replies
Anggita Azwina
7 like n rate 5.mampir di karya ku juga y.... gadis bermata bening itu istriku menunggu
Nureti
hai kak 👋
sukses iya kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karyaku yang yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Hasniati Canie
up
ini_aku
Semngat, Next thor
Jgn lupa mampir dikaryaku juga
judulnya " PART OF YOU "
Darah Biru (Bangsawan)
Like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐👍🏻 saling mendukung ya Thor 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
lanjut like 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
like like 👍
Darah Biru (Bangsawan)
Permisi Thor penduduk bunian mampir 😇 fav and like 👍❤️
Zizi Suartini
Go author! go author go! Biar author semangat, aku kasih ini :* saranghae
SizzlingTeapot
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Mata Diam
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Grace Shower
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
Rill'ss: iya kpan nih lanjutanx kak...aku masih nunggu..
total 2 replies
Grace Shower
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
Qiyaamah: siap ka.. bantu like dan vote juga ya thanks😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!