NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12

Azka hendak berangkat kerja, ia melewati kamar istrinya. Pintu kamar tampak tertutup, ia lalu berjalan ke ruang makan. Tak ada makanan yang tersaji di meja.

"Apa dia sudah bangun?" tanya Azka kepada pelayan yang baru pulang berbelanja.

"Nona pagi-pagi sekali sudah bangun, setengah jam lalu telah berangkat," jawab si pelayan wanita.

"Ke mana?" tanya Azka penasaran berharap istrinya memberitahu pelayannya.

"Tidak tahu, Tuan. Hanya saja Nona hari ini tak memakai pakaian kantor, sepertinya dia ingin pergi ke pemakaman," jawab si pelayan lagi.

"Memangnya siapa yang meninggal?" tanya Azka lagi.

"Nona tidak memberitahunya. Lebih baik Tuan tanyakan saja, kami tak punya wewenang menanyakan urusan yang sedang dihadapi majikan," jawab si pelayan dengan nada ketus kemudian berlalu.

Azka sudah berada di dalam mobil, ia mengingat kata-kata pelayan yang membuatnya sedikit kesal. Pemakaman.

"Aku harus menelepon Elma. Apa ada keluarga atau saudaranya yang meninggal?" gumam Azka sembari memegang ponselnya.

Tunggu.

Tak mungkin orang tuanya Celina tak memberitahunya jika memang ada sanak keluarga yang kemalangan.

Apa mungkin teman? Atau relasi kerja?

"Aaargghh... kenapa aku harus peduli? Biarkan saja dia mau pergi ke manapun?" Azka memukul setir mobilnya.

Menghidupkan mesin mobilnya, Azka pun berangkat ke kantor. Di sana, ia bertemu dengan ibunya. Andin yang duduk melemparkan tatapan tajam ke arahnya.

"Mama..!" Azka terbata kala melihat wajah Andin seperti sedang menahan amarah.

"Kenapa ponsel Celina tak dapat dihubungi?" tanya Andin.

"Aku tidak tahu, Ma." Jawab Azka.

"Kenapa tidak tahu? Bukankah kalian satu rumah? Apa hari ini kamu sudah mengirimkan pesan jika telah sampai di kantor?" cecar Andin.

"Belum, Ma!"

"Kenapa kamu belum menghubunginya? Apa dia ada di rumah? Biar Mama ke sana saja!"

"Dia tak di rumah, Ma. Aku tak tahu dia di mana!" Azka berterus terang.

"Jadi, kamu tidak tahu istrimu di mana? Bagaimana jika hal buruk terjadi padanya? Apa kamu tak takut?" Andin beranjak dari tempat duduknya.

"Mama, dia bukan anak kecil lagi. Jadi, tak perlu khawatir!" kata Azka.

"Azka, kamu ini bagaimana 'sih sebagai seorang suami. Istrimu baru pulang dari luar negeri, sekarang dia pergi tanpa kamu ketahui. Apa kamu tidak curiga?"

Azka mengernyitkan keningnya.

"Azka, Celina itu tak memiliki orang tua lagi. Apa kamu tidak kasihan kepadanya?"

"Ma, Celina masih memiliki seorang ayah. Ya, walaupun Tante Ana cuma ibu sambungnya tetapi mereka menyayanginya!" kata Azka.

"Mereka tak pernah menyayangi Celina. Jika papanya menyayanginya anaknya, dia tak pernah menyakiti ibunya Celina dengan berselingkuh!" tukas Andin.

Azka terdiam.

"Mama mau ke rumah kalian, Mama ingin mengobrol dengannya!" Andin meraih tasnya.

Azka yang tadi diam, jadi kepikiran dengan kejadian semalam. Dia sempat tak dapat menahan kekesalannya sehingga menyakiti istrinya.

"Ma, tunggu!" ucap Azka ketika Andin hendak membuka pintu.

"Ada apa lagi?" tanya Andin dengan ketus.

"Buat apa Mama ke rumah? Celina juga tak ada di sana, Mama akan sia-sia," jawab Azka.

"Apa Celina tidak bakal pulang ke rumah?" tanya Andin lagi.

"Aku tak tahu kapan dia pulang," jawab Azka lagi.

"Mama tahu Celina itu tidak pergi ke luar kota, apalagi dia sedang cuti dan dia juga baru bepergian jauh. Mama akan mencari informasi dari pelayan rumah," kata Andin.

"Aku sudah bertanya kepada mereka, Ma. Tapi, mereka bilang tak tahu," ucap Azka beralasan.

"Itu tak mungkin, Celina pasti bicara dengan salah satu pelayan di rumahnya. Karena Celina biasanya akan memberitahu kemanapun dia bepergian!" kata Andin lagi.

"Kenapa Mama tahu?" tanya Azka heran.

"Mama sudah lama mengenal Celina dan siapa saja para pekerja yang sangat dekat dengannya!" jawab Andin.

"Tetapi kenapa mereka tak bicara jujur kepadaku?" tanya Azka yang heran dengan sikap pelayan rumahnya.

"Karena mereka tak mempercayaimu!" jawab Andin. "Mungkin juga mereka melihatmu menyakiti Celina, makanya mereka tak mau memberitahu semuanya mengenai Celina!"

Jlebb...

"Mama mau ke sana, pinggir jangan halangi jalan!" pinta Andin agar Azka tak berdiri dihadapannya.

"Nanti malam saja ke rumah, biar aku yang menjemput kalian. Kita makan malam bersama!" Azka berusaha mencegah langkah ibunya.

"Memangnya kenapa kalau hari ini Mama ke rumah? Apa ada yang kamu sembunyikan?" Andin menatap curiga putranya.

"Apa yang aku sembunyikan? Tidak ada!" Azka mencoba tegas namun ia juga gugup karena sedang berbohong.

"Mama tetap mau ke sana, pinggir!" Andin meluruskan tangan kanannya, menyentuh tangan putranya lalu menggerakkannya ke samping sehingga tubuh Azka sedikit berpindah dari posisinya.

Azka hanya pasrah, ia tak dapat mencegah ibunya.

-

Sejam kemudian, Andin sudah berada dikediaman menantunya. Di sana dirinya harus menunggu karena Celina belum pulang ke rumah.

Seorang pelayan menyediakan segelas jus buah, dia juga mengatakan jika Celina sebentar lagi akan kembali.

Tak lama berselang, Celina pulang. Ia memeluk ibu mertuanya. "Sudah lama menunggu, Ma?"

"Tidak, kamu tenang saja."

Celina melepaskan pelukannya dan duduk di samping Andin. "Maaf, ponsel aku sengaja dinonaktifkan."

"Tidak apa-apa, Celin!" Andin tersenyum santai.

Hening sejenak..

Andin memperhatikan wajah Celina yang bagian bibirnya tampak sedikit membiru. Ia lalu menyentuhnya dan bertanya, "Kenapa dengan wajahmu?"

Celina memundurkan wajahnya sehingga Andin menurunkan tangannya dan menjawab, "Hanya terbentur, Ma!"

"Kamu yakin cuma terbentur?" Andin tak percaya.

"Iya, Ma." Kata Celina mencoba tersenyum.

"Matamu juga sembab?" Andin terus memperhatikan wajah menantunya.

"Aku hanya kurang tidur, Ma!" Celina beralasan.

"Mama tak percaya, sepertinya kamu habis menangis. Apa Azka sudah menyakitimu?" tanya Andin.

"Tidak, Ma. Azka tak menyakitiku, meskipun dia memang belum menerima pernikahan kami," jawab Celina.

"Jika Azka berani melukaimu, beritahu Mama!" kata Andin.

-

Sore harinya Azka pulang lebih awal, dia menghampiri Celina yang sedang menikmati waktu santainya mengobrol dengan para pelayan di taman belakang rumah. Begitu melihat kehadiran Azka, 3 orang pelayan itu membubarkan diri.

"Apa Mama tadi ke sini?" tanya Azka berdiri di samping istrinya yang duduk.

Celina mendongakkan kepalanya dan menoleh ke arah suaminya. "Ya," jawabnya singkat.

"Apa kau menceritakan kejadian semalam?" tanya Azka lagi.

"Mama memang menanyakannya, tapi aku tidak menjawabnya dengan jujur," jawab Celina.

"Kenapa tidak bicara jujur?" tanya Azka kembali.

"Apa kau mau kedua orang tuamu semakin membencimu?" tanya Celina tersenyum seringai.

Azka mengepalkan kedua tangannya.

"Azka, jangan pernah main-main denganku. Meskipun aku tak melawanmu bukan berarti aku lemah. Di rumah ini ada beberapa kamera pengawas, bahkan pelayan di sini juga berpihak padaku. Aku diam, cuma ingin mengetahui seberapa besar rasa bencimu kepadaku. Nyatanya kau tidak terlalu membenciku!" Celina berdiri dan bersedekap dada.

Azka mengeraskan rahangnya, ia masih memiliki hati nurani. Tak mungkin melukai Celina hingga babak belur. Nama baiknya dan keluarganya serta harga dirinya menjadi taruhannya.

"Tumpuklah rasa bencimu setinggi-tingginya sampai kau menyesal dan sulit mendapatkan maaf dariku!" Celina kemudian berlalu.

1
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!