Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter twelve
An tadi nya takut pun langsung tertawa mendengar ucapan ibunya. Huwa Ming pun mengangguk membenarkan ucapan Annchi. bagaimana bisa Bao-yo yang tampan bisa memiliki Gege yang jelek dan hitam, apa Gege nya itu anak pungut atau Bao-yo yang anak pungut itu pikiran Annchi dan Huwa Ming. Mereka pun langsung menatap dan tertawa bersama
"Untung saja ayah mu tampan An'er... kalau sama seperti lelaki tadi ibu tendang ayah mu itu" ucap Annchi sambil tertawa
"Ibu jahat cetali.... tapi memang benal wajah ayah Bao-yo itu tampan, belbeda dengan pala paman di tediaman tatet dan nenet" ucap An. sambil meringis mengingat Keluarga ayahnya itu. Huwa Ming dan Annchi semakin tertawa mendengar ucapan An
"Ayo kita pulang... halaman belakang kita sudah menanti untuk di tanami sayur dan buah, jangan lupa kita juga harus menanam herbal" ucap Annchi. An dan Huwa Ming pun semangat untuk kembali kerumah
Lima belas mereka pun sampai di rumah, Annchi pun langsung menurunkan barang-barang yang tadi dibeli, Huwa Ming membantu membawa barang-barang tersebut ke dapur
"Lao gong kau sudah makan siang?" tanya Annchi membuat Bai dan Bao-yo yang sedang fokus membersihkan halaman pun terkejut
"Kalian sudah kembali? bukan nya ini baru makan siang?" tanya Bao-yo. Annchi pun mengangguk
"Lihat kita mendapatkan Tujuh koin emas dan dua puluh ribu koin perak, dan tiga puluh tujuh ribu perunggu" ucap Annchi. Bao-yo mengerutkan keningnya, kenapa hari ini istrinya mendapatkan begitu banyak uang. sebenarnya Annchi mengambil di ruang kehidupan, Annchi ingin membangun rumah baru mereka. agar lebih luas dan hangat saat musim dingin tiba
"Apa hari ini kau menjual makanan begitu banyak Lao po? kenapa begitu banyak penghasilan mu hari ini" tanya Bao-yo. Annchi pun melihat sekitar agar tidak di dengar oleh An dan Huwa Ming. bisa bahaya kalau mereka bertanya mengenai ucapan nya
"Kau ingat beberapa hari lalu aku ke hutan? pulang sana kan aku bilang kalau menemukan ginseng hitam, aku menjualnya. aku ingin membangun rumah kita agar lebih besar, apa lagi sekarang ada Huwa Ming! masa seorang putri raja kita biarkan tinggal di rumah kecil Lao gong, bagaimana nanti kau menjawab pertanyaan Raja Ming" bisik Annchi. Bao-yo pun mengangguk tapi dia tidak enak masa hasil kerja keras istrinya di pakai membangun rumah tempat mereka
Bao-yo dan Annchi diskusi dan Annchi juga membujuk suami tampan nya, akhirnya Bao-yo pun setuju dengan keinginan sang istri, Annchi pun tersenyum licik. andai Bao-yo bisa melihat tak mungkin Annchi mengeluarkan senyum licik nya itu dan Annchi pun langsung membantu Bao-yo membersihkan halaman lagi, Annchi sudah tidak sabar untuk membangun rumah dan menanam sayur dan buah di kediaman nya
Saat mereka sedang membersihkan halaman suara cempreng dan keras terdengar, bukan hanya kediaman Bao-yo saja tapi tetangga yang jauh dari rumah Bao-yo pun terkejut
"Bao-yo..... dimana Istri jalang mu itu" teriak suara wanita tua. An langsung mendekati ayah dan ibu nya, Bai pun langsung berdiri saat mendengar suara kematian dari nenek buyut nya
Bao-yo membuang nafas kasarnya saat mendengar suara yang sudah lama tidak datang kerumah nya, ya Keluarga nya bahkan memutuskan hubungan darah antara Bao-yo dan keluarga besar
"Oh.... disini rupanya kau jalang sialan, hebat sekali kau dengan berani melukai cucu pertama ku? sudah bosan hidup kau?" teriak Nenek Nou. Annchi meringis mendengar teriakkan cempreng itu
"Apa salahku? aku hanya membela diri, kau pikir aku harus diam saja di pukuli lelaki hitam itu, huuu aku masih tahu membalas nenek tua" ucap Annchi. kedua mata nenek Nou melotot, dan paman Bao-yo dan para saudaranya pun melotot, Annchi yang tak pernah membalas atau melihat wajah mereka dulunya, sekarang dia dengan berani membalas ucapan dari nenek Nou
"Jalang sialan kau.... kemari kau sialan" teriak Nenek Nou yang siap ingin memukul kepala Annchi. Annchi pun menghindar dan menendang bokong nenek Nou
BUG
"IBU.....NENEK....." teriak ketiga paman Bao-yo dan kelima sepupu Bao-yo yang ikut nenek Nou. ibu Bao-yo dan ayah nya pun melotot saat melihat menantu nya dengan sengaja menghindar dan menendang bokong nenek Nou
"UPS.... jatuh, sakit tidak? aduh itu gigi aman kan ya?" tanya Annchi dengan nada polos. nenek Nou terjatuh dengan muka yang lebih dulu mencium tanah, An dan Bai hampir tepuk tangan karena bahagia melihat nenek buyut mereka terjatuh. tapi mereka menahan diri karena tatapan tajam dari kakeknya
"Annchi apa yang kau lakukan? apa kau gila sampai membuat nenek mu seperti itu?" tanya ibu Bao-yo. Annchi menatap wajah wanita yang menegurnya itu
"Ibu itu, ibunya ayah" bisik An. Annchi pun mengangguk mengerti sekarang
"Jadi anda suruh saya diam saja? saat akan di pukul oleh mertua Anda nyonya? apa anda gila? kalau saya sih masih punya pikiran ya" ucap Annchi dengan nada mengejek. ibu Bao-yo pun menatap tak percaya, biasa nya Annchi berbicara lembut dan halus seperti bulu hidung
"Bao-yo apa ini ajaran mu? Annchi yang selalu baik dan menurut pada ibu bisa berbicara begitu tidak sopan, kau itu benar-benar anak yang tidak berbakti" ucap Ibu Bao-yo. Bao-yo muak dengan tingkah laku semua keluarga nya
"Wajar istriku mengelak nyonya, dia bukan boneka latihan yang bisa kena tendang. pukul dan hina oleh kalian, kita tidak punya hubungan apa pun lagi, lebih baik kalian pergi dari rumahku yang kecil ini. bukankah kalian pernah bilang kepadaku Kalau kalian tidak akan pernah Sudi menginjakkan kaki kalian ke rumahku ini" ucapan Bao-yo bagai tamparan semua keluarga. ayah Bao-yo pun mendekati ingin menampar Bao-yo, tapi Annchi dengan gesit menarik Bao-yo dan An ke sisinya dan membuat ayah mertua nya marah
"Menantu kurang ajar kau.... aku ingin memberikan pelajaran kepada putraku" ucap ayah Bao-yo. Annchi memiringkan kepalanya
"Putra? Di mana kalian saat suamiku sedang terluka? Di mana kalian saat suamiku membutuhkan bantuan kalian? dan di mana kalian saat anak-anaknya kelaparan? dan kalian hanya bisa melihat dan mencemooh cucu-cucu kalian yang meminta sedikit rasa iba" ucap Annchi. semua keluarga Bao-yo terdiam
"Kenapa diam? Jadi kalian ingin aku dan suamiku diam saja? saat dihina dan dicaci dipukul ditendang dan dibunuh pun kami harus diam? hahaha... maaf aku bukan manusia bodoh seperti kalian" ucap Annchi dengan tegas
"Kau....." tunjuk ayah Bao-yo
"Apa? apa yang akan kalian lakukan pada ku? Haa..." tanya Annchi dengan nada menantang. kakek Bao-yo yang dari tadi diam saja pun langsung meminta anak-anaknya dan cucunya memukul Annchi
"Kalian semua hajar wanita sialan itu... berikan pelajaran agar dia tahu dimana tempat dia" teriak kakek Bao-yo
"LET'S START THIS GAME......
BERSAMBUNG......