NovelToon NovelToon
Samudra Di Atas Langit

Samudra Di Atas Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.

Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Jenius

Pagi harinya, suasana kelas teori bisnis internasional terasa jauh lebih tenang tanpa kehadiran Kenzo dan Davin. Namun, ketenangan itu tidak berlaku bagi mahasiswa baru. Di sana, Profesor Hermawan baru saja membagikan studi kasus nyata tentang fluktuasi pasar saham global yang harus diselesaikan dalam bentuk proyek kelompok.

"Proyek ini berbobot tiga puluh persen dari nilai akhir," ujar Profesor Hermawan sembari merapikan dokumennya di podium.

"Saya harap setiap kelompok bisa memberikan analisis tajam, bukan sekedar teori teks."

Di sudut ruangan dekat jendela, Gala duduk sembari memutar-mutar pulpen di jemarinya dengan gaya slengean. Di depannya, Aluna sudah membuka laptop dengan raut wajah sangat serius. Adit asyik menyandarkan dagu di atas meja, sementara Reza menatap layar gawai dengan pandangan datar.

"Oke, jadi kita satu tim," Aluna membuka percakapan, matanya menatap tajam ke arah Gala, Adit, dan Reza secara bergantian.

"Topik kita adalah memprediksi pergerakan saham perusahaan komoditas energi yang sedang anjlok minggu ini. Jujur, ini susah banget karena melibatkan geopolitik makro. Ada ide?"

Adit langsung mengangkat tangan sambil menyenggol lengan Reza. "Gue punya ide! Gimana kalau kita serahkan semua hitungan rumit ini ke Reza? Otak dia kan isinya angka semua, ya gak, Re?"

Reza mendengus pelan tanpa mengalihkan pandangan dari layarnya. "Gue bisa retas data laporan keuangan internal mereka kalau lo mau, tapi itu ilegal untuk tugas kuliah."

"Heh! Jangan aneh-aneh, ya?" potong Aluna dengan cepat, wajah cantiknya tampak panik mendengar ucapan santai Reza. Ia kemudian menoleh ke arah Gala yang sejak tadi hanya tersenyum-senyum sendiri.

"Gala, lo dari tadi diam aja. Sebagai anak beasiswa prestasi, lo pasti punya pandangan dong? Jangan cuma senyum-senyum slengean begitu."

Gala menghentikan putaran pulpennya. Ia menegakkan posisi duduknya. Perlahan, aura santai yang biasa ia tunjukkan mendadak menguap, digantikan oleh sorot mata yang begitu tajam dan berwibawa, sebuah tatapan yang diwarisinya langsung dari Kakek Wijaya saat menghadapi krisis bisnis.

"Sebenarnya, analisis pasar minggu ini gak serumit itu kalau lo gak cuma melihat permukaan, Aluna," ucap Gala dengan nada suara yang merendah namun terdengar sangat penuh keyakinan.

Aluna tertegun sesaat, merasa asing dengan perubahan aura Gala yang tiba-tiba menjadi sangat dominan. "Maksud lo?"

Gala menarik selembar kertas kosong, lalu dengan cepat menggambarkan grafik tren pergerakan saham menggunakan pulpennya. "Semua orang mengira saham energi ini anjlok karena konflik wilayah di Timur Tengah. Itu salah besar. Itu cuma pengalihan isu di media massa."

Jemari Gala mengetuk titik terendah pada grafik yang ia buat. "Kalau lo bedah lebih dalam, ada konglomerasi besar dari Eropa yang sengaja melakukan short selling secara masif sejak tiga bulan lalu. Mereka menekan harga saham sampai titik nadir supaya bisa melakukan akuisisi murah minggu depan. Begitu akuisisi selesai, harga saham ini bakal meroket tiga ratus persen dalam waktu empat puluh delapan jam."

Reza yang tadinya tidak peduli, mendadak menolehkan kepalanya dengan cepat. Matanya menyipit menatap coretan kertas Gala. "Tunggu... dari mana lo tahu data short selling itu? Informasi itu cuma ada di terminal Bloomberg premium tingkat tinggi, yang biayanya ratusan juta per bulan."

Gala sempat tertegun, menyadari dirinya hampir saja membongkar fakta bahwa ia memantau pergerakan pasar menggunakan fasilitas khusus Samudra Group. Namun, dengan cepat ia kembali memasang wajah slengeannya.

" Hahaha, gue cuma nebak berdasarkan artikel jurnal ekonomi luar negeri yang gue baca semalam, Re," kilah Gala sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kebetulan insting gue lumayan tajam soal ginian."

Aluna tidak langsung percaya. Ia menatap grafik buatan Gala, lalu menatap wajah cowok di hadapannya itu dengan penuh selidik. Analisis makro selevel ini tidak mungkin dikuasai oleh mahasiswa tahun pertama, bahkan yang paling jenius sekalipun. Cara Gala berbicara dan memetakan taktik pasar barusan sangat mencerminkan gaya seorang CEO korporasi raksasa yang sudah matang.

"Gal..." panggil Aluna lirih, matanya menyipit curiga.

"Lo itu... sebenarnya siapa, sih? Analisis lo tadi itu bukan level anak kuliahan. Bahkan bokap gue yang pengusaha aja belum tentu bisa membaca konspirasi pasar sejelas ini."

Adit yang merasakan situasi mulai tegang langsung tertawa keras untuk mengalihkan perhatian. "Wah, Aluna! Si Gala ini kan emang dukun saham dari kampung! Makanya dia bisa dapet beasiswa penuh!"

Meskipun Adit mencoba mencairkan suasana, kecurigaan di dalam hati Aluna tidak padam begitu saja. Ia tahu, ada rahasia besar yang sangat rapat disembunyikan di balik nama Gala Putra Langit. Dan Aluna bertekad untuk mencari tahu kebenarannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!