Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemuda perokok.
Segalanya berlangsung sangat cepat. bahkan 'Nenek Kelabang Hijau' sampai terperanjat hingga serangan tongkat kelabang besinya sempat sedikit tertahan ditengah jalan. ''Sial., rupanya ada pesilat berkemampuan tinggi berada di dalam kereta kuda ini. siapa adanya orang itu hingga .Serigala Picak Terbang' mau menjadi kusir keretanya.?''
Membunuh seluruh anak buahnya dalam sekali hantam sekaligus merontokkan senjata rahasia kelabang beracun andalannya, jelas bukanlah pekerjaan gampang. sebab hanya pesilat berilmu kesaktian sangat tinggi saja yang mampu melakukannya. Serigala Picak Terbang bukanlah lawan enteng, belum lagi orang yang masih berada dalam kereta kuda.
''Dalam keadaan seperti ini, jika aku paksakan terus bertarung, itu cuma akan membuat diriku celaka..'' batin si nenek panik. tetapi meskipun dalam hatinya mulai dihinggapi perasaan ketakutan bahkan mulai ada pikiran untuk segera kabur, sayangnya serangan jurus yang sudah terlanjur dia lepaskan tidak mungkin dapat dihentikan di tengah jalan karena tenaganya akan berbalik menghantam dirinya sendiri.
Dengan jarak yang hanya terpaut tiga- empat langkah saja dari sasarannya, orang kedua dalam perkumpulan silat 'Tiga Kelabang' ini hanya bisa mengerahkan seluruh kekuatan tenaga kesaktiannya dalam serangan jurus 'Tongkat Kelabang Lima Mayat' hingga kelima larik cahaya dan kabut kehijauan beracun menjadi berlipat lebih pekat.
Seolah tidak mau kalah gertak, Serigala Picak Terbang juga keluarkan ilmu kedigdayaan 'Cakar Serigala Langit' untuk dapat menahan serangan ganas si Nenek Kelabang Hijau. sepuluh larik sinar biru yang menebar hawa panas melabrak ganas. lelaki bermata picak ini seakan tidak perduli jika sepasang cakar dan lengannya harus beradu kekuatan secara langsung dengan tongkat besi lawan.
'Whuuukk., whuuukk., bheeett., sraaaatt.!'
'Claaaang., plaaaang., dhaaass,, dheeess.!'
''Aakh., mampuslah kau serigala tua keparat.!'' teriak Nenek Kelabang Hijau kalap. sembari menahan sakit akibat bentrokan dua jurus kesaktian dimana lengan bahu juga dadanya sebelah kiri sempat ikut tersambar cakar biru beracun musuhnya. masih untung tenaga dalamnya sangat tinggi hingga masih dapat menahan menjalarnya racun cakar lawan.
''Uaagh., nyawamulah yang bakalan minggat ke neraka lebih dulu.!'' umpat si Serigala Picak Terbang geram menahan darah yang hampir saja termuntah dari mulutnya sembari balas menyumpahi si Nenek Kelabang Hijau. dalam bentrokan dua ilmu kedigdayaan itu, Serigala Picak Terbang juga mengalami hal yang tidak berbeda jauh dengan lawannya.
Biarpun sepasang cakar beracunnya yang berbulu memiliki kekuatan sekeras batangan baja sehingga mampu menahan gempuran tongkat besi lawan, namun tenaga pukulan tongkat itu masih membuat tubuhnya tersurut mundur beberapa tindak. bahkan kedua bahunya seakan remuk dan lututnya sampai nyaris tertekuk menyentuh tanah.
Orang ini merutuk dalam hati karena Nenek Kelabang Hijau tidak berniat menghentikan serangannya. senjata berukiran kelabang itu bergerak seiring putaran tubuh satu lingkaran seperti gasing. tahu- tahu saja ujung tongkat yang berbentuk bagian ekor kelabang sudah mengancam tengah perut, dada, juga pangkal leher lawan. cahaya hijau berbau menyengat ikut menghampar.
Sekali serang sanggup membawa ancaman ke tiga sasaran yang berlainan. jika saja yang diserang orang lain, mungkin dia bakalan mati atau setidaknya terluka parah. tapi Serigala Picak Terbang bukanlah gelaran kosong. walaupun terdesak dia tidak menjadi panik. dengan andalkan ilmu meringankan tubuhnya yang sangat tinggi orang ini mampu bergerak secepat angin berhembus.
Diawali dengusan mengejek, dia lontarkan dirinya dua tombak ke belakang. tapi tongkat kelabang lawan terus memburu tanpa ampun. kali ini Serigala Picak Terbang tidak lagi menjauh. tubuhnya mendadak merunduk sangat rendah seakan mendekam. dengan keluarkan geraman binatang buas dan kedua tangan menyentuh tanah, orang ini bersalto sambil sesekali bergulingan diatas jalanan berlumpur.
Dengan menggunakan gerakan- gerakan aneh yang terkandung dalam jurus silat bernama 'Serigala Berguling Dalam Gelap' tokoh silat golongan hitam itu mampu meloloskan diri dari serangan tongkat besi si Nenek Kelabang Hijau yang datang secara bertubi- tubi. jurus ini menjadi andalan si Serigala Picak Terbang jika sudah dalam keadaan sangat terpojok.
Karena selain mempunyai keistimewaan menghindari serangan lawan, jurus itu juga memiliki kemampuan tersembunyi untuk menyerang balik disaat tidak terduga dengan kekuatan berlipat ganda. hanya saja untuk dapat menggunan jurus pertahanan ini sampai puncaknya diperlukan pengerahan tenaga kesaktian yang cukup besar.
Dalam keadaan raga luar dan dalamnya yang sudah terluka, tentu sangat berat bagi lelaki setengah umur bermata kiri buta itu untuk terus bertahan. gerakannya yang lincah dan secepat kilat menyambar menjadi semakin melambat. semua ini tidak terlepas dari perhatian Nenek Kelabang Hijau. biarpun dirinya juga terluka dalam bahkan keracunan, namun kesempatan untuk dapat membunuh musuh lamanya sudah terlihat di depan mata.
Keadaan dirinya terlihat bertambah lemah. malahan beberapa kali tongkat besi lawan nyaris menghantam remuk tubuhnya. dari nafasnya yang tersengal memburu dan raga gemetaran juga terbatuk darah, jelas sekali Serigala Picak Terbang tidak akan sanggup bertahan lebih lama. bahkan terakhir jubah hitamnya robek besar bagian punggung akibat tersambar angin pukulan tongkat.
Biarpun tidak terkena secara langsung tapi sudah membuatnya jatuh bergulingan. dari sudut mulutnya menetaskan darah agak kehitaman. lelaki itu meraung gusar namun tidak berdaya untuk bangkit. dia hanya terus beringsut mundur sementara matanya melirik ke arah kereta kuda. semua ini juga tidak terlepas dari mata lawannya.
Meski sempat khawatir orang yang berada di dalam kereta kuda akan turun tangan, namun setelah dia melihat tidak ada suatu gerakan apapun, si Nenek Kelabang Hijau langsung tertawa mengekeh. "Hee., he., rupanya orang yang kau sebut sebagai tuan penolongmu itu tidak perduli dengan hidup- matimu. karena itu terimalah kematianmu anjing tua keparat.!"
Tubuh si nenek berkelebat ke depan. tongkat besi berukir kelabang raksasa ditangannya bergerak menciptakan lima sambaran tongkat dan langsung mengepruk batok kepala lawan. Serigala Picak Terbang sudah terpojok karena sekarang ini semua jalan mundurnya telah tertutup. orang ini keluarkan raungan buas seolah tidak terima ajalnya tiba.
Lima bayangan sambaran tongkat kelabang besi menghantam raga sasarannya yang tidak mampu menghindar. raungan buas lenyap berganti ledakan bergemuruh dari pohon tumbang dan tanah becek yang terbongkar. pusaran arus angin tenaga sakti bercampur dengan tanah berlumpur, membuat semuanya berhamburan sesat menutupi segala yang ada didepan mata.
Dari kejadian itu dapat dipastikan kalau si Nenek Kelabang Hijau telah mengeluarkan hampir seluruh sisa tenaga saktinya dalam jurus serangan terakhir ini. dengan tubuh yang terhuyung- huyung dan sempat terbatuk darah, pemimpin ke dua dalam perkumpulan silat Tiga Kelabang itu berusaha tetap berdiri.
Dia menelan tiga buah obat pulung pemulih tenaga sekaligus penangkal racun untuk sementara. mendadak tubuhnya menegang seakan mencium suatu bahaya. terdengar suara berderit dari pintu kereta kuda yang terbuka. saat dia berpaling, terlihat olehnya seorang pemuda berpakaian kuning gading dan bercelana hitam sedang duduk santai bersandar sisi pintu kereta sebelah kiri.
Pemuda ini umurnya mungkin baru delapan atau sembilan belas tahunan serta terlihat agak acuh. saat rambutnya yang panjang hitam lebat dan sebagian diikat kuncir ekor kuda itu tersibak, nampak parasnya yang lumayan gagah tampan, tapi sayangnya, ada sebuah goresan bekas luka di pipi kanannya.
Tapi anehnya adalah, bekas goresan luka yang tipis sepanjang satu jari telunjuk itu malah membuat wajahnya menjadi semakin menarik hati. seperti ada kesan seram dan menakutkan yang bercampur dengan daya tarik dari seorang pemuda. dengan gaya santainya, dia menghisap asap tembakau rokok dari sebuah pipa cangklong pendek yang terjepit di sudut mulutnya.
.................
Jangan Lupa Untuk Menuliskan 🗣️Komentar Anda 🤭👍☝👌🌹☕👏🤝👆💪🤲, Kritik Atau Saran😁, Juga Penilaian ⭐Bintangnya Yah. Terima Kasih😊🙏.