NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Sintia sengaja menghindari Arga. Pria itu berkali-kali menelpon namun ia memilih mengabaikan. Sejak adegan 'ciuman' itu sekarang Arga lebih sering nyosor, kan serem.

"Kamu kenapa nggak angkat telfon aku."

Suara itu datang, Sintia buru-buru ingin pergi namun Arga sudah memegang tangannya. "Apa sih?" tanyanya.

"Kamu kenapa nggak angkat telfon aku?" Pertanyaan tadi diulang oleh Arga.

"Males."

Jawaban itu sukses membuat Arga marah, ia menyeret Sintia yang mengaduh kesakitan masuk ke dalam mobil.

"Pelan-pelan Arga!"

"Kalo sama—dia" Arga menunjuk Jefry yang kebetulan tidak jauh dari mobil Arga, cowok itu sedang mengobrol dengan temannya. "Nggak males, kan kamu?"

Sintia mengerutkan kening. "Maksud? Kenapa jadi bawa-bawa kak Jefry?"

"Nyatanya kamu nggak males sama sekali sama cowok itu."

Sintia mulai jengah. Kenapa Arga jadi bawa Kakak kelasnya dalam pembicaraan mereka. Sintia paling tidak suka jika harus membandingkan apapun itu. Ia benci.

"Terus apa kabar sama kamu yang ketawa-ketiwi chatan setiap hari sama klien kamu itu."

"Itu beda, Sintia!"

"Sama aja!"

"Kam—" belum selesai Arga ngomong, Sintia lebih dulu membungkam mulut Arga dengan permen, ia terlalu malas untuk berdebat hari ini, energinya terkuras habis karena kegiatan di kampus.

"Kita pulang. Aku capek." Sintia mulai memejamkan mata dan terbawa ke alam mimpi.

****

Sintia terbangun dari tidur, gadis itu menyipitkan mata mencari sosok Arga, namun tidak ada. Ia lalu berniat ingin ke bawah mengambil minum. Tenggorokan ia terasa kering, maklum tidur selama 3 jam, ia ingat tadi waktu sampai di rumah Arga yang menggendong ke kamar. Suara gelak tawa terdengar, seperti dari ruang tengah. Dan benar saja, disana ada Arga, mama dan juga—Ara.

Arga yang melihat Sintia sudah bangun, berdiri dan mendekati gadis itu.

"Gimana tidur kamu?"

Sintia membalas dengan deheman, ia masih terlalu malu jika banyak berinteraksi dengan Arga kalau ada Ara.

"Kamu ngapain sih ikutin aku? Mending duduk sana!" Arga mengekor dibelakang, ketika ia hendak mengambil air minum.

"Aku juga mau minum."

Sintia memberi Arga gelas berisi air, pria itu meminumnya sampai habis.

"Kamu haus apa doyan?"

Sintia ikut bergabung dengan Mama dan juga Ara, Arga mengikuti dan duduk tepat disampingnya.

"Tadi ngobrol apa? Aku denger dari atas seru banget?"

"Haha, itu Papa cerita pas awal nembak lu!"

Sintia malu. Kalo dipikir-pikir lucu juga dulu pas awal Arga nembak dia. Tidak romantis sama sekali. Pria itu menelfon dia dan menembak Sintia lewat telfon. Padahal waktu itu Sintia belum memberi jawaban. Arga sudah menyimpulkan, kalo diam artinya mau. Ada-ada saja om satu itu.

****

"Mama malem ini mau ke Padang, kamu di rumah ditemenin Arga mau nggak?" Pertanyaan itu seketika membuat Sintia terbatuk-batuk. Saat ini ia, Arga dan Mama sedang makan malam. Ara sudah pulang karena katanya tidak mau menganggu momen Sintia dan Arga.

"Ngapain Mama kesana?"

"Ketemu mamanya Papa kamu."

"Sintia ikut aja!"

Arga berdehem pria itu berkomentar. "Besok kamu kuliah."

"Aku dirumah sendiri aja, Ma. Gapapa kok."

Mama menggeleng, ia khawatir anak perempuannya itu kenapa-kenapa kalo dirumah sendiri. "Kamu harus ada yang nemenin, Sintia. Arga bisa kan nemenin?"

Arga langsung mengangguk. "Bisa kok, Ma. Lagian Ara udah ada Art sama supir aku yang jaga."

Sintia sebenarnya mau menghindar berduaan dengan Arga karena ia tau pria itu akan bertindak seperti kemarin. Mesum sekali.

Mama pergi tepat jam 8 malam, usai kepergian Mama, Sintia lebih memilih diam di kamar sembari mengerjakan tugas, ada suara ketukan pintu kamar disusul Arga yang membuka.

Sintia tidak menoleh, ia lebih memilih fokus pada laptop. Arga duduk disampingnya, menyalakan tv dan menonton sepak bola. Bapak-bapak banget hahaha.

Selesai mengerjakan tugas, gadis itu menguap sebelum akhirnya merebahkan diri dikasur. Arga memeluknya dari belakang. Sintia mengeser badannya agar tidak terlalu menempel namun sialnya Arga malah semakin beringsut mendekatinya.

"Jauh-jauh Arga!"

"Hm." Arga semakin mempererat pelukannya. Sintia beberapa kali mencubit lengan pria itu namun tidak ada respon.

"Lepasin nggak!"

Pria itu membalikan tubuh Sintia yang tidak menghadap ke arahnya, ia langsung memeluk gadis itu lagi. "Mending kamu tidur," ucapnya.

Sintia menurut, gadis itu memejamkan mata. Belum semenit ia berusaha untuk merem, ada sesuatu yang tidak beres. Tangan Arga—menyusup masuk ke piyama miliknya. Sintia langsung refleks menggigit tangan pria itu.

"Kamu nikahin aku dulu baru boleh kayak gitu, tidur diluar sana!"

***

Astaga kelakuan duda satu ini hahaha.

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!