Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama Part 1.
Adam dan juga Ailin sudah berada didalam kamar penggantinya. Ailin begitu kaget melihat kamar yang tadi pagi kelihatan biasa saja namun pada malam hari kamar itu kelihatan begitu memanjakan matanya. Dia menyukai dekorasi kamar pengantinnya ini. Adam telah mengunci pintu kamar itu dengan rapat agar tidak ada orang yang masuk ke dalam kamarnya itu.
Ailin berjalan menuju meja rias yang berada di tengah-tengah ruangan ini, wanita itu mendudukkan tubuhnya di depan meja rias itu sembari melihat pantulan wajahnya di cermin. Ailin hendak melepaskan perhiasan yang berada di leher dan juga telinganya.
Tapi Ailin segera mengurungkan niatnya setelah melihat suaminya mulai berjalan mendekatinya, Ailin melihat pantulan suaminya di kaca meja rias yang saat ini persis berada di hadapannya itu. Adam tersenyum pada wanita itu dengan menaruh kedua tangannya di pundak istrinya.
“Kau begitu cantik sayang,” ucap Adam sembari melihat istrinya dari bayangan di cermin yang sama.
"Kau juga kelihatan begitu tanpa, Suamiku." Wanita itu bicara dengan menatap ke kaca yang berada di hadapannya.
"Kenapa kau baru mengucapkannya setelah kita menikah sebelumnya kau tidak pernah memujiku tampan, sebelumnya," ucap Adam dengan mencubit gemas hidung wanita yang ada di hadapannya ini.
"Ku akan menunggu hari ini untuk mengucapkannya," sahut Ailin sembari menjulurkan lidahnya. Melihat hal itu Adam mengarahkan kedua tangannya mencubit kedua pipi istrinya ini.
“Mulai sekarang jangan pernah takut pada apapun lagi karena aku akan selalu ada untuk melindungi mu,” Adam bicara dengan menatap kearah Ailin yang masih
mendudukkan tubuhnya di kursi meja rias itu.
Ailin menengadahkan kepalanya menatap suaminya sembari berkata, “Aku percaya padamu, suamiku,” Ailin bicara dengan seulas senyuman tersungging dari bibir manisnya itu.
Adam mengecup sayang kening wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu. Ailin melepaskan kedua anting yang masih melekat di telinganya itu dan menaruhnya di atas meja rias, Ailin hendak melepaskan kalung yang menghiasi leher jenjangnya itu namun wanita itu seakan merasa kesulitan Adam yang berdiri di belakanganya seger membantu istrinya.
Kini semua perhiasaan yang tadi sempat di pakai oleh Ailin sudah berada di atas meja rias. Adam mengandeng tangan Ailin menuju tempat tidurnya. Adam dan juga Ailin sama-sama merasa canggung dengan apa yang akan mereka lakukan ini mungkin karena keduanya selama ini tidak pernah melakukan hal yang di larang oleh agama mereka.
Jantung Adam dan juga Ailin semakin berdetak kencang saat ini, Adam mulai mematikan lampu kamar itu kini kamar pengantin itu kelihatan gelap gulita namun hal itu rupanya tidak menghilangkan rasa canggung diantara keduanya. Adam sudah mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur itu. Adam membalikkan tubuh Ailin dan mulai membuka resleting gaun pengantin yang berada di belakang punggung istrinya itu dengan perlahan. Ailin merasakan ada sengatan listrik 100 watt yang dia rasakan saat tangan pria itu mulai menyentuh
punggungnya dengan gerakan lembut.
Ailin sudah tak mengunakan gaun pengantin itu dan tubuhnya polos tanpa satu helai benangpun, Adam memutar tubuh istrinya itu sampai menghadap kearahnya dan pria itu samar-samar melihat ke gunung kembar istrinya yang kelihatan begitu berisi dalam kegelapan kamar, Ailin merasa begitu malu
namun dia menyadari jika pria yang berada di hadapannya ini sudah sah secara
agama dan juga hukum menjadi suaminya. Ailin mencoba menyingkirkan rasa malu yang saat ini sedang menggelayuti tubuhnya itu.
Dengan tangan gemetar dan juga berkeringat dingin, Ailin mulai mengarahkan tangannya membuka satu persatu kancing kemeja yang berwarna putih itu dengan gerakan perlahan, Adam mulai merasakan adik kecilnya mengeras setelah tangan Ailin mulai membuka kancing kemejanya itu. Sebagai pria normal ini sangatlah wajar karena semenjak almarhum Adinda meninggal dan juga semenjak Adam berpacaran dengan Ailin
pria itu belum pernah sekalipun berbuat hubungan seintim ini dengan wanita
manapun tidak juga dengan Ailin.
Adam menarik tubuh Ailin keatas tubuhnya, wanita itu terjatuh dengan begitu sempurna di atas dada bidang suaminya yang kini juga polos tanpa satu helai benangpun itu. Dengan sekejap Adam langsung membalikkan posisi
mereka dan kini Ailin berada di bawah tubuhnya.
Adam mengucap bismillah terlebih dahulu sebelum akhirnya pria itu mendaratkan satu kecupan lembut di kening istrinya, kemudian mulai mengecup seluruh wajah wanita yang sangat dia cintai itu dengan gerakan lembut.
Ailin menikmati setiap sentuhan lembut suaminya itu dengan sesekali mengeluarkan suara lembutnya dia atas tempat tidur.
Adam mulai turun ke leher jenjang istrinya sembari tangan pria itu bermain di kedua gunung kembar istrinya dan Adam juga meninggalkan tanda kepemilikannya di kedua gunung kembar istrinya itu. Selang beberapa
waktu mulailah terdengar decitan ranjang yang memecahkan kesunyian di dalam
kamar pengantin baru ini. Dan juga terdengar suara dari bibir keduanya yang
kini mulai larut dengan yang di sebut kebanyakan orang sebagai surga dunia.
Setelah satu jam kemudian, Adam langsung ambruk di atas tubuh istrinya itu dengan seluruh tubuhnya di basahi keringat.
Pukul 12,00 malam.
Semua tamu undangan sudah pulang semua kini di lantai bawah tersisa hanya Tuan besar Sea, Nyonya besar Sea, Sani, Pak Ray dan ada juga Radja dan Holly di sana. Sedangkan semua tamu undangan itu sudah pulang kerumah mereka masing-masing.
Semua pelayan di rumah itu sedang sibuk membereskan aula pernikahan itu sebab Tuan dan juga Nyonya besar Sea menginginkan jika besok pagi lantai bawah ini sudah bersih seperti biasanya. Maka semua pelayan berkerja ekstra pada malam hari ini untuk memenuhi keinginan majikannya.
“Mas, kenapa Radja belum pulang juga ya padahal sudah larut malam,” tanya Sani sembari melihat kearah Pak Ray yang kini berada di sampingnya.
“Entahlah, lihat itu sejak dari tadi Radja terus memperhatikan kamar Ailin dan juga Adam,” imbuh Pak Ray sembari mengerutkan keningnya menatap kearah Radja.
“Holly sedang sibuk bicara dengan Nyonya besar Sea, namun ada yang aneh dengan wanita itu sejak dari tadi aku melihatnya jarang sekali berbicara dengan suaminya memangnya bagaimana hubungan mereka selama ini apakah berjalan baik,” bicara dengan mengerutkan keningnya. “tapi aku rasa tidak, sebab mereka kelihatan cuek satu sama lain,” Sani menimpali ucapannya lagi dengan memperhatikan Holly yang tidak perduli jika suaminya berada di sampingnya.
Tuan besar Sea sedang sibuk mengatur beberapa pengawalnya yang akan berjaga di luar rumah seperti biasanya.
“Benar apa yang kau bicarakan, sayang,” Pak Ray menimpali apa yang di ucapkan oleh istrinya itu.
“Holly, Radja, aku pergi ke Tuan besar Sea dulu ya,” ucap Nyonya besar Sea, dengan langsung meninggalkan suami dan juga istri itu setelah Holly dan juga Radja mengiyakan ucapannya tadi.
“Mas, ayo kita pulang,” ajak Holly tanpa menoleh pada suaminya sekan menunjukkan jika wanita itu mengharuskan suaminya ikut dengannya bahkan ucapan Holly tadi bisa di artikan seperti sebuah perintah bukannya
permohonan.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....