Rachel selalu bermimpi buruk yaitu mimpi ia sedang di penggal dihadapan ratusan orang gaunnya penuh bercak darah. Rasa kekecewaan, rasa kesedihan, dan rasa kebencian menjadi satu.
Tetapi Rachel merupakan seorang gadis mahasiswa. Rachel selalu keheranan kenapa dia selalu bermimpi seperti itu apalagi tempat itu seperti jaman dahulu bukan jama sekarang yang terdapat mobil, pesawat dan gedung pencakar langit.
Suatu hari dia terbangun tetapi terlihat tampak nyata bangunan dengan penuh artefak pada jaman Eropa dulu. Rachel tiba-tiba teringat semua dia tidak bermimpi buruk tetapi itu merupakan hal yang benar-benar nyata dikehidupannya duhulu. Nama ia yang asli adalah Daisy yaitu seorang ratu di kerajaan Trayvon tetapi digulingkan dengan cara keji, licik dan difitnah. Seluruh keluarganya satu-persatu di penggal oleh raja yang bodoh dan seorang perempuan yang ingin menjadi ratu.
Dia memutuskan untuk membalas dendam, tidak akan membiarkan dia perempuan licik menjadi ratu dan melindungi keluarga yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana Flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat dari Ratu
Pada siang hari seperti biasanya Daisy dan Ibu duduk di pavilium taman menikmati secangkir teh dan cemilan makanan ringan
"Nyonya ada surat dari kerajaan", ucap pelayan sambil memberi surat kerajaan.
Ibu Daisy membuka surat dari kerajaan dan membacanya ternyata surat dari Ratu bahwa Daisy mengikuti menjadi Regina atau calon Ratu.
"kenapa yang mulia ratu memberi tahu surat ini sangat cepat, Daisy masih berumur 19 tahun ", ucap ibu.
"itu surat pemberitahuan regina?", ucap Daisy.
"iya.. dia mengundangmu datang ke pesta teh yang mulia ratu.. sepertinya kau akan menjadi Regina bersama dengan para anak gadis bangsawan lainnya.", ucap ibu menyeruput teh nya.
apa masa depan berubah juga? dulu aku ikut seleksi regina pada saat umur 20 tahun kini aku belom genap 20 tahun. batin Daisy.
"kapan ibu??", ucap daisy.
"besok.. kita harus mempersiapkan gaunmu daisy kamu harus terlihat cantik.. kita harus pergi ke butik sekarang", ucap ibu.
"sekarang? kita sudah punya banyak gaun ibu", ucap daisy.
"tidak kita harus ke butik.. persiapkan kereta sekarang", ucap ibu.
"baik nyonya", ucap pelayan.
***
Daisy, ibu dan pelayanan tiba di boutique Goyard di pusat kota mencari gaun yang cocok dengan Daisy.
"selamat datang nyonya", ucap pekerja di boutique Goyard.
Ibu Daisy langsung mengililingi gaun-gaun yang terdapat di maniquen. Daisy hanya duduk dan menunggu gaun yang akan dibeli oleh ibunya.
"lady Daisy..", ucap Countess Iris.
"lady Iris.. apa anda juga ingin melihat gaun disini? ucap Daisy.
"Iyah saya mendapatkan surat dari yang mulia ratu.. bagaimana dengan lady Daisy?", ucap Countess Iris.
"Iyah saya juga mendapatkannya", ucap daisy tersenyum.
"Berita itu terlalu mendadak sekali.. kenapa lady Daisy hanya duduk tidak melihat gaun", ucap Countess Iris.
"Ibu saya sedang memilihkannya", ucap daisy tersenyum.
"Hari ini banyak sekali putri bangsawan yang datang ke boutique untuk membeli gaun yang cantik ", ucap Countess Iris.
"benar lady Iris lebih baik saya duduk disini", ucap Daisy.
"kalau begitu saya pamit lady daisy.. sampai jumpa di istana", ucap Countess Iris memberi salam.
"iyah sampai jumpa lady Iris hati-hati di jalan", ucap Daisy membalas salam Countess Iris.
Hampir para putri bangsawan datang ke boutique untuk membeli gaun dipakainya pada saat pesta teh Ratu.
Hanya putri bangsawan dari keluarga Marquess, Count, Earl dan Viscount yang mendapatkan surat dari Ratu termasuk para calon Ratu yang kelak akan dinikahkan dengan Putra Mahkota.
"Lady Marchioness Daisy.. ", ucap Marchioness Emily. Emily merupakan sepupu Daisy mereka masih satu keluarga dengan Daisy karena ibu Emily adik dari ayah Daisy.
"Emily sudah lama kita tidak berjumpa", ucap Daisy memeluk Emily.
"terakhir kali kita bertemu di debut kamu Daisy", ucap Emily.
"Bibi apa kabar? ", ucap daisy memberi salam kepada ibu Emily.
"Dimana nyonya Laura? ", ucap ibu Emily.
"ibu sedang di lantai 2 bibi", ucap Daisy.
"bibi akan bertemu dengan ibu mu.. Emily disini saja temani lady Daisy", ucap ibu Emily.
"baik ibu", ucap Emily. Ibu Emily langsung menuju kelantai 2.
"senang bertemu dengan mu", ucap Daisy. Emily dan Daisy duduk bersama.
"Daisy aku akan mendukung mu menjadi Ratu", ucap Emily.
"bagaimana dengan mu? apa kamu tidak ingin menjadi ratu?", ucap daisy.
Emily hanya menggelengkan kepalanya dan memegang tangan erat Daisy.
"Daisy kau lah yang pantas menjadi ratu.. kamu cucu dari Duke Frunklin.. seharusnya kamu bergelar Duchess bukan Marchioness", ucap Emily.
Duchess merupakan gelar di berikan oleh perempuan sedangkan laki-lakinya Duke.
Marchioness merupakan gelar di berikan oleh perempuan sedangkan laki-lakinya Marquess.
Countess merupakan gelar di berikan oleh perempuan sedangkan laki-lakinya Count.
Viscountess merupakan gelar di berikan oleh perempuan sedangkan laki-lakinya Viscount.
"tidak ayah saya Marquess tentu saja.. aku termasuk dalam gelar Marquess..", ucap Daisy.
"aku tidak menginginkan menjadi ratu. saya tetap akan mengikuti seleksinya karena kewajiban ku sebagai putri bangsawan. Aku ingin seperti ibu mu.. nyonya Laura menikahi seorang pria yang dicintainya.. aku juga ingin seperti itu", ucap Emily.
"aku mengerti Emily terimakasih sudah mendukung ku.. apa kamu masih menyukai seseorang pria dari keluarga yang bergelar count itu?", ucap daisy.
Emily mengangguk. Daisy tidak bisa memaksa kehendak orang lain mereka saling berpelukan.
"lady daisy dan lady Emily permisi", ucap Barbara.
"Viscountess Barbara sepertinya anda membeli gaun di boutique ini juga?", ucap Emily.
"Iyah tentu saja.. kenapa kalian duduk disini tidak memilih gaun? ", ucap Barbara.
"sepertinya lady sudah membeli banyak gaun", ucap Daisy tersenyum.
"tentu saja kalau begitu permisi", ucap Barbara. Barbara langsung keluar dari boutique Goyard.
"sepertinya dia akan menjadi saingan mu Daisy ", ucap Emily.
"Iyah .. sepertinya aku akan stress menghadapi tingkah nya ", ucap daisy.
"di pesta debutmu juga membuat ulah.. dia sangat percaya diri untung dia Viscountess bukan Duchess bisa bahaya seluruh putri bangsawan akan di tindasnya bahkan putri dari Baron", ucap Emily.
Daisy hanya menghela napasnya. Terlihat dari jauh ibu Daisy dan ibu Emily membawa beberapa gaun.
"ayo Daisy dan Emily kita keruang ganti.. gaun nya harus di coba terlebih dahulu", ucap ibu daisy.
Mereka langsung keruang ganti. Daisy dan Emily masuk ke ruang ganti di bantu oleh pekerja toko. setelah mencoba beberapa gaun mereka akhirnya memilih gaun yang akan dipakai besok di pesta teh Ratu.
"menggonta ganti gaun membuat sesak napas", ucap daisy berbisik Emily.
"benar ibu kita yang lebih bersemangat dari pada kita yang di undang", ucap Emily berbisik.
"ibu sudah membayar gaun mu mari kita pulang", ucap ibu daisy.
"Nyonya Laura kita pamit", ucap ibu Emily.
Mereka pun saling memberi salam dan pulang ke rumah masing-masing.
Setibanya di kamar daisy melihat gaunnya yang di ada di maniquen.
"huh gaun yang di berikan ibu terlalu banyak renda lebih baik di hilangkan saja", ucap daisy.
andai ada handphone aku akan mensearching di google mencari gaun yang lebih modern. batin Daisy.
"Clara apa ada jarum dan benang?", ucap daisy kepada pelayan Clara.
"Iyah nona ada", ucap pelayan Clara.
"tolong ambilkan", ucap daisy.
Daisy langsung menuju ke lemari gaunnya dan melihat gaun yang sudah jarang di pakai. Daisy akan merombak gaun yang dibeli ibu nya agar terlihat modern mirip dengan gaun yang ada di dunia modern.
Daisy mengambil gaun yang jarang di pakainya digunting dan menjahitnya di gaunnya yang akan digunakan besok.
selama 3 jam lebih Daisy dan para pelayan membantu untuk membuat gaun dan aksesoris lebih modern.
(terimakasih karena sudah membaca novel "Chance of the Queen's life" dan jangan lupa like 👍 terimakasih 🙏)
buat otor semangat jg ya😘
mantap Thor
semangat up dan jaga kesehatan kakak
mari kita saling mendung kak
Mantap Thor.
Lanjutkan
Semangat