NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

Zevanya terpilih menjadi lulusan terbaik di kota ini, masa depan yang cemerlang serta paras cantik membuatnya menjadi wanita yang nyaris sempurna, namun secara mengejutkan ia mengalami kecelakaan fatal yang mengubahnya menjadi seorang wanita buta, hingga harus dikirim keluar negeri untuk menjalani perawatan.

Tapi saat kepulangannya, ia tiba-tiba diculik dan dipaksa menikah dengan Aezar, pria yang sama sekali tidak ia kenal.

Keluarganya telah bangkrut secara tragis, ayahnya dipenjara, dan dikabarkan orang yang menghancurkan keluarganya adalah suaminya sendiri, begitu banyak hal yang terjadi membuatnya bingung.

Siapa sebenarnya pria ini? apa motif sebenarnya menikahi Zevanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Zevanya sedang berada di kamar mandi saat Aezar masuk kamar, pria itu mengamati kamar yang sudah ia tinggalkan selama sekitar sebelas hari, masih tidak ada kejanggalan.

Ia tahu bahwa penyusup yang memasuki villa pastilah Devi, mungkin Wijaya telah menceritakan semuanya pada mereka. Aezar tersenyum mengejek, dia ingin melihat bagaimana orang tua itu akan menangani masalah ini, mertuanya pasti sedang kebingungan sekarang.

Zevanya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi setengah badannya untungnya ia terbiasa menggunakan pakaian dalam di kamar mandi,

Ia meraba dan membuka lemari, mengambil sebuah dress pendek bermotif bunga yang tampak cantik, masih menggunakan handuk Zevanya mulai memakai baju dengan tenang, tidak tahu bahwa sekarang ada pria yang sedang duduk di sudut menikmati pemandangan.

Setelah beberapa menit gadis itu mendengus kesal, tangannya tak bisa menggapai ujung resleting di bagian belakang, Aezar yang melihat itu tertawa geli sambil menghampirinya.

"Izin kan aku membantumu Nyonya" ucapnya pelan,

Namun punggung Zevanya bagai tersengat listrik ketika mendengarnya, ada orang diruangan ini? apakah dari tadi dia sudah melihatnya diam-diam?

"Kau mengintip?!!" teriak Zevanya sambil berbalik mundur, karena terlalu kaget dia bahkan menabrak lemari dengan keras, gadis itu merasakan punggungnya nyeri.

"Aww" rasanya ingin menangis, ia marah bercampur malu.

"Bisakah kau tidak ceroboh" ujar Aezar panik, dia segera memeriksa punggung gadis itu, resleting yang belum terpasang memperlihatkan punggung putih yang sekarang berubah kemerahan.

"Aezar?"

"Kenapa? apa aku tidak boleh mengintip istriku sendiri?" katanya tak tahu malu, disisi lain bukan hanya punggung bahkan wajah Zevanya berubah lebih merah.

"Kau mengagetkanku, aku fikir tadi orang lain" ia hanya bisa mengeluh kesal.

"Jika ada yang berani mengintipmu, aku akan mengebiri mereka" ujarnya tanpa basa-basi, Zevanya menelan ludah mendengarnya, ikut merasa ngilu.

"Berbaring sekarang"

"Kau mau apa?" Zevanya bertanya ketakutan, seluruh tubuhnya merinding sekarang.

Melihat gadisnya menciut, senyum itu kembali muncul di sudut bibirnya, "Kau ingin aku melakukan apa?" katanya seduktif, jari tangannya menggelitik dagu Zevanya.

Zevanya yang telah terjebak diantara Aezar dan lemari hanya bisa menahan nafas, takut berbicara.

"Berbaring sekarang, aku akan mengoleskan gel pereda nyeri"

"Oh"

Zevanya baru menyadari pria ini sedang menggodanya, menebalkan muka ia berusaha bersikap wajar lalu berbaring di ranjang.

Aezar menelan ludah menyaksikan pemandangan indah didepannya, mencoba menenangkan diri lalu meraih botol kecil dari laci kedua di samping tempat tidur.

Tangannya gemetar, namun dia berusaha sebaik mungkin untuk tetap tenang hingga semua punggung yang merah telah di olesi krim,

Sialan... bagaimanapun juga gadis ini adalah seseorang yang telah begitu lama dihatinya, melihatnya berbaring lemah diranjang ia hanya ingin melakukan hal jahat sepanjang malam.

"Jangan bergerak sampai obatnya mengering, aku akan mandi dulu" ujarnya dengan suara serak tertahan, sepertinya ia harus mandi air dingin lebih sering mulai sekarang.

Setelah itu..

Zevanya menunggu selama hampir satu jam namun Aezar tidak menunjukan tanda akan keluar dari kamar mandi, ia sudah mengantuk bahkan menguap berkali-kali. Tidak kuat menahan kelopak matanya gadis itu tidur dengan posisi duduk diranjang.

Lima menit kemudian Aezar keluar dengan rambut basah, ia kesulitan mandi dengan bahu kiri yang terluka, menyebabkannya harus ekstra hati-hati dan pelan.

Matanya melirik gadis yang tertidur dengan posisi duduk itu, ia menghampiri Zevanya lalu membaringkannya dengan benar, tidak bisa menahan diri ia memandangi wajah yang tenang itu sejenak.

Entah apa yang membuat mafia-mafia bawah tanah itu tertarik pada istrinya, apapun alasannya, yang jelas ia tidak akan membiarkan Zevanya disakiti sedikitpun.

Puas memandangi istrinya ia perlahan berjalan ke arah meja rias, matanya menangkap sebuah jepit rambut di kotak aksesoris, semua aksesoris Zevanya dirumah ini dibeli olehnya sendiri, ia memilihnya sendiri, hingga ia bisa yakin kalau jepit rambut dengan hiasan mutiara sederhana itu bukan pemberiannya.

Curiga, ia mengamati benda itu dengan lebih dekat, ada sebuah tombol rahasia yang tersembunyi dibawahnya, ia tersenyum mengejek.

Trik murahan ini?

Pasti gadis bernama Devi itu yang telah memberikannya pada Zevanya kemarin, alat pemanggil otomatis itu, ia yakin terhubung langsung ke ponsel Darren.

Sebuah ide muncul di kepalanya, ia tersenyum sumringah sambil membawa benda itu ke ruang kerjanya dilantai 2.

Jadi kau begitu penasaran pada Zevanya?

Baiklah aku akan memberimu pelajaran karena telah memata-matai pasangan pengantin baru yang sedang bahagia.

Tangan Aezar meluncur pada laptopnya, mengeklik pencarian video tidak senonoh yang menampilkan banyak video, suara erangan wanita terdengar samar.

Aezar dengan sabar mencari yang suara wanita yang sedikit mirip dengan suara Zevanya, setelah yakin ia mulai menekan tombol di jepitan rambutnya hingga sebuah lampu kecil mengedip menandakan panggilan itu tersambung.

"Vanya" suara Darren yang penuh kekhawatiran dan kerinduan terdengar, mendengar itu mata Aezar berubah dingin dalam sekejap.

Jari tangannya mulai memutar video itu sekali lagi, ia tersenyum mengejek.

engghhh enghhh ahhh

Rasakan itu bro!

"Vanya apa yang kau lakukan?" suara Darren serak, kali ini ada nada tidak terima.

Tentu saja tidak ada jawaban dari Zevanya, yang membalasnya hanyalah desahan yang samar-samar, siapapun yang mendengar pasti dapat menebak kegiatan apa itu.

Belum sampai satu menit, panggilan itu terputus.

Pukul sembilan malam, Aezar tidur dengan hati yang puas di samping Zevanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Zevanya terbangun pukul dua malam karena suara merintih di sampingnya, menggosok matanya yang masih mengantuk ia meraba seseorang yang berbaring disebelahnya.

Aezar tertidur dengan posisi miring, dengan piyama panjang yang nyaman, setelah begadang berhari-hari kemarin ia akhirnya bisa tertidur dengan tenang sekarang, ia bahkan tidak sadar badannya demam karena radang dari luka dibahunya.

Zevanya yang mendengar keanehan dari suaminya langsung meringsut mendekat, ia mulai panik saat menyadari bahwa pria itu menggigil, Zevanya yakin pria itu kena demam setelah memeriksa dahinya yang panas, mungkin diatas 38 derajat celcius.

Bingung, gadis itu memutuskan memanggil bibi, memintanya membawa sebaskom air dingin untuk kompres dan obat anti inflamasi,

Aezar masih bergerak-gerak tidak nyaman, sedangkan dari samping Zevanya hanya bisa menggunakan tisu untuk mengelap keringat yang membasahi seluruh wajahnya, berhati-hati menyusurinya.

Sampai akhirnya ia tidak sengaja menekan luka di bahu kiri Aezar yang terbalut perban, membuat pria itu spontan mengerang kesakitan.

"Kau terluka?" tanya Zevanya bingung, tidak ada sahutan terdengar hanya suara kesakitan saja, tangannya meraba bahu itu sekali lagi dan menemukan keanehan, ia yakin ada perban yang melekat di bawah piyama tidur Aezar.

Bibi baru datang membawa sebaskom air dan obat serta air minum, langkahnya limbung sejenak saat melihat ekspresi Zevanya memburuk.

"Dia terluka disini kan?" tanya Zevanya, dia yakin bibi telah datang dan berdiri disamping ranjang.

Wanita itu tidak langsung menjawab, ia memandangi tuan Aezar sejenak, memang terlihat benjolan yang tidak rata di bahu kirinya karena perban.

"Itu, sepertinya tuan memang terluka" ucap bibi ragu, ia tidak ingin nyonya nya khawatir tapi melihat wajah pucat Aezar yang seolah tanpa darah juga membuatnya ketakutan setengah mati, ia takut terjadi sesuatu.

"Cepat panggil dokter ini pasti bukan demam biasa, ini mungkin peradangan karena lukanya!!" Zevanya berteriak panik.

Bibi yang baru pertama kali melihat Nyonya nya ketakutan dengan cepat menelfon dokter pribadi Aezar, seluruh villa menjadi sibuk karena bos mereka jatuh sakit.

Setengah jam kemudian dokter datang dengan koper kecil berisi peralatan sederhana di tangan.

Ia masuk dan mendapati seorang gadis duduk dengan diam patuh di samping ranjang, dengan hati-hati mengelap wajah Aezar, meski gerakannya kikuk namun itu terlihat sangat tulus.

.

.

.

.

Minta vote nya dong.. maaciww

1
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
ione
Luar biasa
Yogya Gudeg
mencintai dgn ugal2an kyk gn ini 😂
Rina Sadiawati
ceritanya seru bikin gemezz
Yogya Gudeg
terlalu bagus untuk dilewatkan menunggu season 2 nya yaa thor
Siti Nur Alijah
mungkin ayah kandung Vanya kali ya
Syaiful Anwar
Luar biasa
@Najwa❣️
♥️♥️♥️🥰
Magdalena Widyastuti
ini lucu banget ..tapi romantis ..ceritanya menarik Thor...keren
Suci Yati
Lumayan
Suci Yati
Kecewa
Yogya Gudeg
ngekek
Laili Putri
semangat thor
🌜melody 🌛
gimana mau panik klo orgnya aja ga tau klo diculik🤭
Nunung Khodizh
ok
Yogya Gudeg
hahahahaha makjleb bgt
mini
oh,,, nice
Yogya Gudeg
hahahhahahaha
rehulina surbakti
😂
Raid
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!