NovelToon NovelToon
Galaxio

Galaxio

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Itachi Wife

Ganteng ✔️
Kaya Raya ✔️
Pintar ✔️
Jago Olahraga ✔️
Jago Bela Diri ✔️
Orangtua Cakep ✔️
Kesayangan Semua Orang ✔️

Fajarendra Galaxio Nayanka, putra sulung dari pengusaha kaya raya, Aksara Langit Nalendra, dan mantan model terkenal, Wulandari Camelia Yovanka. Lahir & tumbuh dikeluarga konglomerat dengan segala kelimpahan harta & kasih sayang dari semua orang, membuat lelaki yg akrab disapa Galaxio itu merasa kehidupannya sudah sangat sempurna.

Namun siapa yg mengira bahwa semua sketsa-sketsa indah yg sudah ia rancang untuk masa depannya, harus hancur dalam sekejap. Dan yg lebih parahnya lagi, yang menjadi penyebab dari kehancuran itu adalah satu-satunya wanita yg berhasil menarik perhatiannya, bahkan menumbuhkan cinta dalam hatinya. Wanita yg ia kira akan menemaninya membangun kisah cinta romantis, justru memberinya luka yg amat tragis. Akankah kisah Galaxio berakhir bahagia seperti kisah orangtuanya dulu? Atau justru berujung pilu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Wife, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Ketika pulang sekolah, Gala kembali melihat sosok Aruna yang tampak duduk di halte. "Aruna" ujar Gala membuat Aruna menoleh. "Ayo bareng" ujar Gala tersenyum dan Aruna hanya menurut. "Tapi sebelum itu kita mampir ke toko aksesoris bentar ya. Lo gak buru-buru kan?" tanya Gala. "Enggak kok, aku gak buru-buru" ujar Aruna. Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah toko aksesoris, atau yang lebih tepatnya disebut sebagai toko barang-barang branded sih. "Hy Aunty Ivo" ujar Gala masuk diikuti Aruna. "Tumben si ganteng Aunty ke sini, gak bilang-bilang pula" ujar Ivo tersenyum. "Eh,,, ini siapa?" tanya Ivo saat melihat Aruna. "Namanya Aruna Aunty. Teman sekelas Gala" ujar Gala. "Ohh,,, Aunty kirain tadi pacar kamu" ujar Ivo tanpa sadar membuat pipi Aruna menoleh.

"Hahaha,,, gak boleh pacar-pacaran, masih kecil Aunty" ujar Gala tertawa. "Oh iya,,, Gala mau minta tolong dong sama Aunty" ujar Gala. "Apa itu?" tanya Ivo. "Nih, gelang Gala yang hadiah dari Uncle Bian nyangkut sama gelangnya teman Gala" ujar Gala. "Aunty bisa tolong lepasin gak? Gala juga gak tau kenapa bisa nyangkutnya seribet itu" ujar Gala menyerahkan gelangnya. "Aunty coba dulu ya" ujar Ivo mulai mengerjakan. Sementara itu Gala melihat Aruna yang tampak memperhatikan sebuah gelang emas dengan bandul (mainan) berbentuk infinity. "Aunty, ini harganya berapa?" tanya Gala. "Oh itu cuman 25 juta kok" ujar Ivo.

"Aku ambil ini satu ya Aunty" ujar Gala menyerahkan black card milik Langit yang sudah menjadi hak miliknya itu. "Nih, anggap aja hadiah persahabatan dari gua" ujar Gala menyerahkan gelang tadi pada Aruna. "Eh gak usah, aku,,, aku cuman liat-liat aja kok tadi" ujar Aruna. "Udah ambil aja, lo gak mau bikin gua rugi kan" ujar Gala akhirnya membuat Aruna mengalah. "Aunty, ada gelang Chanel yang baru gak?" tanya Gala. "Untuk siapa? Kalo untuk Mami kamu, tadi Papi kamu udah pesan kok" ujar Ivo tanpa menoleh. "Bukan buat Mami, tapi buat teman Gala Aunty" ujar Gala. "Teman? Harus Chanel banget?" tanya Ivo. "Hmm,,, apa aja deh, tapi yang bagus ya Aunty. Terus yang kira-kira cocok buat anak remaja" ujar Gala.

"Hmm,,, bentar ya" ujar Ivo bangkit dan menuju ke dalam ruangannya. "Na, gelang tadi gak mau dipake?" tanya Gala. "Eh, hmm,,, itu..." "Sini, gua pakein" ujar Gala mengambil gelang itu dan memakaikannya pada Aruna. "Gala, sini deh. Nih Aunty ada beberapa rekomendasi" ujar Ivo membuat Gala mendekat, diikuti Aruna. "Nih,,, kebetulan ada dua barang yang baru masuk. Tiffany & Co sama Chanel. Kamu mau yang mana?" tanya Ivo menunjukkan dua buah gelang dengan merek berbeda. Untuk gelang Tiffany & Co, bandul (mainannya) berbentuk bunga dengan 4 kelopak yang terbuat dari berlian biru, sedangkan untuk gelang Chanel, bandul (mainannya) berbentuk bunga yang agak besar dan dikelilingi bunga² kecil yang terbuat dari berlian.

"Bagus-bagus ya Aunty" ujar Gala. "Ya baguslah, harganya kan bagus juga" ujar Ivo. "Yang paling mahal yang mana?" tanya Gala. "Dasar,,, gennya Langit banget" ujar Ivo. "Ini nih yang paling mahal, Chanel, gelang Bouton De Camelia, soalnya terbuat dari emas putih dan berlian" ujar Ivo. "Hmm,,, tapi yang satunya bagus juga. Gala ambil dua-duanya aja deh Aunty" ujar Gala membuat Ivo membelalak. "Kamu yakin? Ntar Papi kamu marah loh, minta izin dulu gih ke Papi kamu" ujar Ivo. "Huffttt, yaudah deh, bentar aku telfon Papi dulu" ujar Gala. Sebenarnya ia masih enggan berbicara dengan ayahnya itu namun karena terdesak maka ia tak punya pilihan lain. "Hallo Pi" ujar Gala. "Iya Nak. Ada apa hm?" tanya Langit. "Pi, Gala tadi gak sengaja ngerusakin gelangnya temen Gala. Boleh Gala ganti sama yang lebih bagus gak?" tanya Gala.

"Tapi harganya mahal, nih Gala lagi di tokonya Aunty Ivo" lanjutnya. "Gala,,, blackcard-nya kan udah Papi kasih ke Gala. Jadi terserah Gala mau dipake buat apa, asal jangan buat ke bar, diskotik apalagi ke hotel aja" ujar Langit. "Yaudah deh, Gala cuman nanya itu aja. Thanks Pi" ujar Gala lalu memutus panggilan. "Udah kan Aunty? Jadi Gala ambil dua-duanya" ujar Gala. "Yang Chanel ini 175juta, dan yang Tiffany & Co itu... Kamu ambil aja 55juta. Tapi jangan bilang siapa-siapa, soalnya itu harganya jauh Aunty potong" ujar Ivo. "Makasih Aunty" ujar Gala sumringah. "Terus ini gelangnya gimana?" tanya Ivo. "Biarin aja kalo emang gak bisa Aunty. Gala bawa pulang aja" ujar Gala kembali mengambil gelangnya tadi.

Setelah menyelesaikan semua pembayaran, Gala dan Aruna kembali masuk ke mobil. "Pak, anternya sampe tempat kemarin lagi aja ya" ujar Aruna yang diangguki oleh Pak Zakir. "Gala, aku turun dulu ya. Sekali lagi makasih buat gelangnya, aku jadi gak enak, mana ini gelangnya mahal banget lagi, aku gak tau cara balasnya gimana" ujar Aruna. "Hahaha, iya sama-sama. Cukup lo jaga gelangnya baik-baik aja gua udah seneng kok" ujar Gala. "Aku janji akan jaga gelangnya baik-baik kok. Makasih ya, dan makasih juga udah nganterin aku lagi" ujar Aruna yang diangguki oleh Gala. Setelahnya, Gala pun segera pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya...

Saat bel istirahat baru berbunyi, Gala tampak langsung berlari keluar kelas dengan membawa sebuah paper bag mini. "Loh? Si Gala ke mana tuh?" tanya Skylar. "Dia bilang ke gua sih tadi katanya mau ke kelas X MIPA 1 dulu" ujar Angkasa. "Ngapain?" tanya Arnav, sedangkan Angkasa hanya mengedikkan bahu. "Dia mau ganti gelang cewek yang kemarin dirusakin itu" sahut Aruna. "Oh gitu toh... Btw, gelang lo bagus tuh Na. Mahal juga kayaknya" ujar Skylar. "Oh, ini,,, ini Gala yang beliin kok" ujar Aruna sedikit merona. "Ekhm... Udah main kasih kasih gelang aja nih kayaknya" ujar Arnav terkekeh. Sedangkan Gala tampak berhenti di depan kelas X MIPA 1 dengan nafas yang tersengal-sengal.

"Sorry,,, Luna ada gak di dalam?" tanya Gala pada seorang siswi yang baru keluar kelas. "Eh? Bentar ya aku cek dulu" ujar cewek itu. "Luna udah ke kantin deh kayaknya, soalnya bangkunya udah kosong" ujar cewek itu. "Oh gitu, okedeh, thanks ya" ujar Gala lalu bergerak menuju kantin. "Gala, sini sini..." teriak Arnav, namun Gala hanya mengangkat tangannya sedangkan matanya sibuk menelisik seisi kantin, hingga akhirnya ia menemukan sosok Luna yang tampak sedang duduk bercengkrama dengan dua temannya. Ia melangkah mendekati meja gadis itu, hingga kehadirannya membuat ketiga gadis itu menghentikan obrolan mereka.

"Eh,,, Gala" ujar Luna bangkit dari duduknya. "Hm,,, bisa,,, bicara bentar gak?" tanya Gala. Luna tampak mengernyit bingung, pasalnya laki-laki yang kini berdiri di hadapannya tampak sedikit berantakan dengan dahi yang dipenuhi keringat dan nafas yang agak tersengal-sengal. "Boleh, mau bicara dimana?" tanya Luna. "Di taman dekat kantin aja gimana?" tanya Gala. "Yaudah ayo" ujar Luna tersenyum kecil. "Bentar ya guys" ujar Luna pada teman-temannya sebelum beranjak. "Kamu abis lari-larian ya?" tanya Luna saat mereka sudah tiba di taman dan duduk disalah satu bangku, membuat Gala menoleh dan sedikit menyengir. "Gua,,, gua tadi ke kelas lo, tapi temen lo bilang kalo lo udah duluan ke kantin" ujar Gala. "Duh maaf ya, harusnya aku nunggu kamu di kelas aja tadi" ujar Luna. "Gak, gapapa kok" ujar Gala.

Lelaki itu terpaku saat Luna tiba-tiba mengelap keringat di dahinya dengan sapu tangan milik gadis itu. Hal itu berhasil membuat Gala untuk beberapa saat mampu melihat wajah cantik Luna dalam jarak yang dekat. "Jadi,,, kenapa kamu ngajak aku ke sini?" tanya Luna setelah mengelap keringat Gala. "Oh iya sampe lupa" ujar Gala meraih paper bag disisinya dan menyerahkannya pada Luna. Gadis itu tampak menerima dengan ragu dan membukanya perlahan. "Gelang lo rusak, jadi,,, gua ganti itu aja ya" ujar Gala menunduk. "Astaga, ini pasti mahal kan?" tanya Luna. "Hm,,, gak usah peduliin harganya, anggap aja itu ganti rugi gua atas gelang lo" ujar Gala. Luna tampak terdiam sejenak, dan mengembalikan paper bag itu pada Gala.

"Maaf ya Gala. Aku gak bisa nerima ini" ujar Luna tersenyum kecil. "Loh kenapa? Lo gak suka modelnya ya?" tanya Gala membuat Luna tertawa kecil. "Bagus kok, barangnya aja mahal gitu" ujar Luna. "Terus kenapa lo gak mau nerima?" tanya Gala. "Maaf banget tapi,,, tapi aku kurang suka barang-barang mewah gitu" ujar Luna pelan. "Hm kalo gitu,,, lo mau apa?" tanya Gala membuat Luna menoleh. "Gua mau ganti gelang lo, tapi lo gak suka barang mahal. Jadi,,, sebagai gantinya lo mau apa?" tanya Gala. "Harus banget ya?" tanya Luna balik yang diangguki oleh Gala. "Hm,,, kalo gitu aku mau makan seblak aja deh, tapi di sekolah kita gak ada yang jual" ujar Luna tertawa kecil. "Oke, nanti pulang sekolah ikut gua yuk" ujar Gala membuat Luna menoleh. "Kemana?" tanya Luna.

"Nyari seblak, kalo gak salah gua tau salah satu lokasi yang jual seblak" ujar Gala. "Padahal aku bercanda loh" ujar Luna. "Tapi gua serius, nanti pulang sekolah gua jemput ke kelas lo ya" ujar Gala. "Hmm, boleh,,, tapi perginya gak pake mobil kamu ya" ujar Luna. "Terus pake apa dong?" tanya Gala. "Kita naik angkot" ujar Luna tertawa, membuat Gala untuk sesaat terpana melihat Luna yang tertawa. "Oke, nanti kita pake angkot perginya" ujar Gala membuat Luna menoleh kaget. "Serius?" tanya Luna kaget. "Kenapa kaget?" tanya Gala. "Ya,,, agak kaget aja pas kamu mau naik angkot" ujar Luna. "Emangnya tampang aku jelas banget ya gak pernah naik angkot?" tanya Gala tanpa sadar merubah panggilannya menjadi 'aku-kamu'. "Huum" ujar Luna. "Oh ya? Emang tampang aku gimana sih?" tanya Gala.

"Tampang-tampang anak Mami" ujar Luna memeletkan lidahnya kecil. "Wah, berani juga ya kamu ledekin aku" ujar Gala mengambil ancang-ancang menggelitik Luna. Sontak gadis itu langsung berdiri dan mundur. "Iya iya ampun, aku cuman bercanda kok" ujar Luna mengangkat tangannya membentuk huruf V. "Haha,,, yaudah, balik ke kantin yuk. Makanan kamu tadi juga belum habis kan" ujar Gala refleks menggandeng Luna kembali ke kantin. Tentu saja hal itu berhasil mengundang banyak pasang mata, termasuk teman-teman Gala. Ia mengantar Luna sampai ke mejanya. "Oh iya, kalo gak keberatan aku mau ngajak kamu sama teman-teman kamu untuk gabung ke meja teman-teman aku" ujar Gala.

"Hmm,,, gimana? Kalian mau gak?" tanya Luna pada teman-temannya. "Kami takut teman-teman lo gak nyaman nantinya" ujar salah seorang teman Luna. "Gak kok, mereka santai aja mah orangnya" ujar Gala. "Hmm,,, boleh deh" ujar teman satunya. "Oh iya, kita belum kenalan. Gua Galaxio, panggil aja Gala" ujar Gala tersenyum kecil. "Gua Liora Marischa, panggil aja Liora" ujar cewek berambut pendek itu. "Gua Kania Zailyla, panggil aja Kania" ujar cewek di sebelah Liora. "Yaudah ayo" ujar Gala mengajak ketiga gadis itu menuju ke mejanya. "Ehh nanti sebelum pergi, kita ganti baju dulu gapapa kan ya?" tanya Gala. "Ya terserah kamu sih, aku mah ngikut aja" jawab Luna.

"Kalo aku ajak ke jurang, ngikut juga gak?" tanya Gala yang mendapat tabokan kecil dari Luna. "Gak usah aneh-aneh deh" ujar Luna membuat Gala tertawa sambil mengusap lengannya, sedangkan Skylar dan Arnav saling menatap. "Guys kenalin,,, teman-teman baru gua, anak MIPA nih bos, senggol dong" ujar Gala kembali mendapat cubitan dari Luna. "Sakit Lun... Aku lapor ke polisi nih ya atas kasus KDRT" ujar Gala. "Heh ngadi-ngadi,,, KDRT apaan ha" ujar Luna membuat Gala tertawa lepas. "Jarang banget gua liat Gala ketawa lepas gitu" bisik Skylar pada Arnav. "Huum" ujar Arnav. Sedangkan tanpa mereka sadari, Aruna menyaksikan semua itu dengan hati terluka. Setelah Gala memperkenalkan Luna dan teman-temannya pada Skylar, Arnav, Angkasa, Aruna, dan juga Aura, mereka pun kembali melanjutkan makan mereka dengan diselingi candaan ringan.

1
Maya Sari
gala slalu bilang maaf n takut kehilangan Luna tp gk peka masih aja pacaran sama Aruna Maruk gala ini ya.
pihak sekolah nya gmna ada tauran di sekolah kok gk panggil polisi sampai ada kasus penusukan bgtu kok anteng aja 🤦
Shadow Girl: pukul aja Gala-nya pukul 😌😌
total 1 replies
Max >w<
Characternya bikin terikat! 😊
paulina
Wajib dibaca!
Mưa buồn
Gila PPnya cakep bangeeet, cepetan thor update lagi please!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!