Season 2 cek IG ilona_shanum
Alexander Brandon Haidar pebisnis besar, yang ternyata memiliki cinta pada seorang gadis SMA dan menikahinya.
Pertemuan pertama berhasil mengetuk pintu hatinya yang beku, menjadikan Angelina Kayla Justin sebagai gadis pertama yang ia cintai, meski jarak usia terlalu jauh yakni 30 dan 17 tahun
Sebuah tipu muslihat Carlos, telah membuat mereka semakin dekat dan menikah. Akankah pernikahan itu berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
" Ambil alih semua aset Carlos dan pindahkan semua atas nama Angel " perintah Brandon begitu ia memasuki ruang kerja kantornya.
" Apa ini serius ?" tanya Pieter terkejut tak percaya.
" Kau bahkan baru mengenal nya, bagaimana bisa kau melakukan hal sebesar ini ? apa kau mulai mencintai nya ?" tambah Pieter yang penasaran di balik alasan Brandon.
" Aku hanya ingin membantu nya membalas dendam pada Carlos dengan memberikannya sebuah kekuatan dan kekuasaan " tegas Brandon mulai mengambil posisi duduk di kursi empuk dengan sandaran tinggi di balik meja kerjanya.
" Tapi dia baru berusia 17 tahun, bagaimana bisa ia mengurus perusahaan ?" tanya kembali Pieter yang tak ingin Brandon mengambil sebuah keputusan yang salah, meski ia tahu jika bos yang juga sahabat nya itu akan selalu mengambil sebuah keputusan dengan sebuah pemikiran yang panjang tentang untung dan rugi nya.
" Aku tahu apa yang aku lakukan sekarang " tekan Brandon menandakan jika tak ada lagi bantahan yang bisa di keluarkan atas keputusan final yang ia buat.
" Baik, tapi apa kau mencintai dia hingga ia pun harus tinggal bersamamu di rumah ? ayo lah kawan jika kau hanya ingin main main maka lepaskan dia karena masih banyak perempuan di luar sana yang bisa kau permainkan " seru Pieter yang begitu terkejut ketika Brandon meminta para pelayan rumah menyediakan ruang pada Angel di rumah mewahnya.
" Entah " singkat Brandon karena memang ia sendiri tak memahami akan perasaan apa yang ia rasakan pada Angel dari hari ia melihat gadis tersebut berlutut di bawah kaki busuk Carlos dengan air mata mengemis yang hingga kini ketika ia mengingat kejadian tersebut ingin sekali diri nya menghabisi Carlos saat itu juga.
" Berhentilah mempermainkan gadis polos itu kawan " tambah Pieter yang tak tega melihat Angel harus menjadi seorang budak pemuas pada usia nya yang sangat muda.
" Kenapa ? kau menyukai nya?" tanya Brandon dingin dengan tatapan tajam ke arah Peiter yang duduk di hadapan nya.
" Aku hanya merasa tak tega melihat nya " jelas Pieter seakan bisa merasakan kesedihan Angel di balik mata indahnya.
Brandon hanya terdiam mendengar ucapan Pieter, Ia mulai berpikir apakah memang yang ia lakukan pada Angel adalah sebuah kesalahan dan memang itu menyakitkan bagi Angel. Brandon yang selama ini terkenal sebagai seorang pebisnis yang kejam dan angkuh, merasakan sedikit kebingungan dalam hati nya yang memang merasa kasihan dan iba dengan nasib Angel, meski ia bukan lah seorang manusia yang peka, namun tiap kali menatap sorot mata Angel entah mengapa hati nya menjadi sangat sakit karena sorot mata penuh dengan kesedihan dan tanpa harapan harus terus ia temui pada mata indah seorang gadis yang mampu membuat nya selalu terbayang setiap ekspresi wajah nya.
Pria penuh kuasa dengan tatapan tajam ke depan masih menyatukkan ke dua sela sela jari tangan yang ia gunakan siku sebagai tumpuan di atas penyangga tangan kursi kerja berwarna hitam yang ia tempati. Pikiran nya yang tertuju pada Angel membuatnya tak mampu berkonsentrasi dalam pembicaraan yang terus di utaran oleh Pieter. Seakan tubuh dan pikiran tak lagi menyatu hanya karena seorang gadis yang menempatkannya pada sebuah perasaan dimana ia tak pernah sekalipun merasakan hal tersebut selama hidup.
Sementara di rumah, Angel ia yang sudah mulai mengemas semua buku pelajaran beserta beberapa pakaian mulai membawa nya keluar menuju ke mobil yang dengan sigap Pak Yudha meraih beberapa kardus barang yang tengah di bawa oleh Angel.
" Terimakasih Pak " seru Angel ketika pak Yudha meraih barang dari tangan kecil Angel.
" Sama sama Nona, apa masih ada lagi ?" sahut pak Yudha mulai memasukkan barang bawaan Angel ke dalam bagasi mobil alphard berwarna putih.
" Tidak pak, sudah cukup karena saya hanya tinggal sementara di rumah Tuan Brandon. " jelas Angel dan bergegas mengunci pintu rumah sederhana yang ia tempati bersama Olivia semenjak mereka terusir keluar dari tempat tinggal Carlos.
Usai mengunci pintu rumah, Angel kembali menghampiri Pak Yudha yang sudah siap di samping mobil mempersilahkan Angel masuk dengan sopan.
" Saya hanya seorang budak Tuan Brandon, jadi saya mohon perlakukan saya dengan biasa saja " pinta Angel yang merasa tak nyaman dengan perlakuan seperti seorang Ratu.
Pak Yudha hanya menyunggingkan senyum di wajah yang memiliki warna kulit sawo matang serta terhias kumis tipis di atas bibir nya. Usai memastikan Angel masuk, pak Yudha mengambil kemudi menuju rumah sakit tempat Olivia di rawat atas permintaan Angel yang telah mendapat persetujuan dari Brandon agar ia dapat mengunjungi serta melihat kondisi wanita yang telah mengandung nya selama sembilan bulan itu dengan mata sendiri.
Sesampai nya di rumah sakit, Pak Yudha memilih untuk menunggu di lokasi parkir rumah sakit sementara Angel mengunjungi sang Mama. Mata yang terhias bulu mata panajang nan lentik itu menangkap sosok Olivia yang sudah tersadar dari tidur panjang nya. Mata yang mulai berkaca kaca menemani langkah cepat Angel memeluk Olivia yang tersenyum bahagia ketika melihat putri nya datang.
" Mama, apa mama sudah sehat sekarang ?" tanya Angel memeluk tubuh Olivia yang terlihat kurus dari sebelum ia sakit.
" Jangan terlalu pikirkan Mama, bagaimana dengan sekolah mu sekarang ? apa kamu masih belum masuk sekolah ? " tanya Olivia karena Angel datang pada jam sekolah.
Angel yang tak berani jujur dengan kehidupan yang ia alami selama Olivia terbaring memilih untuk tetap diam tanpa pernah memberitahukan sang Mama atas nasib buruk yang menghancurkan masa depan nya yang entah akan berlangsung hingga kapan.
" Mama, Angel baik baik saja. Hari ini Angel bangun terlalu siang makanya Angel terpaksa libur " jelas Angel tersenyum dan mulai melepas pelukan dari tubuh sang Mama.
" Baik lah sayang, sekarang yang terpenting kamu sudah ada di dekat mama lagi. Terus bagaimana dengan biaya perawatan mama selama ini ? darimana kamu mendapatkan biaya operasi dan kamar ini ?" tanya Olivia yang tak mengetahui apapun.
" Mama jangan pikirkan hal itu, ada orang baik yang membiayai semua pengobatan mama " jelas Angel yang tak ingin Olivia menjadikan pengobatannya sebagai sebuah beban pikiran dan akan berdampak pada kesehatannya. Angel yang tak mungkin mengakui semua pada Olivia dan tak tahu bagaimana cara nya untuk berbohong memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka berdua agar lebih santai untuk mengobrol tanpa Angel harus berbohong dan Olivia yang terbebani pikirannya.