Vanessa Meidina harus menerima kenyataan kalau ia harus menikah muda dengan dosennya Sendiri Arga Budi Santosa karena ketahuan tidur bersama di ruang kerja milik Arga di kampusnya. Hal itu terjadi bukan karena tanpa alasan, melainkan Arga yang notabennya dosen killer di kampus tersebut, menghukum Vanessa Karena ia lupa tak membawa tugasnya.
bagaimanakah kisah keduanya? apakah pernikahan mereka akan baik - baik saja, sedangkan Vanessa masih punya kekasih, begitu pula dengan Arga?
Yuk ikuti kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut
Sore itu Vanessa bangun dari tidurnya setelah mendengar gemricik air dari dalam kamar mandi kamarnya. Ia yakin, pasti itu suaminya.
Lamat - Lamat Vanessa dapat mengingat apa yang terjadi tadi siang. Saat pria itu meminta haknya dan dengan bodohnya ia malah tidak bisa menolak. Padahal perasaannya masih belum jelas untuk pria itu.
"Ya ampun kenapa gua bodoh banget sih." Ujar gadis itu seraya mengacak - acak rambutnya frustasi. Bagaimana jadinya jika pria itu hanya berkata dusta dan masih mencintai mantan kekasihnya? pikir Vanessa mulai resah.
Sesaat setelah itu Pak Arga keluar dari kamar mandi. Ia heran sendiri melihat ekspresi Vanessa yang terlihat sedih dan tak seceria sebelumnya.
"Kamu kenapa?" tanya Pak Arga serius. Padahal tadi ia tak melakukan kekerasan saat meminta haknya.
"Enggak apa - apa. Buruan sana ganti baju." Balas Vanessa mulai ke mode awal, jutek luar biasa.
"Aku serius tanya kamu kenapa? aku salah apa sama aku?" tanya Pria itu mendadak bingung. kenapa istrinya jadi kembali ke mode awal. Jutek dan ngeselin.
Vanessa tak menjawab, ia lebih memilih bungkam, dan memunguti bajunya yang berserakan di lantai. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung menangis di dalam sana.
"Ya Tuhan, kenapa gua harus ngasih kesucian gua ke dia secepat ini sih? nanti kalau ternyata dia enggak serius sama rumah tangga ini gimana?" gumam Vanessa di sela - sela tangisannya. Ia benar - benar takut pria itu akan meninggalkan dirinya saat dirinya bahkan sudah memberikan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.
Untuk menenangkan dirinya, Vanessa akhirnya memilih untuk berendam di bathub. cukup lama ia di dalam sana, bahkan sampai Pak Arga memanggilnya dari luar pintu kamar mandi.
"Van, keluar. Nanti masuk angin." ujar Pria itu dengan suara cukup nyaring.
"Bentar." Jawab Vanessa. Ia menjawab dengan suara yang juga nyaring.
Pak Arga bahkan sampai geleng - geleng kepala mendengar suara istrinya dari bilik kamar mandi.
"Kenapa sih dia? apa gara - gara aku minta hak ku, dia jadi marah?" tanya Pria itu pada dirinya sendiri. Apa dia salah meminta haknya sebagai suami?
Pria itu lantas keluar dulu dari kamar Vanessa dan menemui Papa dan Mama Vanessa yang baru pulang dari luar kota.
"Sudah pulang Ma, Pa?" tanya pria itu cukup ramah dan sopan pada kedua orang tua istrinya itu.
"Sudah Ga, Vanessa mana? dia enggak aneh - aneh lagi kan?" tanya Mama Ani, sedikit khawatir dengan anaknya yang moodnya gampang sekali berubah.
"Lagi mandi Ma. Vanessa baik - baik saja kok Ma." jawab Pak Arga lalu membuat minum untuk dirinya sendiri.
Sampai waktu makan malam, Vanessa tak kunjung turun, sehingga membuat kedua orang tua Vanessa juga Pak Arga khawatir pada mantan gadis itu.
"Panggil Vanessa Ga. Nanti sakit lagi, kalau tidak makan." Ujar Papa Vanessa dengan wajah begitu datar. Tapi percayalah dia begitu khawatir dengan putrinya.
Pak Arga menganguk saja atas titah dari pria paruh baya itu. Ia langsung naik ke kamar Vanessa dan mendapati istrinya sudah tidur dengan menutup dirinya dengan selimut tebal yang kini menutupi tubuhnya.
"Van, bangun yuk! Makan dulu." Ujar Pria itu seraya mencoba membangunkan istrinya.
Vanessa yang baru saja terlelap langsung terperanjat.
"Kamu mau ngapain?" tanya Vanessa ketakutan sendiri. Mantan gadis itu takut sekali jika pria itu meminta lagi haknya. sedangkan hatinya masih tertinggal pada sang mantan. Ia belum siap hatinya belum lapang.
"Cuman mau bangunin kamu kok. Kenapa kamu setakut itu sih sama aku?" tanya Pria itu masih dalam kebingungan.
"Enggak apa - apa. kamu sana jauhan." jawab mantan gadis itu berdusta.
"Jauhan? maksudnya? harusnya kita makin dekat dong Van? kita kan sudah menyatu tadi." ujar Pria itu malah membahas sesuatu yang sedari tadi membuat Vanessa takut sendiri. Ia takut jika pria itu hanya pura - pura baik, dan akan kembali berhubungan dengan mantan pacarnya. Setelah ia memberikan suaminya.
"Diam, jangan bahas itu lagi." balas Vanessa cepat. Gadis itu langsung bangun dari posisinya. Setelah itu ia mendahului pria itu keluar dari kamarnya.
Pria itu masih bingung, tapi sekarang ia bisa menduga kalau istrinya marah karena meminta haknya.
"Sabar Ga, Sabar.." Batin Pria itu seraya menghela nafasnya panjang.
Pria itu lantas menyusul istrinya ke ruang makan. Dimana ia bisa melihat istrinya sudah duduk dan sedang berbincang hangat dengan kedua orang tuanya.
"Pa, minta satu aja, ATM Vanessa yang papa sita boleh?" tanya mantan gadis itu pada papanya yang sedari tadi memperlihatkan wajah galaknya.
"Nanti aku kasih. Jangan minta - minta papa, kamu tanggung jawab aku sekarang." Jawab Pak Arga cepat.
"Tuh dengar. Kalau mau apa - apa minta Arga." Kata Papa Haris menambahkan.
Vanessa tak menjawab hanya diam saja. Setidaknya ia akan masih bisa hidup hemat tanpa harus meminta apapun pada pak dosen nya itu.
"Van, ambilin makan untuk Arga." intrupsi Mama Ani pada putrinya. Wajar memang putrinya menikah terlalu muda jadi sangat wajar kalau belum tau apa - apa.
"Iya Ma." Jawab Vanessa menurut saja, dari pada kena ceramah panjang kali lembar dari Papa Mamanya.
Dengan malas - malasan, Vanessa mengambilnya satu piring makanan dengan porsi sedang untuk suaminya. Setelah itu ia mengambil untuk dirinya sendiri.
"Kamu makan dikit banget?" komentar Papa Haris, saat melihat putrinya hanya mengambil seperempat saja nasi di piringnya.
"Diet Pah." Jawab Vanessa. Padahal bukan karena diet, tapi karena dia malas untuk makan.
"Kamu tuh, lagi sakit enggak perlu diet." Balas Pak Arga.
"Diam mas, jangan banyak komentar." Ujar Vanessa galak.
"Van, jangan gitu sama Arga dia itu suami kamu. Hormati dia." Ucap Papa Haris serius. Beliau juga menunjukan wajah galaknya.
"Enggak apa - apa Pa." balas Arga seraya tersenyum, walaupun ia gemas sendiri dengan istrinya yang mendadak jadi galak lagi.
Setelah itu mereka semua makan dengan begitu khusyu', apalagi Vanessa hanya diam tanpa berselera dengan makanannya.
Selesai makan Vanessa langsung masuk ke kamarnya, dan tanpa sepengetahuan Pak Arga dia sedang mengangkat telpon dari Roni pacarnya.
[Kamu kok beda sih?] tanya Roni merasa dia berbeda.
[Beda? enggak kok aku tetap lah aku.] jawab Vanessa menyangkal.
[Tapi kamu benaran beda. Kenapa sekarang jarang hubungi aku? kamu sedang sibuk apa? atau kamu kenapa?] tanya Roni masih merasa janggal dengan perubahan sikap Vanessa.
[Kak, besok ada yang mau aku omongin sama kakak.] balas Vanessa mengalihkan pembicaraan.
[Kenapa enggak sekarang?] tanya Roni nampak tak sabar.
[Besok ya. Bye Kak. aku mau istirahat.] Jawab Vanessa lalu dengan cepat mematikan panggilan dari Pacarnya itu, padahal biasa akan di akhiri dengan kata I Love You.
Sungguh tak pernah terpikir dalam benak Vanessa untuk putus dari Roni. Tapi mau gimana lagi? karena ia yakin papanya pasti juga sudah siap memberikan hukuman kalau sampai ketahuan dia masih berhubungan dengan Roni.
🤲🤲🤲🤲
awas nanti jatuh cinta Lo.....🤭🤭🤭