Diva seorang siswa yang dikenal Bodoh sehingga sering tidak naik kelas. Dia terpaksa harus pindah sekolah agar bisa naik kelas. Berharap menjadi lebih baik di sekolah yang baru, Diva justru malah berubah menjadi seorang siswa yang tomboi dan garang.
Bersama dua orang berandals di sekolahnya Diva berhasil merubah hidupnya menjadi lebih menyenangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diva twelve
Beberapa pria kekar berlarian memasuki Bandara saat melihat kedatangan Diva.
Beberapa dari mereka segera mencari lokasi yang akan di lalui gadis itu.
Melihat beberapa pria dengan gerak-gerik mencurigakan membuat
Hara mencium ada sesuatu yang mencurigakan saat tiba di Bandara.
Suasana sepi membuatnya semakin curiga.
*Tak, tak, tak!!
Seorang pria dengan jas hitam berjalan mendekatinya hingga membuatnya terpaksa menghentikan langkahnya.
Ia memandangi Diva yang masih terlelap dalam gendongan Hara.
Tidak jauh berbeda dengan pria itu, Hara memperhatikan sosok pria itu dari ujung kaki hingga kepala.
Dari gerak-geriknya, Hara bisa tahu kalau pria di depannya adalah seorang gengster.
"Siapa dirimu, kenapa begitu banyak orang jahat disekitar mu," gumam Hara
Pria itu tersenyum saat menatap Diva yang masih terlelap. Sekilas wajah gadis itu mengingatkannya dengan sosok wanita yang membuatnya kehilangan ayahnya.
"Sekilas kau begitu mirip dengannya, semoga saja prediksi ku salah," tukas Gandhi
Hara kembali melangkahkan kakinya melewati Gandi. Ia berhenti di depan kursi panjang untuk membaringkan Diva di sana. Ia kemudian meminta Dru meletakkan tasnya untuk menjadi bantal untuk Diva.
Setelah membaringkan Diva di kursi tunggu, Gandhi pun menghampirinya.
Kembali pria itu menatap lekat kearah Diva. Kali ini ia lebih fokus pada kalung yang dipakai gadis itu. Karena penasaran Gandhi kemudian duduk didepannya hanya untuk memastikan kalung yang dipakai Diva sama dengan miliknya.
Hara menepis lengannya saat ia berusaha membuka liontin kalung Diva.
"Jangan pernah menyentuh apapun yang bukan milikmu!" tandas Hara
"Jangan ikut campur jika kau masih sayang dengan nyawamu," jawab Gandi kemudian melepaskan tangan Hara
Gandhi kemudian memperlihatkan kalung miliknya kepada Hara.
Hara tercengang saat melihat kalung pria itu sama dengan milik Diva.
Ia kemudian membuka Liontin kalung itu dan terhenyak saat melihat foto wanita yang bersama Diva.
Seketika Gandhi berkaca-kaca dan memalingkan wajahnya agar bisa menyembunyikan kesedihannya.
Bagaimana kau bisa hamil, kenapa kau tak memberitahuku,
Gumam Gandhi, memandangi wajah Diva.
*Brakkk!!!
Hara segera menoleh kebelakang saat melihat beberapa orang pria berjas hitam berlari kearahnya.
"Sebaiknya kau segera pergi dan tinggalkan tempat ini," ucap Gandhi memperingatkannya
Namun Hara tak mengindahkan ucapannya.
"Aku tidak akan meninggalkan sahabat ku apapun yang terjadi," jawab Hara
"Hahahaha!!" seketika tawa Gandhi menyeruak diikuti anak buahnya yang mengikutinya.
"Kau boleh juga Bocah, sepertinya kau mengingatkan aku dengan seseorang" sahut Gandhi kemudian menarik kerah baju Hara.
"Jangan sok menjadi pahlawan jika kau tidak mau teman-temanmu tewas. Sebaiknya cepat pergi dari sini selagi aku masih berbaik hati padamu!" ancam pria itu kemudian mendorong Hara hingga terhempas ke lantai.
Mendengar suara berisik membuat Diva terbangun. Perlahan gadis itu membuka matanya dan segera duduk.
Ia menguap begitu lebar membuat pria itu tersenyum dan duduk disampingnya.
"Bagaimana tidurmu, nona?" sapa pria itu
"Gara-gara lo berisik gue jadi kebangun kan!" cibir Diva kembali menguap
"Bagaimana kalau kau tidur lagi di mobil kami yang nyaman. Aku yakin kau akan merasa nyaman di sana, daripada tidur di kursi." jawab Gandhi
"Jangan sok tahu deh!" dengus Diva menatapnya nyalang. Ia tahu jika dirinya berada dalam bahaya. Diva menatap ke sekelilingnya.
Ia melihat Hara yang tergeletak di lantai sedangkan Dru dan yang lainnya di sandera oleh para pria berjas hitam.
Ia segera beranjak dari duduknya dan menatap sendu kearah Hara yang meringis kesakitan. Ia berjalan menghampirinya, begitupun dengan Gandhi yang mengikutinya.
Ia kemudian mengaitkan tangannya untuk menggandeng Diva. Namun Diva langsung menepisnya.
"Jangan sok akrab!" dengus Diva kemudian mengulurkan tangannya membantu Hara berdiri.
Lelaki itu kemudian segera menarik Diva namun lagi-lagi gadis itu menepisnya.
*Buugghh!!
Seketika Gandi sempoyongan saat tinju Diva mengenai wajahnya.
Melihat sang pemimpin roboh setelah di hajar oleh Diva, tentu saja membuat anak buah Gandi langsung merangsek maju menyerangnya.
Melihat Diva dikeroyok, Hara pun tak tinggal diam. Ia segera membantunya melawan para gengster tersebut.
Melihat Diva yang begitu gesit melawan anak buahnya membuat Gandhi tersenyum simpul menatapnya.
"Kenapa kau mirip sekali dengannya."
Gandi segera bangun dan melepaskan tinjunya kearah Diva saat melihat anak buahnya hendak melepaskan tendangan kearahnya.
Diva segera menyundul pria itu hingga membuatnya seketika tersungkur.
Menyadari semakin lama jumlah mereka semakin banyak, Hara pun kemudian mengajak Diva untuk meninggalkan tempat itu.
"Jangan pergi!" seru Gandi memperingatkan Diva
Pria itu menyuruh anak buahnya untuk mengejar Diva namun gadis itu berlari secepat kilat meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Dru, Sammy dan Rakha juga berusaha melepaskan diri dari para Bandit yang mengurungnya.
Mereka akhirnya berhasil membebaskan diri dari para penjahat dan bergabung bersama Diva dan Hara.
"Wah aku tidak menyangka ternyata begitu banyak orang yang ingin membunuhku," seru Diva
"Apa kau tahu kenapa bisa begitu?" tanya Dru
"Entah, mungkin karena aku terlalu manis sehingga mereka berusaha memperebutkan diriku," sahut Diva
"Ah yang benar saja, tidak mungkin para gengster itu tertarik pada cewek rata seperti mu!" sahut Dru seketika menertawakannya
Hara kemudian menghampiri Keduanya.
"Sebaiknya kamu di sini saja dan jangan pindah ke luar negeri," ucap Hara tiba-tiba menengahinya.
Ia kemudian mengajak Diva untuk naik keatas motornya. Hara merasa Diva akan aman jika bersamanya.
Sammy berusaha menahan Diva saat gadis itu hendak pergi dengan Hara.
"Jangan pergi Diva, hanya kau satu-satunya yang bisa menyelamatkan istriku," ucap Sammy
Diva seketika menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Sammy.
hara kemana ya 🤔🤔🤔