Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERNIKAHAN
Waktu terus berjalan, kini datanglah hari dimana Desri dinikahi Arkhan. Rumah mewah itu terlihat sangat ramai sekali. Tampak pekerja lalu lalang dengan kesibukan masing-masing. Dan para tamu pun berdatangan, membuat rumah mewah itu seakan menyempit dan sesak.
Di sebuah kamar lantai atas, tampak beberapa orang di dalamnya tengah disibukkan merias Desri. Disana juga ada Yuni, adiknya Arkhan yang sekali-kali berceloteh, kadang nyengir, dan terkadang menekan kedua pipinya dengan kedua tangannya, seolah menyiratkan bahwa dia sedang terkagum-kagum.
Ya, Yuni sangat kagum melihat kecantikan calon kakak iparnya menggunakan gaun bewarna silver terang yang melilit indah tubuh kakak iparnya itu. Gaun itu juga dihiasi payet bebas di beberapa bagiannya untuk menambah keindahan siapa saja yang memakainya. Dan Desri-lah orang yang beruntung kala itu.
Rambutnya yang sepinggang dibiarkan tergerai lurus, tetapi tetap di hiasi mahkota manik-manik mutiara.
Mendandani Desri tidaklah terlalu lama, karna Desri telah memiliki kecantikan alami.
Di bawah, di hadapan para undangan, Arkhan telah duduk dengan sempurna. Arkhan duduk di depan seseorang yang akan menikahkannya dengan Desri di sebuah tempat khusus yang telah dihiasi dengan megahnya.
Awalnya suasana sedikit hiruk pikuk oleh tetamu dan para undangan, tiba-tiba hening dan hanya mengeluarkan decak kagum bagi yang menyaksikan.
Desri turun melewati tangga yang begitu mewah dan juga telah didekor. Dia melangkah begitu anggun sambil digandeng ibunya dan calon adik iparnya.
Tak terkecuali Arkhan, dia memperhatikan setiap langkah Desri yang mengarah kepadanya.
Aku memang pernah melihat pemandangan ini... Tapi kenapa kali ini begitu menyakitkan bagiku?~Gumam Arkhan dalam kekecewaannya.
****
Hampir semua orang di dalam ruangan itu menghela napas lega. Ada juga yang bertepuk tangan dan bahkan ada pula yang bersorak saking senangnya. Setelah Arkhan dan Desri dinyatakan telah sah dan resmi menjadi sepasang suami istri.
Walau aku egois untuk saat ini, setidaknya aku pernah merasakan hari ini... ~ Ujar Desri membatin.
Kenapa seolah-olah aku akan menjaga ikrar ini untuk selamanya ya??~ Gumam Arkhan.
Ini bahkan bukan permulaan, tuan Arkhan~ Gumam Endro, si pengawal itu yang ikut menyaksikan ikatan suci di antara Desri dan Arkhan.
Acara demi acara terus berlangsung, hingga akhirnya para undangan berangsur mengosongkan kediaman Ghani. Arkhan dan Desri pun sudah diizinkan untuk istirahat sejak sore tadi.
Di kamar Arkhan, Desri terduduk di sofa yang dua meter berjarak dari tempat tidur. Arkhan juga hanya sibuk dengan ponselnya.
"Tuan Arkhan ingin saya ambilkan minuman?" Tanya Desri memecahkan kesunyian di antara mereka berdua. Namun Arkhan yang ditanya hanya diam saja.
Lama tak mendapatkan jawaban dari Arkhan, Desri beranjak hendak mengambil minuman keluar.
"Kamu cukup menjadi istriku saja di mata mereka.." Ucap Akhan menghentikan langkah kaki Desri.
"kamu tidak perlu melakukan kewajibanmu, bahkan hal kecil sekalipun... Ingat batasanmu, kamu hanya sebatas istri bayaran." Tambah Arkhan dengan penuh penekanan.
Jelas sekali kata-kata itu menyakitkan bagi Desri. Desri hanya terdiam tak menyahuti.
Harusnya aku sudah siap dengan hal ini... Dengan kata-kata siapapun yang menyakiti perasaanku, termasuk tuan Arkhan sendiri~ Gumam Desri menenangkan dirinya agar tak ada air-air bandel yang menyelinap keluar dari telaga matanya yang indah itu tanpa seizinnya.
Desri berbalik arah menuju kopernya yang sudah terletak disana dari tadi. Dia bergerak membuka koper itu dan mengambil sepasang piyama lengan panjang dari dalamnya. Setelah itu Desri bergegas masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Di dalam kamar mandi yang sepertinya kedap suara itu Desri menangis sejadi-jadinya.
Aku akan sabar hingga waktu memintaku untuk berhenti.~ Gumam Desri lirih.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.