NovelToon NovelToon
PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Nis Ca

Yu Wuxian harus menerima kemalangan hidupnya karena melindungi seorang anak keturunan penguasa.

Untuk melindungi identitasnya serta memperkuat pertahanannya, Yu Wuxian harus berguru di sebuah sekte kebenaran. Sayangnya, semua tak berjalan semestinya. Yu Wuxian selalu diejek karena lemah dan mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari rekan-rekannya. Hingga suatu hari, dia menemukan sebuah benda magis yang membuat rekannya ketakutan. Namun, benda itulah yang membuat Yu Wuxian dituding sebagai mata-mata sekte iblis.

Bagaimanakah kelanjutan kisahnya?

Akankah Yu Wuxian dapat membela dirinya, di samping tuduhan-tuduhan yang mengarah kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Nis Ca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ORGANISASI TERSEMBUNYI

“Aku memang orang bodoh. Oleh sebab itu, aku selalu bertindak tanpa berpikir. Aku harus menyelamatkannya!” cetus Wuxian. Ia masih saja keras kepala dan bersikeras ingin menyelamatkan seorang anak yang terperangkap di dalam api.

“Bodoh! Terserah kau saja. Lakukan apa yang kau inginkan. Jika kau ingin mati, jangan seret aku mati bersamamu. Aku masih memiliki tujuan hidupku. Aku tidak akan mati hari ini.” Huang Chao pum akhirnya menyerah atas Wuxian. Dia melepaskan Wuxian dan membiarkannya untuk menyelamatkan seorang anak yang terperangkap di dalam api.

“Aku juga memiliki tujuan yang masih belum tercapai. Sesuai dengan apa yang kau katakan, aku tidak akan mati hari ini. Tidak semudah itu. Hari ini bukanlah hari kematianku!” cetus Wuxian dengan percaya diri.

Setelah menyelesaikan perkataannya, Wuxian pun segera mencari cara untuk menerobos pintu yang tertutup oleh api itu. Setelah berhasil, tanpa pikir panjang, Wuxian pun masuk ke dalam rumah itu hanya untuk menyelamatkan seorang anak kecil berkisar umur 6 tahunan.

“Asishhh! Dasar anak bodoh. Dia lebih merepotkan dari yang kukira,” gerutu Huang Chao.

“Kakak … siapa kau?” tanya anak kecil itu kepada Wuxian, ketika Wuxian datang menghampirinya. Anak kecil itu pun akhirnya berhenti menangis.

“Aku akan membawamu keluar dari sini. Aku akan menyelamatkanmu.” Ucapan Wuxian berusaha menghibur anak itu.

Wuxian menggendong anak kecil itu dan membawanya berjalan ke pintu keluar. Namun, dinding kayu yang membakar rumah itu mulai rapuh dan terjatuh menutupi pintu. Pintu untuk mereka keluar pun akhirnya tertutup oleh api yang menyala semakin besar.

BRUAKKK!!! Tiba-tiba terdengar suara nyaring dari arah kanan. Ternyata, di balik suara itu, ada Huang Chao yang beraksi untuk menyelamatkan mereka.

Huang Chao menghancurkan tembok rumah itu dan membuat jalan agar Wuxian dan anak yang ada di gendongannya berhasil keluar dari sana.

“Kak Chao … .”

“Tunggu apa lagi? Cepat keluar! Aku tidak ingin mencium aroma manusia panggang dari tubuh kalian,” cetus Huang Chao.

Bersama dengan seorang anak yang ada di gendongannya, Wuxian akhirnya berhasil membawanya keluar dari sana. Ketika telah berhasil keluar, Wuxian pun menurunkan anak yang ia gendong ke tanah.

“Kak Chao, bukankah kau bilang … .”

“Aku memang tidak ingin mati bersamamu, tapi bukan berarti aku akan meninggalkanmu mati terpanggang dengan api itu. Merepotkan! Hanya anak lemah saja sok ingin menjadi seorang pahlwan!” Huang Chao yang kesal pun langsung mengomeli Wuxian tanpa memikirkan apa yang ia katakan, karena ia sengaja mengatakan semua hal itu.

“Kak Chao, maaf karena aku merepotkanmu. Kau bisa saja meninggalkanku dan menyelamatkan dirimu keluar dari Kota ini.” Wuxian merasa bersalah karena baru saja membuat Huang Chao harus menyelamatkannya.

“Hei! Sudah kubilang, aku akan melindungimu. Sekarang, aku adalah saudaramu. Bagaimana mungkin seorang saudara meninggalkan saudaranya sendiri, ha?!” celetuk Huang Chao.

Wuxian tersenyum tatkala mendengar pernyataaan dari Huang Chao. Ternyata, bukan hanya dirinya saja yang telah menganggap keselamatan Huang Chao lebih penting, tetapi Huang Chao pun menganggap keselamatan Wuxian sangat penting.

“Sudahlah! Berhenti membahas hal ini. Yang harus kita pikirkan saat ini adalah… cara keluar dari Kota ini. Benar-benar sudah terlambat. Tidak tahu apakah api sudah memblokir jalan keluuar Kota atau belum. Kita tidak bisa keluar dari jalan utama. Kita harus mencari jalan pintas lain. Ayo!” himbau Huang Chao.

Huang Chao memimpin jalan, diikuti Wuxian yang menggandeng seorang anak kecil yang baru saja diselamatkan olehnya. Di tengah kobaran api yang perlahan semakin besar, para penduduk Kota berlarian, huru-hara menyelamatkan nyawa mereka masing-masing. Tidak perduli dengan hal lain. Mereka semua yang ada di sana hanya ingin keluar dari sana hidup-hidup, karena hawa api yang semakin besar itu menjadi sangat panas.

***

“Sesuai dengan yang Anda perintahkan. Kami telah berhasil menghancurkan Kota sebagai alat peralihan,” lapor salah seorang pria berpakaian serba hitam, dengan wajah tertutup, kepada seserang yang tengah berdiri membelakanginya.

“Bagus… dilakukan dengan baik,” ucap pria yang berdiri membelakangi pria berpakaian seraba hitam itu. Ia terlihat sangat puas, dengan senyum tersungging yang terlukis di wajahnya. “Bagaimana dengan hal lain yang kuperintahkan? Apa kalian mendapatkannya?” tanyanya.

“Tuan, kami terlambat selangkah. Dia membawa benda itu kabur dari Kota ini. Entah bagaimana dan lewat mana dia pergi, sayangnya dia berhasil melarikan diri,” jelasnya.

Seorang pria yang tak lain adalah pimpinan atau seorang Tuan itu terdiam seketika. Senyum tersungging yang terlukis di wajahnya pun langsung menghilang begitu saja, digantikan dengan geraman yang terdengar dari gigi gerahamnya yang menggertak.

“Berani sekali dia kabur. Tidak bisa dibiarkan terus seperti ini. Benda yang dia bawa adalah kunci dari semua benda yang berhasil kita kumpulkan selama ini. Tidak boleh kehilangannya lagi. Hidup atau mati, kita harus menangkapnya dan merebut benda yang ada di tangannya!” cetusnya geram. “Karena misi gagal, kita harus segera pergi dari Kota ini. Penyelidikan tentang keberadaannya harus terus dilakukan. Dia bisa bersembunyi, tapi tidak dengan lari. Semua, kita pergi ke target selanjutnya!” himbaunya kepada para bawahannya.

Bawahan dari pria yang disebut ‘Tuan’ itu adalah sekelompok pria berpakaian hitam dengan penutup wajah misterius yang menutup wajahnya. Senjata yang mereka gunakan pun bukanlah senjata biasa, melainkan senjata tajam yang kejam terhadap musuh, juga kejam terhadap diri mereka sendiri. Ya, mereka adalah orang-orang yang menghancurkan Kota Yi dan membuat Kota Yi dilahap api besar yang berkobar.

Ketika mereka tidak mendapatkan barang yang mereka inginkan, mereka pun meninggalkan Kota Yi yang berhasil mereka hancurkan. Sudah dipastikan, mereka akan pergi ke suatu tempat yang di mana tempat itu akan mereka hancurkan pula.

Rumor tentang kekacauan yang disebutkan oleh kelompok itu pun telah beredar di dunia Jianghu. Para pendekar curiga bahwa tujuan mereka menghancurkan satu tempat ke tempat lain tidak akan sesederhana itu. Telah terlintas pula dalam pikiran para sekte kebenaran bahwa kelompok sadis itu menginginkan sesuatu yang sangat besar sebagai tujuan akhir mereka. Entah apa yang mereka inginkan, target mana saja yang akan mereka hancurkan, dan siapa sebenarnya identitas mereka.

Pergerakan kelompok itu sangat misterius, sadis, dan cekatan. Mereka selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka tidak pernah menetap di satu tempat, ataupun memiliki markas mereka sendiri. Tidak tahu di mana markas utama mereka sebenarnya. Dan juga, setiap tempat atau daerah yang mereka singgahi, maka alamat kehancuran tempat itu sudah dapat dipastikan dan tak dapat dihindari

"Hancurkan tempat ini dan persembahkan untuk pimpinan! Serang!!!"

***

1
Risna Ranga
ceritanya bagus cuma terlalu berbelit..
Roni Sakroni
rubah wataknya biar cepet kuat..... bodoh dipelihara .....
Roni Sakroni
wu Xian ternyata idiot banget. semua tidak tahu dan tidak mau mencari tahu...
Roni Sakroni
benar benar goblok banget
Roni Sakroni
tidak ingin jadi beban tp keras kepala kau wu
Roni Sakroni
klompok sadis dan sangat edan
anggita
like👍 aja, 💪 terus berkarya.
anggita
yu wuxian.. 👏
anggita
pohon🌳 hantu👿 seribu meter...
Rizal Hatake
terlalu membosan kan alur nya
QUEEN: maaf baru menyesuaikan diri, perlu banyak belajar lagi. Terimakasih masukannya 😊
total 2 replies
Mayang Sarie
ngaku sesuai dengan tajuk mc nya..😃
Zahira Valen
bagus Thor,,,,lanjutlah
QUEEN: oke, tunggu kelanjutannya, ya🤗
total 1 replies
udenk
kok dobel?
QUEEN: maaf bab ini kesalahan publish
total 1 replies
Muji Aji
ceritanya bertele tele
QUEEN: maaf masih belajar bikin cerita yang lebih seru dan lebih baik lagi. Terimakasih dukungannya😊
total 1 replies
Samsul Rizal
okk
Samsul Rizal
ok
QUEEN
Maaf ya ges kalo bahasa novel ini terlalu sederhana kayak bahasa novel terjemahan. Masih banyak kekurangan dalam novel ini karena totor juga baru belajar meraba-raba. Masih cupu, bukan suhu 😅
udenk
naaah dah mulai rame ini
udenk
sampe sejauh ini blm ada yg seru dari cerita ini. kelamaan menjadi kuatnya
QUEEN: Konflik baru muncul lagi di sekitar ep 50 baru kekuatannya muncul
total 1 replies
Tikno Wijaya
update 1 jadi malas bacanya padahal bagus
QUEEN: Bacanya kalau episode dah banyak aja 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!