NovelToon NovelToon
Kesepian

Kesepian

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"

"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"

Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.

Saat hubungan mereka kembali membaik, masalah baru muncul lagi karena Qaynaya dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Doni, yang merupakan sahabat Djani.

Setelah pernikahan Doni dan Qaynaya, apa yang akan dilakukan oleh Djani? apakah dia akan merebut Qaynaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAH

"SSAAAHHH"

Terdengar bunyi tepuk tangan bersamaan dengan sampainya Djani ketempat itu, kepala dan badannya berdarah-darah, mobil yang dinaikinya juga tampak ringsek di bagian depan nya, Djani berjalan sempoyongan menuju kearah Qaynaya.

"Qay, jangan lakukan ini padaku, aku mohon kembalilah padaku!" jeritan pilu dari Djani terdengar, dia dihalangi oleh keluarga Doni saat mencoba untuk menggapai Qaynaya.

Qaynaya menangis melihat kondisi kekasihnya, lalu berniat untuk mendekati Djani, tetapi tangannya ditahan oleh Lilis yang dari tadi berada disebelahnya.

"Kasian Djani ma, dia sedang terluka, biarkan aku menolongnya!" Qaynaya histeris hendak melepaskan tangan Lilis yang memegang erat lengannya, Qaynaya semakin histeris saat melihat Djani dipukuli oleh keluarga Doni, saat-saat terakhir sebelum Djani kehilangan kesadarannya, Djani dan Qaynaya saling bertemu pandang, Qaynaya yang masih terus menangis karena tidak sanggup menolong Djani terus menatap kekasihnya itu, saat ini bahkan bukan hanya Lilis yang memeganginya tetapi juga mamanya Doni.

"Djani, Djani!" Qaynaya terus memanggil nama kekasihnya dan terus berusaha melepaskan diri dari mamanya sendiri dan juga dari mamanya Doni.

Terlihat air mata Djani berlinang melihat kearah kekasihnya, dia yang sebelumnya telah kehilangan banyak darah karena mengalami kecelakaan yang disebabkan dia mengebut, sekarang ditambah dipukuli, tubuhnya tidak kuat lagi, setelah mengucap lirih nama kekasihnya, Djani lalu ambruk dan pingsan.

Djani membuka matanya, kepala dan tangganya telah diperban, Rini terus berada disamping anaknya, sementara ayah Djani telah kembali lagi ke luar negeri, karena pekerjaannya tidak bisa lagi ditinggalkan.

"Djani, kamu sudah sadar sayang, apa kamu mau minum" tanya Rini.

"Qay, Qay" Djani berucap lirih mencari kekasihnya, melihat itu air mata Rini tidak bisa tertahankan lagi, Rini menangis lalu menggenggam tangan anaknya untuk mencoba menguatkan.

"Ma, dimana Qay?" tanya Djani lagi, tentu saja Rini tidak bisa menjawab, karena dia tau kalau Qaynaya telah sah menjadi istri orang lain.

"Tidak mungkin ma, malam itu pasti hanya mimpi buruk, Qay tidak mungkin Setega itu padaku" Djani semakin frustasi melihat reaksi mamanya, Djani memang ingat bahwa kekasihnya malam itu telah melakukan pernikahan dengan Doni, tetapi Djani pikir, Qaynaya akan membatalkannya setelah melihat kedatangan nya.

"Djani, tenang sayang, ada nama disini"

"Ma, aku mau Qay, aku mau Qay, bawa Qay padaku!" Djani berteriak histeris dan menarik selang infusnya, tidak memperdulikan rasa sakitnya dan berniat turun dari ranjangnya untuk bisa segera mencari Qaynaya.

Rini menangis melihat anaknya, lalu memencet bel untuk segera memanggil dokter, sesaat sebelum Djani bisa keluar dari ruangan, dokter dan para perawat telah datang dan membawa kembali Djani ke atas ranjang nya, karena Djani yang terus berontak, akhirnya dia di suntikkan obat bius supaya tenang.

"Sampai kapan ini akan terjadi dok?" tanya Rini, sebenarnya ini sudah kedua kalinya Djani sadar semenjak masuk kedalam rumah sakit, tetapi saat sadar tetap saja Qaynaya yang dicari oleh Djani.

"Sampai dia bisa menerima kenyataan" jawab dokter itu lalu mengusap bahu Rini untuk menguatkan nya.

Kondisi Djani tidak ada perubahan, bahkan lukanya juga semakin susah disembuhkan karena tubuhnya sangat lemah, Rini lalu memutuskan membawa Djani keluar negeri.

Sudah satu bulan sejak pernikahan Qaynaya dan Doni, mereka menempati apartemen Qaynaya, karena Qaynaya tidak mau diboyong ke rumah Doni, setelah kejadian malam pernikahan kelabu bagi Qaynaya, dia tidak pernah lagi bertemu dengan Djani.

Malam itu setelah Djani pingsan, dia lalu dilarikan ke rumah sakit, Qaynaya sering melihat dari kejauhan saat Rini tidak di ruangan Djani, itu juga dia lakukan secara sembunyi-sembunyi.

Tetapi setelah kepergian Djani keluar negeri, dia tidak tahu lagi kabar dari kekasihnya itu, Qaynaya hanya bisa menangis setiap malam mengingat kenangan nya bersama Djani.

Walaupun hubungan mereka sempat mengalami kerenggangan karena kesibukan masing-masing, tetapi hati mereka tetaplah saling cinta.

🌹 Flashback 🌹

"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"

"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"

Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.

Saat itu Djani dalam masa promosi jabatan nya, sehingga dia jarang mempunyai waktu bersama dengan Qaynaya, sementara Qaynaya sendiri yang sering diabaikan oleh Djani menjadi malas untuk menghubungi duluan pada kekasihnya itu.

Disaat ada permasalahan dengan Reina barulah ada konflik sehingga membuat mereka menyelesaikan masalah itu hingga hubungan mereka menjadi kembali dekat, tetapi saat hubungan mereka baru saja membaik, datang masalah lebih besar, hingga mereka harus benar-benar terpisahkan.

💙 Flashback End 💙

Malam ini Qaynaya menangis didalam kamar nya seperti biasanya, suaminya sedang lembur bekerja dan belum pulang, apalagi karena kepergian Djani, membuat jabatan yang selama ini milik Djani yaitu sebagai ketua tim, saat ini menjadi wewenang Doni.

Qaynaya menangis didalam selimut dengan foto Djani dalam dekapan nya, saat terdengar bunyi pintu apartemen dibuka, Qaynaya langsung terdiam karena sadar itu Doni yang telah pulang.

"Qay, apa kamu sudah tidur?" tanya Doni, Qaynaya tentu dengan jelas mendengar suara suaminya, tetapi dia pura-pura tidak mendengarkan, Doni lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.

"Qay, Qay" Doni kembali memanggil istrinya, tetapi tetap saja tidak ada jawaban apapun, Doni lalu mencoba untuk tidur, dia sangat lelah sepulang bekerja, dia sangat berharap, disaat kepulangan dirinya, dia akan disambut oleh istri cantiknya, tetapi sepertinya itu hanyalah harapan kosong belaka.

"Sampai kapan kamu akan seperti ini Qay? sampai kapan kamu akan terus mengingat lelaki itu?" batin Doni sebelum menutup matanya mencoba tidur didalam kesunyian dan dinginnya malam.

Qaynaya merasa lega karena suaminya tidak lagi memanggilnya, dia sudah bersiap dengan memegang sesuatu di bawah bantal nya kalau-kalau suaminya itu mendekat, saat hanya mendengarkan kesunyian malam, Qaynaya menjadi tenang lalu menyimpan kembali sesuatu yang dari tadi dia genggam.

Qaynaya mencoba untuk tidur setelah tau bahwa suaminya sudah tidur, malam dingin yang sunyi, kesepian merasuki jiwa Qaynaya, dia terus merindukan Djani, dan tertidur disaat dia lelah karena terus mengingat kekasihnya.

Bunyi alarm membangunkan Qaynaya, dia yang sebenarnya masih sangat mengantuk karena tidur terlalu larut, tidak memperdulikan kondisinya sendiri, walau tubuhnya masih dingin belum merasakan hangatnya selimut karena dia baru tidur sebentar saja, Qaynaya langsung menuju kamar mandi, untuk menyirami tubuhnya dengan air dibawah shower, supaya badannya kembali segar.

Qaynaya keluar dari dalam kamar lalu menuju dapur untuk membuat sarapan, walaupun dia tidak mempunyai perasaan apapun terhadap suaminya, tetapi dia tetap saja membuatkan sarapan juga untuk suaminya.

"Pagi ini kamu membuat apa sayang?" tanya Doni

"Nasi goreng" jawab Qaynaya singkat.

Sungguh bukan pemandangan indah layaknya pasangan pengantin baru, mereka terlihat sangat kaku.

1
վմղíα | HV💕
baru Alex terdiam setelah tau siapa orang tua Aron
վմղíα | HV💕
qay teringat masa muda dia mendengar cerita anak dia
վմղíα | HV💕
qay sangat sabar menjawab pertanyaan anaknya
վմղíα | HV💕
sudah lupa mas jawab 😂
վմղíα | HV💕
guru mata duitan dikasih sogokan langsung bungkam.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu takut kalau ayah dia dalam bahaya.
mom mimu
dua 🌹🌹 penyemangat meluncur, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua iklan mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
aku mampir lagi kak 🤗🤗🤗
վմղíα | HV💕
masih bisa tertawa kamu pak tunggu saja kelanjutannya 🤭
վմղíα | HV💕
tunjukkan kau siapa Djani biar mereka tau😂
վմղíα | HV💕
bagus Djani kamu hebat 👍
վմղíα | HV💕
guru apa seperti itu, masak murid nya baku hantam diam saja.
վմղíα | HV💕
gitu baru bagus Aron kamu harus melawan.
վմղíα | HV💕
teman Aron minta ditabok mulutnya.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu lemah, Djani pasti membuat perhitungan kepada teman Aron yang mengejek dia.
վմղíα | HV💕
Aron mencoba membuat mama dia tidak terlalu kepikiran.
վմղíα | HV💕
mesranya mereka jadi iri melihat Djani sama Qay 😂
վմղíα | HV💕
Qay selalu berpikir positif tidak mau berburuk sangka
վմղíα | HV💕
3 iklan meluncur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!