NovelToon NovelToon
Salah Lamar

Salah Lamar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:957k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kak Farida

Ramzi mencintai seorang gadis, dia salah satu anak Kiai Amar. Kiai Amar mempunyai 3 putri, putri pertama sudah menikah. Ramzi menyukai salah satu putri Kiai Amar yang belum menikah.
Niat untuk melamar diutarakan kepada sang Abi yaitu Kiai Afnan, mereka langsung menyegerakan niat baik Ramzi tersebut. Tapi sang Abi salah melamar, yang Ramzi cintai Ning Delisha, tapi sang Abi melamar Ning Inayah.

Apakah pernikahan mereka akan bahagia dengan diawali tanpa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boleh Aku Menciummu?

Inayah keluar dari kamar dengan perasaan sakit hati, tapi ia tetap mengukir senyuman di bibirnya ketika bersama dengan Ummi Laila. Ia tak mau mertuanya itu tahu akan permasalahan rumah tangganya.

Pernikahan ini ada memang suatu perjodohan. Salah satu sebab kenapa Inayah menerima lamaran Ramzi. Karena ia melihat Ummanya sudah gelisah akan jodoh dirinya. Berkali-kali lamaran yang datang kepada Inayah, semua ditolak sedangkan adiknya Delisha sudah menerima lamaran seorang Ustadz. Ketika melihat Ramzi datang untuk melamarnya, ia tetapkan hatinya agar akan jatuh cinta terhadap Ramzi.

"Ummi kita mulai yok, ajarin aku yah Ummi," ucap Inayah.

"Bismillah, ayo kita mulai," ucap Ummi Laila.

Inayah mulai memasak sesuai arahan Ummi Laila. Sambil bercerita tentang Ibu Ratna yang ditolong oleh Inayah.

"Tadi kata kamu, ada seorang ibu yang kamu tolong, bagaimana ceritanya?" tanya Ummi Laila.

"Tadi ada seorang Ibu yang epilepsinya kambuh Ummi, kira-kira seumuran Ummi," Inayah memulai cerita.

"Epilepsi sebuah penyakit apa yah?" tanya Ummi.

"Ayan, yang tiba-tiba tubuhnya kejang-kejang lalu hilang kesadaran," jawab Inayah.

"Masya Allah, lalu bagaimana Ibu itu? apa gak ditemani anaknya?" tanya Ummi Laila.

"Gak ada yang temanin Ummi, bahkan dijadikan tontonan oleh orang-orang yang ada di pasar," cerita Inayah.

"Ya Allah, akhir jaman sekarang memang gitu yah Ina, orang kecelakaan malah divideoin, difoto-foto. Seharusnya mereka memanggil pegawai medis," ucap Ummi kesal.

"Alhamdulilah, takdir Allah. Kamu ada di pasar itu. Jadi kamu bisa menolong Ibu itu," sambung Ummi.

"Epilepsi bisa menyebabkan kematian Ummi. Jadi Ina punya pasien, semasa hidup check up sama Ina. Ina mendapatkan kabar pasien Ina itu meninggal. Karena epilepsinya kambuh ketika dia sedang di kamar mandi. Keluarganya tidak mengetahui. Pas epilepsinya kambuh, tubuhnya kejang-kejang kepala jatuh di bak mandi yang berisi air. Keluaganya baru mengetahui ketika dia sudah meninggal karena kepalanya masuk ke bak air kamar mandi, gak bisa bernafas dan meninggal," cerita Inayah.

"Inalilahi waina ilaihi rojiun, artinya bahaya juga yah penyakit epilepsi," ucap Ummi.

"Iya Ummi, tadi Ina kasih saran sama Ibu itu. Jika keluar ada yang menemani dia," ucap Inayah.

Tanpa terasa soto gentongnya pun sudah matang. Sangat harum baunya.

"Sentuhan terakhir, kucainya kamu iris tipis-tipis lalu taburkan ketika soto gentongnya ingin disajikan," ucap Ummi.

"Alhamdulilah selesai Ummi Soto gendongnya, Ummi mau tempe goreng?" tanya Inayah.

"Ndak usah, soto gendong cukup," jawab Ummi.

Inayah mengambil kuah soto gendong 1 sendok lalu diberikan kepada Ummi untuk cek rasa.

"Bagaimana Ummi sudah pas?" tanya Inayah.

"Subhanallah, rasanya 2 kali lipat lebih enak daripada buatan Ummi. Kamu memang mantu idaman Ummi." Ummi membelai pipi Inayah.

Inayah menata 4 mangkuk soto gentong di meja makan. Juga dengan nasi yang hangat dari magic come. Menyiapkan teh tawar hangat untuk di minum bersama. Makan malam kali ini sangatlah sederhana tapi istimewa.

"Ummi matanya bagaimana?" tanya Inayah.

"Masih terasa sakit," jawab Ummi.

"Nanti sebelum tidur, Ina pakaikan salep lagi yah," ucap Inayah.

Pada saat waktu makan malam, semua berkumpul di meja makan, tanpa memanggil satu sama lain untuk datang ke meja makan. Inayah duduk di samping Ramzi, kedua pasangan ini hanya terdiam tidak mengucapkan satu katapun. Inayah menyediakan nasi di piring Ramzi dan di sebelah piring ada soto gendong buatan Inayah.

"Soto gentongnya enak banget Ummu," ucap Abu Afnan.

"Jelas enak dong Abi, yang masak mantu kesayangan Ummi. Ini menu spesial untuk Ramzi katanya," ucap Ummi.

Inayah batuk mendengarkan perkataan Ummi.

'Aku masak bukan untuk Gus, tapi ini Ummi yang menyuruh aku,' batin Inayah.

"Ramzi, istrimu keselek tuh. Ndak peka banget kasih air," ucap Ummi.

Ramzi mengambilkan air untuk Inayah.

"Kok Ummi curiga dengan kalian deh, Ummi lihat dari awal sebelum makan kalian ini ndak berkomunikasi," sambung Ummi.

"Kita baik-baik aja kok Ummi, iya 'kan sayang." Ramzi menyentuh tangan Inayah, dan memberikan kode dengan matanya.

"I...iya Ummi, kita ndak marahan kok," ucap Inayah.

"Ah Ummi masih ndak percaya, masih ada yang mengganjal di hati Ummi," ucap Ummi Laila.

"Sayang, cobain punya aku deh." Inayah menyuapi Ramzi dari piringnya.

"Ehmm enak masakan kamu Sayang," Ramzi menerima suapan dari Inayah. Ramzi membersihkan bekas nasi di bibir Inayah, "Ih, kamu kalau makan seperti anak kecil deh,"

'Gus ini, ngapain sih nyentuh bibir aku segala,' batin Inayah.

"Nah, Ummi kalau begini percaya. Jadi ingat masa muda Ummi dan Abi dulu," ucap Ummi Laila sambil tersenyum.

Meja makan malam ini sebagai saksi, ada drama suap-suapan antara Inayah dan Ramzi. Setelah selesai makan Inayah membersihkan piring-piring kotor lalu langsung pergi ke kamar.

Ia melihat Ramzi yang sedang memainkan handphonenya. Ramzi menyadari Inayah sudah berada di dalam kamar.

"Sudah bantu-bantu Umminya?" tanya Ramzi.

"Iya sudah selesai," jawab Inayah.

"Terima kasih soto gentongnya, rasanya enak," ucap Ramzi dengan tulus.

"Iya sama-sama," ucap Inayah singkat.

"Tadi sehabis ke pasar kamu memang kemana?" tanya Ramzi.

Ramzi masih penasaran kemana Inayah pergi, sampai pulang sangat telat. Karena ia tidak mau bertanya-tanya dalam hatinya terus yang menyebabkan shudzon, maka ia berpikir lebih baik mencoba bertanya kembali.

"Kenapa memangnya kamu mau tahu? bukankah kamu tidak peduli denganku?" tanya Inayah.

"Kamu sudah aku nikahi, dan Abahmu sudah menyerahkan tanggung jawabnya kepadaku. Jadi aku berhak tahu, jika kamu berada di luar yang jauh dari jangkauanku. Kamu kemana dan dengan siapa?"

"Tadi di pasar ada seorang Ibu yang epilepsinya kambuh, aku membantu dia dan mengantarkan dia pulang. Karena aku khawatir jika aku membiarkan dia pulang sendirian. Untuk itulah aku telat untuk pulang ke pesantren. Maafkan aku yang tidak mengabarimu sebelumnya," ucap Inayah.

Ramzi berdiri dan mendekatkan dirinya dengan Inayah. Tanpa Inayah harapkan, Ramzi langsung memeluk Inayah dari belakang. Ini pelukan pertamanya setelah 2 minggu dinikahi oleh Ramzi.

"Kamu tidak marah 'kan, aku peluk seperti ini?" tanya Ramzi.

"Ada apa kamu memeluk aku?" tanya Inayah.

"Memangnya seorang suami ketika memeluk istrinya harus punya alasan terlebih dahulu?" tanya Ramzi kembali.

"Yah kamu aneh aja Gus, tadi sebelum makan malam kamu marah dan mengucapkan bahwa kamu tidak mencintaiku," ucap Inayah.

"Yah soal perasaan bagaimana yah, aku juga sempat marah karena kamu pulang tekat?"

Ramzi tiba-tiba mengecup kepala Inayah yang masih menggunakan hijabnya.

'Astagfirullah, ini Gus Ramzi apa-apaan sih? kenapa dia memeluk dan mencium kepalaku? apa dia mau meminta haknya malam ini? ah ndak...ndak...aku mau melakukan itu ketika dia mencintaiku,' batin Inayah.

Inayah mulai ketakutan. Karena dia sadar, walaupun Ramzi belum mencintainya tapi Ramzi berhak untuk mendapatkan haknya.

Ramzi membalikkan tubuh Inayah.

"Kamu ketakutan? kenapa tubuhmu tiba-tiba gemetar. Tenang aku tidak akan meminta hak ku. Jikalau Allah mengizinkan suatu nanti hatiku berlabuh di hatimu maka baru aku akan meminta hak ku kepadamu," ucap Ramzi.

Perkataan Ramzi sontak membuat tubuh Inayah membeku, dia tak menyangka dirinya mendengar langsung dari mulut suaminya, yang dari awal menikah suaminya sudah mengatakan dia mencintai perempuan lain. Tanpa dia sadari butiran air dari kelopak matanya turun begitu saja. Ramzi menatap wajah Inayah yang saat ini sudah basah dengan air matanya.

"Maafkan aku," ucap Ramzi, sambil menghapus air mata Inayah dengan tangannya.

Inayah menatap mata Ramzi, ia tatap mata suaminya dengan lekat.

"Boleh aku menciummu?" tanya Ramzi.

Inayah tak percaya dengan pertanyaan Ramzi yang meminta izin untuk mencium dirinya.

Bersambung

Apa-apaan ini si Ramzi? haduh...buat Inayah bingung.

***

Hai pembaca tersayang, terima kasih sudah membaca. jangan lupa bantuan like, vote, love, komen follow aku juga yah.

Cek novelku yang berjudul 5 tahun menikah tanpa cinta. Tidak kalah seru loh...

Love you semua

1
Jolanda Lengkey
suka deh sama ceritanya/Grimace/
Jolanda Lengkey
baca dong
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Jolanda Lengkey
/Cry//Cry//Cry/
Jolanda Lengkey
kacian si jomblo
Jolanda Lengkey
/Wilt//Wilt//Wilt/
Jolanda Lengkey
jangan pergi do g inayah/Grimace/
Jolanda Lengkey
manten baru/Tongue//Grin/
Rahimab Ima
Luar biasa
Rahimab Ima
masih disini
Rahimab Ima
jejek
Jetva
itulah cinta...kadang buta kadang terang benderang...cemburu tanpa penjelasan akan merugikan diri sendiri...
Naira Zidni
😭😭deg deg kan,terharu.cqmpur aduk pokoknya thor
Yani
Mampir ah....
Teten Suryani
typo Thor, tulang bukan tukang🤣🤣
xia~xiaoling
KuraNg seru thor..maaf ya thor...kurang greget.
xia~xiaoling
buat pisah aja ..harus e thor
Nurhayati Nia
ya alohh kamu salah paham inayahh
Nurhayati Nia
mampir thorr
Alsava Delina
Lumayan
Afnina Helmi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!