Alana Dhira Lesham telah berpacaran selama 2 tahun dengan Devano Arlots, calon ceo muda di perusahaan papanya.
hingga mereka memutuskan ke jenjang pernikahan.
namun sehari sebelum pernikahan. Devan membatalkan pernikahan dengan alasan Dia telah menghamili wanita lain, yang tak lain adalah Karina. rivalnya saat sma serta kuliah.
saat itu pula alana mengetahui jika dirinya tengah mengandung anak dari devan.
dengan perasaan kecewa Alana pergi keluar negeri tanpa memberitahu kebenarannya pada devan. Dan membesarkan anaknya sendiri.
bagaimana kelanjutannya?
novel by IZANANTEROS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DnieY_ls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan
" anak kecil?" Tanya Diana terkejut.
" ya nyonya. Sepertinya itu adalah putranya Nona alana. saya sempat mendengar Dia memanggil Nona alana mommy" jelas pria tadi.
Diana menutup mulutnya tak percaya. bernahkah menantu sudah mempunyai anak?. apakah dia sudah menikah?. Diana berperang Tanya pada Pikirannya.
sesat kemudian ia tersadar. " terimakasih informasinya. tolong pantau terus alana Dan kabari saya. uangnya nanti saya transfer".
pria itu membungkuk Dan pamit. lalu keluar menyisakan Diana yang tengah kalut dalam pikiranya.
selama ini Diana terus mencarinya. ia ingin berdamai Dan berteman dengan alana Walau tanpa hubungan dengan devan.
dan sekarang dirinya menemukan alana Namun dengan kabar yang lebih mengejutkannya. benarkah alana sudah mempunyai putra?.
itu sebuah tanda tanya besar baginya.
...
Di kediaman keluarga lesham alana tengah menyiapkan dirinya untuk bekerja. Hari ini adalah pertemuan para kolega bisnis yang akan bekerja sama.
Dia akan melakukan yang terbaik untuk Perusahaannya terutama sang putra. meskipun Sean masih kecil tapi dia mengerti keadaan alana Dan selalu peka terhadapnya.
" mommy!". panggil sean yang baru turun Di Gandeng sang nenek.
mukanya terlihat Segar karena baru mandi. rambutnya juga masih basah membuatnya terlihat menggemaskan. apalagi dengan warna kulitnya yang sangat putih serta pipinya yang cabi membuatnya semakin imut.
Sean turun Dan menghampiri alana yang sudah siap dengan pakaian formalnya. Sean sudah terbiasa melihat sang mommy memakai pakaian seperti itu hampir setiap pagi.
" mommy mau berangkat?"
" yes my prince. kau baik baik dengan grandma oke,? jangan nakal. nanti ketika mommy pulang kita akan jalan jalan".
" seriusly mom?" Tanya Sean antusias.
alana mengangguk lalu berjongkok " tentu saja pangerannya mommy".
"janji?" Sean mengangkat satu jari kelingkingnya di depan Alana. Alana membalas dan menautkan jari besarnya pada jari kecil Sean.
" mom janji".
alana bangkit Dan tersenyum pada mily. " ibu aku pamit. sampaikan pada ayah jangan terlalu capek bekerja".
alana kemudian keluar dengan sopir yang mengantarkannya ke tempat Tujuan.
Sedangkan dirumah " mommy menyampaikan grandpa tidak boleh cape seolah olah Dia tidak cape bekerja terus" garutu Sean dengan bibir cemberutnya.
membuat mily tersenyum menatapnya. meskipun Sean masih berusia empat tahun tapi pemikirannya Cukup dewasa. bahkan dalam berbicarapun Terkadang dia seperti orang yang sudah dewasa. tapi mily tetap bahagia Dan mensyukuri hal itu.
" nenek Ayok kita main. aku punya banyak Rubik Di dalan".
...
Sementara di tempat lain alana sudah sampai di sebuah kantor tempat rapat kerja samanya. VRO grup. ia sudah menyuruh sopirnya pulang Dan menjemputnya nanti jika sudah selesai.
perlahan Alana masuk kedalam kantor yang cukup besar itu. Ada banyak karyawan yang sedang fokus bekerja. tak berselang lama seorang karyawan perempuan datang.
" Mrs lesham"
alana menoleh melihat seseorang yang memanggilnya. lalu ia mengangguk Dan tersenyum.
" mari ikut saya keruang meeting"
alana kembali mengangguk. lalu melangkah mengikuti perempuan tadi menuju ruangan meeting.
mereka menaiki lift Dan keluar di lantai swpuluh perusahaan tersebut. setelah sampai di depan pintu perempuan itu membungkuk Dan pamit.
alana menarik nafas panjang lalu perlahan masuk. sepuluh menit lagi meetingnya di mulai. sudah ada beberapa kolega disana.
namun mata alana tak sengaja menangkap sosok pria tinggi. yang tengah bermain dengan ponselnya.
' devan?'
tubuh alana seketika panas dingin. nafasnya kembali memburu. orang yang sangat tak ingin alana temui kini berada di tempat yang sama.
alana mencoba menenangkan dirinya. Sepertinya devan tak menyadari keberadaan ia disana.
namun ketidak tahuan devan hanya berakhir saat alana menjelaskan materi miliknya kedepan.
devan membulatkan matanya. menatap lekat sosok perempuan yang sangat dirindukannya. hatinya seakan terbang ke angkatanangkasa yang penuh bintang kebahagiaan.
'alana?
dev kan bisa minta cctv di hotel tempat kejadian