karna EKONOMI membuat ISYANA ZIVA harus menjalini kehidupan yang begitu sulit ..hingga datang seseorang yang menawar kan bantuan padanya
apakah ZIVA akan menerima segala persyaratan nya...yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
Setelah mereka selesai makan malam Rafa mengantar kan Ziva pulang kerumahnya. Dan Rafa pun langsung pulang kerumah. suara mobil pun terdengar dari dalam Amira berlari menuju pintu dan bergegas membukanya.
''Loh kok cepat sekali kau pulang nya sayang, apa kau tak bermalam dengan Ziva?''
''Amira apa tak ada cara lain selain cara ini, aku benar-benar tak bisa melakukannya.Aku tak bisa menerima kehadiran perempuan lain disisi ku.''
''Apaan sih Rafa, aku tak menyuruh mu untuk menerima perempuan lain. Tapi aku hanya ingin kau menabur benih mu padanya, itu saja yang ku ingin kan. ''
''Kau memang sudah tak waras Amira. aku tak habis pikir dengan mu. ''
Rafa pergi meninggal kan Amira sendirian dan berlalu menuju kamar dengan perasaan kesal. bagaimana bisa dia akan menebar benih kecebong nya pada Ziva sementara tak ada cinta di antara mereka.
Keesokan harinya Rafa berangkat kekantor tanpa sarapan seperti biasa,karna dia masih kesal dengan Amira.
''Lah sayang sarapan dulu yuk. ''
''Tidak aku tidak lapar. ''
''Hais Rafa kenapa ya, tak biasanya dia seperti itu.'' Tapi Amira tak terlalu mempedulikan itu semua dia tetap santai dengan situasi ini.
Siang itu Amira berangkat ke kantor Rafa untuk bertemu dengan Ziva,walau bagaimana pun usaha nya kali ini harus berhasil.
''Pak tolong panggil kan Ziva ya, saya ingin bertemu dengan nya.!!''
''Baik lah tunggu sebentar nyonya. ''
Yang di tunggu pun akhirnya datang,Dengan perasaan tak menentu Ziva datang menghampiri Amira.
''Ada apa Mir kamu memanggil ku? ''
''Sebaiknya kita bicara di luar ya biar enak.''Dan mereka pun keluar bersama pergi ke kafe tempat biasa mereka berbicara. Amira terus mendesak agar rencana nya berhasil.
''Ziva bagaimana pun cara nya kamu harus bisa tidur malam ini dengan Rafa.''
''Ta-tapi Rafa tidak mau dengan ku Mir. tak mungkin aku memaksanya. ''
''Itu kau serah kan saja padaku pokok nya malam ini harus sudah jadi. Dan kecebong Rafa harus sudah ada di dalam sana nanti malam.''
Setelah pembicaraan itu Amira mereka kembali ke kantor bersama, Ziva melanjutkan pekerjaan nya sedang kan Amira menuju ruangan Rafa.
''Sayang, aku datang.''langsung memeluk Rafa.
''Hai kapan kau datang sayang. ''
''Dari tadi, tapi aku mengobrol dulu bersama Ziva. pokoknya malam ini kau harus melakukan nya sayang. ''sungut Amira manja.
Tapi Rafa hanya bisa menghela nafas dan mengiyakan apa yang di katakan istrinya.Sore sebelum kencan kedua mereka Ziva di bawa oleh Amira untuk mendandani nya agar Rafa tertarik.Setelah itu Amira mengantar Ziva sampai ke hotel yang telah di pesan terlebih dahulu.
''Semoga sukses ya Ziva aku berharap banyak padamu. ''
Ziva hanya mengangguk lesu menanggapi semuanya.Ziva melangkahkan kaki jenjang nya menuju kamar Vip itu, dengan perasaan gugup dan cemas. apakah Rafa akan kembali menolaknya atau malah ini akan menjadi malam yang panjang untuk nya.
Tok...
Tok...
Tok...
ceklek..
''Masuk lah.'' Rafa berjalan di depan Ziva terlebih dahulu tapi sikapnya tetap cuek dan dingin pada nya. sementara itu Ziva hanya mengekor dari belakang.
''Duduk lah. '' perintah Rafa.
Kedua nya hanya saling diam dan hanyut dalam fikiran masing-masing.karna telah larut malam dan hanya melihat Rafa minum, Ziva pun tertidur di sofa yang dia tempati untuk duduk.Melihat itu Rafa langsung memindahkan Ziva ke ranjang. tapi dia hanya membiarkan nya tertidur tanpa menyentuh.dan Rafa pun memilih untuk tidur di sova.
Hingga pagi menjelang Ziva terbangun dan membuka matanya tapi tak melihat Rafa tidur disebelahnya kemudian melihat pakaian nya masih utuh Ziva merasa lega. lalu dia bangkit untuk membersihkan diri. Setelah keluar dan melihat ke arah sofa di pandangi wajah tampan Rafa yang di kagumi siapa saja yang melihat itu. sungguh ciptaan tuhan yang paling sempurna batin Ziva.
Tapi setelah beberapa menit melihat pemandangan yang indah di pagi hari itu Ziva langsung tersadar dengan apa yang telah dia lakukan. berniat membangun kan Rafa tapi ternyata atasan nya itu lebih dulu bangun. Ziva pun kalang kabur takut ketahuan karna telah memandangi wajah Rafa.
''Kau sudah bangun. ''
''Hmm sudah pak, apa bapak ingin sarapan?''
''Tidak aku akan langsung ke kantor,'' dan pergi meninggal kan Ziva begitu saja. ada rasa kecewa di hati Ziva melihat sikap Rafa seperti itu, tapi dia sadar kalau dia hanya sebagai tempat penampungan. ya penampungan kecebong Rafa kelak jadi dia tak mungkin bisa berharap lebih atas semua ini.
Ziva pun pergi dari hotel itu. Dan saat mengetahui rencana Amira gagal lagi. Amira marah pada Rafa,dia harus berfikir keras bagaimana cara untuk membujuk Rafa agar mau melakukan nya dengan Ziva.
Sepekan sudah sejak kejadian itu.Rafa tak pernah menyapa Ziva, dan Ziva tak pernah lagi muncul mengantar kan kopi keruangan Rafa.
Cova yang sedikit kecewa pada Rafa hanya bisa pasrah pada keadaan. Lalu dia bertanya pada Rafa kenapa Ziva tak pernah lagi mengantar kopi untuk mereka. tapi Rafa hanya menjawab dengan ketus,kalau dia tak ingin melihat Ziva.
Mendengar jawaban dari Rafa membuat Cova jengkel dan pergi meninggalkan ruangan itu.
''Ziv maaf kan aku yang tak bisa membantu mu, seandainya aku yang lebih dulu tau masalah mu,pasti aku yang akan jadi orang pertama yang membantumu bukan Amira. ''batin Cova.
*******
Hari ini tepat malam yang sangat dingin dan sunyi karna kota itu sedang di landa hujan yang sangat deras.Ziva di minta Amira untuk datang ke kantor dan mengambil berkas yang tertinggal di atas meja kerja Rafa dan mengantar kan nya pada Rafa ke hotel tempat Rafa miting.
Tanpa menaruh curiga Ziva menuruti semua permintaan Amira, walau di luar sedang hujan deras.
Saat telah sampai di hotel Ziva langsung mengetuk pintu kamar itu dan Rafa membuka pintu, tapi tanpa aba-aba Rafa langsung menarik tangan Ziva untuk masuk kedalam dan menghempaskan nya ke ranjang. Ziva yang tak siap pun langsung terhuyung dan jatuh keranjang.Dan Rafa pun menindih Ziva langsung men cium bibir mungil Ziva.
flasback on...
Sore saat pulang dari kantor Amira mengajak Rafa untuk keluar makan malam. karna dia ingin makan di luar bersama sang suami dan berkencan mengenang masa-masa pacaran mereka dulu.
Dan Amira pun meminta pada Rafa agar malam ini mereka menginap di hotel. Rafa pun menyetujuinya karna kalau di fikir mereka juga sudah lama tak menghabiskan waktu berdua seperti saat sekarang.
Setelah memesan hotel mereka pun masuk kedalam Amira memesan dua minuman beralkohol untuk mereka. Tapi sebelum diberikan pada Rafa dia mencampurkan sesuatu pada minuman Rafa.Setelah memastikan minuman yang diberikan pada Rafa habis. dia pun pergi keluar beralasan untuk mengambil tas nya yang tertinggal di dalam mobil dan menghubungi Ziva.
Flasback off....
Bersambung.....
Si friendly Cova...
bang Rafa sini ku bantuin rawat anaknya sekalian abang juga 🤭🏃♀️🏃♀️🏃♀️
hayuuu boy nangis yg kenceng ya biar mommy mu sadar bahwa ada kalian yg sangat berarti buat Ziva
yuk semangat up yuk
semoga lancar kehamilan Ziva.
dulu kan Ziva di perlakukan tdk baik sama Rafa bgmn skrg Rafa yg merasakan ngidam yg "payah" n aneh 🤭
biar jd pelajaran buat Rafa 🤣
Rafa merasakan Couvade Syndrome 🤣
tokcer juga nih bibit unggul nya Rafa, selamat yak 😊