Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 12
Dia membuka mata saat merasakan semilir angin menerpa wajahnya.
Ia terbangun di bawah pohon yang sangat rindang dengan rerumputan hijau nan segar yang membentang seluruh permukaan tanah tempat itu. Sangat menakjubkan! Rasanya ia tidak pernah menemukan tempat seperti ini.
Ia bangun, kemudian kakinya melangkah membawanya menuju ke sebuah tentanaman bunga yang tumbuh dan bermekaran dengan subur serta tak lupa juga ia menghirup aroma khas yang dikeluarkan oleh bermacam macam bunga tersebut.
Di sini, ia juga melihat air yang terjun dari ketinggian yang semakin memperindah tempat ini. Ia merasa benar benar berada di surga sekarang.
Ia terus menikmati pemandangan yang indah ini. Matanya menangkap sebuah objek yang membuatnya penasaran. Sebuah ayunan kayu dengan tali yang terbuat dari tumbuhan yang hidup dan ditumbuhi bunga berwarna putih.
Dia mendekati ayunan itu kemudian menaiki dan mengayunnya pelan. Ia menikmati setiap angin yang menerpa kulit wajahnya. Hingga suara seorang wanita hingga menghentikan kegiatannya.
"Bukankah ini pemandangan yang sangat indah?" tanya wanita itu, gadis itu menoleh ia mendapati seorang wanita tersenyum padanya. Wanita itu semakin mendekat ke arah ayunan dimana gadis itu berada.
"Ah ya. Ini sangat menakjubkan! Kuharap aku bisa tinggal di sini," ucapnya dengan binar mata yang cerah. Wanita itu tersenyum melihatnya.
Gadis itu mencermati dengan teliti wajah cantik bak dewi di hadapannya ini. Wanita itu memakai gaun putih panjang sehingga menyapu rumput rumput yang ada di sana. Ia memiliki rambut nan panjang berwarna hitam yang dihiasi bunga yang hidup bermekaran di kepalanya. Tidak lupa wanita itu juga memakai sebuah tiara yang sangat indah dengan bentuk bulan sabit berwarna perak, bulan itu seperti bercahaya.
Tunggu!
Bulan?
Mahkota bulan?
Astaga! BULAN?
"Hormat saya Dewi," gadis itu berlutut menghormati sang Dewi Bulan. Ya! Dewi Bulan, Moon Goddess, pencipta bangsa werewolf.
Moon Goddess tersenyum lembut kepada gadis yang berlutut di hadapannya ini.
"Kau tidak bisa lama di sini, Sayang."
Ucapan Moon Goddess itu membuat dahi gadis itu mengkerut.
"Kenapa?" tanyanya lagi.
"Karena masih ada yang menunggumu di sana," ucap Moon Goddess dengan senyum tak pernah pudar yang membuat sang Dewi makin terlihat sangat cantik.
Gadis itu masih kebingungan mendengar ucapan sang Dewi.
Orang yang menungguku?
Siapa?
Mateku?
Gadis itu tersenyum kecut, bukankah ia tidak memiliki mate lagi?
Jadi, siapa orang itu?
Lagi lagi Moon Goddess tersenyum. "Pulanglah. Dan temukan jawaban dari pertanyaanmu,"
"Tapi hamba ingin di sini, tidak ada yang membuat saya pulang," ucap gadis itu tertunduk lesu. Ia ingin pulang, tapi kepada siapa? Rumahnya sudah hancur bersamaan dengan hatinya.
"Elleona Zhu Parker, kau harus segera pulang, Sayang," ujar Moon Goddess lembut.
"Tapi--"
Gelap
Pandangan Elleona menjadi gelap.
Namun sedetik kemudian sebuah cahaya langsung berebut masuk ke dalam retinanya. Elle ngerjapkan matanya guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina itu.
"Kau sudah sadar?" sebuah suara lembut yang mengalun merdu di telinganya itu terasa sangat familiar.
"Nyo-nyonya?" ucap gadis itu lemah sambil berusaha bangun. Ia ingat wanita ini, Nyonya Vallery yang kemarin sempat ia temui.
"Jangan bangun dulu. Tubuhmu masih lemah, sayang. Minumlah dulu," ucap Vallery lembut. Berbeda saat pertemuan pertama mereka.
"Thterima kasih. Sa-saya di mana?" tanya Elle saat melihat di sekelilingnya.
Sebenarnya ia tau bahwa sekarang dia berada di rumah sakit. Siapa yang tidak tau dengan ruangan dengan warna yang mendominasi adalah putih? Serta dengan bau obat obatan yang sangat menyengat ini? Pastinya semua tau bahwa itu adalah rumah sakit. Hanya saja Elle tak mengetahui rumah sakit di mana ini.
"Rumah sakit di pack saya, Elle."
"Berapa lama aku tak sadarkan diri?"
"Dua minggu. Selama dua minggu kau tidak sadarkan diri," sahut seseorang lain.
Elle membelalakkan matanya.
Dua minggu? Itu waktu yang sangat lama! batin Elle.
Ia mengedarkan pandangannya. Siapa yang berbicara itu? batinnya lagi.
"Aku," ucap seseorang yang baru masuk ke dalam ruangan Elle.
Elle terkejut.
"Dan akulah yang membawamu ke sini, agar tidak bunuh diri di sana," katanya lagi.
"A-aku tidak bunuh diri," elak Elle. Ia menunduk malu. "T-tapi bukankah di sana tidak ada siapapun?"
Gadis itu mendekat. Wajahnya sangat cantik dengan kulit putih, badan semampai, rambut lurus panjang dengan warna hitam legam, mata sipit dan jika ia tersenyum maka hanya ada garis lurus dimatanya, hidung mungil tapi mancung, juga bibir mungil yang berwarna pink itu membuat Elle sangat iri dengan kecantikan wanita itu. Jika wajahnya secantik gadis itu pasti matenya tidak akan me-rejectnya. Elle tersenyum miris dengan nasibnya itu.
"Tidak Elle, kau cantik. Hanya saja orang itu memandang dirimu dengan mata tertutup. Makanya dia tidak bisa melihat kecantikan dirimu," spontan Elle menoleh ke gadis itu.
Apakah dia bisa membaca fikiran?
Bagaimana dia tau namaku?
Gadis itu terkekeh. "Ya Elle. Aku bisa,"
"Aku pun sudah mendengar ceritamu, dari ibu," gadis itu memandang ibunya.
"Ibu?"
"Dia adalah anakku, Raina."
"Namaku Raina Derby Johnson," ucap Raina menjabat tangan Elle
Elle membalas jabatan tangan Raina dengan gemetar.
"E-Elleona Zhu Parker,"
"Ma maaf Nona. Saya te-telah merepotkan, Anda. Maaf Luna, sa-saya ... " ucap Elle terbata. Sungguh ia sangat takut dengan orang baru seperti ini.
Bagaimana jika aku disiksa lagi?
Bagaimana jika-- Arggh Lea bantu aku hiks ...
"Jangan berfikiran seperti itu, aku bukanlah majikanmu hingga kau memanggilku Nona, aku sudah menetapkan bahwa kita berteman," ucap Raina.
"Saya tidak pantas--"
"Kau tidak mau berteman denganku?" tanya Raina sendu.
"Bu-bukan seperti itu. Hanya saja ... hanya saja aku merasa tak pantas berteman denganmu," Elle memelankan kalimat terakhirnya.
"Siapa yang mengatakan kau tak pantas berteman denganku? Kau adalah temanku, meskipun kau tidak mau berteman denganku!" ucap Raina tegas.
Elle tersenyum kecil mendengar pemaksaan yang diberikan wanita itu. "Baiklah kita berteman,"
"Kau cantik jika tersenyum, sayang," ujar Vallery-- ibu Raina
Elle terdiam, pipinya bersemu. "Anda lebih cantik, Nyonya--"
"Ibu. Panggil saja aku Ibu, seperti Raina," ucap Vallery memotong ucapan Elle.
Elleona ingin membantah namun lagi-lagi Vallery memotong ucapan Elle.
"Aku tidak suka dibantah," potong Vallery bernada yang datar.
Elle tertunduk. "Ba-baik I-ibu,"
Vallery mengusap kepala Elle sayang. Elle yang di perlakukan seperti itu merasa sangat nyaman. Ia merasa sosok ibunya telah kembali. Tanpa sadar air matanya mengalir
"Kenapa menangis?" tanya Vellery sambil mengusap air mata Elle. Entah mengapa Vallery merasa nyaman berada di samping Elle. Padahal dia sangat anti dengan orang baru. Tetapi tidak dengan Elle, malah ia menganggap Elle adalah anaknya sendiri.
Raina yang mengetahui apa yang difikiran ibunya itu tersenyum. Bukan hanya ibunya yang merasa nyaman, dia juga. Sama seperti ibunya Raina juga sangat anti dengan orang asing. Entah mengapa nalurinya datang begitu saja mendengar suara auman memilukan milik serigala Elle.
"Aku ... aku hanya rindu orang tuaku," ucapnya
Vallery menarik Elle kedalam pelukannya. "Aku sekarang adalah ibumu. Jangan bersedih lagi," ucap Vallery sambil memurus pundak Elle.
Raina yang melihat itupun terharu. Ia mendekati Elle dan ibunya. Raina pun memeluk keduanya
"Kita berkeluarga Elle," ucap Raina tersenyum hangat kepada Elle.
Elle pun membalas senyuman ibu dan anak itu hingga lesung pipinya terlihat, membuat wajah Elle sangat manis
Tok tok tok
"Masuk!" ucap Vallery dengan nada dinginnya
"Maaf Luna, Nona telah mengganggu waktu kalian, saya hanya ingin memberi tahu bahwa Alpha Revanio sudah kembali,"
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..