Alexandre Mahardhika ada adalah anak bungsu dari keluarga Mahardika. Tapi dia lebih memilih tinggal bersama kakek dan neneknya di kota kecil dari pada tinggal bersama ayahnya menjadi anak sultan. Tapi kematian ibunya membuat dia berubah fikiran. Ternyata ada banyak rahasia yang terjadi dalam keluarganya. Setelah mama nya meninggal baru semuanya terungkap.
Ratu adalah anak tunggal dari keluarga Diningrat. cantik, pinter, tomboy dan dingin. hidup Ratu sendiri penuh teka teki. Terlahir dari keluarga kaya raya dan lantas tidak membuatnya angkuh dan sombong. Justru dengan kekayaan dan kekuasaan nya lah dia sering melakukan hal yang tidak masuk akal.
Akan kah pada akhirnya Ratu dan Alex bersatu? ikuti terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12. salah tempat mengancam.
Ratu Dan Alex saling berpandangan..terlihat kemarahan di wajah Ratu. dan Alex mengatupkan rahangnya kuat-kuat, giginya gemeletak menahan marah. Mereka tak menyangka ada manusia se biadab itu.
Ayu segera memeluk Ratu, dia tau betul bila Ratu udah marah. Tapi kemudian terdengar Isak tangis Ratu. Ayu membimbingnya ke arah bangku.
Ratu melepaskan pelukan Ayu.
" Ayu, kamu telpon pak Ferdinan bilang sama dia untuk membantu kasus ini. aku ingin laki-laki tersebut membayar mahal atas semua perbuatannya", ujar Ratu pada Ayu.
" Baik", jawab Ayu singkat. kemudian Ayu menelpon orang yg di suruh Ratu tadi.
Alex hanya memandangi mereka berdua sambil berfikir.
" Siapa sebenarnya Ratu ini, kenapa terkadang dia jadi sahabat Ayu tapi terkadang juga aku merasa Ayu adalah tangan kanannya.
ah sudahlah, nanti akan terjawab dengan sendirinya." Alex bermonolog sendiri.
Tiba-tiba hape Alex berdering.
" Halo", jawabnya.
" Lex, laki-laki ini bernama Petrus. Dia adalah anak dari Rektor di kampus kita", ujar Elang dari seberang sana.
" Tadi pak rektor datang kemari, dia mengancam bila kasus ini di teruskan kita akan di ancam di drop out dari kampus", lanjut Elang.
" Telpon pengacara kita, lanjutkan kasus ini. ga usah khawatir mengenai ancaman pak Rektor.
bentar lagi pengacara Ratu juga datang ke sana", titah Alex pada Elang
" Oke", jawab Elang sambil menutup telponnya.
Ayu udah selesai telpon pengacaranya.
mereka kembali duduk.
" Oh ya Ratu, nama anak itu dara. Da baru kelas 3 SMU.", jelas Ayu pada Ratu.
" Ya Allah..kasihan dia", jawab ratu sedih.
"Gimana dengan keluarganya, udah di telpon", tanya Ratu.
" Udah, tapi belum datang sampai sekarang", jawab Ayu lemah.
" Aneh, apa ga khawatir mereka sama anak sendiri", tanya Alex heran.
Ratu dan ayu hanya terdiam, bingung mau jawab apa .
" Oh ya Ratu, nama bajingan tersebut Petrus. dia adalah anak dari Rektor kampus kita", kata Alex.
" Haaaa..", Ratu dan Ayu terkejut bersama lalu berpandangan
" Dan pak Rektor mengancam, bila kita melanjutkan kasus ini dia akan membuat kita di drop out dari kampus", terang Alex.
" Coba aja kalo dia berani", jawab Ratu geram.
" Aku mau lihat, sampai di mana kehebatan dia", lanjut Ratu lagi sinis.
" Ayu, coba tanya dokter Fino. kapan pasien di pindah ke ruang inap", perintah Ratu pada Ayu.
Ayu mengangguk lalu pergi keruangan dokter.
Ratu memandang Alex. "mas aku lelah, bisa tolong peluk aku", tanya Ratu memelas.
" Sini sayang, mas akan memeluk mu kapan pun kau mau" jawab Alex lembut sambil memeluk dan mencium pucuk rambut Ratu.
Ada kenyamanan yg udah lama hilang dalam hidup Ratu, saat berada dalam pelukan Alex. tanpa sadar air matanya menetes.
"ya allah.. jangan pernah ambil dia dari ku lagi", ucap Ratu dalam hati
"Kamu menangis sayang", tanya Alex lembut. Ratu hanya terdiam.
Alex mengeratkan pelukannya. Ada rasa damai bisa memeluk Ratu seperti ini. Rasa sayangnya mulai tumbuh dan mekar di hatinya.
Ayu melangkah mendekati mereka, tapi ketika dia melihat pemandangan tersebut Ayu mengurungkan niatnya. Ayu tersenyum.. "semoga dia bisa menghapus luka hati mu selama ini Ratu", doa Ayu dalam hati.
udah waktunya kamu bahagia.
Ketika hape Ratu berbunyi, Alex melepaskan pelukannya.
" Iya pak", jawab Ratu.
" Hasil visum korban udah keluar mbak", tanya pak Ferdinan .
" Udah pak, bentar laki kami ke sana pak", jawab ratu.
mendengar itu Ayu segera pergi untuk mengambil hasil visumnya.
" Ni Ratu hasil visumnya", ujar ayu.
" Mari kita berangkat", ajak Ratu pada Alex.
" Kapan pasiennya bisa di pindahkan", tanya Ratu sambil jalan.
" Ini udah mau di pindahkan. Aku udah ngatur ruangan nya", jawab ayu.
" Baguslah", jawab ratu singkat.
Mereka berjalan keparkiran. Ratu satu mobil sama Alex dan Ayu nyetir sendiri.
Sesampainya di kantor polisi Ratu segera di sambut pengacaranya.
" Malam mbak", sapa pengacaranya sopan.
" Malam juga pak", jawab Ratu sambil tersenyum.