NovelToon NovelToon
Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:409.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ♡SanitaComel♡

Demi membantu sang ayah Samara rela menikah dengan Edric, CEO muda yang terkenal sangat kejam.

Suaminya tak pernah menganggap Samara ada. Hari-hari rumah tangganya penuh dengan isak-tangis.

Bagaimana kelanjutan hubungan diantara keduanya?
Akankah Samara bertahan atau memutuskan pergi?
Bagaimana dengan Edric?
Apakah dia akan mati-matian mengejar cinta istrinya kembali?

Saksikan berbagai kejutan dalam kisah mereka hanya di Noveltoon.

#Silahkan jika anda ingin promosi novel anda di page saya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡SanitaComel♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Yang Tak Biasa

Samara sedang mengemas pesanan gaun yang akan di antar ke pemiliknya, seorang pria datang ke butiknya.

"Hey, is there anything I can help you with" Arthur menepuk punggung Samara

Mendengar suara yang tak asing di telinganya Samara langsung menengok ke belakang.

"You, when did you get here?"

"Aku baru saja sampai ,, Hmm, aku bawakan ini untukmu" Arthur memberikan sekotak coklat untuk Samara

"Aku tadi mampir ke supermarket,, aku teringat kau sangat menyukai ini" Arthur tersenyum menatap kakaknya

Samara tersenyum memandang kotak coklat yang di berikan adiknya,, lalu menatap Arthur dengan penuh kasih.

"Thank you, kenapa kau tidak pernah lupa dengan semua kesukaan ku"

Seketika Samara meneteskan air mata, ia terharu adiknya sangat perhatian kepadanya.

*andai saja suamiku peduli padaku,, seperti kau memperdulikan ku* Samara mengusap air matanya.

"Hey, why are you crying? Itu hanya sekotak coklat,, apa ada masalah?" Arhur khawatir melihat kakaknya menangis

"No, nothing,, aku hanya merindukan mu" Samara tersenyum

"Kau baru dua hari tinggal dirumah suamimu,, kau sudah merindukan ku? Aku tau aku ini adik yang terbaik di seluruh dunia" Arthur melipat tangannya di dada

"Hahaha, kau percaya diri sekali" Samara memukul lengan Arthur

"Ayo ikut,, aku kenalkan pada seseorang" Samara menarik Arthur untuk mengikutinya ke lantai 2

"Keiza, kenalkan ini adikku Arthur"

Samara mendorong Arthur ke hadapan Keiza.

"Arthur kenalkan ini Keiza, pegawai kesayangan ku"

Arthur tersenyum melihat Keiza,, wajah tampan yang di miliki Arthur, membuat Keiza salah tingkah dan tersenyum malu.

"Hi I'm Arthur"

Arthur mengulurkan tangannya.

"Yes hi, I'm Keiza"

Keiza pun menjabat tangan Arthur,, namun tidak melepaskannya, dia masih terpaku menatap Arthur.

Keiza memang tidak pernah melihat Arthur sebelumnya,, karna Arthur sekolah di Korea.

Arthur tersenyum heran, melihat Keiza yang belum melepaskan tangannya.

"Maaf, tapi bisa kau lepaskan tangan ku"Arthur membuyarkan pandangan Keiza

Keiza langsung melepaskan uluran tangannya, wajahnya memerah ia merasa malu dan menundukkan wajahnya.

"Hmmm sorry" Hanya itu yang bisa di katakan keiza

Samara yang memperhatikan,, menyadari kalau Keiza tertarik dengan Arthur, Samara tersenyum.

Samara senang jika Arthur dan Keiza dapat menjalin hubungan.

Agar suasana tak menjadi canggung,, Samara pun mengajak mereka untuk membantunya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di tempat lain, masih di gedung Alliance Michael, David sudah berada di ruangan,, Edric memang sudah menunggunya

"Saya sudah berbicara dengan Nona Fiona, dia menerima tawaran kerja dengan anda tuan" David mengatakan yang sebenarnya terjadi di cafe

"Nona Fiona akan datang di acara pameran produk baru kita, besok siang tuan" Lanjut David

"That's good,, Undang seluruh para model yang terkenal, khususnya para ladies dan buat pengumuman di seluruh kota,, aku ingin banyak orang yang melihatnya karena produk ini sangat istimewa"

"Baik tuan muda"

*khusus para ladies? ini acara pameran atau ajang pencarian jodoh* David heran menatap tuan mudanya.

"Dav, pastikan kau sudah membereskan semuanya,, aku tidak ingin ada kendala besok"

Edric menatap layar ponselnya, waktu sudah pukul 4 sore.

"Apa saja yang Samara lakukan hari ini? Aku sudah menyuruhmu untuk selalu mengikutinya" Edric menatap langit langit gedung

"Seharian Nona Samara berada di butiknya tuan muda,, adik Nona Samara juga berada di butik, tidak ada tanda yang mencurigakan tuan" David memberi informasi yang ia dapat dari orang suruhannya

"Baguslah, berarti dia tidak melarikan diri dariku ,, hahaha" Tiba-tiba Edric tertawa membuat David merinding

"Dav, berikan nomor hp Samara"

Edric menyerahkan ponselnya pada David,, David pun mengetik nomor hp Samara di ponsel Edric lalu menyerahkan kembali kepada Edric.

Edric langsung menghubungi samara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Lagi-lagi ponselnya berdering, Samara pun mengangkat panggilan itu.

"Hello, who is this?" Karena tidak ada nama pemanggil Samara bertanya.

[Kau, kau tidak tau siapa aku? kau tidak mengenali suaraku] Edric bicara dengan suara keras ia sangat kesal

"Maaf, aku benar benar tidak tau kau siapa" Samara merasa heran dia berusaha mengingat suara pria yang menelfonnya.

["Hey, apa kau benar benar ingin membuatku marah] Edric semakin menekan suaranya.

Samara akhirnya menyadari jika itu adalah suaminya.

"Oh ternyata anda tuan, maafkan saya tuan,, saya tidak pernah mendengar suara anda di telefon"

[Mulai sekarang jangan panggil aku tuan, panggil aku sayang]

Samara terkejut mendengar perkataan Edric.

"Baiklah tuan, uh honey" Samara sedikit canggung tidak terbiasa

[Go home quickly,, jika aku datang kau tidak dirumah habislah kau]

Edric mematikan telfonnya, Samara pun bingung pikirannya tidak fokus.

*kenapa dia meminta ku memanggilnya sayang, bukankah dia tidak mencintaiku* Samara menghela nafas dengan berat.

Samara pun mengatakan pada Keiza bahwa dia harus pulang kerumah.

"Kei, aku pulang duluan ya.. tidak masalah kan kalau ku tinggal,, kalau sudah sore kalian tutup saja butik ini" Samara pamit pada Keiza dan Arthur masih berada di situ.

"Kenapa cepat sekali, aku kan baru datang"

"Iya, aku tidak enak badan,, aku ingin istirahat, maaf ya"

Samara menatap adiknya,, Arthur pun ingin menemani kakaknya pulang kerumah.

"Baiklah, biar ku antar,, aku kan bawa motor sekalian aku ingin tau rumah kakak ipar"

Samara pun mengiyakan ajakan Arthur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Arthur mengantarnya sampai depan gerbang utama bisa di lihat dari luar jika rumah tersebut sangat besar dan luas.

"Wow, what a big house,, seperti nya kakak ipar orang terpandang ya" Arthur terpesona melihat rumah mewah yang begitu elegant

"Ya begitulah,, ya sudah aku masuk duluan ya,, kau hati-hatilah di jalan"

"Baiklah,, see you again"

Arthur pun meninggalkan Samara,, sebelumnya ia melambaikan tangan kepada Samara,, begitu juga Samara melambaikan tangan kepada adiknya setelah itu masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah hanya terlihat para pelayan saja, nyonya rumah mungkin sedang di kamarnya ,, Alishka dan Edric juga belum kembali, Samara bernafas legah lalu menuju kamarnya.

Samara mandi dan mengganti pakaiannya,, setelah itu dia berbaring di sofa melihat ponselnya sambil menunggu Edric.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di perjalanan pulang Edric terus tertawa, dia melihat akun sosial media Samara dan melihat foto foto SMA yang Samara bagikan.

"Hahaha,, kenapa dia terlihat menggemaskan begini ,, Dav, kau lihat ini" Edric tertawa sambil menyodorkan ponselnya kepada David.

Tanpa sadar David mengatakan sesuatu yang membuat Edric marah.

"Ternyata Nona Samara memang cantik sejak dia SMA"

Wajah Edric berubah ketat, dia langsung menarik ponsel yang tadi di pegang David.

"Kau ingin mati ya? Dia itu istriku"

Edric menatap David dengan tatapan membunuh membuat David menciut.

"Maafkan saya tuan muda" David langsung fokus menyetir

*anda mengakui nona sebagai istri,, tapi anda tidak memperlakukan nona dengan baik,, sampai kapan anda menyembunyikan perasaan anda tuan* Sambil melirik Edric melalui kaca.

Edric masih memandang foto Samara, Edric tersenyum,, senyuman yang tak pernah di lihat semua orang.

*ada apa denganku, kenapa melihat fotonya aku merasa senang? Kenapa perasaan ku tidak seperti biasanya,, apa aku mulai menyukainya* Tanpa sengaja Edric mengubah layar ponselnya dengan foto Samara.

Mobil telah sampai di halaman rumah utama,, tidak seperti biasa Edric langsung keluar tanpa menunggu David membukakan pintu mobil.

Edric langsung menuju kamarnya, David mengikuti dari belakang.

Samara begitu tau pintu kamar terbuka dia langsung berdiri.

"Selamat datang tuan, anda sudah pulang" Samara tersenyum menyambut suaminya

Edric langsung menajamkan tatapannya.

"Call me dear ,, apa aku harus mengulanginya lagi" Edric menekan suaranya dan Samara merasa takut

"Maaf sayang, aku tidak terbiasa dengan panggilan itu"

Samara mulai merinding ia menundukkan kepala,, Edric memegang pipi Samara dan membuatnya menghadap dirinya.

"Bagus, mulai sekarang kau harus terbiasa"

Edric tersenyum, senyumannya membuat jantung Samara berdetak kencang.

Melihat situasi yang sudah mulai panas,, David mundur diri dan pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.

*apa yang akan tuan lakukan,, seperti nya tuan sudah tergila-gila dengan Nona Samara,, ahh masa bodo lah, semoga saja tuan bisa bahagia bersama Nona Samara* David pun pergi meninggalkan rumah.

Edric masih memegang pipi Samara dan menahannya agar Samara tetap menatap wajahnya,, Samara menjadi gerogi dan tidak dapat mengontrol detak jantungnya.

*apa dia ingin aku terus menatap wajahnya,, tapi kenapa? Apa yang kau mau wahai tuan muda,, jangan membuat ku bertanya-tanya*

Samara berusaha mundur selangkah demi selangkah namun Edric mengikuti langkahnya dan justru mengunci dirinya,, Edric menaruh tangannya di dinding tepat di sebelah wajah Samara dan mendekatkan wajahnya ke wajah Samara.

Samara tidak kuat dia memejamkan matanya *sudah cukup, kenapa harus sedekat ini,, aku tidak bisa menahannya tuan* Detak jantung Samara semakin tidak karuan

Karena jarak yang sangat dekat Edric bisa merasakan detak jantung Samara yang tidak teratur.

*Haha,, aku bahkan belum memulainya, kau sudah jantungan,, aku jadi kasihan padamu* Batin Edric

"Menyingkirlah, sampai kapan kau akan disitu,, kau menghalangi pintu masuk ruangan pribadi ku"

Edric sudah menyenderkan tubuhnya di dinding, Samara langsung membuka matanya dan berpindah tempat.

*jadi kau hanya mengerjaiku,, dasar php, sadar Samara tuan muda ini tidak mungkin mau menyentuh mu* Gerutu Samara

"Maaf sayang,, tapi dimana pintunya? Aku bahkan tidak melihat ada pintu"

Samara berusaha membiasakan panggilan sayang yang di perintahkan Edric.

Edric memencet tombol seperti tombol untuk menghidupkan lampu,, kemudian dinding itu bergeser membentuk pintu masuk ,, lalu pintu tersebut berputar dan terbuka.

Samara yang melihatnya terbengong

*waw, canggih sekali seperti ruangan rahasia,, aku bahkan tidak tau di balik dinding ada ruangan*

"Jika kau ingin tau, maka masuklah.. Kecuali David, tidak satu orang pun yang tau tentang ruangan ini"

Edric masuk ke dalam ruangan pribadinya,, Samara mengikuti karena rasa penasaran.

Terlihat banyak nya foto-foto di dinding,,

Samara melihat foto anak kecil yang di gendong seorang pria.

"Itu foto ku semasa kecil saat bersama papah"

Raut wajah Edric berubah menjadi sendu

"Jadi ini daddy mu? Tapi aku tidak pernah melihatnya, dimana dia"

"Dia sudah meninggal saat umur ku delapan tahun" Samara terkejut dan merasa tidak enak

"Aku minta maaf,, aku tidak bermaksud membuat mu sedih"

Samara bisa melihat kesedihan di mata Edric.

*dia memang pria yang kejam, tapi dia masih memiliki sisi baiknya,, dia pasti merindukan daddynya*

"Di saat aku butuh ketenangan disinilah aku berada,, aku menyimpan semua kenangan papah disini" Edric menatap samara

Dengan refleks Samara memegang tangan Edric.

"Kau pasti sangat menyayangi daddymu,, jika kau merindukan daddymu,, kau bisa tenangkan dirimu disini, aku tidak akan mengganggu mu" Samara tersenyum, namun senyuman itu tulus

Samara pun pergi meninggalkan Edric dan memilih menunggu di kamarnya.

Edric menatap ke arah Samara.

**Sa*mara? Apa kau bisa di percaya? Apa kau wanita yang berbeda*

Edric masih ragu untuk membuka hatinya.

Bersambung...

Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻

1
Lharsy Smile
visualnya suka sekaliiii
Andariya 💖
lanjut lagi kak, kisahnya👍🥰
Andariya 💖: ya dik
total 2 replies
Endah Puji Lestari
Q juga bingung...fotonya laki tapi kata2 nya pengen paling cantik belinya gaun
Endah Puji Lestari
haaaa....haaa...haaa
Lilyrubyy
kak sebenarnya Alishka itu perempuan atau laki laki soal nya kak Taru di foto di laki laki trus Kaka bilang di sini nono
Sedang Sibuk: Di bab 3 ada visual Alishka perempuan
total 1 replies
Sundari Sekariputi
lanjut thor 👍👍👍
Sumarni Tina
lanjut
Susanty
Thor jujur ceritanya menarik bgt, aku suka, tapi ke banyaknya bahasa Inggris yang gak ada terjemahannya, jadi aku bingung
coba saja di kasih biar para pembaca yang gak faham artinya, jadi ngerti mereka ngomongin apa🤗tolong di perbaiki yah thor
Susanty: semangat
total 2 replies
Susanty
hai kak author🖐️

Thor kasih terjemahan kalo ada bahasa Inggris nya,aku ngk mengerti🤦🏻‍♀️ apa yang di omongin
Sedang Sibuk: Hehe, iya maaf aku lama hiatus jadi belum bisa revisi lagi 🙏🏻
total 1 replies
Elva Marza
Lumayan
Sedang Sibuk: Terimakasih kaka dukungannya ☺🙏🏻
total 1 replies
Suii
mulai ngidam ini ya mau ini mau itu,dan harus di penuhi biar gk ecesan
Suii
dokter harus menjalankan prosedur yg seharusnya,ada kamu malah gk konsentrasi nnt,biar dia bekerja dengan baik
Suii
terima terima terima,,manis sekali
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
semoga saja mama nya Edrick ma adiknya bisa menerima samara dan gk jahat ma samara ,nurut aja samara dr Pd kamu kena semprot terus
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
sabar samara pasti kmu bisa meluluhkan hatinya sidingin Edrick buat Dy klepek klepek dan bucin ma kamu samara
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
kekasih mu selingkuh amata untungnya kamu tau udah bener kamu putusin si Rey,udah putus terus disuruh Nerima perjodohan to semoga kamu bahagia samara
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰
udah nikah edric nya ngalah aka alisya jangan maksa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰
kenapa harus di rahasiakan samara,kehamilan bukanya kabar gembira ya?
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰
samara mungkin hamil,bisa aja kan dia hamil,dan itu tentu kabar gembira,congratulation
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐
Smoga kamu kuat menjalaninya .. Tidak mudah sekali menjalaninya tanpa pendekatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!