NovelToon NovelToon
PENGANTIN DADAKAN

PENGANTIN DADAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:413.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lastri Azahra

Dunia Anindya hancur ketika calon suaminya Yudhistira tidak datang ke pernikahan mereka. Rasanya seperti mau kiamat ketika tiba-tiba ayahnya memaksa untuk mengganti mempelai pria dengan Rio sahabatnya sendiri. Pernikahan tanpa cinta harus mereka jalani. Meski pada akhirnya cinta itu muncul seiring berjalannya waktu. Tapi di hadapan teman kerja ,mereka harus menyembunyikan identitas pernikahan mereka. Sampai Vino direktur perusahaan itu menyukai Anindya. Prahara mulai muncul...dan memporak porandakan biduk rumah tangganya. Mampukah mereka bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lastri Azahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIKA

Tok tok tok...!

Anindya membuka matanya perlahan. Memicingkan matanya karna silau oleh lampu tidur yang masih menyala.

Tok... Tok... Tok...!

"Nak bangun sudah siang sudah hampir setengah enam loh" suara Bu Hera dari luar kamar.

Anindya terkejut, di raihnya handphone di samping tempat tidur. Benar sudah hampir setengah 6.

" Iya bu kami segera keluar. " seru Anindya.

Tangan Rio masih melingkar di perut Anindya. Dia masih tertidur. Anindya memandang takjub keindahan wajah di depan matanya itu. Pantas saja para gadis di kantornya banyak yang tergila gila sama Rio. Kalau di lihat dari kriteria fisik Rio sanggup memikat hati banyak wanita. Ah mikir apa sih kamu Anindya.

Anindya menepuk pipi Rio pelan. Tapi tidak ada reaksi ia masih terlelap.

"Rio bangun kita kesiangan. " kali ini Anindya mengguncang tubuh Rio agak keras.

" hmmmm sebentar lagi. " Rio malah makin erat memeluk tubuh Anindya dengan mata yang masih terpejam.

" Eeeemmmhhh... " Rio meregangkan ototnya. Membuka matanya perlahan dan mendapati wajah Anindya tepat di depan matanya.

Rasanya tak percaya semalaman dia tidur dengan memeluk gadis itu. Bahagia sekali rasanya. Rio tersenyum manis penuh kebahagiaan.

" Selamat pagi Anindya. "

" Selamat pagi Rio. " Anindya membalas senyum Rio tak kalah manis.

" Ayo cepat bangun, sudah siang kalian belum sholat subuh loh...! " suara Bu Hera kembali terdengar, sepertinya ibu baru selesai masak.

Anindya dan Rio terperanjat mereka segera bangun dan menuju kamar mandi.

" Ayo sarapan dulu,ibu bikinin nasi goreng nih. " Bu Hera memanggil anak anaknya ke meja makan untuk sarapan. Rio sudah siap dengan pakaian kerjanya begitupun Anindya sudah rapih dan mengikat rambutnya ke belakang.

" Kalian memang serasi sekali. " Bu Hera memuji dan terkagum dengan pasangan itu.

" Ah ibu bisa aja,,,, maaf Anin tidak bantu ibu masak. " Anindya menatap mertuanya malu malu.

" Nggak apa apa ibu maklum kok hehehe... " Bu Hera tersenyum. Anindya semakin kikuk di buatnya.

" Nasi goreng ibu memang lezat, kamu harus cobain deh Nin. " Rio mulai melahap nasi goreng di depannya.

" lya,,, enak banget bu... " Anindya memberi pujian untuk nasi goreng bikinan ibu mertuanya itu. Bu Hera nampak sumringah dan puas dengan hasil masakannya yang membuat nafsu makan anak mantunya bertambah.

**********

" Pagi Anin. " sapa seorang pria membuat Anindya menghentikan sejenak aktifitasnya yang tengah bersiap memulai kerja.

Anindya melihat seorang berdiri di depan meja kerjanya. Pria berkulit sawo matang dengan tinggi kira kira 170 cm. Cukup tampan dengan dengan sedikit bulu halus di pelipisnya.

"Pagi."

"Oohh iya kenalin Gue Dika. " Pria itu mengulurkan tangannya.

" Anindya. " Anindya menyambut uluran tangan pria itu.

Hmmm cukup manis saat pria itu tersenyum ke arahnya.

" Kamu sepupunya Rio yaa? " Dika berbasa basi.

" lya" Anindya mengangguk.

" Heiii pagi pagi udah godain cewek aja lo..." Sandy teman sebagian Anindya yang baru datang menegur.

"Hahaha... ganggu aja lo." Dika cengengesan.

" Jangan percaya Nin laki laki itu tukang modus. " Sandy mengingatkan.

" Modus apaan gue, pacar aja nggak punya. " Dika kesal.

" Hahaha... itu tandanya lo nggak laku. " Sandy tertawa.

Anindya hanya senyum senyum melihat dua orang yang saling meledek itu.

" Tar siang makan bareng yuk. " Dika melanjutkan kembali usahanya mendekati Anindya.

" Hmmm lihat nanti ya,,, aku belum bilang Rio. " Anindya memberi alasan. Sebenarnya dia sendiri tidak ingin menerima ajakan itu, tapi dia tidak enak untuk menolak langsung.

" Sesekali lah makan sama yang lain jangan sama Rio mulu. " Dika malah menggoda.

Anindya hanya tersenyum. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya tadi. Tak ingin terlalu lama meladeni Dika yang begitu bersemangat mendekatinya.

" Oke nanti siang aku kesini lagi. " Dika mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi menuju ruangan humas tempatnya bekerja.

" Huuhh " Anindya menghembuskan nafasnya ketika melihat Dika sudah pergi. Lega.

Teringat kejadian semalam Anindya tersenyum sendiri. Semalaman Rio tidak melepaskan sedetikpun pelukannya. Sampai Anindya merasa sedikit sesak. Ada ada aja kelakuan Rio, tidak tahu apa kalau hal itu membuat Anindya merasa gugup dan malu. Pengalaman pertama dalam hidup Anindya. Dulu ketika dia berpacaran dengan Yudistira, jangankan berpelukan, pegangan tangan saja tidak pernah.

" Hayo lo,,, lagi ngebayangin apaan senyam senyum sendiri. " Gendis menepuk pundak Anindya dari belaka, membuat gadis itu kaget bukan kepalang.

" Ya ampun Gendis ngagetin aja. " Anindya memegangi dadanya, jantungnya serasa mau copot.

" Habisnya kaya asik banget ngelamunnya hihihi... " Gendis cekikikan melihat Anindya yang terkejut.

" Ada aja,,, anak kecil nggak boleh tahu weeee. "

" Iya deh yang tua... " Gendis manyun karena di katain anak kecil.

**********

Istirahat siang.

" Anin... gimana mau makan siang bareng aku nggak? " Dika kembali muncul di depan Anindya, membuat gadis itu tampak jengah.

" Eeeee lain kali aja ya Dik. " Anindya mencoba menolak secara halus.

" Ayolah,,, aku akan ajak kamu ke restoran yang enak deket sini. " Dika memohon.

" Tapi aku belum izin Rio. "Anindya memberi alasan.

" Nanti aku yang bilang deh... Yaa please! " Dika merapat kan kedua tangannya di depan dada.

Hmmm, maksa banget sih, aku nggak suka cowok model gini. Batin Anindya.

" Maaf Dika belum bisa sekarang, lain kali aja yaa. " Anindya mencoba untuk bersabar.

" Hei ada apa ini? " Rio tiba tiba muncul di tengah keputus asaan Anindya menolak ajakan Dika.

" Hmmm kebetulan, Anindya boleh aku ajak makan siang nggak Pak? " Dika cengengesan.

Walaupun mereka seumuran tapi Dika tetap memanggil Bapak karena jabatan Rio yang lebih tinggi. Sementara Dika hanyalah pegawai biasa.

Rio melirik Anindya, gadis itu menggelengkan kepalanya pelan takut terlihat oleh Dika.

" Sorry Dika tapi saya udah ada janji sama Anindya duluan. " Rio mengangkat bahunya dan tersenyum.

" Yaaaaahhhh... " Dika tampak kecewa.

" Mungkin lain kali Anindya bisa nemenin kamu makan siang, tapi nggak sekarang yaaa. " Rio menepuk pundak Dika.

Tak ada lain kali karena aku tidak akan mengizinkan cowok manapun mendekati istriku, enak saja. Rio geram

Dika tampak sangat kecewa terlihat dari raut mukanya yang masam.

" Oke kalau begitu saya permisi dulu. "Dika berlalu meninggalkan mereka berdua.

" Huuuhhh untung aja kamu cepet datang." Anindya menarik nafas lega.

" Kenapa? Kangen yaa. " Rio malah meledek.

" liihh nggak nyambung. " Anindya mendelik.

" Pengen cepet cepet pulang, pengen cepet cepet bobo lagi. " Rio berbisik.

" Rioooooo. " Anindya menjerit pelan karena takut terdengar sama yang lain yang masih ada diruangan itu.

Rio terkekeh. Ada sensasi lain ketika mereka merahasiakan hubungan ini dari yang lain. Semuanya terasa indah bagi Rio.

Semburat merah merona di pipi Anindya, Rio pandai sekali membuat ia malu, menyebalkan. Tapi perasaan senang dan deg degan juga hadir dalam hatinya. Entah lah kenapa dia bisa jadi seperti ini? Anindya tidak mengerti kenapa perasaannya mulai berubah terhadap Rio.

... BERSAMBUNG....

1
nana supriyatna
Luar biasa
Ratnasihite
jd ga seru lg diputusin bgtu aja🤪
Ratnasihite
jd sedih ko ya
Ratnasihite
Biasa
Ratnasihite
Buruk
Lilis Liss
mana sih ko g ada lanjutannya
Lilis Liss
udah 2 judul yng menggantung g.ada lanjutannya
Lilis Liss
ko g ada lanjutanya
Lilis Liss
kaya ny poto mantan rio deh
Lilis Liss
andin gk punya pendiriian udah tau rio cemburu eh mlh nempel sama vino
Lilis Liss
murahan siandin
Lilis Liss
kesannya andin kaya wanita murahan mudah dirayu sama vino
Lilis Liss
mah gitu dong jdi semangat mbacanya andin
Lilis Liss
males ah baca nya kok perempuan kaya andin,,udah mending siandin tinggalin sama rio dan vino biarin sendiri gk suka karakter andin
Lilis Liss
sebel ah kesianindya plin plan
ibeth wati
karakter disini yg TDK aku sukai kurangnya keterus terangan ..apa" disimpen entar klo dengar dr yg lain bisa jadi penyakit kan
mungkin karakter othornya gitu(⁠•⁠‿⁠•⁠)
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Mel Lisanti
endingnya masih gantung ya thor??
Asri
lanjut
RisaRis27670746
astaga aninnn malah tinggal diapartemen vino...tambah parahlah salah pahamnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!