seira gadis yatim piatu yang merasa putus asa dengan hidupnya.
Hamil dengan adik angkatnya sendiri, membuat seira di usir dari rumah orang tua angkatnya , seira kemudian tinggal di rumah paman dan bibinya, banyak yang menilai buruk terhadapnya, dan sering mendapat perlakuan kasar dari bibinya.
Qaid Arkana mantan kekasih seira merasa iba ketika melihat seira di aniaya oleh sang bibi , terbesit niatnya untuk menolong seira.
namun seira yang tidak kuat dengan siksaan itu , berbuat nekat menjebak dan memfitnah Qaid, agar Qaid menikah dengannya ,
setelah resmi menjadi istri Qaid , tak sedikitpun Qaid bersikap lembut terhadap seira dan putranya, hingga mereka memutuskan untuk bercerai...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susnati ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adik Athar
Seira mulai merasa sakit di bagian pinggul dan perut bawah.
"Mama sepertinya suda dekat lahiran, suda mulai rasa sakit Ma." Keluh Seira pada Bu Aisya.
Bu Aisya langsung menelpon Maira.
***
Erik melajukan mobilnya menuju rumah Bu Aisya.
Lalu membawa Seira ke rumah sakit.
Di temani Maira dan Bu Aisya.
Setelah di periksa suda pembukaan tujuh, Seira di bawah ke ruang bersalin. Ia terus menangis, teringat akan Ayah dari anak yang akan ia lahirkan.
"Apa dia mengingat ku kak?." Tanya nya pada m
Maira.
Maira hanya diam dan menyuruhnya beristighfar.
"Anak mu akan segera lahir, apa di sana kau mengingatku, atau mungkin sedang bersenang senang dengan istri baru mu." gerutu Seira yang suaranya masi dapat di dengar oleh Maira.
"Sudah lah Seira, jangan pikirkan dia. Pikirkan anak anak mu, ikhlaskan dia,doakan agar dia bahagia. Aku harap kau bisa melupakannya dan melanjutkan hidup mu setelah ini. "
Setelah di periksa oleh Dokter ternyata suda pembukaan lengkap.
Tiga puluh menit ngedan akhirnya hadirlah seorang bayi perempuan cantik.
Setelah di bersihkan, bayi mungil itu di serahkan kembali pada Seira untuk di berikan Asi pertamanya.
"Kenapa kau sangat mirip dengan Ayah mu humm, bagaimana aku bisa melupakannya, jika kau sangat mirip dengannya."
Ya antara cinta dan benci memang berbeda tipis. Seira belum bisa menghapus rasa cintanya terhadap Qaid. Namun ia juga membenci Qaid atas perlakuan buruk yang ia terima kala itu.
Bayangan tentang perlakuan kasar Qaid terus menari nari dalam ingatan Seira. Ia tidak bisa melupakan sakit yang torehkan Qaid saat itu.
Setelah di susui, Erik masuk untuk melafazkan Azan di telinga sang bayi.
Semua administrasi, dan perlengkapan bayi di urus oleh Erik dan Maira. Kedua kakaknya itu sangat baik sekali.
Kini ia sadar, yang membuat Erik begitu mencintai Maira adalah kerena hatinya yang begitu lembut.
"Kak terimakasih atas semua bantuan kakak untuk aku dan anak anak ku." Cicit Seira sambil menangis.
"Hei Seira, kau baru saja melahirkan, tidak boleh sedih atau stres. Akan berpengaruh pada asi dan kesehatan mu. Yang aku lakukan adalah kewajiban ku. Kau adik ku. Kalau bukan aku siapa lagi ?. Dan yang harus kau ingat aku menyayangimu dan anak anak mu. Jika kau sedih aku pun akan ikut sedih. Kau harus semangat, lupakan orang orang yang menyakiti mu, bahagiakan putra putri mu."
"Iy Seira, kau harus semangat EM Colection akan di buka, suda dalam tahap pembangunan. Bukan kah itu cita cita mu. Jika EM Colection nantinya sukses, aku siap untuk membuka banyak cabang. Jadi kau harus semangat ya. Sambung Erik.
Seira tersenyum senang tak henti henti mengucapkan terimakasih pada kedua Kakaknya .
Sebenarnya suda sejak lama Seira ingin terjun di bisnis fashion, kekurangan biaya membuat ia urungkan niatnya. Namun kini Maira mau membantunya, keuntungan akan di bagi dua.
"Assalamualaikum Bunda." Suara Athar mengalihkan perhatian semua yang ada dalam ruang rawat.
"Bunda apa adik ku suda lahir?." Tanya Athar mendekati sang Bunda di ikuti oleh Randy adiknya Maira.
"Suda sayang, adiknya di gendong Uma." jawab Seira yang masi terbaring lemah.
"Uma kata om Randy adik ku perempuan ya?.
Tanya Athar lagi.
"Iy sayang , sini Aba gendong. Sambung Erik seraya meraih Athar dalam gendongannya.
Amazing Boyfriend mampir...
emakmu datang...