Mira menangis dalam diam melihat kenyataan itu. Bagas, suami yang selalu dibanggakan dan dihormati ternyata pembohong.
Bagas memulai kehidupan barunya bersama Mira setelah move on lama dari sakit hatinya yang dikhianati dan ditinggalkan begitu saja.
Kehidupan pernikahan mereka berjalan dengan baik sampai... datangnya kembali Sherly yang dulu meninggalkan Bagas demi karier dan Shinta yang juga datang kembali setelah dulu ketahuan selingkuh di belakang Bagas.
Mereka, dua wanita ini datang di saat Bagas mulai bahagia bersama anak dan istrinya Mira.
Kedatangan kedua wanita itu tak menggoyahkan Bagas, tetapi bagaimana bila suatu saat Bagas akhirnya tergoda kembali dan mulai melupakan rumah tangganya dengan Mira
Akankah Bagas dapat mempertahankannya atau justru malah melupakan istri dan anaknya kembali ?
Jawabannya ada dalam novel ini,
silahkan tulis saran, komentar dan kritik atas novel perdana saya ini. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Dasdjar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 12. Bagas Menyendiri
Sudah 5 hari Bagas tidak pernah menghubungi Mira lagi. Ada kesedihan yang nyata di wajah Mira.
Hatinya sangat sakit dan air mata masih setia menemani malam - malam Mira.
Dirinya tidak pernah menyangka akan sesingkat ini hubungannya dengan Bagas. Tak pernah di duga Bagas akan melakukan ini. Di lubuk hati terdalamnya dia masih mengharap Bagas menghubunginya, tetapi sudah lewat hari ini sejak kejadian itu Bagas tak pernah menelepon Mira atau datang ke rumah.
Mira merasakan adanya kehampaan dalam hatinya. Dia rindu senyum dan candaan Bagas. Tapi di halaunya bayangan itu semua dari hatinya, Dia berusaha menyibukkan diri agar melupakan Bagas.
Di tempat lainpun, Bagas berusaha untuk menyibukkan diri, untunglah hari- hari nya banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga Bagas tidak terlalu bersedih.
Seperti malam ini, sampai jam 10 malam Bagas masih ada di kantor, dia mengambil lembur agar besok dapat cuti 1 hari. Bagas berencana pergi ke suatu tempat untuk melepaskan semua penatnya besok.
Di helanya napas lega karena semua pekerjaannya sudah selesai. Buru- buru di bereskannya semua berkas- berkas yang masih berserakan. Setelah dilihatnya beres, maka Bagas pun bergegas pulang.
Rianti melihat adanya sedikit perubahan pada diri anaknya Bagas. Tidak biasanya Bagas mengambil lembur dalam beberapa hari ini. Ketika di tanya Bagas hanya menjawab bahwa dirinya banyak kerjaan dan akan cuti 1 hari.
Malam itu Rianti sengaja menunggu Bagas pulang.
" Bagas... baru pulang kau nak, " sapa Rianti.
" Eh iya ma, kok tumben mama belum tidur," ? tanya Bagas heran .
" Mama sengaja tunggu kamu nak, ada yang mama mau tanyakan, " sahut Rianti lagi.
" Mau tanya apa mamaku yang cantik, " senyum Bagas manja.
Ya Bagas termasuk anak yang dekat dan manja pada Rianti ibunya.
" Mama lihat beberapa hari ini kamu kok kerja terus bahkan lembur, dan muka mu itu kadang muram,, ada apa Bagas?" tanya Rianti penuh selidik.
" Apa perusahaan papa ada yang tidak beres nak, coba kamu konsultasi pada papa, biar papa mu bisa kasih pengarahan dan solusinya," kata Rianti lagi.
" Di kantor baik- baik saja ma, semua pekerjaan juga beres, hanya ada beberapa berkas yang memang di minta oleh perusahaan lain untuk diselesaikan secepatnya, jadi Bagas tak mau menundanya, dan Bagas mau cuti 1 hari ma besok, jadi Bagas selesaikan semua biar Bagas tenang, itu saja ma," jawab Bagas menatap Rianti sambil tersenyum.
" Betul nggak ada yang lain, apa kamu sedang memikirkan yang lain dan kamu menyibukkan diri agar kamu bisa lupakan sesuatu? " tanya Rianti lagi.
Bagas terdiam sesaat, tetapi kemudian di gelengkan kepalanya.
" Tidak ada mama, semua beres, aku masuk dulu ke kamar ya mau mandi, " jawab Bagas menunduk.
Bagas belum pernah cerita tentang Mira pada Rianti, Bagas punya rencana akan membawa Mira ke hadapan ibunya untuk diperkenalkan sekaligus membicarakan acara lamaran.
Bagas yakin ibunya setuju karena Rianti pernah menanyakan hal itu. Dan Rianti sudah tidak sabar untuk melihat Bagas bersanding dengan pilihan hatinya.
Tetapi dengan adanya salah paham itu, Bagas mengurungkan niatnya.
Keesokan harinya Bagas sengaja bangun telat, Dia masih berada di ranjangnya. Rianti masuk dan membangunkannya takut terlambat ke kantor.
" Bagas... ayo bangun, nanti terlambat ke kantor," sapa ibunya.
" Hari ini Bagas cuti ma, Bagas mau di rumah pagi ini dan nanti siang akan pergi kesuatu tempat," jawabnya sambil menarik selimut lagi.
" Ya sudah, nanti kalau mau makan minta sama bibik ya, mama mau belanja bulanan dulu, " jawab Rianti sambil menutup pintu kamar.
Bagas mengangguk dan melanjutkan tidurnya.
Siang itu Bagas sudah rapi dengan celana pendek, kaos, serta sepatu kets nya. Tak lupa topi dan kacamata hitam tak ketinggalan.
" Bik.. bibik, " teriaknya dari meja makan.
" Ya den Bagas.. mau makan , bibik siapkan ya, "
" Bik, aku minta kopi saja dan roti dilapisi keju ya, tolong bawa ke depan ya bik," kata Bagas dengan sopan.
" Baik den, tunggu sebentar ya," sahut Bibik bergegas ke dapur.
Setelah Bagas makan roti dan minum kopi, dia berpesan pada bibik untuk bilang pada Rianti dia akan pergi ke pantai.
Di lajukan mobilnya ke arah pantai, ada yang kosong dalam hatinya. Ada selintas terpikir Mira, tetapi dia tepiskan karena dirinya tak mau lagi di katakan egois memutuskan sepihak.
Ingin hatinya melupakan semua tentang Mira, dia ingin bebas, ingin melupakan sejenak kegalauan hatinya, Bagas berjalan menyusur pantai siang itu. Tak dihiraukan terik matahari, Dia ingin melupakan semua itu, tujuan dia ke pantai seraya melihat ombak yang bergulung.
Setelah lelah berjalan, di arahkan kakinya untuk berteduh di warung dekat pantai.
Di tatapnya laut di depannya, tetapi kegalauan itu tetap ada, Di pejamkan matanya tetapi senyuman Mira yang terbayang.
Hatinya tambah galau, sejenak Bagas berpikir dan akhirnya dia tersenyum.
Ya dia sudah mendapatkan jawaban atas kegalauan hatinya.
Bagas menunggu matahari mulai terbenam di pantai itu, Bagas kagum melihat semua karya Tuhan dari tempat duduknya.
Tak lama Bagas bergegas menuju mobilnya dan di lajukan arah mobilnya menuju suatu tempat.
kalau udh otw...
weleh sakno nasibmu Bagas... khilangan Mira mlah dptnya toilet umum.... ini sih bukan naik derajat... mlah turun derajat ... istri mulia trsakiti krna kehadiran istri murahan.... hnya krna trtipu gaya polosnya intan😂😂😂😂