NovelToon NovelToon
White Love In You

White Love In You

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rniehamizan

ini cerita sedih tentang seorang istri yang tak di cintai suami nya, karena dia hanyalah istri yang di pilih keluarga nya bukan hatinya.

setelah perceraian terjadi, pria itu baru menyadari betapa pentingnya gadis itu untuknya.

perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kembali akankah berhasil? menikahinya untuk kedua kalinya. atau malah cintanya tak terbalas karena si gadis mencintai pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

drrt..drt...

Ponsel merk apel digigit itu bergetar di atas meja rias. Venty mengeryit saat melihat Reva bukan mengangkat nya malah menatap layar ponselnya hingga getaran itu berhenti. wajahnya menjadi sangat pucat.

"ada apa Reva?" tanya venty.

"ayah menelpon.." jawab Reva dengan wajah yang kembali menegang karena ponselnya kembali bergetar.

"bagaimana ini ibu?" racau nya panik.

"sini, biar ibu angkat."

Venty menggeser layarnya dengan ragu lalu menempelkan ponsel itu tepat ditelinga nya.

"halo, pak Rangga."

"..............."

"aah..ii..iya, Reva baik-baik saja." venty melirik Reva yang menatap ke arahnya dengan pandangan khawatir. "dia sedang mandi."

".............."

"baiklah, akan saya sampaikan. iya.. selamat siang pak Rangga." venty mendesah lega saat Rangga tak terlalu banyak bertanya dan memutuskan telpon nya.

"apa yang di katakan ayah?"

"beliau merindukan mu. dan katanya akan kesini Minggu depan."

"apa..? nanti..nanti..ayah akan tahu.. kalau mas..."

"lebih baik mereka tahu Reva, dan sebaiknya kau katakan semuanya pada ayahmu." potong venty, lalu kembali merapikan riasannya yang tertunda karena mengangkat telpon.

"mm.. aku hanya takut.. mereka kecewa." Reva menundukkan kepalanya.

Setelah sekuat tenaga meyakinkan hatinya, gadis bertubuh pendek itu tersenyum pada venty.

"baiklah ibu, aku akan mengatakannya besok pada ayah.. atau aku akan pulang dulu saja ke kampung halaman ku untuk menginap beberapa hari."

"oke, mari kita keluar." venty merengkuh tubuh Reva dengan cepat. mereka keluar beriringan dengan tampilan yang sudah cantik.

Reva menelan ludahnya saat melihat begitu banyak nya tamu di ruangan itu, tangan nya mencengkram tangan venty. dia sangat gugup dan takut saat venty mengajaknya untuk terus berjalan ke depan.

"Reva.." gumam venty khawatir. matanya tak pernah lepas dari Reva. dia takut sekali Reva akan kehilangan kendalinya saat melihat Adam dan Jessy yang kini tengah berdiri tepat di depan mereka.

"aku baik ibu." bisik Reva. lalu dengan berani berjalan menghampiri pengantin itu. membuat semua tamu undangan menjadi riuh saling berbisik. bagaimana tak terkejut mereka saat melihat Reva yang mereka ketahui adalah istri Adam kini tengah tersenyum dengan tenang nya kepada si mempelai pengantin yang merupakan suami nya. apa gadis itu tak merasa sakit.

Calvin yang melihat pemandangan itu langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah Reva, tapi langkahnya terhenti saat meliha ekspresi Adam yang terlihat seperti tak bersemangat setelah bersalaman dengan istri pertama nya itu.

apa sekarang kau menyesal Adam. kicau

Calvin.

Reva mati-matian menahan sakit hati dan air mata yang kini mulai menggenang di pelupuk matanya. mencoba mempertahankan senyuman didepan Adam dan Jessy. Adam seolah tak ingin melihat ekspresi itu, dia melihat ke arah lain hanya untuk menghindari senyum yang kini mampu membuat jantungnya meledak entah apa sebabnya.

"mas, aku turut senang" lirih Reva. lalu pergi meninggalkan ruangan itu. dia tak bisa terlalu lama disana.

Hatinya terasa tercabik-cabik. apalagi saat melihat pandangan para tamu yang menatapnya penuh kasihan. venty yang sedari tadi hanya diampun melihat Reva tak kuat. dia pun segera mengejar Reva tak peduli dengan Adam yang belum dia hampiri dan kasih selamat. saat ini dikepala Venty hanya ada Reva, dia begitu khawatir dengan menantunya itu.

Adam melihat nanar punggung venty yang menghilang di balik pintu. bahkan Venty pun tak memberi selamat padanya, apa ini keputusan terbaiknya. matanya melirik Jessy yang terlihat begitu bahagia, tersenyum lebar saat para tamu memberikan selamat padanya.

Reva menatap kosong entah kemana. tak peduli dengan para tamu yang lewat melintasi nya karena kini dia tengah duduk di depan gedung pernikahan.

"Reva," panggil Venty lembut, dengan tangan yang menggapai tangan Reva.

Reva menoleh ke arah venty dengan senyuman yang begitu samar, membuat sakit ulu hati nya. venty dapat merasakan betapa rapuhnya Reva sekarang. wanita mana yang akan kuat melihat suaminya kembali menikah.

"ibu, aku..baik. jangan khawatir" jawab Reva seolah tahu apa yang venty pikirkan tentangnya saat ini. membalas genggaman venty pada tangannya.

"Reva, maafkan anak ibu." lirih venty seraya menghapus air mata yang sudah menetes.

Reva mengelus punggung tangan wanita yang kini mulai terisak. hatinya berdenyut melihat venty seperti ini. kenapa harus venty yang minta maaf padanya bukan Adam. kenapa harus venty yang ikut merasakan sakit ini bukan Adam.

Berbagai pertanyaan bergumul di kepalanya. Reva mengelus punggung venty.

"ibu, aku tak apa. kenapa ibu menangis? seharusnya aku yang menangis bukan?"

Venty tersenyum dalam tangisnya saat mendengar ucapan Reva. memang benar, kenapa juga jadi dia yang terlihat begitu meratapi semuanya sementara Reva terlihat sangat tegar sekarang.

Calvin berjalan mendekati Reva dan Venty. sejak tadi dia melihat semuanya dari ke jauhan.

"Tante, masuklah kedalam." ujar Calvin membuat venty menoleh ke arahnya. "Adam mencari Tante."

Venty terlihat ragu. hatinya tak ingin bertemu Adam sekarang.

"Bu. ayo temui mas Adam." venty mendesah, lalu berjalan masuk ke dalam gedung dengan berat hati.

Calvin tersenyum ke arah Reva. "kenapa di sini?" tanyanya.

"eoh.. di dalam sangat ramai. aku tak suka." ujar Reva mencoba untuk tak menangis.

Calvin mengangguk-anggukkan kepalanya. lalu mengulurkan tangannya pada Reva.

"mau ke suatu tempat, Reva?"

"apa? kemana?".

"kemana saja. asal kau bahagia dan menjauh dari tempat ini."

Reva terdiam. dia memang sedang ingin pergi sekarang, ketempat yang jauh. dimana tak ada Adam juga keramaian ini. setelah berpikir cukup lama akhirnya Reva mengangguk setuju dan segera mengirim pesan singkat pada Venty. setelah mendapat balasan venty, mereka pun segera pergi.

Calvin membawa Reva menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempatnya sekarang. membukakan pintunya, memperlakukan Reva sebaik mungkin.

"kita akan kemana?" tanya Calvin.

"ke puncak kupu-kupu saja. aku ingin kesana"

"baiklah. kita pergi kesana."

Puncak kupu-kupu adalah sebuah taman kecil yang berada di sebrang kota, meskipun begitu puncak kupu-kupu sangat ramai pengunjung karena pemandangan nya yang indah. banyak sekali kupu-kupu berbagai jenis karena bunga di sana cukup banyak.

Reva dan calvin sudah sampai di sana sekitar setangah jam yang lalu.

Calvin pun terus diam selama itu, duduk di samping Reva yang sedari tadi menangisi kepedihan nya. dia tak peduli dengan adanya Calvin karena hatinya sudah sangat tak tahan lagi menahan semuanya. yang penting baginya, venty tak melihat nya rapuh seperti ini.

"menangis lah agar beban dihatimu berkurang. Reva.. kenapa..."

"ibu.. ayah.. kenapa semua terjadi padaku." lirihan Reva membuat Calvin menghentikan ucapannya.

Calvin dengan cepat meraih tubuh yang lebih kecil darinya itu ke dalam pelukan. ia tak sanggup lagi melihat gadis yang di sukainya menangis seperti ini. hatinya ikut tersayat.

"menangis lah sepuasnya." ucapan Calvin membuat Reva menjadi hilang kendali, dia meremas baju Calvin. menangis dalam dekapan nya tanpa menolaknya.

"maaf.. aku terlihat buruk di depanmu." ucap Reva dengan mata terpejam tapi masih mengeluarkan air mata.

Calvin merasakan bajunya basah karena air matanya, tapi dia tak peduli. selama Reva nyaman, dia akan tetap dalam posisi ini. gadis ini begitu rapuh, Calvin tak tega melihat nya tersakiti seperti ini. Calvin melonggarkan pelukannya tak mau membuat tubuh Reva terluka karena terlalu kuat memeluknya.

Cukup lama mereka dalam posisi itu. sampai Reva merasa lebih baik dan tak lagi menangis. perlahan Calvin melepaskan pelukannya.

"lebih baik?"

"ya. terimakasih."

"umm...kita pulang. hari mulai petang." Calvin meraih tangan Reva, menuntunnya dengan lembut. Reva sedikit terhenyak karena perlakuan Calvin begitu lembut terhadap nya jauh berbeda dengan Adam.

Hatinya terasa sedikit hangat karena perlakuan Calvin.

"jika kau butuh sandaran, datang saja padaku." ucap Calvin tanpa melihat ke arah Reva, matanya fokus kedepan menyetir.

"mm.."

1
Laili Dwi Agustina
karyanya bagus tapi kenapa off ditengah jalan /Sob/
Moch Firman
markutet mphi
Moch Firman
apakah authornya ini Army
Moch Firman
V kamu ngapain di sini
Moch Firman
mphi ngapain kamu di situ
Memelia Paixao
mantannya vante muncul
Memelia Paixao
saingan baru Adam nih😀😎
Memelia Paixao
thor buat reva pergi yg jauh
피롷
pantes kya ga asing sama nama vante🤣🤣🤣🤣cuma 1 yg pernah ngomong bgtu🤣🤣🤣
피롷
heh markutet disini😭😭😭
🍃༺𝕳𝖚𝖏𝖆𝖓༻🥬🍒
JEJAK
la lauce🌷🌿
nangis aku bacanya bang😭😭😭😭
Hasanah Ana
mantap
amalia gati subagio
some body new 4 R, plz 😈
amalia gati subagio
beehhhh carakternya si A dangkal yack 🤓💪💪
amalia gati subagio
telmi, heeeh...segitu terharu dpt perhatian si L ma V, apa ortu lo gak perhatian ma lo R. 😈 hmmmm next 🤓💪💪
amalia gati subagio
why......😈🤓💪💪💪💪
amalia gati subagio
dunia halu, penasaran endingnya 😁😈
amalia gati subagio
aduh....bab berapa ya 🤓
amalia gati subagio
Bab si R sadar zalim dgn dirinya membiarkan si A menyakitinya & pergi itu Bab berapa ya 😁💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!