Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Ingat Aku?
Aku dan dia masih berkutat dalam posisi berhadapan. Dia masih tak berniat melepaskan pandangannya dariku.
"Permisi pak!" akhirnya aku berinisiatif meninggalkannya lebih dulu.
"Pak, apa aku nampak setua itu hingga kau panggil pak?" ucapnya sambil menundukkan kepala berusaha mensejajarkan wajahnya dengan wajahku.
Aku kelimpungan.
" Jadi, kau mau ku panggil apa?" batinku.
"Sayang?" aku tetap membatin.
"Iya itu," jawabnya yang membuatku membelalakkan mata.
"Apa?" telisikku.
"Kamu lupa sama aku?"
Aku mengernyitkan dahi.
"Hai bro, akhirnya kita ketemu lagi," sapa mas Rendra.
"Akrab nih," tanya mas Rendra karena melihat kami berhadapan dalam jarak dekat.
" Dia melupakanku," lelaki tampan itu berujar.
Aku hanya diam saja. Membiarkan mereka larut dalam percakapannya. Tanpa mereka sadari aku menyelinap pergi.
*****
"Dari mana aja sih, Sa?" Maya mencecarku.
"Makan," jawabku.
"Sa, hari ini kan kita pulang cepet nih, anterin aku beli kebaya yuk! Sabtu nanti aku ada acara kondangan," rengek Maya.
"Suruh anter Mas Rendra aja napa! aku gak mau kayak kemarin, jadi obat nyamuk," jelasku.
"Mas Rendra ada janji sama temennya, lagian aku maunya pergi sama kamu! Mau ya ... ya ...!" suara manja Maya membuatku gerah.
"Iya ... iya aku anter," jawabku pasrah.
"Yiheiiii," Maya dah persis anak kecil minta permen, trus dibeliin sama emaknya saking senangnya.
*****
Mas Rendra PoV
Sepeninggal Rosa, lelaki di depanku ini celingak celinguk. Aku yang ngajak ngobrol pun menaruh curiga.
" Naksir?" Aku mengulik.
"Dia lucu," jawab lelaki tadi.
Aku menampilkan ekspresi menyelidik, seolah tak percaya apa yang ia dengar.
"Kalau cinta, perjuangkan!" singkat, padat dan sangat tepat sasaran omonganku kali ini.
Lelaki itu hanya membalas dengan senyum.
*****
"Warna pink atau tosca?" Maya berulangkali bertanya.
Aku cuma menggeleng, percuma juga ku jawab lagi. Sudah berkali-kali ku yakinkan, tapi masih juga galau.
"Aku suka pink, tapi yang tosca aku suka modelnya," ucap Maya sambil bergantian mematut kedua kebaya tersebut di tubuhnya.
"Beli aja dua-duanya!" sahut sebuah suara.
"Mas Rendra ...." Maya tersenyum gak percaya.
"Katanya tadi ada janji sama temen?" selidikku.
"Ini orangnya!" tunjuk mas Rendra pada seorang lelaki di sebelahnya.
"Iiihhhh ganteng ... Maya," secepat kilat Maya mengulurkan tangan kearah lelaki itu.
"Rendra ... terimakasih pujiannya," sambut tangan mas Rendra pada uluran tangan Maya.
"Aahhh ... Mas Rendra apaan sih?" gerutu Maya.
"Jangan kegenitan, aku cemburu!"
Maya hanya senyum-senyum. Hatinya berbunga-bunga, berkembang-kembang bak di taman film-film india. Sementara, aku dan lelaki itu hanya terdiam menikmati adegan demi adegan Maya dan mas Rendra. Sejujurnya, sesekali kami saling mencuri pandang.
"Kenapa dia lagi?" batinku.
Sudah berapa kali, aku bertemu dengannya hari ini?
"Kamu gak beli kebaya juga?" tanyanya yang tiba-tiba saja sudah berdiri sejajar denganku.
Tiba-tiba juga, HP ku berbunyi. Ada panggilan masuk. Aku melangkah menjauh untuk mengangkatnya.
"Mas Ren, kenalin temennya dong!" pinta Maya.
Mata lelaki itu menatap mas Rendra. Mencari jawaban apa yang akan dia berikan. Yang ditatap hanya diam tanpa ekspresi.
"Dia Rud, temenku kuliah," jelas mas Rendra kemudian, sambil menggenggam tangan kanan Maya.
Melihat itu, lelaki yang bernama Rud itu hanya tersenyum geli.
*****
"Semuanya, kayaknya aku harus pulang dulu nih," ucapku setelah kembali bersama mereka.
"Ada apa Sa?" peduli mas Rendra.
"Gak ada apa-apa mas. Lagi ada saudara main ke rumah, jadi mama nyuruh aku cepat pulang," jelasku melebar.
"Biar dianter Rud aja, Sa! Aku mau pinjam Maya dulu, buat nemenin aku nyari kemeja batik.
"Gak usah mas.Ini aku dah mau pesen ojol kok," tolakku.
"Ayo aku anter!" lelaki yang katanya bernama Rud itu melangkah dan mas Rendra menyuruhku mengikutinya lewat isyarat tangan dan matanya.
Meski dengan berat langkah, akhirnya ku ikuti langkahnya. Lambaian tanganku pada Maya dan mas Rendra dibalas dengan sunggingan senyum.
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍