NovelToon NovelToon
Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

ig : tri.ani.5249

Hidup ini berjalan sering kali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, Allah lah yang paling tahu tentang kita dan akhir cerita kita. Aisyah Ratna, seorang agdis belia yang memimpikan bisa menikah dengan seorang pria yang sholeh yang akn membimbingnya, tapi sebuah takdir malah mempertemukan dengan pria arrogant yang jauh dari mengenal agama.
Hatinya begitu hancur saat seseorang yang bernama Kevin Alexander tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan meminangnya. Apakah hidupnya akan bahagia setelah menjadi istri seorang Kevin Alexsander? Bisakah ia melupakan cintanya pada seorang pria anak ustad bernama Fahmi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Alex

Sudah sangat lama Alex mengajak Nadin berkeliling, ia sungguh tidak mau sampai Nadin dan Rendi bertemu saat ini.

aku harus meyakinkan Nadin ......

Alex terus memikirkan rencana, hingga ia menemukan sebuah rencana. Ia akan membawa Nadin dan baby El kerumahnya, urusan dengan nenek Widya akan ia urus belakangan yang terpenting baginya sekarang adalah agar Rendi tidak bisa menemukan mereka.

“Lex…, kita harus segera pulang, ini sudah malam. Lihat El juga sudah tidur. Aku

juga sangat capek!” ucap wanita bernama Nadin itu, Alex begitu mengaguminya. Semua itu berawal dari balas dendam Alex pada Rendi yang melibatkan Nadin. Saat itu Alex sengaja menculik Nadin, ia ingin melihat bagaimana menderitanya Rendi tanpa wanita yang di cintainya.

Rencana awalnya ia ingin sekali melenyapkan Nadin, tapi melihat ketulusan Nadin membuat hatinya bergetar, keras di hatinya seakan luluh karena wanita itu.

“Tapi kalian akan tinggal di rumahku!”

“Mana mungkin kami tinggal di rumahmu, kami bukan siapa-siapa kamu. Apa kata orang

nanti!” Nadin bersikeras untuk menolaknya. Tapi Alex tidak kehabisan akal.

“Sekali ini saja, percayalah padaku, semua demi kebaikan kalian!”

Nadin mengeryitkan keningnya, “Maksud kamu?”

“Ada orang yang sedang mengawasi rumah kalian!” Jawab Alex dengan mantap.

“Apa sangat berbahaya?”

“Bisa jadi!” sebenarnya Nadin sangat keberatan tapi ia juga harus memperhatikan

keselamatan baby El, ia tidak punya siapapun di sini, hanya Alex dan keluarga

Aisyah yang bisa ia mintai bantuan.

Alex juga terus memaksa, Alex mengajak Nadin dan baby El untuk menginap di rumahnya.

“Tapi besok pagi-pagi sekali segera antar kami pulang!”

“Jangan …, kalian garus menginap beberapa hari di sini!”

“Kenapa?” Tanya Nadin protes, ini tidak sesuai dengan rencana.

“Karena ….!”

“Iya, Karena apa?”

“Karena aku punya surprise untuk kalian besok pagi, karena surprise nya nggak bisa di

lakukan di rumah kalian!”

Alex tanpa pikir panjang langsung mengajak Nadin dan baby El menuju ke rumahnya, kali ini Nadin hanya pasrah dengan perasaan kesalnya.

Nadin segera turun dari mobil saat mobil sudah berhenti sambil menggendong baby El yang sudah tidur.

"Nad ....., Nad ....., Jangan marah seperti itu!$" ucap Alex sambil mengejar Nadin.

“Terserah kau saja lah …, aku dan baby El mau istirahat, jadi aku harus ke mana?” Nadin

mengedarkan pandangannya ke rumah yang cukup besar itu, rumah itu besar tapi

hanya di huni oleh seorang alex, sungguh sepi sekali.

Alex tersenyum, setidaknya wanita itu tidak marah padanya.

“Merry akan mengantarkan kalian ke kamar kalian!”

Alex memanggil merry. Merry begitu senang karena bisa melihat Nadin kembali. Selama

ini Alex tidak pernah membawa Nadin ke rumahnya, ini untuk pertama kalinya.

“Nona…, bagaimana kabar nona?” Merry adalah pelayan yang menjaga Nadin selama Nadin menjadi tawanan Alex, dia jugalah yang membantu Nadin meloloskan diri dari Alex saat itu. Berkat bantuannya ia bisa bertemu dengan Rendi.

“Saya baik, Merry!”

“Putra anda begitu tampan!”

“Terimakasih!”

*****

Setelah Marry dan Nadin meninggalkan Alex, alex segera keluar dari rumah, seseorang

sudah menunggunya di luar.

“Bagaimana?”

“Maaf tuan, tapi pria itu tidak meninggalkan rumah itu!”

"Sial ....., keras kepala sekali dia!" umpat Alex dengan tangan yang mengepal sempurna dan ia pukulkan ke udara.

“tetaplah pantau rumah itu, jika sudah aman beri tahukan padaku!”

“baik tuan, kami permisi!”

Orang itu segera meninggalkan Alex, wajah Alex terlihat begitu cemas. Matanya

menerawang, seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Kenapa secepat ini? Aku sudah berusaha sampai sejauh ini, bagaimana aku bisa melepaskannya begitu saja, mereka milikku!”

*****

Hari ini jadwal Nino untuk cuci darah, Aisyah sengaja tidak pergi ke kampus. Bu

Santi juga tidak jualan.

“Bu sudah siapa?” tanya Aisyah memastikannya,

“Sudah, kita jadwalnya pagi jadi segera berangka saja!”

“Iya …!”

Mereka pun segera mengunci pintu, saat hendak meninggalkan rumah tiba-tiba seseorang muncul dari ujung jalan.

“Assalamualaikum!”

“Waalaikum salam!”

Dia adalah gus Fahmi, bu Santi yang belum mengenal gus Fahmi hanya bisa mengerutkan

keningnya bingung karena pagi-pagi kedatangan tamu.

“kenalkan bu, saya Fahmi. Putra Kyai Abdul hamid!”

“Gus Fahmi …, ada apa ya kok tiba-tiba ke sini?” bu Santi heran karena kedatangan gus Fahmi ke rumahnya, siapa yang tidak kenal dengan gus Fahmi, pria yang di gadang-gadang akan menggantikan Kyai Abdul Hamid untuk memimpin pesantren.

“kata Abi kalian kana ke rumah sakit, saya di minta abi buat mengantar kalian!”

Aisyah hanya bisa diam, ia masih takut jika sampai gus Fahmi mengutarakan maksudnya. Ia belum siap mengatakannya pada ibunya.

“tidak perlu repot begitu!” bu Santi merasa tidak enak.

Gus Fahmi tersenyum, sesekali mencuri pandang pada Aisyah yang sedang menggandeng adiknya.

“Insyaallah tidak merepotkan bu, mari!”

"Baiklah jika begitu, ucapkan terimakasihku pada pak Kyai. Pak Kyai sudah sangat baik pada keluarga saya!"

Akhirnya bu Santi pun menerima tumpangan dari gus Fahmi.

Kini mereka pun naik ke dalam mobilnya. Nino duduk di samping gus fahmi sedangkan Aisyah dan bus anti duduk di kursi belakang. Yang melakukan percakapan hanya gus Fahmi dan bus anti, bu Santi banyak bertanya tentang kabar pak Kyai dan pendidikan gus fahmi.

Sedangkan Aisyah hanya bisa mencuri pandang pada pria berwajah teduh itu. Ia tidak berani bertanya apapun sebelum gus Fahmi bertanya sendiri. Ia teringat bagaimana

pesan-pesan yang di kirimkan gus Fahmi membuat hatinya bergetar.

 Akhirnya mereka sampai juga di sebuah rumah

sakit tempat biasa Nino melakukan cuci darah. Gus fahmi ikut menemani mereka

menunggu proses cuci darah Nino. Saat seperti ini adalah saat yang paling mendebarkan bagi mereka.

Tak terbayang betapa menderitanya Nino di dalam, ia pasti sangat kesakitan saat melakukan cuci darah.

“Minum bu!” gus fahmi menyerahkan sebotol air mineral untuk bu Santi dan Aisyah. Entah

sejak kapan gus Fahmi meninggalkan mereka, tiba-tiba sudah kembali dengan air

mineralnya.

“terimakasih nak fahmi!”

“sama-sama bu!”

Aisyah hanya bisa tersenyum melihat betapa baiknya gus fahmi bukan cuma perhatian

dengannya tapi juga dengan ibunya. Sungguh menantu idaman.

“Ibu ke toilet dulu ya, kamu tetap di sini ya! Tanyai kalau dokter keluar!” ucap bu Santi, ia sepertinya sudah sangat kebelet. Dengan sedikit berlari meninggalkan Aisyah dan gus Fahmi.

“Iya ibu!”

Setelah bu Santi pergi ke toilet, kini di tempat itu tinggal Aisyah dan gus Fahmi. Aisyah hanya bisa diam menunduk, bukan karena ia takut tapi ia belum bisa menjawab pertanyaan gus Fahmi.

Gus Fahmi memilih duduk berjarak dengan Aisyah, gus fahmi memperhatikan Aisyah yang

terus menunduk. Membuat jantung Aisyah bergetar lebih keras, rasanya seperti kehabisan oksigen, udaranya menjadi sangat panas, sesekali Aisyah mengusap peluh yang melekat di bawah hidungnya.

“Aisyah!”

“Iya?” jawab Aisyah dengan gemetar, ia tidak menyangka duduk dekat dengan gus Fahmi bisa membuatnya seperti ini.

“Maaf jika permintaanku kemarin sangat memberatkan mu! Tapi percayalah bersungguh-sungguh dengan ucapan ku!”

Aisyah tahu apa yang gus Fahmi maksud, tapi ia mencoba pura-pura tidak mengerti, ia belum siap menjawabnya.

"Maksud gus Fahmi?"

"Aku tahu mungkin kamu belum yakin terhadapku, semoga nanti kita di takdirkan berjodoh!"

"Maafkan Aisyah, gus!"

"Ya aku ikhlas jika kamu menolak lamaran ku!"

Mendengar nada kecewa dari gus Fahmi membuat Aisyah tidak tega, ia juga tidak mungkin semudah itu melepaskan pria yang jelas-jelas baik dari segi agama, akhlak dan nashab-nya. Wanita bodoh mana yang akan menolaknya.

“Maaf gus…, bukannya menolak tapi ....!"

"Apa?"

"aku hanya tidak bisa meninggalkan mereka, aku harus memastikan jika mereka baik-baik saja!”

“Apa kau tidak percaya sama Allah?”

“Hahhh?”

Aisyah tidak mengerti dengan ucapan gus Fahmi.

“mensyukuri apa yang ada sekarang adalah hal penting, hanya allah yang tahu apa yang akan

terjadi di balik semua musibah ini, karena Allah paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.”

“Astagfirullah …, lama aku terpuruk dengan berprasangka buruk pada Allah mungkin Allah semakin menjauhiku sekarang!”

“Semakin kamu mengeluh maka Allah akan semakin jauh padamu!”

Aisyah terpaku di buatnya, ia menyadari kesalahannya ternyata begitu besar hingga ia

melupakan nikmat yang telah di berikan oleh Allah. Saat bu Santi kembali kini

giliran gus Fahmi yang harus pergi, ia mendapat telpon dari kampus dan permisi

untuk bicara di luar sebentar. Kini Aisyah dan bus anti kembali duduk berdua.

Bersambung

Aku kasih dua lagi ya, semoga bahagia

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Follow Ig aku ya

tri.ani.5249

Happy Reading 🥰😘❤️

1
Novika Riyanti
Lumayan
Novika Riyanti
Kecewa
Marhaban ya Nur17
udh cerita panjang kali lebar, konflik g ada keluar"nya eh malah ini pake amnesia 😁 cerita basi thor
Marhaban ya Nur17
klo amnesia gw tinggalin neh lapak wkkwwkkw
Marhaban ya Nur17
kecelakaan , koma, amnesia uh males
Marhaban ya Nur17
musibah nya g kelar" thor 😁
Tri ani: sabar kak, semua akan indah pada waktunya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
anaknya raka apa anaknya,,,
Tri ani: eng ing eng ..., tunggu kejelasannya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
pendarahan apa ???
Marhaban ya Nur17
hamil kah tp nanti anaknya siapa ???
Marhaban ya Nur17
asna g hamil tuh thor ???
Marhaban ya Nur17
emang faling miris klo korban pelecehan itu ini yg tertinggal tuh pasti traumanya
Marhaban ya Nur17
salah target apa y asna 🤔
Marhaban ya Nur17
jujur as kau ini jan diem" bae napa
Marhaban ya Nur17
Gus fahmi kah orangnya bang alex
Marhaban ya Nur17
sabar bang wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ujian mau naik kelas wkwwkk
Marhaban ya Nur17
sah
Marhaban ya Nur17
makanya gw faling benci klo kasusu pelecehan
Marhaban ya Nur17
calon adik ipar wkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener raka ama asna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!