Anindita mengklaim dirinya seorang yatim piatu,dia di letakan oleh ibunya di sebuah panti asuhan karena ibunya melahirkan nya tanpa seorang ayah,beruntung setelah tamat pesantren gadis ini bekerja di sebuah perusahaan besar menjadi OB,gaji dari hasilnya bekerja dikumpul nya untuk kuliah...
Dita adalah panggilan akrab Anindita saat dia kuliah berkenalan dengan lelaki bernama Gilang wicaksana dan mereka menjalin hubungan selama dua tahun lalu memutuskan untuk menikah
tetapi pernikahan mereka tidak di setujui oleh ibu Gilang
akan kah pernikahan mereka bahagia?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diambang kebangkrutan
satu pekan berlalu hubungan Anindita dan Gilang semakin merenggang karena Gilang di sibuk kan dengan urusan kantornya...
" agrrr....sial...sial..." pekik Gilang menghempas kan badan nya di kursi kebesarannya
"Farel kamu cari keberadaan Roy bukan sedikit uang perusahaan yang di larikan nya" perintah Gilang pada asistennya
"baik pak" jawab Farel cepat
Gilang meremas rambut nya kasar
" bagaimana ini,nasib perusahaan ku di ujung tanduk" gumam Gilang
*
*
*
" jual saja aset yang ada?" ucap Harun
" apa papa tidak keberatan kerugian hampir 5 miliar pa,belum lagi pembangunan jembatan yang ambruk sudah beberapa M uang yang masuk,kita harus mencari perusahaan yang mau berinvestasi pada kita,agar kelangsungan proyek bisa berjalan" jelas Gilang
" nanti papa coba tanya pada teman papa,mudah-mudahan ada yang bisa membantu" jawab Harun
Sarah yang tidak sengaja mendengar obrolan suami dan anak nya ini terkejut mendengar masalah perusahaan Gilang
" aku tidak mau jatuh miskin....bagaimana ini aku harus minta bantuan " gumam Sarah
" aku harus gerak cepat meminta bantuan jeng Mia"
Sarah menghubungi Mia dan menjelaskan tujuan nya supaya suami Mia mau berinvestasi di perusahaan Gilang,Mia menyetujui tetapi dengan Syarat Gilang menikahi Sandra...
*
*
*
" jangan gila ma,,,,Gilang sudah menikah dengan Dita.." tolak Harun dengan ide gila Sarah
" pa....mama tidak mau kita jatuh miskin,mama tidak mau pa,mau di taruh di mana muka mama,sudah ber menantu Dita sekarang mama harus menelan pil pahit kebangkrutan Perusahaan" pekik Sarah
" ma...masih ada jalan,sabar kita jual semua aset kita,mudah-mudahan cukup"
" lalu kita hidup dari nol lagi?"
" untuk menutupi biaya perusahaan saja Gilang harus menjual separuh aset kita,untuk proyek pembangunan harus di jual lagi? mama tidak mau pa,,mama tidak bisa hidup tanpa uang" ujar Sarah berapi-api
" ma...kita bisa jual rumah ini dan tinggal di rumah yang lebih kecil" bujuk Harun
" papa saja yang pindah,mama tidak mau,mama cuma mau tinggal di rumah ini,kalau papa ingin menjual aset atas nama papa silahkan,semua aset yang mengatasnamakan mama tidak ada yang boleh di ganggu" tegas Sarah
" ma...jangan Egois"
" papa yang Egois dari awal mama tidak mau Gilang menikah dengan Dita,perempuan itu hanya membawa sial,sudah tidak bisa memberi keturunan sekarang hanya menjadi parasit di sini"
" jangan keterlaluan ma" bentak Harun
" sekarang pun papa sudah berani bentak mama karena perempuan itu,apa hebat nya dia sehingga kalian semua membelanya"
" istighfar ma,,dia menantu kita"
" menantu mu,bukan menantuku...!! Sarah langsung keluar dari kamar dengan membanting pintu
Anindita yang duduk di depan ruang keluarga mendengar semua pertengkaran mertuanya,Sarah menatap tajam pada Anindita..
*
*
*
pagi hari Gilang sudah keluar duluan dari rumah dia buru-buru keluar untuk mencari investor yang mau bekerjasama dengan nya
"Selesai makan aku ingin bicara padamu" ucap Sarah pada Anindita
Anindita hanya tertunduk dan mengangguk
Di taman belakang lah tempat yang dipilih Sarah untuk berbicara dengan menantunya
" maaf jika kata-kata ku selama ini melukaimu" ucap Sarah memulai pembicaraannya
" ya ma,,,aku memaklumi semuanya" jawab Anindita lembut pikirnya mertuanya ini akan berubah pikiran
"aku mohon padamu rela kan Gilang untuk menikah lagi,keuangan keluarga saat ini sedang tidak stabil" ujar Sarah memegang erat tangan Anindita
Bagai di tusuk puluhan duri sakit yang dirasakan Anindita,mertua nya sendiri meminta doa merelakan suaminya untuk menikah lagi
" maksud mama apa?"tanya nya gemetar
" saat ini Fina membutuhkan biaya besar untuk kuliah,dan kami membutuhkan kehadiran seorang cucu untuk penerus keluarga ini,sementara kamu tak kunjung mengandung,dan perusahaan Gilang di ambang kebangkrutan" Jelas Sarah menangis
"astagfirullah" Anindita membekap mulut nya tidak percaya dengan cerita mertuanya karena selama ini Gilang tidak bercerita apa pun dengannya
" mama malu bila bangkrut,apa kata teman-teman mama,kami juga tidak mungkin menjual seluruh aset keluarga karena Fina masih membutuhkannya,jadi mama harap kamu mau ikhlas berkorban untuk keluarga ini,mama akan menerima mu utuh sebagai menantu tapi biarkan Gilang menikahi Sandra" Sarah bersujud di bawah kaki Anindita
" ma,,jangan begini...berdiri ma" ucap Anindita berurai air mata
" beri saya waktu untuk membicarakannya bersama mas Gilang"
" terimakasih dit,,harapan keluarga ini hanya ada pada mu" Sarah menghapus air matanya lalu pergi meninggalkan Anindita
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
skrg kan dita bahagia
kasian