Novel kali ini,menceritakan tentang gadis tomboy yang mencintai lelaki separuh perempuan.Lelaki yang membuatnya jatuh cinta karna tingah kemayunya.
"Omte... kalo kita habis ini ketemu lagi,Fixs kita Jodoh..Aku bakal lamar Omte ya,gak boleh nolak"ucap gadis itu dengan menatap netra coklat yang tengah memoles dirinya.
Lelaki separuh perempuan itu tampak tersipu "iisshhh,lucu banget sih kamu say.. andai aja aku masih doyan ciwiw udah aku embat kamu say"sahutnya mendayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rain Sad story End
Kejadian terakhir kali Rain pingsan membuat semua keluarga terpukul,Niko dan Amel yang datang ke kediaman Rain pun syok mendengar cerita jika kakak kelas yang pintar itu membuat hal yang mengerikan seperti ini.Bahkan Niko sudah melayangkan pukulannya pada Elang,sampai bisa dikatakan wajah tampan Elang menjadi bengkak seketika.
3 bulan berlalu setelah kejadian itu,Rain terus berobat dengan orang tua Niko untuk menyembuhkan traumannya.Ia setiap malam terus-terusan tak bisa tidur dan sering berteriak jika tertidur.Mimpi mengerikan itu terus hadir membuat Rain ketakutan.Alhasil orang tua Niko menyarankan untuk Rain pindah sekolah dan terus menjalani pengobatan agar semua ketakutan Rain hilang.Emak dan Bapak pun menyetujui dan meminta Amel serta Niko ikut pindah bersama Rain,dengan senang hati kedua sahabat Rain itu mengikuti keinginan orang tua Rain.Terapi yang dilakukan itu membuat Rain 180 derajat mengubah Rain menjadi manusia baru,dengan sifat dan tingkah yang sama sekali tidak seperti Rain dulu.Dan semua orang sekarang mengenal Rain tomboy tak ada lagi Rain yang feminim dan anggun seperti dulu.
Sedangkan untuk Doni,keluarga mereka mengalami kebangkrutan setelah semua saham bapak Adrian beliau cabut semua dari perusahaan ayah Doni.Bahkan kedua teman Doni yang ikut dalam rencana busuk Elang didepak dari ibukota bersama dengan keluarga mereaka dengan ancaman masuk para pemuda itu masuk penjara.Lalu keluarga Elang,saat mengertahui kejadian itu Papa Elang bahkan tak ada muka untuk bertatap dengan bapak Adrian.Beliau syok berat karna tingkah kurang ajar anaknya,putra satu-sstunya tega memperkosa Rain dan sekarang pemuda itu terus-terusan memaksa untuk menikahi Rain.
Bapak Adrian menolak keinginan Elang itu karna bisa dilihat dari trauma sang putri saat melihat Elang pun putrinya begitu histeris dan sangat ketakutan.Ia tak mungkin menyerahkan putri kesayangannya pada pemuda gila seperti Elang,meskipun ia dan papa Elang berteman.
Kenapa pelecehan seperti ini tidak di laporkan ke polisi?? Karna bapak Adrian tau,dampak dari laporannya akan berimbas pada sang putri.Jadi keluarga Syahreza menutup rapat-rapat kejadian mengerikan itu dari orang luar dan itu berlaku juga untuk semua keluarga tersangka.
*
*
*
"Hoek...hoek….hoek….."Rain terus memuntahkan cairan saat mencium masakan ketika akan makan di kantin.
"Lo gapapa Rain?"tanya Amel cemas.
"Gapapa… kayaknya gue masuk angin deh"
"Lu sih,kenapa juga pake ngrtrack segala kemarin.Sampai lupa makan pula"
Rain berkumur lalu meelap dengan tisu bekas air dibibirnya "Abis gue kesel aja sama si Tristan,begalu banget tu bocah pake nantangin gue segala"
Amel memutar mata malas.
"Eh Mel,kayaknya emang ada yang salah deh sama badan gue.. Soalnya bukan sekali ini doang,hampir tiap pagi gue mual,tapi gak terlalu sih.Kira-kira gue kenapa ya dan tadi pagi pinggang gue sakit banget,kayaknya mau haid sih.."
Badan Amel menegang,ia takut apa yang ia dan Niko takutkan terjadi.
"Lo telat makan trus sih..Mungkin asam lambung lu naik atau emang mau haid,mudahan aja"
"Bisa jadi ya…"sahut Rain manggut-manggut.
Amel menjadi serba salah melihat Raina.
*
*
*
"Kita tanding ulang ntar sore balik sekolah"ucap lelaki yang tak jauh dari Rain berdiri setelah keluar dari kamar mandi.Lelaki itu setengah gelisah takut jika Rain tak bersedia. Turun derajatnya karna tanding tadi malam,Rain memenangkan pertandingan dan ia harus rela uang miliknya hilang 2 juta untuk taruhan.
"Jangan ngaco deh Tan… Rain lagi gak enak badan,lagian lu kan udah kalah.. Terima aja sih" sahut Amel
"Cih… alesan lu doang kan Rain,bilang aja lu takut..Kemarin cuma keberuntungan lu menang dari gue"
Rain selalu tak trima jika dia direndahkan,ia akan tersulut emosi jika mendengar ucapan mengejek dari lelaki yang bernama Tristan ini yang tak lain kakak kelasnya yang sudah kelas 3 SMA.
"Eh oncom.. mulut lu gue sumpel sini,mau tanding berapa kali juga tetep gue yang menang"
"Kalo gitu ayo kita buktiin ntar sore,siapa yang akan menang..Dan gue bakal tambah taruhannya,lu bakal dapet mobil sport gue kalo lu menang.. Gimana deal" Tristan meulurkan tangan pada Rain.
"Gak minat gue.. Gue gak suka mobil"
"Oke.. kalo gitu motol trail gue yang baru gue beli buat lu… Deal"
Rain menyeringai,ia memang tergiur dengan motor trail milik Tristan yang baru di beli lelaki itu.
"Oke Deal…Tapi gue minta lu gak pake tu motor buat ngtrack sore ini,karna kalo gue yang menang gue bakal semprot dulu tu motor biar gak kena kuman dari lu"sahut Rain terkekeh sambil menyambut uluran tangan Tristan.
"Sialan lu" ucap Tristan ikut terkekeh."Tapi kalo gue menang,apa yang mau lu kasih ke gue?"lanjut tanya Tristan.
"Terserah lu minta apa ke gue… Gue kasih ke lu"
Tristan menyeringai "Kalo gue menang,gue mau lu jadi pacar gue"
"Ogah...ogah.. gak ada,apaan jadi pacar segala..gak minat gue"tolak Rain.Rain bahkan sebenarnya jijik jika berdekatan dengan lelaki kecuali Niko dan keluarganya.
"Rain!!!! Gue minta lu istirahat,gak malah ladenin ide gila Tristan" kesal Amel.
"Yaudah,motor sport lu warna item buat gue kalo gue menang… gimana Deal kan"tawar Tristan lagi.Gagal mengajak Rain pacaran.
Sejenak Rain berpikir "Okelah deal"
"Mel gue gapapa.. Udah yuk masuk"ucap Rain pada Amel uang terlihat cemberut di sebelahnya.
"Tau lu Mel,Rain aja biasa aja.. Napa lu yang kebakaran jenggot,emang lu ceweknya Rain"
"Lah si geblek minta ditabok"sahut Rain.Amel hanya mendengus kesal karna sahabatnya tak mendengar perkataannya.
"Udah gue cabut… males gue liat muka lu terus,eneg bawaannya pengen muntah"
"Anj*ng bener lu Rain"
Rain tekekeh sambil merangkul bahu Amel berjalan ke kelas.
"Gue tunggu di sirkuit jam 5 inget.." setengah berteriak karna Rain semakin jauh darinya.
Rain hanya mengacungkan jari tengah tanpa menyahut ucapan Tristan dan terus berjalan menuju kelas.
*
*
*
...Sirkuit ...
Di sirkuit yang telah mereka sepakati Tristan dan teman-temannya datang lebih dulu disana,Meskipun dari siang Amel dan Niko terus mengomel karna Rain yang tak mau membatalkan janjinya pada Tristan membuat kedua sahabat itu pasrah dan ikut dengan Rain ke sirkuit.Ia tak mau terjadi hal yang tak mereka inginkan kembali terjadi.
Suara nyaring dari motor Rain terdengar sampai di kerumunan tempat Tristan dengan teman-temannya berada.Sedangkan Amel dan Niko di belakang menyusul menggunakan mobil.
Amel dan Niko turun dari mobil dan menghampiri Rain yang sudah berada disebelah Tristan dengan motornya.
"Calon motor gue mana?"tanya Rain.
"Noh… disono sama Alex"
"Njirr.. gue bilang jangan dinaikin tu motor,malah temen lu naikin.. "
"Elah… trus siapa yang bawa nyet kalo gk dinaiki.. Pe'a bener sih lu Rain"
"Oh iya… gue lupa"sahut cengo Rain membuat mereka tertawa.
"Susah banget sih menangin hati lu Rain"batin Tristan.
...(Photo dulu check by Amelia)...
Tristan dan Rain pun akhirnya bersiap dengan safety gear sesuai standart keamanan.Mereka pun memanasi motor dan bersiap di garis start.
Bbrrrruuuummmm
Bbbrrruuuummmmm
Suara nyaring dari knalpot menggema di sirkuit,gadis cantik merambut pirang berdiri ditengah antara Rain dan Tristan.
Ia membawa scarf berwarna hitam dan ia ayunkan keudara saat scarf itu jatuh mereka berdua langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi.Putaran pertama dipimpin oleh Tristan yang tak jauh dari Rain,riu suara teriakan pendukung Rain dan Tristan terus bersahutan.Tapi saat mendekati garis finish di putaran kedua posisi berubah dengan Rain yang melambungkan tinggi motornya dengan gaya melepaskan kedua tangannya keudara tangan yang meacung jari tengah mengejek Tristan yang berada dibelakangnya sampai akhirnya Rain masuk ke garis finish lebih dulu.Teriakan penonton bersorak atas kemenangan Rain terus menggema.Hingga.....
Bruuukkkk
Rain malah terjatuh tersungkur dan tak bergerak aat memasuki garis finish.Membuat Amel berteriak histeris serta Niko yang langsung menghampiri sahabatnya dengan tatapan khawatir.
Dengan cepat mereka membawa tubuh Rain kedalam mobil dibantu beberapa teman Tristan yang berada disana untuk membawa Rain ke Rumah Sakit. Tristan pun ikut masuk didalam mobil milik Niko untuk meantar Rain.
*
*
Sesampainya di rumah sakit dengan cekatan Tristan dan Niko meangkat tubuh Rain untuk diletakkan dibangkar yang berada di UGD.
Saat ditangani Amel menyuruh Tristan untuk pulang,meskipun Tristan terus menolak dan mengotot ia ingin berada disini sampai Rain siuman tapi tetap ditolak Amel dan Niko.
"Tan,please gue mohon lu balik aja deh.. tolong juga motor Rain taruh dirumah lu dulu" pinta Amel lagi.
"Gak.. gue tungguin Rain sampai siuman"
"Gak bisa Tan,Abang Rain bakal ngamuk kalo liat adeknya pingsan gara-gara balapan.. Dan lu bakal bonyok,apalagi Rain pasti dilarang ngetrack lagi"
"Gue gak peduli"
"Please… demi Rain Tan" timpal Niko
Tristan diam sejenak "Oke gue balik,tapi kalo Rain siuman langsung kabarin gue"sahut Tristan terpaksa menuruti ucapan Niko dan Amel.
Amel benar-benar sedih melihat tubuh sahabatnya tengah pucat dan masih terlelap karna yang diberikan oleh dokter.Akibat guncangan saat balapan tadi dan meakibatkan Rain yang masih hamil trimester pertama itu keguguran dan terpaksa harus dikuret untuk meambil janinnya.
Emak Jenab sudah menangis melihat putrinya yang ternyata hamil.Emak merasa bersalah dan merasa tak berguna menjadi ibu,ia terlalu fokus dengan penyembuhan sang putri tapi ia lupa dengan akibat dari ulah bejad teman Raina dulu menumbuhkan para kecebong di tubuh Raina.
Ines yang saat itu libur kuliah pun langsung mendengar kabar menyedihkan ssng adik membuatnya terpukul,bahkan sedari tadi ia juga ikut menangis dipelukan sang kakak yang memendam amarah.
Rain perlahan mengerjap-ngerjapkan matanya,bau obat-obatan langsung tercium dihidung mancungnya.Tenggorokannya terasa sangat kering tapi untuk mengeluarkan suaranya ia terasa sulit.
Dengan susah payah ia mencoba mengeluarkan suara "A...A...A...irrr……"ucapnya lirih dan terbata.
Niko yang saat itu terlelap dikursi sebelah Rain,sayup-sayup mendengar suara disebelahnya pun langsung bangkit.
"Rain… akhirnya… lu siuman "ucap Niko "Lu mau apa.. hhmmm"lanjutnya.
"Aa...aa..aairr"sahut Rain.
Dengan sigap Niko meambilkan air putih yang berada dinakas dan perlahan menyendokkan air putih itu pada Raina.
"Lu istirahat dulu,mbak Ines sama Emak lagi dikantin.. Bapak sama bang Edo masih ada urusan dikantor.Kalo Amel lagi pemotretan,bentar lagi juga datang"ucap Niko ia melihat gelagat Rain yang sedang memindai orang didalam ruangan hanya ada dirinya dan Niko.
Rain manggut-manggut lalu memejamkan matanya sejenak,badannya terasa kaku sekarang dan badan bagian bawah terasa aneh.
"Nik??? Gue kenapa?"tanya Rain dengan serak.
Niko gelagapan,bagaiman ia harus memberitahu sahabatnya ini.Bahkan empunya tubuh ia yakin tak tau bahwa dirinya hamil.
"Emm…. Ntar deh,nunggu emak.. Biar emak yang ngomong"
Beberapa saat kemudian saat Rain tengah mengobrol dengan Niko,akhirnya emak dan mbak Ines datang.Ines yang melihat adiknya tengah tersandar dibankar itu langsung berlari menghampiri sambil menangis.
"Mbak kenapa??? Aku gapapa lho mbak..jangan lebay gini"ucap Rain.
Emak yang sudah berkaca-kaca juga tak kuasa menahan tangisnya,emak pun menangis disebelah bangkar sang putri sambil menggenggam telapak tangan sang putri.
Rain semakin bingung melihat emaknya yang ikut menangis sama seperti mbaknya.Niko yang tak enak melihat pemandangan ini pun akhirnya izin keluar agar ibu dan anak itu bisa berbicara dengan leluasa.
"Emak sama mbak kenapa sih? Pake nangis segala,Rain cuma pingsan lho tadi"
Emak semakin sesegukan melihat wajah linglung putrinya.
"Perawan emak"lirih emak membelai wajah anaknya.
"Joko ini mak"sahut Rain dengan terkekeh.
Emak sedikit tersenyum karna cletukan sang putri.
"Rain.. boleh emak bicara?"tanya emak dengan memandang putrinya serius.
"Bicara aja mak,kayak apa aja sih pake izin segala"
Emak duduk di kursi bekas Niko duduk lalu kembali menggenggam tangan sang putri.
"Rain.. Raina kamu...Kamu keguguran nak"ucap lirih emak dengan linangan air matanya.
Raina mengerjap bingung "Kapan Rain hamilnya? Rain kok gak ngerasain apa-apa...perut Rain perasaan juga rata deh mak"sahut polos Rain mengelus perut ratanya.
Tangan yang terus meelus perut tiba-tiba terhenti,badannya mulai bergetar "Me...me...re...ka..ta..ta...rik...ga..gaun...ku…"ucapnya terbata mengingat kepingan-kepingan memori kehancurannya.
"Aaaaaaaaa…….."teriak Rain histeris dengan menangis dan tangannya menjenggut kepalanya sendiri.Emak dan mbak Ines semakin menangis terus menenangkan Rain yang tampak histeris.
Brak
"Rain kenapa mak?"tanya khawatir Niko langsung berada disebelah Emak Jenab.
"Rain...Rain lepas… hey..sadar Rain..ada aku disini,Rain aku Niko...Rain sadar"Niko mencoba melepas tangan Rain yang terus menarik rambutnya sendiri.
Tangan Rain melemas "Niko" ucapnya pelan menatap nanar sahabatnya.
"Iya ini gue Niko"sahut Niko
Rain langsung memeluk sahabatnya "Baby gue Nik... gue...gue pembunuh Nik"ucap lirih Rain dengan badan yang masih bergetar dan menangis.
"Gak Rain itu takdir dari tuhan"sahut Niko menenangkan Raina.Tapi Rain terus menangis.
"Ini semua salah emak… Emak gak jagain kamu"timpal emak merasa bersalah.Ines memeluk tubuh renta sang ibu,karna terpukul melihat anak bungsunya yang kembali histeris setelah sembuh dari pengobatan traumannya.
Dan semenjak keguguran Rain yang terus dihantui rasa bersalah pada calon anaknya serta sang ibu pun menyembunyikan PTSDnya kembali kambuh.Hanya Amel,Niko serta kedua orang tua Niko yang tau tentang kondisi mental Raina gadis malang yang terus tersenyum menutupi kehancuran batinnya.
...Raina Sad Story End...
*
*
*
"Pagi kebo"sapa Niko yang sedang menyiapkan sarapan untuknya dan kedua sahabatnya.
Amel datang ke apartemennya subuh,karna ingin berangkat sekolah bersama tapi sesampainya di apartemen Niko melihat Raina yang masih terlelap di bawah selimut tebal dikamar tamu,Amle malah ikut merebahkan diri untuk melanjutkan tidurnya.
"Pagi koki sayang"sahut kedua gadis itu dan duduk dihadapan Niko.
Raina sudah mandi tapi ia tak membawa seragam sekolah jadi ia masih menggunakan bajunya yang kemarin ia kenakan.Sedangkan Amel,gadis itu sudah siap memakai seragam sama dengan Niko.
"Wah… menu hari ini menggoda banget sih,tau aja gue pengen makan ini"ucap Raina dengan bersiap menyuapkan nasi goreng sosis dihadapannya.
"Bilang aja laper…"sahut Niko hafal.
Saat akan memasukkan sesuap nasinya,tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Nik,nasi gorengnya masih ada gak?"tanya Raina.
"Masih kok,buat seporsi lagi tuh kayaknya cukup.. makan aja belum udah mau nambah lu"sahut Niko.
"Tau nih lu Rain,maruk bener"timpal Amel menyuap nasi goreng dihadapannya.
"Bukan buat gue,tapi buat omte sebelah"
"Cecek ada disebelah?"tanya Amel.
Rain mengangguk semangat,ia beranjak dan langsung menata nasi diatas piring baru.Lalu meletakkan garnis selada dan timun dengan manis diatas nasi goreng.
"Gue pergi bentar"pamit Rain,mencepol rambutnya lalu melenggang pergi keluar apartemen Niko.
"Om.. Om sebelah siapa sih Mel? Gue udah penasaran banget tapi si Rain tadi malem kumat lagi dan nangis-nangis terus sampai ketiduran malem tadi,gue jadi lupa nanya.. " belum selesai Niko ngomong,Amle langsung berdiri dari tempatnya.
"Diem dulu...Kita ikutin tu bocah,takutnya bikin onar lagi"ucap Amel langsung berlari sampai dipintu apartemen Niko.
*
*
*
Ting tong
Ting tong
Cklek
"Selamat pagi sunshine,calon imamku"sapa Rain dengan tersenyum menampilkan deretan gigi rapinya sambil menatap lelaki yang tengah berdiri dihadapannya.
🌸
🌸
🌸
🌸
...Hay semua,para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...Salam sayang dari Rain and Kak Cecek ...
Kamu berhasil memasak dengan baik
Rain mengisi sendok
bukan meletusnya
Mengapa selalu, setelah tanda baca, tidak spasi dulu. Jadi tulisan nya kumpul begitu 🙏🙏
Atau beku mungkin.
Atau....... hidungnya, matanya, bibir nya..... kuping nya, ada yang hilang ga 🤔🤔
Ini tidak boleh terjadi
Sembuh lah kau Yuan
enak tahu ga
Nyosor kayax bebek 🦆🦆🦆
mengayun-ayunkan