NovelToon NovelToon
TEMBANG SUNYI ANNISA

TEMBANG SUNYI ANNISA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:316.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jannah Zein

Annisa tak dapat memungkiri betapa hatinya sakit ketika mendapati suaminya menikah lagi dengan perempuan lain. Tapi ia tak punya pilihan lain, selain memilih untuk dimadu.

Tapi meskipun hatinya sakit, ia tetap berjuang untuk menata hatinya yang remuk, dan memulai menjalin hubungan dengan istri kedua suaminya, layaknya kakak beradik.

"aku tak lagi memiliki cemburu. karena semua
rasa yang kumilki buat suamiku hanyalah sebentuk rindu," bisik Annisa.

"satu hal yang perlu kita ketahui tentang sebuah poligami, jangan sampai kebolehan yang sudah Allah tetapkan itu dijadikan sarana untuk mengumbar hawa nafsu. karena pernikahan itu kan bukan sekedar urusan icip-icip atau rasa merasai, jika di ibaratkan sebuah masakan," ucap Fikri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jannah Zein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bukan Pelakor

Suara azan terdengar begitu syahdu, membangunkan tidurnya. Di kumpulkannya segenap kesadaran. Begitu dia membuka mata, di lihatnya sepasang tangan melingkar di perutnya. Ahh..pelukan itu sungguh mendebarkan.

Cup.

Fikri tak bisa menahan untuk mendaratkan kecupan di kening Zahra.

Ahh..

Tubuh mungil itu menggeliat dan membuka matanya.

"Kak."

Fikri tersenyum menatap wajah bantal istrinya.

"Selamat pagi, Istriku Sayang."

Dia melihat ada yang merona di wajahnya.

"Selamat pagi juga, Suamiku Sayang." Ia menyurutkan wajahnya di dada Fikri.

*************

"Ding."

"Ya, Kak."

Zahra mengulurkan sepotong roti kepada Fikri. Menemani secangkir teh yang terlebih dulu tersaji di hadapannya

"Pagi ini Kakak mau ke toko. Pian mau ikut?" tawarnya.

Matanya berbinar.

"Emang boleh ikut?"

Fikri mengangguk.

"Boleh dong, Sayang. Zahra kan pintar di pembukuan. Boleh dong Kakak minta bantu?" Fikri sengaja menggodanya.

Zahra menjulurkan lidahnya.

"Halah.. dasar modus."

Fikri tergelak.

"Emang sih. Tapi itu buat kebaikan Pian jua." Fikri menyahut sambil mengelus kepalanya.

***************

Fikri memahami Zahra itu passionnya memang di bisnis. Turunan dari orang tuanya sih. Tapi dia bertekad untuk mengembangkan Zahra sesuai bakat dan minatnya.

Pemahamannya sebagai seorang suami bukan sekedar memberi nafkah seperti menyediakan makan, pakaian, dan tempat tinggal yang layak kepadanya. Tapi juga seorang istri berhak untuk di dorong supaya ia bisa maju dan berkembang. Sepanjang itu tidak menyalahi syariat.

Apalagi Zahra yang cepat atau lambat pasti akan di bebani tugas untuk meneruskan usaha orang tuanya. Karena tentunya tidak mau kan, usaha yang susah payah di bangun harus hancur karena salah mengelola?

"Abah tidak meminta apa-apa, Nak. Cukup jaga Zahra dan bimbing dia supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Masih terngiang-ngiang ucapan mertuanya menjelang hari pernikahannya.

Itulah tanggung jawabnya, kewajiban yang harus di tunaikan dengan segala kemampuannya. Pernikahan adalah sebuah komitmen agar kita bisa bersama menuju surgaNya kelak. InsyaAllah.

****************

Siang yang terik. Zahra bergegas berjalan di tengah hilir mudik santriwati menuju kelasnya, kelas 3 Ulya. Dia harus secepatnya sampai ke kelas. Ustadz Amin yang masuk di jam pelajaran pertama terkenal sebagai Ustadz paling disiplin soal waktu. Beliau sampai di kelas dan mengajar tepat waktu.

Setidaknya, dia tidak ingin merusak reputasi suaminya. Tidak lucu kan, kalo istri kedua Ustadz Fikri sampai terlambat masuk kelas? Apa kata dunia? Hayoo..

Di samping itu, akan menjadi contoh yang tidak baik buat santriwati lainnya. Dia juga tidak mau ada rumor yang beredar, mentang-mentang istri Ustadz sini bisa masuk dan mengikuti pelajaran sesuka hati.

Zahra mendaratkan tubuhnya di kursi tempat duduknya. Alhamdulillah..

Di layangkan pandangannya menatap sekeliling ruangan. Beberapa santriwati sudah menempati tempat duduknya masing-masing.

Tiba-tiba Zahra kembali teringat percakapannya kemarin disaat ibu mertuanya dan Kak Ruqayyah mengunjunginya di rumah. Zahra menggelengkan kepala.

Dia benar-benar tak mengerti dengan cara berpikir mereka. Mereka memintanya untuk melepas kontrasepsi. Hanya dengan satu alasan, istri pertema suaminya di anggap mandul !

Padahal mereka baru menikah dua tahun. Santai aja kali.. Dan juga masih banyak waktu. Usia Annisa masih 27 tahun. Dan Fikri malah 26 tahun.

Usia yang terbilang masih muda dan tak seharusnya di bebani dengan urusan anak. Toh kalau memang Allah memberikan kepercayaan untuk mendapatkan keturunan, kak Annisa pasti hamil.

Diam-diam Zahra merasa iba dengan madunya. Pantas aja dia menerima begitu saja saat suaminya meminta poligami. Ohh ternyata ini ya masalahnya?

Zahra tersenyum miris. Keluarga suaminya memang keluarga besar. Ayahnya Fikri memiliki dua istri. Ibunya kak Fikri itu istri pertama dan memiliki 4 anak. 3 anak perempuan, dan satu anak laki-laki, yaitu Kak Fikri.

Sementara dari istri keduanya, ayahnya memiliki dua anak. Dua-duanya laki-laki.

"Hei.." seseorang menyentuh bahunya.

"Ifah." . Ifah adalah teman sebangku Zahra.

"Gimana nih? Gimana ceritanya pengantin baru? Hayoo.." Gadis itu bertanya tanpa tedeng aling-aling.

Zahra tergelak.

"Rahasia dong. Ntar juga Kamu tau kalo udah nikah. Hihihi..."

"Zahra!" pekik Ifah.

"Kepo amat sih? Gitu aja di tanyain." Gadis itu tertawa.

"Penasaran, tau."

"Zahra, sebenarnya Aku sendiri masih tak habis pikir, kenapa Kamu mau aja di jadikan istri kedua?"

"Secara kan Kamu cantik, anak orang berada, Abahmu pengusaha, rasanya gak sulit buat menemukan laki-laki lain yang statusnya single. Lha ini, kamu malah menikah dengan laki-laki yang sudah beristri. Apa gak takut kalo ada orang yang menyebutmu sebagai pelakor?" Pertanyaan Ifah beruntun.

Zahra tertawa lepas.

"Pelakor dari Hongkong? Istrinya aja hadir di acara pernikahan Kami. Aku gak merebut suami orang, Ifah."

"Aku pernah bertemu dengan istrinya. Kak Nisa itu orangnya baik. Dia gak melarang suaminya menikah lagi. Dan dia berjanji akan menganggapku selayaknya teman dan adik."

Ifah menggelengkan kepala dan kemudian berdecak.

"Entah terbuat dari apa hati istrinya Ustadz Fikri itu. Kok dia bisa bersikap seperti itu. Kalo Aku berada di posisi seperti dia, udah kucakar-cakar muka wanita yang menikah dengan suamiku."

Lha kok si Ifah yang gemes sih? Zahra jadi bergidik mendengarnya.

"Kalo mau cakar muka, cakar aja muka Abahku, Ifah.."

"Aku ini di jodohkan. Dan Abahku yang meminta ustadz Fikri untuk menikahiku. Ustadz Fikri menerimanya setelah konsultasi dengan ayahnya dan mendapat izin poligami dari istrinya."

"Tapi kenapa Abahmu malah menjodohkanmu dengan laki- laki yang sudah beristri? Kayak gak ada laki-laki lain aja." keluh Ifah.

Zahra mengendikkan kedua bahunya.

"Mana aku tahu? Tanya aja langsung sama Abahku. Tapi satu hal nih yang mesti kamu tahu Ifah, tidak ada di dunia ini orang tua yang mau menjerumuskan anaknya. Apapun yang di lakukan abahku, pastinya demi kebaikanku juga. Aku percaya itu, Ifah."

"Tapi Ustadz Fikri memperlakukan Kamu dengan baik kan?"

Zahra menganggukkan kepala.

"Kak Fikri orangnya baik dan perhatian, Ifah.

Jangan khawatir." Zahra tertawa.

"Orangnya tampan, alim, baik, romantis, siapa juga perempuan yang gak luluh dengan sikapnya, Ifah. Pernikahan Kami memang hasil perjodohan. Tapi aku percaya, cinta itu akan datang karena terbiasa bersama."

Ifah menggelengkan kelapa.

"Andai Ustadz Fikri itu bukan laki-laki beristri, pasti aku mendukungmu, Zahra. Ingat, istri kedua itu identik dengan yang namanya pelakor."

"Orang kan cuma bisa melihat di permukaan aja. Mana tahu orang yang terjadi sebenarnya. Kamu tetap akan jadi orang yang paling di salahkan, Zahra. Karena Kamu di anggap telah mengambil suami orang."

Zahra kembali mengendikkan kedua bahunya.

"Aku hanya menjalankan ketaatanku sebagai anak, Ifah. Lagipula kulihat kak Fikri itu orang baik, bukan sebangsa laki-laki hidung belang yang mengejar kenikmatan wanita. Bahkan ia selalu mengarahkanku ke hal-hal yang positif."

"Aku percaya, akan banyak hikmah yang kudapatkan dari pernikahan ini. Aku akan terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Biarkan saja orang bilang apa tentangku. Aku juga gak keberatan kok di sebut sebagai pelakor. Wong aku gak salah, ngapain harus pusing sih?"

"Pasti Kamu ingat kan, sejarah Nabi ketika menikahi Sayyidah Aisyah Ra..? Sebelum menikahi Aisyah, Nabi terlebih dulu menikahi Sayyidah Saudah Ra. Lalu apakah sayyidah Aisyah harus disebut sebagai pelakor? Dan apakah setelah menikahi Aisyah, lalu Nabi menceraikan Sayyidah Saudah?"

"Bahkan Sayyidah Aisyah menyebut Sayyidah Saudah itu sebagai ibu keduanya dan teman takdirnya,"

"Jadi jangan pernah menyamakan istri kedua itu dengan pelakor, Ifah."

Zahra menghela nafas.

"Udah ya, stop bahas itu. Tuu ustadz Amin udah datang." Zahra merendahkan suaranya sambil menunjuk ke depan.

Gadis itu mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Zahra pun segera meraih kitab I'anatut Thalibin yang terletak di dalam tasnya. Kemudian segera membukanya. Suasana hening. Hanya terdengar sang Ustadz yang membaca kitab itu berikut penjelasannya.

1
𝙸𝚗𝚍𝚊𝚑 𝙵𝚊𝚝𝚒𝚖𝚊𝚑
resiko poligami.. kalo sanggup bertahan KLO ga tahan mundur...di dunia tidak ada yg mau di poligami
Noni Kartika Wati
kapan rukayah dipoligami Thor udah ga sabar nih
Nurmiati Aruan
nyesek amat thor....
Adiba Shakila Atmarini
critax baik.kada bosan mmbacax.sengat lah.d tunggu novel berikutx..sukss sllu💪💪💪
Adiba Shakila Atmarini
sduh mulai riak2 msalah dlm rumh tnggax fikri.ksian annisah..
senja indah
celup sana sini...mantap kri
Dewi Sri
Penulisan dari tubuhku kurang tepat ya…harusnya tubuhnya karena itu pov annisa
Eva Yunita
cerita nya waw ... masya Allah...🥰
Juan Sastra
agak janggal dengan kalimat tertawa terpingkal pingkal,,kalimat itu dlm artian sudah sangat begitu lucu dan lebih ke terbahak bahak..sementara dalam islam selucu apa pun harusnya hanya tersenyum , tersenyum lebar ). selebihnya bagus semuanya 🙏🙏🙏 maaf sebelumnya. memang tidak ada yg sempurna karena kesempurnaan hanya milik allah swt.
Juan Sastra
ini yg benar benar egois mama sama raqayah..apa lagi mama padahal kan nisa di justru di jodohkan sama fikri , karena mama fikri sahabatan sama mama nisa tapi kok kesannya ggak setuju gitu..selalunsaja memcari cari kesalahan nisa,, sedangkan itu jelas jelas tidaklah bemar menurut islam ,,, hadeeeehh...bikin emosi aja ini kisah..
Juan Sastra
La abah abah cari pamor rupanya..tega
Juan Sastra
ggak mungkin ada nisa yg kedua fikri yg mau menekan hatinya hanya untuk kesenangan suaminya..anisa sudah menolak tapi malah di bujuk mati matian..itulah balasanya..🙏🙏🙏 koment ku gini mulu,, yg jelas aku nyesek sendiri bacanya ggak ke bayang jadi nisa,,harus rela berbagi suami apa lagi wanita itu lebih cantik lebih muda dan jelas lebih fress..pastilah fikri takut kehilangan dapat di mana lagi coba ikan segar lagi frwss pula..
Juan Sastra
jangan bilang itu fitnah dari zahra yg menyuruh ifah..wahh zahra ggak banget kalo gitu percuma kelesantren hati juga ggak bersih bersih cocoklah iparan sama raqayah..
Juan Sastra
itulah akibatnya jika hanya menuruti hawa nafsu fikri..menyesal pun tidak berguna..yg jelas hati adek udah terpotek lotek..iklaskah nisa dan jawabannya tidak hanya berusaha menerima takdir itu yg di jalaninya sakit itu tetap menyertai setiap denyut nafasnya..
Juan Sastra
heran deh sama raqayah.. suka ngerecoki rumah tangga adeknya..dia iri apa gimana sih..
Juan Sastra
lebih nyesek tuh jadi nisa...aku yg baca aja nyesek mulu..
Juan Sastra
mulai ada tuh bayang bayang iri ..jangan sampai cburu jadi alasan ingin menguasai sendiri
Juan Sastra
apa perasaan aku aja yah kok beda yah mesranya fikri sama zahra dan mseranya fikri sama nisa..kalo sama zahra fikri kayak nafsuan banget yah..apa apa kebayang tapi sama nisa ggak padahal nisa lagi hamil loh..taulah kalo lagi hamilkan pengen di manja manjain di sayang sayang...kok aku perih sendiri yah...😁
Juan Sastra
kok aku yaa yg merasa sakit saat baca fikri ngenayangin zahra kayak gitu..dan raqayah semoga suamimu poligami biar tau rasa
Juan Sastra
yg madu sama baik eehh ipar yg jadi uletnye ngerecokin..hamil salah belum hamil di bilang mandul..emang ggak setuju dr awal kali tuh orang secara kan nisa bukan anak horang kayah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!