NovelToon NovelToon
Gabby, My Fierce Girl

Gabby, My Fierce Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Romansa / Tamat
Popularitas:21.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]

George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.

Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.

Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.

Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.

“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.

“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.

“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.

Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Sepanjang perjalanan, Gabby terus memandang ke luar. Melihat pepohonan besar yang ditutup dengan kain bermotif kotak-kotak hitam putih. Daun-daunnya saling bergoyang tertiup angin.

Cahaya matahari terlihat sangat terang, dan sepertinya cuaca sangat panas. Beruntung ac mobil yang ditumpangi begitu kencang hingga menyejukkan tubuh Gabby, namun tidak dengan hatinya.

Kaca mobil yang sudah dilapisi solar gard istilah kerennya, atau biasa disebut kaca film. Menampilkan samar-samar wajah George yang terus memainkan ponselnya. Sejak turun dari pesawat hingga di mobil pun pria itu terus saja tak lepas dari benda pipih yang begitu canggih.

Cih! Pasti dia sedang bertukar pesan dengan kekasihnya itu. Awas saja jika dia memaksaku ke sini hanya untuk menyaksikannya bersama kekasihnya itu! Akan ku gulung mereka berdua ke laut! gerutu Gabby dalam hati.

Gabby yang tak tahu apa tujuan mereka ke Bali hanya bisa berspekulasi.

Lagu-lagu rohani yang didengarkan oleh Gabby mampu meredam sedikit amarah wanita itu. Tak lupa, kelopak matanya terpejam untuk mendalami suara merdu yang menyejukkan hati di gendang telinganya.

Berada di dekat George membuat dada Gabby selalu saja bergemuruh. Hati dan fikirkannya selalu saja bertolak belakang. Membuat wanita itu berperang dengan batinnya sendiri.

Empat puluh menit perjalanan mereka lalui dari Ngurah Rai International Airport ke villa di pinggir pantai Canggu.

Sophie telah lebih dahulu turun dan meregangkan otot-otot ditubuhnya.

Menyisakan George serta Gabby, tak lupa supir yang masih menunggu dua orang itu turun pun masih berada di dalam mobil.

“Hei! Bangun!” George menendang kaki Gabby yang masih tertutup rapat matanya.

“Kau kasar sekali dengan wanita!” Gabby menginjak dengan kuat kaki George, hingga pria itu mengaduh kesakitan.

“Aku tak pernah menganggapmu sebagai wanita!” timpal George setelah menetralisir denyutan pada ibu jari kakinya. Pria itu benar-benar sangat dingin dalam mengucapkannya.

Deg!

Sungguh sakit hati Gabby mendengarnya. Kenapa harus bertemu dengan pria ini lagi jika hanya memberikan sayatan di hatinya.

Apa seburuk itu dirinya dimata George hingga tak dipandang sebagai seorang wanita.

Jangan menangis bodoh! Gabby menguatkan dirinya.

Wanita tangguh itu memilih melenggang keluar mobil tanpa bertanya sedikitpun dengan George kemana tujuannya.

“Wah pantai,” gumam Gabby ketika kornea matanya terisi penuh oleh pemandangan indah yang jarang sekali dilihatnya.

Kaki jenjangnya mendorong menuju ke pantai, ia sudah membayangkan akan tiduran di pasir putih itu. Menghabiskan waktu disana untuk membuang semua rasa penat dan sakit hatinya.

Namun langkahnya terhenti tatkala George menarik tangannya dengan paksa. “Mau kemana kau!”

“Lepas!” Gabby mengibaskan tangannya. Namun tenaga George lebih kuat. “Lepaskan tangan kotormu itu! Aku mau ke pantai!” sentaknya.

“Siapa yang menyuruhmu untuk kesana?” Aura dominan dari seorang George tak mempan untuk menggertak wanita yang berada digenggamannya.

“Siapa? Tentu saja aku! Kau ini bodoh atau terlalu pintar? Sudah tau sedari tadi aku tak berbicara dengan siapapun!” ketus Gabby dengan wajah galaknya.

“Ikut aku!” George menyeret paksa tangan Gabby hingga wanita itu tergopoh-gopoh untuk mensejajarkan langkah kaki yang panjang.

“Aku bisa jalan sendiri!” Gabby mengibaskan tangannya dengan sepenuh tenaga yang tersisa. Selama perjalanan di pesawat, ia tak makan sedikitpun karena tak sadarkan diri dalam waktu yang lama.

Tubuh wanita itu memang sedikit lemas. Namun ia berhasil melepaskan cengkraman.

Bekas tangan George membekas sangat jelas di kulit Gabby yang putih dan bersih.

Bukan hanya bekas itu yang membekas, namun juga kekasaran George begitu membekas di hati Gabby.

1
juhaina R💫💫
andai tak kau ikat pasti akan sebanding😂
juhaina R💫💫
lahhh seperti nya takdir berkata lain, sabar y Gebby 🤣
juhaina R💫💫
kangan jdi baca ulang 😂 tapi didetik terakhir sesak bgt
Wahyunni Winarto
sakitt bnggtt😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
kasihan gabyy
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
Wahyunni Winarto
😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
hati orng kok pd buat mainan
sakit bngt jd gabby
Wahyunni Winarto
sedihhh jd gabbyy
Wahyunni Winarto
dia dah mati rasa yg ada sesakit apapun dah g dirasa
SLina
skt bgt jd gabby
SLina
skip deh, g kuat sama bpknya, sgt egois. ganti judul aja
SLina
thor, kok anda kejam sekali sama gabby
SLina
pengen ku kasih racun ke lord
Shifa Burhan
coba kalian (author dan reader2) bayangkan kalian diposisi George jangan hanya melihat dari posisi pemeran utama wanita saja

*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada

thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja

thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja

thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga

pakai hati thor
mars
sedih bgt pas scene marvel' paadahal aku berharap marvel mati tpi pura2 dan kabur gitu
mars
adik george ya
mars
bosen kesel sendiri batu bgt sih
Riki Amteme
Luar biasa
Riki Amteme
Lumayan
Sabarina Sitepu
Damai banget rasanya membaca karyamu thor, seperti air dipegunungan, mengalir lembut, menyejukkan. Sulit merangkai kata utk menunjukkan bahagia yg kuraih ketika membaca, tidak ada kebosanan, semoga author diberi kesehatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!