NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Tuanku

Menjadi Istri Tuanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Pengantin Pengganti / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Naik Kelas / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rositi

Fina terpaksa menikah dengan Bian, tetangga yang juga merupakan sahabatnya karena Lia calon istri Bian, tiba-tiba membatalkan pernikahan, tepat satu hari sebelum pernikahan digelar.

Fina pikir, meski ia hanya sebagai mempelai pengganti, ia bisa menjadi istri sekaligus wanita yang dicintai Bian, terlebih orang tua mereka juga sangat mendukung hubungan mereka. Namun siapa sangka, belum genap satu minggu usia pernikahan mereka, Bian yang menjadi bersikap dingin bahkan sama sekali tidak mau menyentuh Fina semenjak pernikahan mereka, justru menceraikan Fina.

Diceraikan oleh Bian membuat Fina menjadi janda tidak terhormat. Terlepas dari itu, semua beban moril yang Fina dapat juga membuat nama baik keluarga Fina hancur, bahkan Raswin ayah Fina menjadi sakit parah. Di tengah keterpurukannya, Fina justru bertemu dengan Rafael, pria kaya raya yang pernah Fina tolak cintanya.

Rafael yang sedang dihadapkan dengan perjodohan meminta Fina untuk bekerja menjadi istrinya. Rafael benar-benar melakukan segalanya demi meyakinkan Fina. Akankah hubungan mereka benar-benar hanya sebatas "saling membutuhkan" sedangkan benih-benih cinta juga mulai hadir mewarnai kebersamaan? (Tamat di NovelToon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 : Kekasih Pura-Pura

“Kalau memang kamu enggak bisa jadi kekasih asliku, kamu cukup jadi kekasih pura-pura.”

Episode 11 : Kekasih Pura-Pura

Rafael yang tersenyum begitu manis, teramat sopan sampai membungkuk demi menyelaraskan tinggi tubuhnya dengan Fina, justru membuat Fina menaruh curiga.

Tanpa bisa menutupi kecurigaannya, Fina mengangguk ragu sambil menatap waspada pria di hadapannya. “Kamu benar-benar lupa sama aku? Dulu, kamu ....”

Di ingatan Fina mendadak terputar kejadian enam tahun lalu. Ketika usianya masih delapan belas tahun, bahkan ia pun belum lulus SMA, kejadian layaknya sekarang, Rafael tiba-tiba menahannya sambil memasang senyum manis, juga terjadi.

Saat itu, Fina baru pulang sekolah. Ia berjalan kaki sendirian melewati halaman rumah paling luas di kecamatan mereka. Rumah yang terkenal sebagai milik orang kaya, pengusaha yang tinggalnya di Jakarta.

Selain memiliki pekerja bahkan ada empat orang, rumah itu juga memiliki ukuran paling besar sekaligus mewah menyerupai sebuah vila. Intinya, di rumah yang tampilannya selalu bersih sekaligus terjaga itu, Rafael tiba-tiba muncul dan menahan Fina layaknya sekarang. Namum, kenapa Rafael tidak mengingatnya bahkan mengingat hubungan mereka?

“Sekarang apa lagi? Kamu enggak akan memintaku menjadi kekasih pura-puramu lagi, kan?” tuding Fina langsung, sambil terus menatap Rafael curiga. Ia benar-benar berjaga terhadap pria di hadapannya.

Rafael dibuat tak percaya dengan pernyataan Fina. “Ha? Serius, kami kenal, bahkan dulu, ... aku sudah memintanya menjadi kekasih pura-pura? Kok aku enggak ingat, padahal aku enggak pernah amnesia?” batin Rafael. Ia menelan ludah cepat demi meredam kebingungannya.

Kini, di ingatan Fina yang masih menatap Rafael, tengah terputar kejadian enam tahun lalu. Saat itu, Rafael yang menahannya, langsung menyapanya dengan sopan kemudian mengenalkan diri.

Saat itu, Rafael sampai menahan sebelah pergelangan Fina. “Hai? Jangan terkejut apalagi takut. Namaku Rafael. Aku orang baik-baik. Ehm ... namamu siapa? Kamu terlihat cukup cantik dan sepertinya baik. Mau jadi kekasihku?”

Pernyataan Rafael kala itu sukses membuat Fina melotot kebingungan saking tidak percayanya. Fina sampai berpikir, mungkin Rafael sakit? Namun, jika melihat dari penampilannya, tidak ada tanda-tanda Rafael sakit.

“Aku bukan orang jahat apalagi gila! Ini rumahku! Dan kakekku tinggal di sini!” ucap Rafael kala itu, dan Fina berpikir, pria itu mengatakannya lantaran pria itu melihat kebingungan dari raut wajah Fina.

“A-aku, harus pulang! Bapakku sudah menunggu!” elak Fina saat itu sambil berusaha mengenyahkan tahanan tangannya dari tangan Rafael.

Namun siapa sangka, sebelah tangan Rafael yang bebas justru menahan sebelah tangan Fina yang bebas, di mana pria itu juga membawa Fina masuk. Mereka meninggalkan gerbang berikut halaman rumah keluarga Rafael yang sangat luas. Rumah yang selalu membuat orang-orang yang melihatnya tanpa terkecuali Fina, takjub.

Kebetulan saat itu tidak ada pekerja di halaman depan rumah. Di beranda rumah, tiba-tiba Rafael menghentikan langkah kemudian menatap saksama Fina yang saat itu semakin dibuat bingung sekaligus ketakutan.

“Percayalah, ini rumahku. Aku memang tidak selalu di sini, karena aku lebih sering menghabiskan waktuku di Jakarta. Aku sudah bekerja.” Rafael menatap Fina tanpa keraguan.

Sambil terus menatap Rafael, Fina berangsur menggeleng. “Semua yang kamu katakan, sama sekali bukan urusanku karena memang enggak ada sangkut-pautnya sama aku. Maaf, aku beneran harus pulang!” Fina buru-buru meninggalkan Rafael, kabur detik itu juga, apalagi pria itu sudah melepas tahanannya.

Namun Rafael tak menyerah. Rafael menahan selempang tas yang menghiasi punggung Fina sambil berkata, “urusan bapakmu, nanti aku yang urus. Sekarang tolong bantu aku dulu. Kita sama-sama bantu!” Menyadari Fina yang sempat refleks menghentikan langkah, nyaris kembali kabur, Rafael menambahkan, “kalau memang kamu enggak bisa jadi kekasih asliku, kamu cukup jadi kekasih pura-pura. Tolong bantu aku, ini menyangkut nyawa kakekku!”

“Kakekku sakit. Sakit parah! Dan sekarang, dia ingin bertemu kekasihku sebelum dia benar-benar pergi karena penyakitnya!” tambah Rafael. “Hei ... aku tidak akan melakukannya cuma-cuma ... aku akan memberimu imbalan. Bagaimana jika aku membiayai sekolahmu sampai sarjana? Bukankah mencari biaya pendidikan di sini, sangat sulit?”

Permintaan sekaligus penawaran Rafael saat itu langsung menggoyahkan rasa takut Fina, apalagi dengan latar belakang keluarganya yang hidup pas-pasan, bisa mengenyam pendidikan hingga sarjana adalah hal yang harus sangat ia perjuangkan. Terlebih setelah lulus SMA saja, Fina berniat langsung kerja guna mengumpulkan biaya untuk kuliahnya.

Kini, di alam nyatanya, Fina menceritakan masa lalu mereka pada Rafael. Mengenai barter mereka. Di mana, Rafael juga yang membiayai tuntas pendidikkan Fina.

“Hah, masa, sih? Kok aku lupa, ya? Ah ... terlalu banyak hal yang harus aku urus, sedangkan mengenai biayamu juga sudah langsung tersambung ke rekening tagihan,” ucap Rafael kemudian dan memang masih belum bisa mengingat hubungan mereka di masa lalu.

“Kalau begitu, aku pamit dulu. Masih ada urusan. Bapakku sedang sakit parah!” Fina nyaris melarikan diri.

Tak beda dengan kejadian dulu, Rafael dengan cekatan kembali menahan salah satu pergelangan tangan Fina. Kenyataan tersebut membuat dunia Fina seolah berhenti berputar.

“Apa lagi, ini? Kenapa kejadian dulu seolah akan kembali terulang? Menjadi kekasih pura-pura, sedangkan sekarang statusku sudah berubah menjadi janda tidak terhormat?” batin Fina.

“Kali ini aku juga butuh bantuanmu! Kakekku kembali sakit! Serius!” ucap Rafael.

“Duh ... meski permintaan Rafael memang rawan apalagi aku telanjur trauma membantu dalam urusan hubungan bahkan meski hubungan palsu ... tapi, biar bagaimanapun, Rafael juga sudah membantuku menjadi sarjana. Bahkan karena Rafael, aku juga menjadi memiliki pekerjaan layak, meski masih sebatas guru honorer!” batin Fina, tetapi tiba-tiba Rafael menariknya, memaksanya untuk ikut serta.

“Kali ini, aku juga tidak akan cuma-cuma!” ucap Rafael berjanji.

Fina susah payah menghalau tuntunan Rafael agar ia tidak terbawa pria itu. Pria yang tampilannya sudah jauh berbeda dengan dulu. Kini, Rafael terlihat semakin matang dan sepertinya Rafael juga sudah semakin sukses jika dilihat dari gaya berpakaiannya yang terlihat sangat rapi ala pengusaha kantoran.

“Masa, iya, sudah enam tahun, kamu masih belum juga punya kekasih asli apalagi menikah? Bahkan aku sudah menikah?!” protes Fina.

Mendengar pengakuan Fina, Rafael berangsur menghentikan langkahnya. Dahinya berkerut ketika ia menoleh dan menatap Fina. Padahal, di belakangnya kini sudah ada pintu ruang rawat Raden.

“Kamu, sudah menikah?” tanya Rafael tak percaya.

Fina buru-buru mengangguk, meski jauh di lubuk hatinya, ia merasa malu dengan statusnya. Karena meski ia sudah menikah, ia juga dicerai dan dikembalikan paksa oleh Bian.

Hal tersebut pula yang membuat Fina refleks tertunduk sedih. Ya ... meski berusaha tegar sekaligus bangkit, tetapi Fina hanya manusia biasa. Fina memiliki perasaan berikut hati yang masih bekerja dengan baik.

“Ya ... aku sudah menikah! Aku kan sudah dua puluh empat tahun dan sekarang, aku juga sudah jadi guru!” tegas Fina berusaha memperjelas kendati karenanya, ia menjadi cukup gugup. Bahkan sesekali, Fina mengangguk demi membalas tatapan Rafael, meyakinkan pria itu.

“Duh ... masa, iya, aku harus menyerah dan pasrah dijodohkan? Pengorbananku selama ini, sia-sia, dong?” sesal Rafael. “Sekali lagi, aku mohon tolong aku,” pintanya benar-benar memohon.

Fina menggeleng takut. Sungguh, ia masih trauma dengan keputusannya yang rela berkorban untuk menolong Bian, tetapi justru harus mendapatkan banyak masalah setelahnya.

Bian saja yang sahabatnya bisa mencampakkannya dengan begitu mudah, bahkan Bian juga sampai menciptakan begitu banyak masalah, bagaimana dengan Rafael yang bahkan tidak ia kenal? Mereka hanya sebatas orang asing yang terjebak dalam perjanjian konyol!

“Maaf ... kali ini, aku benar-benar enggak bisa bantu kamu.” Fina menghela napas berat. “Daripada sibuk mencari wanita untuk menjadi kekasih pura-puramu, bukankah lebih baik kamu menikah saja?” ucapnya kemudian mencoba memberi saran.

Rafael tertunduk murung.

“Maaf, aku harus pergi,” pamit Fina yang kemudian memang berlalu. Fina meninggalkan Rafael begitu saja.

“Meski dulu kita terlibat dalam perjanjian konyol yang kubuat dan justru aku sudah tidak ingat, tetapi kali ini, aku benar-benar tidak bisa menahanmu dan membuatmu kembali membantuku,” batin Rafael makin bersedih.

“Aku memang sudah sangat ingin menikah. Memiliki anak. Namun Sunny masih belum siap!” Rafael merasa dadanya menjadi sangat sesak. Terlepas dari itu, ternyata ia juga sampai menitikkan air mata. “Jika sampai besok, aku tidak bisa menghubungi Sunny, ... tamatlah riwayatku!” Rafael benar-benar takut jika ia justru terjebak dalam perjodohan sang kakek.

Bersambung ....

1
Sandisalbiah
emang ya.. polos ama o'on itu beda tipis ya... sarjana tp kok gak faham kode keras beserta petunjuk akurat yg di berikan Rafael.. Fina.. Fina... hah..
Sandisalbiah
kok jd cape sendiri lihat kesulitan dan nasib buruk yg menimpa si Fina ini... bertubi² tanpa bedah lho... benar kalau Allah itu menguji manusia tdk melebihi kemampuannya tp utuk Fina itu bukan sekedar ujian tp lebih tepatnya seperti kutukan... dr awal lho..
Sandisalbiah
oalah bu Fitri.. itu tuh dolar bukan mainan buuu.. dasar ndeso.. 🤦‍♀️🤦‍♀️
Catur Rini
gak masuk akal,jadi males bacanya, gak ada keluarga yg percaya gitu aja ma omongan oranglain dibanding anaknya sendiri, pa lagi anak kandung,posisi lagi kesusahan lagi.....
Catur Rini
sedikit tidak masuk akal
Omah Tien
pusing lihat nya fina ko sarja na ko bodoh ya meding kawin aja sm ipul g ribet ke jkt segala kalu bikinorang pusing
Omah Tien
jd cewe jg begagu kaku kan mau minta tolong apa lg jg sia2.kan kebaik orang
Dewa Nara
nanti nyesal loh bian oon...
Dewa Nara
emang kamar mandinya diluar ya
Dewa Nara
gak kebayang rasanya jadi fina, dipaksa nikah dan jadi pengantin pengganti...
Nurwana
kok Fina oon banget ya... padahal sarjana lho... kok kesannya kayak orang nda pernah duduk dibangku sekolahan...
Greiche Dian
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Greiche Dian
gapapa deh thor ga ada ipul timbang pembaca pada darting wkwkw
Greiche Dian
bwahahahahahahaha
Greiche Dian
ini jadi kayak semacam hewan yg ngeluarin bau ga enak gitu deh 🤣🤣
Greiche Dian
pengen tabok ipul pake penggorengan..
Susanti Susanti
Luar biasa
Nining Moo
ko fina kayak orng oon sih🤔
Nining Moo
terlalui labil sibian
Amrih Wiludjeng
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!