Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jeratan Pertama
Hidangan dimeja makan menggugah nafsu makan Pras malam ini.
Ayam semur manis pedas dilengkapi dengan rebusan yang disajikan dengan sambal terasi menjadi favoritnya sejak dulu. Tetapi harus olahan tangan ibu.
Baginya, menu itu dapat mengalahkan semua makanan handal di Resto ternama sekali pun. Tanpa bersuara dia menyantap makanan - makanan itu.
"Gimana pekerjaan kamu, Pras. Lancar?" tanya ibu membuka pembicaraan.
"hmm.. alhamdulillah lancar, bu." sambil terus mengunyah yang ada didalam mulutnya.
"Berarti kamu tidak begitu sibuk kan?"" tanya ibu lagi.
"Ya.. dibilang terlalu sibuk tidak, dibilang tidak sibuk juga nggak. Memangnya kenapa, bu?" tanya Pras yang hampir menyelesaikan makannya.
"Ah nggak, ibu cuma.... cuma mau menagih janji kamu." ucap ibu.
"Ini kan sudah lebih dari tiga hari." lanjut ibu.
"Oh.." Pras hanya manggut - manggut saja sambil tersenyum.
"Koq 'Ohh!' sih jawabannya" ucap ibu kesel.
Sekali lagi Pras hanya melemparkan senyumannya.
"Siapa yang menjadi pilihan kamu?, dari beberapa foto yang ibu tunjukkan padamu waktu itu, ada nggak yang kamu pilih?" tanya ibu.
"Ibu... kan sudah Pras bilang, kasih Pras waktu. Karena bagi Pras membuka hati tidak semudah membuka pintu ataupun jendela. Semua butuh proses" jawab Pras.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak mencoba melakukan pendekatan dengan Shella aja? anaknya baik, sopan cantik lagi. dan yang paling penting dia sayang dengan anakmu" terang ibu.
"Iya yah, tante Shella baik deh. Tadi aja Zylva dibawain coklat" ucap Zylva yang ikut dalam pembicaraan itu.
"Jadi tadi Shella kemari lagi, bu?" tanya Pras.
"Ya dia mampir sebentar. kebetulan dia lewat sini. Gak ada salahnya kan dia mampir?" ujar ibu.
"Jangan terlalu sering ya, bu!" Pras mengingatkan ibunya.
"Lho.. memangnya kenapa? wong anaknya juga baik" terang ibu.
"Pras nggak suka aja kalau dia terlalu akrab dengan ibu juga Zylva" jawab Pras.
"Kamu itu aneh, Pras" ucap ibu lagi.
"Kan Pras sudah bilang bu, jika Allah telah mengijinkan pasti Allah akan tunjukkan siapa jodoh Pras" ucap Pras yang tidak mau ibu terlalu memaksakan kehendaknya.
"Ya sudah terserah kamu kalau begitu. Tapi jangan teralalu lama dan kamu harus berusaha. Karna Allah juga melihat ikhtiar hambanya yang sungguh - sungguh" terang ibu agar pemikiran anaknya lebih terbuka.
"Yess, mom. Pras pasti ingat pesan ibu koq" ucapnya lagi.
"Bu"
"Pras"
Ucap ibu dan Pras bersamaan.
" ya sudah kamu duluan yang ngomong. ibu mendengarkan" ucap ibu.
"Pras mau bilang, dua hari lagi Pras akan tugas ke luar kota, luar propinsi malah" ucapnya.
"Memangnya mau tugas kemana kamu?" tanya ibu.
"Kalimantan, bu. Menggantikan Diko _ atasan Pras, istrinya akan melahirkan" ucap Pras.
"Dua hari lagi, berarti hari senin. Lalu gimana dengan Zylva?" tanya ibu.
"Ya dengan ibu dong dirumah. Gak mungkin kan dibawa - bawa sampai Kalimantan." jawab Pras.
"Ibu sudah terlanjur menerima orderan. Akan ada event di lapangan merdeka dan beberapa dari peserta event, sudah booking sama ibu," ucap ibu.
"Gak mungkin ibu batalin juga'. Gimana kalau.. kita titip sama Shella? pasti dia akan sangat senang menerimanya.Zylva maukan?" tanya nenek ke Zylva.
"Iya, Zylva mau, yah." jawab Zylva.
"nggak.. nggak.. nggak.., Kamu akan papa titipkan sama tante Dina. Dia juga punya anak perempuan, ya hampir - hampir sebaya kamu. Jadi ada temen mainnya" ujar Pras.
"Jauh sekali kamu menitipkan Zylva sampai ke Singapore, Pras. Ada yang deket malah pilih yang jauh"" ucap ibu.
"Dina udah pindahan, bu. Dia udah di Jakarta sekarang" terang Pras.
"Oh ya?? Sejak kapan? koq ibu nggak dikasih tau?" tanya ibu.
"Pras juga taunya setelah dua minggu dia pindah, baru ngabarin Pras." jawab Pras kepada ibu.
"Ya sudah kalau begitu terserah kamu gimana baiknya. Coba aja udah ada pendamping, kan gak harus merepotkan orang lain?" tutur ibu.
Hmmmhaa..
Pras hanya menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.
Tiba - tiba suara telepon berdering..
"Biar ibu saja yang angkat" ucap ibu.
Ibu pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju telepon yang nangkring diatas meja disudut ruangan.
"Hallo, selamat malam, dengan siapa ya?" tanya ibu.
"Hallo tante, ini Shella. Tan, tadi ketika Shella mampir kerumah tante, Shella ada bawa paperbag warna coklat, nah isinya itu syal pesanan orang. Ada tinggal dirumah tante nggak ya?" ucap Shella.
"Oh, iya. jadi syal itu milik pelanggan kamu? ya sudah kalau begitu biar Pras membawakannya untuk kamu besok ya" ucap ibu.
"Oh iya tante, makasih ya tan. Maaf jadi merepotkan" ucap Shella.
"Iya ngak apa - apa" jawab ibu.
Shella sengaja meninggalkan paper bag miliknya. Dan syal itu juga adalah miliknya. Dia hanya berpura - pura. Ini adalah salah satu bagian dari rencana - rencananya.
"Siapa yang telepon, bu?" tanya Pras ingin tau.
"Pras.. besok kamu singgah, gih. kebutiknya Shella. Paper bag nya ketinggalan tadi. Dan itu milik pelanggannya. Kasihan kan Kalau dia harus bolak - balik.Mau ya ?" Pinta ibu kepada Pras.
"Memangnya dia nggak punya waktu untuk kemari mengambil barang miliknya?" jawab Pras.
"Kasihan dong, dia harus bolak - balik. Kan kamu sekalian lewat" lanjut ibu.
"Ya sudah, besok Pras antar ke butik." jawab Pras dengan malas - malasan.
"Nah, gitu dong.. itu baru anak ibu" ucap ibu dengan sumringah.
****
Permainan akan segera dimulai. Pikir Shella sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
"Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu, Pras. Ya, aku akan mencari apa yang menjadi kelamahan mu.'' ucap Shella sambil memandang beberapa foto wajah Pras.
"Kamu akan menjadi tempat bersandarku" lanjutnya sambil memeluk boneka beruang kesayangannya.
****
""Dah tidur, loe?" Pesan singkat yang dikirim Pras kepada Dina.
"Belum, kenapa?" Balas Dina.
"Besok loe ada waktu? Ada yang mo gue ceritain sama loe" lanjut Pras.
"Tentang apa? balas Dina lagi.
"Ntar aja kalau ketemu gue ceritanya" tulis Pras lagi.
"Oh, oke. Kerumah gue aja ya?" balas Dina lagi.
"Oke, loe kasih alamatnya ke gue" tulis Pras.
"Siip, besok gue shareloc aja ke loe." balas Dina.
"OKe. C U" tulis Pras.
"C U too" balas Dina.
Pras mematikan handpone. Kemudian meletakkannya di atas meja yang ada disebelah tempat tidurnya.
Dia kembali meluruskan tulang - tulang ditubuhnya. Dalam pembaringannya, dia teringat dengan semua kata - kata ibu.
"Bener juga kata ibu, kasihan Zylva jika harus dititip - titipkan begini. Seandainya dia punya ibu tidak akan seiba ini" Pras berkata - kata dengan dirinya sendiri.
"Ya aku tidak boleh egois, aku akan berusaha membuat anakku selalu bahagia" imbuhnya lagi.
"Aku akan belajar membuka lebar hatiku, hanya untuk kebahagiaan Zylva"
"Akan aku tepati janjiku kepada ibu" Ucapnya meyakinkan diri.
Dia pun membayangkan kembali, wajah - wajah perempuan yang ada dalam foto yang ditunjukkan ibu beberapa waktu lalu.
Jangan lupa bantu Like dan Vote ya,
Saran dan kritik yang membangun juga boleh :)
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️